![]() |
| Foto: Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4/2026) |
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung hingga 25 April dan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya dengan melibatkan ratusan peserta, termasuk dari luar negeri.
Dalam keterangannya, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, festival ini menjadi momentum penting dalam pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar-etnis di Kota Pontianak.
“Festival ini diikuti kontingen dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak, serta partisipasi dari Sarawak, Malaysia. Ini menunjukkan keberagaman yang harmonis dalam kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak menambahkan, total peserta mencapai sekitar 900 orang, termasuk 84 peserta dari Malaysia. Selama festival hingga 24 April, terdapat tujuh cabang perlombaan yang digelar.
Festival ini juga diramaikan pameran budaya, stan kuliner khas, serta hiburan dari artis-artis Dayak di panggung utama.
Salah satu daya tarik utama adalah display budaya lintas etnis, yakni pertunjukan yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu panggung. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya toleransi dan keberagaman di Kota Pontianak.
“Display budaya lintas etnis merupakan bentuk pertunjukan dan pameran yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu waktu. Ini menggambarkan kekayaan budaya yang kita miliki bersama,” jelas panitia.
Terkait ikon budaya Dayak, Mandau, pihak DAD menegaskan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari seni dan tradisi.
“Mandau itu 100 persen seni budaya. Walaupun bentuknya seperti senjata tajam, nilai utamanya adalah budaya. Untuk kepemilikan atau pembelian harus mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Pontianak bersama panitia juga telah mengantisipasi aspek teknis, terutama kebersihan dan pengaturan parkir demi kenyamanan masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan petugas untuk mengatur kebersihan dan parkir karena berkaitan dengan pengguna jalan. Semua sudah diantisipasi agar kegiatan berjalan lancar,” tambah Edi.
Festival Budaya Dayak ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya serta menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. (Jm)
