Berita BorneoTribun: Google Drive hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Google Drive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Drive. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2026

Cara Menghapus Email Berukuran Besar di Gmail untuk Mengosongkan Google Drive, Panduan Praktis bagi Pengguna di Indonesia

Cara Menghapus Email Berukuran Besar di Gmail untuk Mengosongkan Google Drive, Panduan Praktis bagi Pengguna di Indonesia
Cara Menghapus Email Berukuran Besar di Gmail untuk Mengosongkan Google Drive, Panduan Praktis bagi Pengguna di Indonesia.

JAKARTA -- Kapasitas penyimpanan akun Google yang terbatas sering menjadi kendala bagi banyak pengguna di Indonesia. Setiap akun Gmail terhubung langsung dengan Gmail, Google Drive, dan Google Photos dalam satu kuota gratis sebesar 15 GB

Ketika kapasitas ini penuh, pengguna tidak hanya kesulitan menyimpan file, tetapi juga bisa gagal menerima email baru. 

Salah satu solusi paling efektif adalah menghapus email berukuran besar yang selama ini tidak disadari memakan ruang penyimpanan.

Kuota 15 GB yang Sering Terlupakan

Banyak pengguna mengira penyimpanan Gmail terpisah dari layanan Google lainnya. Padahal, seluruh email beserta lampiran, file di Google Drive, dan foto atau video di Google Photos menggunakan kuota yang sama. 

Artinya, meski Drive terlihat kosong, email dengan lampiran besar tetap bisa menghabiskan ruang.

Di Indonesia, keterbatasan ini menjadi isu nyata. Tidak semua pengguna bersedia atau mampu berlangganan paket tambahan seperti Google One

Sebagian lainnya memang memilih tetap menggunakan kuota gratis. Akibatnya, membersihkan ruang penyimpanan menjadi langkah yang tak terhindarkan.

Email dengan lampiran dokumen, foto resolusi tinggi, atau file presentasi bisa berukuran 10–20 MB per pesan. Jika terkumpul selama bertahun-tahun, totalnya bisa mencapai beberapa gigabyte tanpa disadari.

Cara Cepat Menemukan Email Berukuran Besar

Cara Menghapus Email Berukuran Besar di Gmail untuk Mengosongkan Google Drive, Panduan Praktis bagi Pengguna di Indonesia
Cara Menghapus Email Berukuran Besar di Gmail untuk Mengosongkan Google Drive, Panduan Praktis bagi Pengguna di Indonesia.

Google sebenarnya telah menyediakan fitur pencarian lanjutan yang jarang dimanfaatkan pengguna awam. Di kolom pencarian Gmail, pengguna cukup mengetik perintah berikut:

larger:10M

Perintah ini akan menampilkan seluruh email dengan ukuran lebih dari 10 megabyte. Angka tersebut bisa disesuaikan, misalnya:

Dengan cara ini, pengguna tidak perlu memilah email satu per satu secara manual. Semua pesan dengan lampiran besar akan langsung terfilter.

Setelah hasil pencarian muncul, pengguna dapat memilih email yang sudah tidak relevan, lalu menghapusnya sekaligus. Prosesnya hanya membutuhkan beberapa klik.

Jangan Lupa Mengosongkan Folder Sampah

Banyak orang mengira email yang sudah dihapus otomatis tidak lagi memakan ruang. Padahal, pesan tersebut masih tersimpan di folder “Trash” atau “Sampah” selama 30 hari dan tetap mengurangi kuota 15 GB.

Karena itu, setelah menghapus email besar, langkah berikutnya adalah membuka folder Sampah dan mengosongkannya secara permanen. Tindakan ini akan langsung membebaskan ruang penyimpanan.

Filter Email Lama untuk Mengurangi Risiko

Sebagian pengguna khawatir menghapus email penting, terutama dokumen kerja atau bukti transaksi. Untuk meminimalkan risiko tersebut, Gmail menyediakan kombinasi filter tambahan berdasarkan usia email.

Contohnya:

larger:10M older_than:1y

Perintah ini akan menampilkan email dengan ukuran lebih dari 10 MB yang usianya lebih dari satu tahun. Artinya, pesan lama dengan lampiran besar yang kemungkinan sudah tidak relevan bisa dihapus lebih aman.

Pengguna juga bisa mengubah parameter waktu, misalnya menjadi dua tahun atau enam bulan, sesuai kebutuhan.

Dampaknya bagi Pengguna Indonesia

Di Indonesia, Gmail tidak hanya digunakan untuk komunikasi pribadi, tetapi juga untuk pendaftaran layanan perbankan, marketplace, pendidikan, hingga administrasi pemerintahan. 

Ketika kapasitas penuh dan email baru tertolak, dampaknya bisa signifikan: kode verifikasi tidak masuk, notifikasi transaksi tertunda, bahkan peluang kerja bisa terlewat.

Pakar literasi digital menilai pengelolaan penyimpanan cloud menjadi bagian penting dari kebiasaan digital yang sehat. 

Selain menjaga keamanan data, manajemen email juga membantu efisiensi kerja dan mengurangi risiko kehilangan informasi penting.

Dari sisi kebijakan, ekosistem layanan berbasis cloud memang semakin dominan. Tanpa manajemen yang baik, pengguna akan terus bergantung pada peningkatan kapasitas berbayar. 

Bagi sebagian masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pekerja lepas, efisiensi penggunaan kuota gratis menjadi solusi yang lebih realistis.

Strategi Jangka Panjang Mengelola Penyimpanan

Selain menghapus email besar, ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan:

  1. Rutin memeriksa penggunaan penyimpanan akun Google.

  2. Mengunduh dan menyimpan dokumen penting secara offline sebelum menghapusnya dari email.

  3. Menghapus lampiran saja setelah menyimpan file, bila memungkinkan.

  4. Membersihkan Google Photos dari video atau foto duplikat.

Pendekatan ini membantu menjaga kuota tetap tersedia tanpa harus sering melakukan pembersihan besar-besaran.

Keterbatasan 15 GB penyimpanan gratis pada akun Google menuntut pengguna untuk lebih aktif mengelola datanya. 

Email dengan lampiran besar di Gmail sering kali menjadi penyumbang terbesar penggunaan ruang, namun bisa diatasi dengan fitur pencarian sederhana seperti larger:10M.

Bagi masyarakat Indonesia yang mengandalkan Gmail untuk kebutuhan sehari-hari, langkah kecil ini dapat mencegah gangguan komunikasi penting. 

Pengelolaan penyimpanan bukan sekadar soal menghapus file, tetapi bagian dari literasi digital yang semakin relevan di era layanan berbasis cloud.

Dengan memanfaatkan fitur yang sudah tersedia, pengguna dapat tetap produktif tanpa harus langsung beralih ke layanan berbayar.

Jumat, 06 Februari 2026

Heboh Dugaan Kebocoran Data Pelamar, Kemkomdigi Lakukan Penyelidikan Internal

Heboh Dugaan Kebocoran Data Pelamar, Kemkomdigi Lakukan Penyelidikan Internal
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar.

JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, muncul dugaan kebocoran data pribadi pelamar kerja dalam proses rekrutmen yang digelar oleh instansi tersebut. Isu sensitif ini langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan internal guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang merugikan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa proses rekrutmen pegawai seharusnya tidak menggunakan platform terbuka seperti Google Drive. Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di Jakarta, Jumat.

“Kasus ini masih kami telusuri dan sedang diperiksa oleh Inspektorat Jenderal. Kami ingin tahu di mana letak kesalahannya dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi,” ujar Nezar.

Menurutnya, dugaan kebocoran data ini juga sudah dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital selaku unit yang membuka lowongan kerja. Saat ini, Kemkomdigi tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan prosedur penerimaan tenaga kerja berjalan sesuai standar keamanan data.

Nezar memastikan, tautan yang sebelumnya memuat data para pelamar kini telah ditutup. Selain itu, proses rekrutmen juga langsung dialihkan ke platform lain yang dinilai lebih aman dan memiliki sistem perlindungan data yang memadai.

“Kecerobohan itu terjadi dalam waktu singkat. Begitu diketahui, langsung kami tutup dan diganti menggunakan kanal lain yang lebih aman,” jelasnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi sebelumnya membuka rekrutmen untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Dalam pengumuman tersebut, tersedia sembilan posisi yang bisa dilamar oleh masyarakat.

Masalah mulai muncul ketika pelamar diminta mengunggah berbagai dokumen penting, mulai dari curriculum vitae (CV), salinan ijazah, KTP, transkrip nilai, hingga surat keterangan sehat melalui tautan tertentu. Sayangnya, tautan tersebut mengarah ke layanan penyimpanan berbasis komputasi awan dengan pengaturan akses terbuka.

Akibatnya, berkas dan data pribadi para pelamar dapat diakses oleh siapa saja tanpa sistem keamanan yang memadai. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terkait perlindungan data pribadi.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Rabu (4/2), Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal terkait keamanan data pelamar. Ia menegaskan, masukan dari berbagai pihak menjadi perhatian serius bagi kementerian.

“Kami memahami betul bahwa kualitas SDM dan tata kelola di Komdigi harus terus ditingkatkan. Proses terkait dan berbagai hal yang berhubungan dengan masalah ini sedang ditangani secara internal,” kata Ismail.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh instansi pemerintah agar semakin berhati-hati dalam mengelola data pribadi masyarakat. Di era digital seperti sekarang, keamanan informasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.