Berita BorneoTribun: Efisiensi Energi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Efisiensi Energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efisiensi Energi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2026

WFH Jumat Berlaku Di Banjarmasin, Pejabat Tetap Wajib Masuk Kantor

Pemkot Banjarmasin mulai terapkan WFH setiap Jumat bagi ASN sebagai langkah efisiensi energi. Kebijakan ini tetap menjaga layanan publik tetap berjalan normal.
Pemkot Banjarmasin mulai terapkan WFH setiap Jumat bagi ASN sebagai langkah efisiensi energi. Kebijakan ini tetap menjaga layanan publik tetap berjalan normal.

BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mulai menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat terkait upaya efisiensi energi di lingkungan pemerintahan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Sahbana, menyampaikan bahwa penerapan WFH tersebut telah dimulai sejak Jumat sebelumnya.

“Bahkan kita sudah mulai Jumat kemarin,” ujar Dolly saat memberikan keterangan di Banjarmasin, Sabtu (11/4).

Menurutnya, kebijakan WFH setiap Jumat akan diperkuat melalui payung hukum berupa Surat Edaran (SE) Wali Kota Banjarmasin yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Teknis WFH Sudah Disiapkan di Tingkat SKPD

Dolly menjelaskan, seluruh aspek teknis pelaksanaan WFH telah dipersiapkan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sistem pendukung seperti absensi digital, pemantauan kinerja, hingga evaluasi pegawai telah disusun agar pelaksanaan berjalan optimal.

“Saat ini SE tersebut sedang dalam tahap finalisasi. Dipastikan seluruh aspek teknis sudah dipersiapkan di tingkat SKPD,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan WFH tidak hanya sekadar bekerja dari rumah, tetapi juga tetap mengedepankan pengawasan serta evaluasi berkala terhadap kinerja ASN.

“Jadi tinggal pelaksanaan saja, termasuk pengawasan dan evaluasinya,” lanjutnya.

Fokus Pada Efisiensi Energi Tanpa Ganggu Layanan

Kebijakan WFH setiap Jumat ini diharapkan mampu mendorong efisiensi penggunaan energi di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam penggunaan listrik dan fasilitas kantor.

Namun demikian, Pemkot Banjarmasin memastikan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Dengan sistem pengaturan yang matang, produktivitas ASN diharapkan tetap terjaga meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah.

Tidak Semua ASN Bisa WFH

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari, menegaskan bahwa kebijakan WFH memiliki batasan ketat.

Menurutnya, ASN yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik tetap diwajibkan masuk kantor seperti biasa.

Pejabat struktural seperti eselon II, eselon III, serta pejabat pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Jabatan Fungsional (JF) juga tetap menjalankan tugas dari kantor setiap Jumat.

“WFH hanya berlaku untuk staf yang tidak bersinggungan dengan pelayanan publik. Untuk pejabat eselon II, III, JPT, dan JF tetap masuk seperti hari kerja normal,” jelas Eka.

Dengan aturan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah.

Langkah Adaptasi Menuju Sistem Kerja Modern

Pengamat kebijakan publik menilai penerapan WFH secara berkala merupakan bagian dari adaptasi menuju sistem kerja modern di sektor pemerintahan.

Selain meningkatkan efisiensi energi, pola kerja hybrid juga dinilai mampu meningkatkan fleksibilitas kerja serta mendorong penggunaan teknologi digital dalam birokrasi.

Pemkot Banjarmasin sendiri memastikan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas serta dampaknya terhadap kinerja ASN dan kualitas layanan publik.

FAQ

Apakah semua ASN di Banjarmasin menjalani WFH setiap Jumat?

Tidak. WFH hanya berlaku bagi staf yang tidak berhubungan langsung dengan pelayanan publik.

Siapa saja ASN yang tetap wajib masuk kantor setiap Jumat?

Pejabat eselon II, eselon III, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), dan Jabatan Fungsional (JF) tetap bekerja dari kantor.

Kapan kebijakan WFH ini mulai diterapkan?

WFH setiap Jumat telah mulai diberlakukan sejak Jumat sebelumnya, sebelum Surat Edaran resmi diterbitkan.

Apa tujuan utama penerapan WFH setiap Jumat?

Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi energi tanpa mengurangi produktivitas ASN dan kualitas layanan publik.

Bagaimana pengawasan kinerja ASN saat WFH?

Pengawasan dilakukan melalui absensi digital, sistem pengukuran kinerja, dan evaluasi berkala dari masing-masing SKPD.

Rabu, 18 Maret 2026

Ericsson Luncurkan AI-Ready RAN, Bikin Jaringan 5G di Indonesia Makin Cerdas

Ericsson hadirkan RAN berbasis AI untuk jaringan 5G lebih cerdas, efisien, dan siap mendukung pengalaman pengguna yang lancar di Indonesia.
Ericsson hadirkan RAN berbasis AI untuk jaringan 5G lebih cerdas, efisien, dan siap mendukung pengalaman pengguna yang lancar di Indonesia.

Jakarta, 18 Maret 2026 – Era 5G di Indonesia makin seru nih, bro! Penyedia jaringan teknologi kelas dunia, Ericsson, baru aja ngenalin radio dan software Radio Access Network (RAN) yang dibekali Artificial Intelligence (AI). Tujuannya? Biar operator, termasuk di Indonesia, bisa bangun jaringan 5G yang nggak cuma cepat tapi juga cerdas dan hemat energi.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, bilang kalau ekspansi 5G sekarang nggak cuma soal kecepatan aja, tapi juga soal jaringan yang cerdas dan berkelanjutan. “Dengan AI langsung di RAN, jaringan jadi adaptif, performanya tinggi, dan lebih efisien. Ini bikin operator bisa mempercepat penyebaran sekaligus optimalkan investasi jangka panjang,” ujarnya ke media di Jakarta, Selasa lalu.

Portofolio baru ini lengkap banget, bro! Ada sepuluh perangkat radio siap AI, software RAN yang makin canggih, plus lima antena berkinerja tinggi yang bikin spektrum lebih optimal, uplink makin ngebut, dan implementasinya lebih gampang.

Dengan AI di hardware dan software, operator bisa optimalkan sumber daya jaringan secara real-time, atur lalu lintas data lebih efektif, dan dorong efisiensi operasional. Fitur AI kayak beamforming cerdas, prediksi jangkauan, hingga manajemen mobilitas dan latensi bikin kapasitas jaringan bisa dialokasikan sesuai pola penggunaan.

Hasilnya? Pengguna bakal ngerasain koneksi lebih stabil dan cepat, mulai dari streaming video yang nggak buffering, game mobile lebih smooth, sampai aplikasi real-time berbasis AI. Nggak cuma itu, koneksi yang bisa disesuaikan dengan latensi, kecepatan, dan keandalan juga buka peluang operator buat tawarin layanan baru, nggak melulu paket data biasa.

Wahby menambahkan, “Operator butuh infrastruktur yang bisa berpikir dan beradaptasi real-time. Dengan AI di radio, antena, dan software, spektrum lebih efisien, uplink lebih kencang, dan pengalaman pengguna makin oke.”

AI-ready RAN ini bukan sekadar evolusi jaringan, tapi transformasi total cara jaringan dibangun dan dioperasikan. Dengan portofolio terbaru, ekspansi 5G di Indonesia jadi lebih terukur dan hemat biaya. Jadi, siap-siap deh, 5G di Tanah Air bakal makin ngebut, pintar, dan siap menghadapi masa depan digital!

Selasa, 03 Februari 2026

Kereta Api Jarak Jauh Jadi Andalan Transportasi Rendah Emisi, Komitmen KAI Jaga Lingkungan di Tengah Mobilitas Tinggi

Kereta Api Jarak Jauh Jadi Andalan Transportasi Rendah Emisi, Komitmen KAI Jaga Lingkungan di Tengah Mobilitas Tinggi
Sejumlah orang berjalan di stasiun kereta api. ANTARA/HO-KAI

JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung transportasi antarkota yang ramah lingkungan. 

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, KAI berkomitmen menjaga emisi karbon tetap terkendali melalui efisiensi energi, pemanfaatan teknologi hijau, dan penguatan konsep transportasi berkelanjutan pada layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ).

Langkah ini bukan sekadar wacana. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, KAI mencatat total emisi karbon dari layanan KA Jarak Jauh sebesar 127.315.192 kilogram CO₂e. 

Dalam periode yang sama, moda transportasi berbasis rel ini melayani 47.405.539 penumpang, membuktikan bahwa tingginya mobilitas tidak selalu identik dengan lonjakan polusi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan perjalanan masyarakat dan upaya pengendalian emisi karbon. 

Kereta api, kata dia, memang dirancang sebagai transportasi massal berkapasitas besar dengan tingkat efisiensi energi yang jauh lebih baik dibanding moda darat lainnya.

Sebagai gambaran, dengan asumsi rata-rata jarak tempuh penumpang KA Jarak Jauh mencapai 300 kilometer, maka total aktivitas perjalanan selama 2025 setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang-kilometer. 

Dari angka tersebut, total emisi karbon tercatat sekitar 127,3 ribu ton CO₂e dalam satu tahun operasional.

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa transportasi berbasis rel mampu mengangkut jutaan penumpang secara terjadwal dengan emisi yang lebih terkelola. 

Kapasitas angkut yang besar membuat emisi terbagi ke lebih banyak pengguna, sehingga beban lingkungan dapat ditekan secara signifikan.

Perbandingan dengan moda lain semakin menegaskan keunggulan kereta api. Jika seluruh penumpang KA Jarak Jauh memilih bus antarkota, total emisi karbon diperkirakan melonjak hingga 386,4 ribu ton CO₂e per tahun. 

Bahkan, jika perjalanan yang sama dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, emisi karbon bisa meroket hingga sekitar 2,72 juta ton CO₂e.

“Perbedaan ini menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi sangat menentukan besarnya emisi karbon di sektor transportasi. 

Dengan jumlah penumpang yang besar, kereta api menjadi solusi efektif untuk menjaga emisi tetap lebih rendah dibandingkan moda lain,” ungkap Anne.

Ke depan, KAI tidak berhenti sampai di sini. Perusahaan terus mendorong peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi tingkat keterisian penumpang, serta integrasi layanan antarmoda. 

Upaya ini dilakukan agar pertumbuhan layanan KA Jarak Jauh tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Melalui pengelolaan yang konsisten dan terukur, KAI menegaskan komitmennya mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, dan ramah lingkungan. 

Di saat kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia terus meningkat, kereta api hadir bukan hanya sebagai solusi perjalanan, tetapi juga sebagai pilihan cerdas untuk masa depan yang lebih hijau.