Berita BorneoTribun: Daerah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

Bupati Sujiwo: Tangani Stunting Butuh Keikhlasan Kader, Bukan Sekadar Insentif

Foto: Bupati Kubu Raya H. Sujiwo Pada Kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang digelar di Nordu Caffe, Kamis (23/4/2026)


KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menekankan pentingnya keikhlasan dan ketulusan para kader dalam menjalankan tugas membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting di daerah.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang digelar di Nordu Caffe, Kamis (23/4/2026).

Sujiwo mengungkapkan, peran kader tidak bisa diukur hanya dari insentif yang diterima. Menurutnya, meskipun insentif yang diberikan relatif kecil, nilai pengabdian dan keikhlasan jauh lebih besar.

“Kalau dilihat secara materi mungkin kecil, tetapi menjadi besar ketika kita memiliki keikhlasan untuk membantu generasi anak bangsa,” ujarnya.

Ia mengaku memahami beratnya tugas yang dijalankan para kader di lapangan. Namun demikian, ia berharap semangat pengabdian tetap dijaga demi masa depan anak-anak di Kubu Raya.

Sujiwo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, mengingat persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. (Jm)



Rabu, 22 April 2026

Sengketa Lahan, PT Prakarsa Tani Sejati Pilih Jalur Hukum: Data Siap Dibuka di Pengadilan

Foto: Direktur Umum & Teknis PT Prakarsa Tani Sejati Ir. Berlino Mahendra

KETAPANG - PT Prakarsa Tani Sejati menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan lahan perkebunan kelapa sawit melalui mekanisme hukum yang berlaku. Perusahaan memastikan seluruh data dan dokumen legalitas siap dibuka secara transparan apabila perkara berlanjut ke persidangan.

Hal itu disampaikan Direktur Umum & Teknis PT Prakarsa Tani Sejati Ir. Berlino Mahendra (Hendra) dalam wawancara, Rabu (22/4/2026).

“Kita tunggu saja bagaimana nanti proses hukum. Kalau memang ada hal yang tidak pas, silakan dilawan melalui jalur hukum. Kita tidak mungkin berhadapan dengan masyarakat dengan cara bertengkar, itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Hendra menegaskan, perusahaan memilih penyelesaian lewat jalur hukum karena Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki mekanisme jelas dalam menyelesaikan sengketa.

“Kita tidak mau penyelesaian di luar mekanisme. Lebih baik melalui proses hukum, supaya semuanya jelas dan tuntas,” katanya.

Menurutnya, keberadaan perusahaan di wilayah tersebut bertujuan untuk tumbuh bersama masyarakat. Dari total sekitar 4.400 hektare lahan, terdapat kurang lebih 2.200 petani plasma yang terlibat.

“Artinya banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat. Ini bukan persoalan kecil, dan data-data itu ada di instansi pemerintah, baik di perkebunan maupun kepolisian,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila perkara ini masuk ke pengadilan, seluruh data akan terbuka secara terang.

“Nanti di persidangan akan terbuka sejelas-jelasnya. Kita siap, karena kita bekerja berdasarkan hukum,” tegasnya.

Hendra juga menyoroti bahwa perusahaan telah beroperasi sejak 1992 atau sekitar 34 tahun, tanpa permasalahan besar terkait lahan.

“Tanaman di lapangan sudah berumur sekitar 14 tahun. Kalau dari awal bermasalah, tidak mungkin bisa berjalan sampai sekarang. Kenapa baru dipersoalkan sekarang?” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh dokumen perusahaan bersifat asli dan dapat diverifikasi oleh pihak berwenang.

“Data-data ini original dan bisa dicek. Semua terbuka,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan dokumen kronologi perusahaan, PT Prakarsa Tani Sejati telah mengantongi berbagai perizinan resmi, mulai dari akta pendirian, Hak Guna Usaha (HGU), izin penanaman modal, hingga izin usaha perkebunan.

Perusahaan juga mengklaim telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta menjalankan program plasma dan CSR bagi warga setempat.

Perusahaan berharap penyelesaian persoalan dapat berjalan sesuai koridor hukum tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Bupati Sujiwo Tekankan Disiplin ASN, Paparkan Capaian Kinerja Kubu Raya 2025

Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo Usai Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kubu Raya, Rabu (22/4/2026)

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo menekankan pentingnya peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN) melalui penegakan aturan yang konsisten, pembinaan berkelanjutan, serta sistem pengawasan yang efektif. Hal itu disampaikan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kubu Raya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Sujiwo, kedisiplinan ASN harus menjadi kebiasaan kerja, bukan sekadar karena adanya pengawasan. Dengan demikian, kinerja aparatur dapat semakin profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

Rapat paripurna tersebut mengagendakan pembacaan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Kubu Raya terkait rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kubu Raya dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, hingga pimpinan BUMD.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang telah membahas LKPJ sejak 31 Maret hingga 22 April 2026. Ia menegaskan bahwa dokumen LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

Sujiwo juga memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tahun 2025. Dari sisi makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,05 persen, didominasi sektor industri pengolahan. Tingkat kemiskinan berada di angka 3,99 persen, terendah di Kalimantan Barat, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,01 atau masuk kategori tinggi.

Selain itu, pendapatan asli daerah (PAD) tercatat Rp81 miliar dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih 11 kali berturut-turut. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan PAD hingga di atas Rp350 miliar melalui optimalisasi potensi daerah, termasuk pembentukan satuan tugas (satgas) untuk menggali sumber pendapatan baru.

Di sektor infrastruktur, pembangunan difokuskan pada peningkatan konektivitas antarwilayah. Sepanjang 2025, pemerintah telah merekonstruksi 34 kilometer jalan poros, merehabilitasi 12,8 kilometer jalan, mengganti 11 jembatan, serta menormalisasi sungai dan saluran irigasi sepanjang lebih dari 200 kilometer.

Pembangunan juga didukung kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), serta kerja sama dengan TNI melalui program Karya Bakti.

Penataan ruang publik terus digencarkan, seperti pembangunan taman dan kawasan terbuka yang dinilai mampu mendorong aktivitas UMKM sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat.

Bupati juga menyoroti pengembangan layanan air bersih melalui kerja sama dengan Perumdam Tirta Raya dan pihak swasta, serta pengoperasian transportasi penyeberangan yang masih perlu dioptimalkan.

Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan jalan poros ekonomi sepanjang 359,58 kilometer hingga 2030, serta pembangunan sejumlah infrastruktur strategis lainnya, termasuk gedung DPRD dan stadion daerah.

“Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, kami optimistis seluruh target pembangunan dapat tercapai demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kubu Raya,” ujar Sujiwo. (Jm)


Selasa, 21 April 2026

Wali Kota Pontianak Buka Naik Dango III, Dihadiri Wagub Kalbar dan Tokoh Lintas Lembaga

Foto: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus membuka perayaan adat Naik Dango ke-III Kota Pontianak di Rumah Radakng, Selasa (21/4/2026)

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara resmi membuka perayaan adat Naik Dango ke-III Kota Pontianak di Rumah Radakng, Selasa (21/4/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan semarak sebagai simbol pelestarian tradisi Dayak sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus, serta unsur pejabat dan lembaga, di antaranya Polda Kalbar, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperasi, Disporapar Kubu Raya, serta Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT).

Hadir pula tokoh masyarakat dan mitra seperti Arsen Rikson, Romo Greg, perwakilan PTPN IV, Hotel Harris, BCA, Bulog, Bank Kalbar, Pancur Kasih, serta unsur swasta lainnya. Dari unsur legislatif, tampak anggota DPRD Kota Pontianak Yandi dan anggota DPRD Provinsi Kalbar Dian Eka Muchairi.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Naik Dango merupakan warisan budaya yang harus dijaga sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan penghormatan kepada leluhur. Ia menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi. (Jm)

Tindak Lanjuti Video Viral, Polres Sekadau Cek Dugaan PETI di Sungai Sekadau: Nihil Aktivitas

Foto: Aparat Kepolisian Cek Dugaan Aktivitas PETI Aliran Sungai Sekadau, Selasa (21/4/2026)

SEKADAU - Menindaklanjuti video viral di media sosial terkait dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Sekadau, Jalan Tanjung Penanjung, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Polres Sekadau melakukan pengecekan lapangan, Selasa (21/4/2026).

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, pengecekan dilakukan personel Satreskrim Polres Sekadau. Tim berangkat dari Mapolres Sekadau menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas dalam video yang beredar.

“Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit, tim melakukan penelusuran untuk memastikan titik lokasi. Berdasarkan ciri lingkungan seperti susunan pepohonan serta pemandangan di seberang sungai, lokasi yang diduga sesuai dengan video tersebut berhasil ditemukan,” ujar AKP Triyono.

Namun, saat pengecekan, tidak ditemukan aktivitas penambangan maupun keberadaan lanting atau mesin dompeng seperti yang terlihat dalam video viral. Aliran Sungai Sekadau tampak normal dan tidak terdengar suara mesin dari aktivitas pertambangan.

Selain pengecekan fisik, personel Satreskrim juga berkoordinasi dengan warga sekitar untuk menggali informasi terkait video yang beredar.

AKP Triyono menyebut, salah seorang warga menyampaikan sebelumnya sempat terlihat satu lanting berada di tengah sungai. Namun, aktivitas pastinya tidak diketahui jelas karena di sekitar lokasi juga ada masyarakat yang bekerja menyedot pasir menggunakan mesin dompeng.

“Meski telah memperoleh keterangan dari warga, tim tetap melakukan dokumentasi serta penelusuran lanjutan sebagai langkah verifikasi di lapangan. Berdasarkan hasil pengecekan langsung, per hari ini tidak ditemukan aktivitas apa pun di lokasi sebagaimana yang ada dalam video viral tersebut,” lanjutnya.

AKP Triyono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin maupun kegiatan ilegal lain yang dapat merusak lingkungan dan melanggar hukum.

“Jajaran Polres Sekadau terus melakukan sosialisasi dan pemantauan, termasuk hingga ke wilayah pedalaman dan tingkat polsek, guna mencegah praktik pertambangan ilegal,” pungkasnya.

PWI Kalbar Gelar OKK ke-5 Tahun 2026, Ketua Umum PWI Pusat Dijadwalkan Hadir

Foto: Ilustrasi Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Kalimantan Barat digelar di Mempawah pada Sabtu (10/5/205). [DOK. PWI Kalbar]


PONTIANAK - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat akan melaksanakan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke-5 tahun 2026 di Kota Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas serta pemahaman anggota terhadap profesi jurnalistik dan organisasi.

Panitia pelaksana OKK PWI Kalbar telah resmi dibentuk sebagai langkah awal persiapan. Dalam susunan kepanitiaan, Hadi Sudirmansyah dipercaya sebagai Ketua Pelaksana OKK ke-5 tahun 2026.

Hadi mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi peserta OKK.

“Syarat utama adalah wartawan minimal telah satu tahun bekerja, bertugas dan berdomisili di Kalimantan Barat, serta bekerja pada media massa berbadan hukum pers. Ini harus dibuktikan dengan akta perusahaan,” jelas Hadi.

Ketua PWI Kalbar Kundori menegaskan, OKK adalah wadah untuk menjaring anggota baru dan menjadi syarat untuk menjadi anggota PWI sebagaimana diamanatkan Pasal 7 PD PRT.

Ia menyebut OKK PWI Kalbar sedianya digelar akhir 2025, namun tertunda hingga 2026.

“Kegiatan sudah dijadwalkan sejak lama sesuai amanah PWI Pusat pasca-konflik. Tertunda karena banyak kegiatan, seperti menghadiri undangan Retret Bela Negara di Bogor, Hari Pers Nasional di Banten, serta masuk bulan Ramadan dan Idulfitri,” tegas Kundori.

Kundori menambahkan, OKK yang dijadwalkan usai Lebaran Iduladha akan dihadiri Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, sehingga panitia perlu mempersiapkan dengan matang.

“Pak Ketum insyaallah akan hadir di acara OKK PWI Kalbar dalam rangka silaturahmi dan memberikan materi,” kata Kundori.

Menurutnya, pelaksanaan OKK ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar-anggota sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan di Kalimantan Barat.

Rencananya, OKK diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalbar dan dipusatkan di Pontianak. Waktu pelaksanaan akan diumumkan lebih lanjut setelah seluruh persiapan panitia rampung. (***)



Senin, 20 April 2026

Flobamora NTT Ikut Ramaikan Naik Dango III, Perkuat Persaudaraan

Foto: Pemuda Flobamora NTT Ikut Ramaikan Naik Dango III 

PONTIANAK - Perhelatan Display Budaya Naik Dango ke-3 yang digelar oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak berlangsung meriah dan penuh warna, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menempuh rute sepanjang 7 kilometer dengan titik start di Rumah Betang Sutoyo dan finis di Rumah Radakng Pontianak.

Ribuan peserta dari DAD 6 Kecamatan se Kota Pontianak turut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut. Mereka menampilkan ragam seni tradisional, busana adat, hingga pertunjukan tarian daerah dan kendaraan hias yang memperkaya khazanah budaya Kota Pontianak.

Salah satu peserta yang ikut memeriahkan kegiatan ini adalah Pemuda Flobamora NTT Kota Pontianak. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya semangat persatuan lintas etnis dalam momentum budaya tahunan tersebut.

Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana, menilai kegiatan Display Budaya Naik Dango memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Ia menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara toleransi antar suku di Kota Pontianak.

“Untuk itulah pemuda Flobamora ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat melaksanakan Naik Dango ke-3 tahun 2026, semoga acara berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.

Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana bersama Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi 

Sementara itu, Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan komunitasnya dalam ajang budaya tersebut.

“Saya mewakili teman-teman Pemuda Flobamora Pontianak sangat senang dan bangga karena tahun ini bisa menjadi bagian dari pelaksanaan display budaya Naik Dango yang ketiga,” katanya.

Ia menjelaskan, kontribusi yang diberikan berupa penampilan tarian serta penggunaan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata dalam memperkaya keberagaman budaya di Kota Pontianak.

“Harapan kami, penampilan budaya seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan ke depan bisa lebih besar lagi. Ini menjadi ruang untuk mengeratkan dan mempersatukan persaudaraan lintas budaya. Kami juga berharap kehadiran kami dapat memberikan warna yang menguatkan nilai-nilai keberagaman di Kota Pontianak,” tambahnya.

Kegiatan Display Budaya Naik Dango ke-3 ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan lintas etnis yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman di Kota Pontianak.

Bidpropam Polda Kalbar Sidak Polsek Ngabang, Judi Online dan Narkoba Jadi Sorotan

Foto: Gaktibplin di Polsek Ngabang, Senin (20/4/2026)

LANDAK - Bidpropam Polda Kalbar menggelar Gaktibplin di Polsek Ngabang, Senin (20/4/2026). Kegiatan dipimpin Kaurbinplin Subbidprovos AKP Suryadi, S.H., M.A.P.

Dalam arahannya, Suryadi menekankan larangan keras narkoba dan judi online. “Kalau ditemukan main judol, akan saya tindak,” tegasnya.

Selain itu, personel diingatkan soal kerapian rambut, seragam, kebersihan senpi, dan kelengkapan data diri sesuai Perpol 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Gaktibplin mencakup pemeriksaan absensi, Gampol, sikap tampang, senpi, hingga ponsel. Personel yang belum lengkap didata dan diberi waktu melengkapi.

Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, S.H. menambahkan, “Tertibkan dulu diri sendiri, baru bisa menertibkan masyarakat. Polri harus jadi teladan.”

Gaktibplin merupakan program rutin Bidpropam untuk mencegah perilaku menyimpang anggota.

Hari Terakhir Olah TKP Helikopter PK-CFX, Mesin Dievakuasi Lewat Jalur Berat

Foto: Mesin Helikopter Airbus H-130T2 registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman berhasil di evakuasi, Senin (20/4/2026)

SEKADAU - Hari terakhir olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter Airbus H-130T2 registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Senin (20/4/2026), difokuskan pada evakuasi mesin helikopter. Proses ini dikawal langsung Polsek Nanga Taman, Polres Sekadau, Polda Kalbar.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, olah TKP dan investigasi berlangsung tiga hari, 18–20 April 2026, oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, kru PT Matthew Air, serta masyarakat setempat.

“Pada hari terakhir, tim gabungan mengevakuasi komponen utama helikopter berupa mesin dari titik jatuh sebagai bagian tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar AKP Triyono.

Dari unsur Polri, kegiatan dipimpin Kapolsek Nanga Taman Ipda Bari Candramedi bersama personel yang bertugas mengamankan lokasi serta mendampingi proses evakuasi.

Sekitar 15 warga Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, turut membantu pengangkatan mesin dari lokasi jatuh menuju akses darat yang dapat dijangkau kendaraan roda empat.

AKP Triyono menjelaskan, evakuasi dilakukan secara manual dengan memikul mesin melewati jalur yang cukup berat.

“Medan yang dilalui berupa tanjakan, turunan, dan akses terbatas, sehingga membutuhkan kerja sama seluruh tim serta partisipasi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang ikut membantu seluruh rangkaian evakuasi.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat setempat. Dukungan warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” tambah AKP Triyono.

Setelah dikeluarkan dari lokasi kejadian, mesin helikopter dibawa menggunakan kendaraan roda empat untuk dikirim ke kantor KNKT guna pemeriksaan dan analisis teknis lebih lanjut.

“Selama tiga hari olah TKP, tim gabungan telah melakukan dokumentasi, pengumpulan data, pengamanan dokumen penerbangan, pengambilan komponen penting, hingga evakuasi mesin sebagai bagian penting investigasi lanjutan,” pungkas AKP Triyono.

Wali Kota Pontianak Lepas Festival Budaya Dayak, Libatkan Peserta Malaysia

Foto: Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4/2026)

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung hingga 25 April dan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya dengan melibatkan ratusan peserta, termasuk dari luar negeri.

Dalam keterangannya, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, festival ini menjadi momentum penting dalam pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar-etnis di Kota Pontianak.

“Festival ini diikuti kontingen dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak, serta partisipasi dari Sarawak, Malaysia. Ini menunjukkan keberagaman yang harmonis dalam kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak menambahkan, total peserta mencapai sekitar 900 orang, termasuk 84 peserta dari Malaysia. Selama festival hingga 24 April, terdapat tujuh cabang perlombaan yang digelar.

Festival ini juga diramaikan pameran budaya, stan kuliner khas, serta hiburan dari artis-artis Dayak di panggung utama.

Salah satu daya tarik utama adalah display budaya lintas etnis, yakni pertunjukan yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu panggung. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya toleransi dan keberagaman di Kota Pontianak.

“Display budaya lintas etnis merupakan bentuk pertunjukan dan pameran yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu waktu. Ini menggambarkan kekayaan budaya yang kita miliki bersama,” jelas panitia.

Terkait ikon budaya Dayak, Mandau, pihak DAD menegaskan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari seni dan tradisi.

“Mandau itu 100 persen seni budaya. Walaupun bentuknya seperti senjata tajam, nilai utamanya adalah budaya. Untuk kepemilikan atau pembelian harus mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Pontianak bersama panitia juga telah mengantisipasi aspek teknis, terutama kebersihan dan pengaturan parkir demi kenyamanan masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan petugas untuk mengatur kebersihan dan parkir karena berkaitan dengan pengguna jalan. Semua sudah diantisipasi agar kegiatan berjalan lancar,” tambah Edi.

Festival Budaya Dayak ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya serta menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. (Jm)

Minggu, 19 April 2026

Wabup Kubu Raya Sukiryanto Buka Jalan Sehat UNU Kalbar

Foto: Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto membuka kegiatan jalan sehat Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Minggu (19/4/2026)

KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto membuka kegiatan jalan sehat Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, http://M.Ag., Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Kamaludin, http://S.Ag., Anggota DPRD Provinsi Kalbar Mulyadi Tawik, http://S.Ag., Anggota DPRD Kubu Raya Hj. Maimunah, S.E. dan H. Rusdi, Sekretaris DPW PKB Kalbar H. Irsan, http://S.Ag., perwakilan IAIN Pontianak Prof. Dr. Zainudin, http://M.Si., Ketua Fatayat NU Kalbar Umy Marzukoh, http://S.Ag., Kepala Cabang Bank Kalbar Kubu Raya Teguh, serta civitas akademika UNU Kalbar.

Kegiatan yang mendapat dukungan penuh Pemkab Kubu Raya ini dinilai sebagai momentum positif untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Sukiryanto mengapresiasi kegiatan yang menggabungkan olahraga dan edukasi tersebut. Menurutnya, jalan sehat tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi sarana efektif memperkenalkan dunia pendidikan ke masyarakat.

“Ini momen yang sangat baik. Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga bisa lebih mengenal UNU Kalbar, mulai dari keberadaan kampus hingga perannya dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan ruang terbuka publik untuk kegiatan positif seperti ini perlu terus didorong selama tidak berbenturan dengan agenda lain. Kegiatan ini juga dinilai mampu mendekatkan kampus dengan masyarakat, khususnya di Kubu Raya.

Sementara itu, Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, http://M.Ag. menyampaikan, jalan sehat ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan program unggulan UNU Kalbar.

“Kami ingin UNU Kalbar hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal dan percaya untuk melanjutkan pendidikan di UNU Kalbar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.

Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, http://M.Si. turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi dunia pendidikan dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kampus memiliki peran strategis membangun kesadaran masyarakat, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga isu penting seperti energi dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat kedekatan tersebut,” ujarnya.

Jalan sehat ini merupakan puncak dari rangkaian tiga agenda besar UNU Kalbar, yakni ramah tamah bersama tokoh dan masyarakat, seminar nasional, serta jalan sehat.

Sukiryanto berharap kegiatan ini membuat UNU Kalbar semakin dikenal luas dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, baik di Kubu Raya maupun di seluruh Kalimantan Barat.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi momen terbaik untuk memperkenalkan UNU Kalbar ke masyarakat luas,” pungkasnya. (Jm)



Sabtu, 18 April 2026

Kalbar di Ambang Lompatan Energi Bersih

Foto: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si., didampingi Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., serta Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, M.Ag

PONTIANAK – Dorongan kuat untuk meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan (EBT) mengemuka dalam seminar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4).

Seminar menghadirkan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si., Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., serta Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, M.Ag.

Dalam paparannya, Dr. Kholid menegaskan Indonesia tidak bisa terus bergantung pada energi fosil yang cadangannya kian menipis dan berdampak buruk bagi lingkungan. Ia menyebut cadangan minyak nasional tersisa 11 tahun, gas bumi 14 tahun, dan batu bara sekitar 36 tahun.

“Jika tidak segera dilakukan percepatan transisi energi, risiko krisis energi bisa terjadi dan berdampak pada stabilitas nasional,” ujarnya.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong teknologi rendah karbon seperti carbon capture and storage (CCS) untuk menangkap emisi karbon dan menyimpannya kembali ke perut bumi. Meski masih mahal, teknologi ini diyakini akan semakin ekonomis seiring berkembangnya pasar energi terbarukan.

Dr. Kholid juga menekankan pentingnya edukasi energi sejak dini, khususnya bagi mahasiswa. Menurutnya, indikator kemajuan bangsa tidak hanya dari besarnya konsumsi energi, tetapi dari efisiensi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi.

“Semakin efisien penggunaan energi, semakin tinggi kompleksitas dan kualitas ekonomi suatu negara,” jelasnya.

Kalimantan Barat dinilai potensial untuk energi surya karena berada di jalur khatulistiwa. Namun pemanfaatan PLTS masih terkendala investasi, teknologi, dan penyimpanan energi.

“PLTS harus didukung sistem baterai agar dapat menyuplai listrik secara stabil, termasuk saat malam hari ketika beban puncak terjadi,” tambahnya.

Kontribusi PLTS dalam bauran energi nasional baru sekitar 3 persen. Hal ini dipengaruhi harga energi fosil yang masih relatif murah karena subsidi, sehingga energi bersih belum sepenuhnya kompetitif. Karena itu, ia mendorong rasionalisasi subsidi energi dengan mengalihkan dukungan dari energi fosil ke energi hijau.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan, Pemkot mulai mendorong penggunaan energi terbarukan, salah satunya lewat pemasangan lampu jalan tenaga surya.

“Edukasi kepada masyarakat terus kami lakukan agar penggunaan energi bersih semakin meningkat,” katanya.

Selain surya, potensi energi nuklir juga diperhitungkan. Kalimantan Barat, khususnya Melawi, memiliki cadangan uranium yang berpotensi untuk pengembangan PLTN di masa depan.

Secara nasional, Indonesia menargetkan bauran EBT 70 persen pada 2060. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat.

Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino menegaskan perguruan tinggi punya peran strategis mendukung pengembangan energi bersih, meski saat ini masih skala terbatas.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi energi di daerah,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, tentang pentingnya energi yang efisien dan ramah lingkungan demi masa depan berkelanjutan. (Jm)

Jumat, 17 April 2026

Pemkab Kubu Raya Uji Petik Potensi Pajak MBLB

Foto: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kubu Raya, Maria Agustina

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan uji petik lapangan untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Jumat (17/4/2026).

Hasil sementara menunjukkan adanya sejumlah titik aktivitas yang berpotensi menjadi sumber pajak daerah. Namun, data tersebut masih dalam tahap verifikasi dan belum ditetapkan secara final.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kubu Raya Maria Agustina mengatakan, pengecekan langsung ke lapangan penting untuk memperoleh data riil.

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita bisa melihat kondisi riil. Data koordinat yang diambil menjadi bahan analisis untuk menentukan potensi pajak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat titik aktivitas yang berada di dalam maupun di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) sehingga perlu kajian lebih lanjut.

“Ini belum final, tapi sudah terlihat ada potensi PAD dari sektor MBLB,” tambahnya. (Jm)

Naik Dango ke-3 Resmi Dimulai, Ritual Ngampar Bide Penuh Nilai Tradisi dan Spiritual

Foto: Ritual Adat Ngampar Bide Warnai Pembukaan Naik Dango ke-3 di Rumah Radangk

PONTIANAK - Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak resmi membuka rangkaian kegiatan Naik Dango ke-3 melalui pelaksanaan ritual adat Ngampar Bide di Rumah Radangk Pontianak, Jumat (17/4/2026) pagi. Ritual sakral ini menjadi penanda dimulainya perayaan budaya tahunan yang akan berlangsung pada 20 hingga 25 April 2026.

Suasana khidmat menyelimuti Rumah Radangk saat para pengurus DAD Kota Pontianak menjalankan prosesi adat. Ritual dipimpin oleh seorang penyangahatn, Erdi atau yang akrab disapa Pak Gori, dengan dua tahapan utama, yakni nyanggahant mantak dan masak.

Dalam penjelasannya, Erdi menyampaikan bahwa Naik Dango merupakan wujud rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun. Hasil pertanian seperti padi, jagung, timun, dan berbagai komoditas lainnya menjadi simbol kesejahteraan petani yang kemudian disimpan di dalam dango (lumbung padi) sebagai persiapan untuk musim tanam berikutnya.

“Padi yang telah dipanen akan dijemur, ditumbuk, dan disimpan dengan baik agar terhindar dari hama, sehingga dapat digunakan kembali sebagai bibit yang berkualitas untuk tahun depan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ritual Ngampar Bide memiliki makna penting dalam proses pengolahan padi, yakni untuk merontokkan bulir padi dari tangkainya serta memilah kualitasnya. Selain itu, bide juga digunakan sebagai alas untuk menjemur padi agar hasil pengeringan merata.

Lebih dari sekadar proses teknis pertanian, ritual ini juga sarat nilai spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah. Berbagai sajian adat seperti lemang, cucur, serta beras pulut turut dihadirkan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat tani.

Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango ke-3 DAD Kota Pontianak, Vandektrus Derek, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini akan diisi dengan berbagai agenda budaya, keagamaan, hingga edukasi.

“Hari ini kita melaksanakan Ngampar Bide sebagai bentuk permohonan restu kepada Jubata sekaligus pembukaan awal kegiatan. Sore harinya akan dilaksanakan misa syukur yang dipimpin sembilan pastor,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan selanjutnya meliputi upacara adat Ngalanjukatn pada 18 April dini hari, seminar tentang hak masyarakat adat pada 19 April, serta karnaval budaya multi-etnis pada 20 April.

Puncak pembukaan Naik Dango dijadwalkan berlangsung pada 21 April dan akan dibuka oleh Wali Kota Pontianak, dengan kehadiran tamu dari Sarawak, Malaysia. Berbagai perlombaan tradisional seperti tari panompok, memasak panso, menumbuk padi, hingga permainan pangkak gasing turut memeriahkan acara.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 60 pelaku UMKM dan pedagang asongan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hiburan tradisional seperti jonggan serta penampilan artis Dayak turut menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Melalui Naik Dango, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat toleransi dan kebersamaan antar-etnis di Kota Pontianak,” tutup Vandektrus.

Ritual Ngampar Bide pun menjadi simbol awal yang tidak hanya membuka rangkaian acara, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi, nilai spiritual, dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Dayak. (Tim)

Kamis, 16 April 2026

Kejati Kalbar Selamatkan Rp115 Miliar dari Kasus Korupsi Tambang Bauksit

Foto: Konferensi pers Pengungkapan Kasus Korupsi Tambang Bauksit di Aula Bahruddin Lopa Lantai 4 Kejati Kalbar, Kamis (16/4/2026)

PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan bauksit di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Konferensi pers berlangsung di Aula Bahruddin Lopa Lantai 4 Kejati Kalbar sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar Siju, S.H., M.H., didampingi Asisten Intelijen, Koordinator, para Kasi Bidang Pidsus, serta Kasi Penkum, menyampaikan bahwa penyidik telah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp115.000.000.000.

“Penyelamatan keuangan negara dilakukan dengan menitipkan uang Jaminan Kesungguhan Pembangunan Fasilitas Pemurnian (Smelter) ke penyidik Kejati Kalbar. Uang tersebut selanjutnya akan disetorkan ke kas negara,” tegas Siju.

Penyelamatan itu merupakan bagian dari penyidikan perkara tata kelola pertambangan bauksit di Kalimantan Barat berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Kalbar Nomor 01/O.1/Fd.1/01/2026 tanggal 2 Januari 2026.

Perkara ini berawal dari laporan pengaduan masyarakat terkait kegiatan pertambangan bauksit periode 2017–2023. Menindaklanjuti laporan itu, Kejati Kalbar menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan bauksit.

Setelah rangkaian penyelidikan, tim penyidik menyimpulkan terdapat peristiwa hukum yang mengarah ke tindak pidana korupsi sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Selama proses penyidikan, salah satu badan usaha di bidang pertambangan yang sejak 2019–2022 belum merealisasikan kewajiban membayar Jaminan Kesungguhan Pembangunan Smelter, akhirnya menitipkan uang jaminan sebesar Rp115 miliar kepada penyidik Kejati Kalbar.

Kejati Kalbar menegaskan capaian tersebut merupakan komitmen penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga pemulihan kerugian keuangan negara sebagai keberpihakan kepada kepentingan publik.

Proses penyidikan masih berjalan dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan kehati-hatian guna memastikan penegakan hukum dilakukan secara tepat dan berkeadilan.

Ke depan, perkembangan penanganan perkara akan terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik serta untuk menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

Pengda Forbasi Kalbar Ikuti Rakernas, Siapkan Forprov Kormi dan Kejurda 2026

Foto: Rakernas Forbasi di Hotel Dafam Semarang 

PONTIANAK - Pengurus Daerah (Pengda) Forbasi Kalimantan Barat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forbasi pada 11 April 2026 di Hotel Dafam Semarang.

Rakernas perdana Forbasi ini dihadiri langsung Ketua Pengda Forbasi Kalbar Syarif Rudiansyah Al-Qadrie, S.H. Dalam sidang pleno, ditetapkan arah haluan organisasi serta tuan rumah Kejurnas Forbasi 2026 di Provinsi Jawa Timur yang akan digelar November 2026.

Saat ini Pengda Forbasi Kalbar tengah mempersiapkan keikutsertaan di Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) Kormi Kalimantan Barat yang berlangsung 5–12 Juli 2026 di Kota Singkawang. Forbasi menjadi salah satu induk olahraga (inorga) yang akan berlaga di ajang olahraga masyarakat tersebut.

Selanjutnya, pada 28–30 Agustus 2026, Pengda Kalbar akan menggelar Kejurda Forbasi di GOR Pangsuma Pontianak untuk menjaring wakil Kalimantan Barat di Kejurnas Forbasi 2026 di Jawa Timur.