Kereta Api Jarak Jauh Jadi Andalan Transportasi Rendah Emisi, Komitmen KAI Jaga Lingkungan di Tengah Mobilitas Tinggi

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Selasa, 03 Februari 2026

Kereta Api Jarak Jauh Jadi Andalan Transportasi Rendah Emisi, Komitmen KAI Jaga Lingkungan di Tengah Mobilitas Tinggi

Kereta Api Jarak Jauh Jadi Andalan Transportasi Rendah Emisi, Komitmen KAI Jaga Lingkungan di Tengah Mobilitas Tinggi
Sejumlah orang berjalan di stasiun kereta api. ANTARA/HO-KAI

JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung transportasi antarkota yang ramah lingkungan. 

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, KAI berkomitmen menjaga emisi karbon tetap terkendali melalui efisiensi energi, pemanfaatan teknologi hijau, dan penguatan konsep transportasi berkelanjutan pada layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ).

Langkah ini bukan sekadar wacana. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, KAI mencatat total emisi karbon dari layanan KA Jarak Jauh sebesar 127.315.192 kilogram CO₂e. 

Dalam periode yang sama, moda transportasi berbasis rel ini melayani 47.405.539 penumpang, membuktikan bahwa tingginya mobilitas tidak selalu identik dengan lonjakan polusi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan perjalanan masyarakat dan upaya pengendalian emisi karbon. 

Kereta api, kata dia, memang dirancang sebagai transportasi massal berkapasitas besar dengan tingkat efisiensi energi yang jauh lebih baik dibanding moda darat lainnya.

Sebagai gambaran, dengan asumsi rata-rata jarak tempuh penumpang KA Jarak Jauh mencapai 300 kilometer, maka total aktivitas perjalanan selama 2025 setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang-kilometer. 

Dari angka tersebut, total emisi karbon tercatat sekitar 127,3 ribu ton CO₂e dalam satu tahun operasional.

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa transportasi berbasis rel mampu mengangkut jutaan penumpang secara terjadwal dengan emisi yang lebih terkelola. 

Kapasitas angkut yang besar membuat emisi terbagi ke lebih banyak pengguna, sehingga beban lingkungan dapat ditekan secara signifikan.

Perbandingan dengan moda lain semakin menegaskan keunggulan kereta api. Jika seluruh penumpang KA Jarak Jauh memilih bus antarkota, total emisi karbon diperkirakan melonjak hingga 386,4 ribu ton CO₂e per tahun. 

Bahkan, jika perjalanan yang sama dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, emisi karbon bisa meroket hingga sekitar 2,72 juta ton CO₂e.

“Perbedaan ini menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi sangat menentukan besarnya emisi karbon di sektor transportasi. 

Dengan jumlah penumpang yang besar, kereta api menjadi solusi efektif untuk menjaga emisi tetap lebih rendah dibandingkan moda lain,” ungkap Anne.

Ke depan, KAI tidak berhenti sampai di sini. Perusahaan terus mendorong peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi tingkat keterisian penumpang, serta integrasi layanan antarmoda. 

Upaya ini dilakukan agar pertumbuhan layanan KA Jarak Jauh tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Melalui pengelolaan yang konsisten dan terukur, KAI menegaskan komitmennya mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, dan ramah lingkungan. 

Di saat kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia terus meningkat, kereta api hadir bukan hanya sebagai solusi perjalanan, tetapi juga sebagai pilihan cerdas untuk masa depan yang lebih hijau.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.