Berita BorneoTribun: Internet Cepat hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Internet Cepat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet Cepat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Agustus 2025

Pendaftaran Lelang Frekuensi 1,4 GHz Dibuka: Internet Murah 100 Mbps Segera Hadir

Jakarta – Pemerintah resmi membuka pendaftaran lelang frekuensi 1,4 GHz yang digadang-gadang akan menjadi langkah besar dalam menghadirkan layanan internet murah berkecepatan hingga 100 Mbps ke seluruh Indonesia. Sebanyak tujuh perusahaan telekomunikasi besar telah mendaftar dan siap mengikuti seleksi yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan internet tetap (Fixed Wireless Access) sekaligus mendorong pemerataan transformasi digital di Tanah Air.

Tujuh Perusahaan Ikut Lelang Frekuensi

Pemerintah resmi membuka pendaftaran lelang frekuensi 1,4 GHz untuk internet murah 100 Mbps. Tujuh perusahaan ikut serta, targetkan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.
Pemerintah resmi membuka pendaftaran lelang frekuensi 1,4 GHz untuk internet murah 100 Mbps. Tujuh perusahaan ikut serta, targetkan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (15/8/2025), Komdigi mengumumkan bahwa pendaftaran lelang telah dibuka, dan seluruh perusahaan yang mendaftar kini berstatus calon peserta seleksi. Proses pendaftaran ini disertai dengan pengunduhan dokumen seleksi dan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tertulis hingga Kamis (21/8/2025).

Berikut daftar tujuh perusahaan yang resmi mengambil akun e-auction pada 13–14 Agustus 2025:

  1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

  2. PT XLSMART Telecom Sejahtera

  3. PT Indosat Tbk

  4. PT Telemedia Komunikasi Pratama

  5. PT Netciti Persada

  6. PT Telekomunikasi Selular

  7. PT Eka Mas Republik

Detail Lelang Frekuensi 1,4 GHz

Komdigi membuka lelang total lebar pita 80 MHz pada rentang frekuensi 1432 MHz hingga 1512 MHz. Lelang ini diperuntukkan bagi layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas cakupan internet di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi penyelenggara jaringan, tetapi juga memberikan akses internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Langkah ini membuka ruang bagi operator untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan akses internet murah kepada masyarakat," ujarnya.

Pembagian Wilayah Lelang: 3 Regional, 15 Zona

Agar pemerataan internet dapat tercapai, pemerintah membagi wilayah lelang menjadi tiga regional yang mencakup 15 zona. Berikut pembagiannya:

Regional 1

  • Zona 4: Banten, Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi

  • Zona 5: Jawa Barat (kecuali wilayah di Zona 4)

  • Zona 6: Jawa Tengah dan Yogyakarta

  • Zona 7: Jawa Timur

  • Zona 9: Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya

  • Zona 10: Maluku dan Maluku Utara

Regional 2

  • Zona 1: Aceh dan Sumatra Utara

  • Zona 2: Sumatra Barat, Riau, dan Jambi

  • Zona 3: Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung

  • Zona 8: Bali, NTB, dan NTT

  • Zona 15: Kepulauan Riau

Regional 3

  • Zona 11: Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara

  • Zona 12: Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah

  • Zona 13: Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat

  • Zona 14: Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur

Dampak Positif Lelang Frekuensi bagi Masyarakat

Kebijakan ini diharapkan membawa beberapa manfaat strategis:

  1. Internet Lebih Murah dan Cepat – Target kecepatan hingga 100 Mbps akan membuat aktivitas online seperti belajar, bekerja, dan hiburan semakin lancar.

  2. Pemerataan Akses Digital – Wilayah terpencil, termasuk Papua dan Maluku, mendapat prioritas untuk mendapatkan layanan internet berkualitas.

  3. Dorongan Ekonomi Digital – UMKM dan industri kreatif bisa berkembang lebih cepat dengan dukungan jaringan yang stabil.

  4. Transformasi Layanan Publik – Pemerintah daerah bisa memanfaatkan internet cepat untuk layanan e-government yang lebih efisien.

Jadwal Penting Lelang Frekuensi 1,4 GHz

  • Pendaftaran dan Pengambilan Akun E-Auction: 13–14 Agustus 2025

  • Pengunduhan Dokumen Seleksi: Setelah pendaftaran selesai

  • Pengajuan Pertanyaan Tertulis: Maksimal 21 Agustus 2025

  • Tahap Seleksi dan Penetapan Pemenang: Jadwal detail akan diumumkan Komdigi

Lelang frekuensi 1,4 GHz ini menjadi momentum penting dalam sejarah perkembangan internet di Indonesia. Dengan keterlibatan tujuh perusahaan besar dan target kecepatan hingga 100 Mbps, masyarakat dapat berharap pada masa depan internet yang lebih cepat, murah, dan merata.

Bila berjalan lancar, kebijakan ini bukan hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital global.

Selasa, 01 Juli 2025

Kolaborasi Kemensos dan Komdigi Hadirkan Internet Cepat untuk Sekolah Rakyat, Dukung Pembelajaran Lebih Modern

Kolaborasi Kemensos dan Komdigi Hadirkan Internet Cepat untuk Sekolah Rakyat, Dukung Pembelajaran Lebih Modern
Kolaborasi Kemensos dan Komdigi Hadirkan Internet Cepat untuk Sekolah Rakyat, Dukung Pembelajaran Lebih Modern.

JAKARTA - Di era digital seperti sekarang, akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan—tapi jadi kebutuhan utama, terutama di dunia pendidikan.

Hal ini disadari betul oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang baru-baru ini berkolaborasi menghadirkan internet cepat untuk Sekolah Rakyat.

Internet Cepat untuk Smart School di Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat adalah program unggulan Presiden Prabowo yang dirancang sebagai sekolah gratis berkonsep asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah ini tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tapi juga pendidikan berkualitas dan berbasis karakter. Supaya sistem pembelajarannya makin maksimal, maka kebutuhan akan internet cepat jadi prioritas.

Sebagai bentuk sinergi antarkementerian, Komdigi memberikan bantuan infrastruktur jaringan internet untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat SMA 19 dan 20, yang berada di bawah naungan UPT Kementerian Sosial.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Menteri Komdigi, Meutya Hafid, kepada Sekjen Kemensos, Robben Rico, di Sekolah Rakyat SMA 20 BBPPKS Yogyakarta pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Kenapa Internet Cepat Sangat Dibutuhkan?

Menurut Robben Rico, jaringan internet adalah salah satu kebutuhan paling krusial dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. Mengingat sekolah ini dirancang sebagai smart school, maka layanan internet yang cepat dan stabil jadi tulang punggung utama untuk menjalankan pembelajaran berbasis teknologi.

“Sekolah Rakyat akan menggunakan sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), jadi internet yang kuat itu wajib,” jelas Robben.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keamanan dalam penggunaan internet. Untuk itu, Kemensos akan bekerja sama dengan Komdigi untuk memblokir konten negatif atau situs tidak layak yang bisa diakses oleh siswa.

Dukungan Ganda dari Komdigi: Infrastruktur Digital & Komunikasi Publik

Menteri Meutya Hafid menyampaikan bahwa Komdigi tidak hanya memberikan dukungan dari sisi infrastruktur internet saja, tapi juga akan membantu membangun sistem komunikasi publik agar Sekolah Rakyat bisa lebih dikenal masyarakat luas.

“Sekolah Rakyat harus terhubung dengan internet yang baik dan cepat. Dan kami akan pastikan tiap titik yang butuh akses internet akan mendapatkannya sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Meutya.

Setelah prosesi serah terima, Meutya juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat SMA 20, termasuk ruang asrama, ruang makan, ruang kelas, dan fasilitas pendukung lainnya.

Program Komprehensif: Dari Siswa hingga Orang Tua

Yang membuat program ini makin istimewa adalah pendekatan menyeluruh yang tidak hanya fokus pada siswa, tapi juga menyentuh kehidupan keluarga mereka. Orang tua dari siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan program pemberdayaan, bahkan rumah mereka yang tidak layak huni akan direnovasi agar lebih layak ditinggali.

Untuk menjamin ketepatan sasaran, proses rekrutmen siswa dilakukan secara ketat. Data siswa diverifikasi melalui kerjasama lintas lembaga: dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dinas sosial dan pendidikan daerah, hingga Badan Pusat Statistik (BPS). Hanya anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berhak masuk.

Target Ambisius: 20 Ribu Siswa Tahun Ini

Untuk tahap pertama, Sekolah Rakyat akan hadir di 100 lokasi dengan total 9.755 siswa. Di tahun ajaran ini, akan ada tambahan 100 titik baru sehingga total siswa ditargetkan mencapai lebih dari 20.000 orang. Jumlah itu akan ditopang oleh 2.180 guru dan 4.069 tenaga kependidikan.

Hadirnya internet cepat di Sekolah Rakyat bukan hanya soal teknologi, tapi tentang pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, terutama dari keluarga yang kurang mampu. Sinergi antara Kemensos dan Komdigi ini menjadi langkah konkret menuju transformasi pendidikan berbasis digital yang inklusif.

Buat kamu yang peduli dengan masa depan pendidikan di Indonesia, yuk dukung terus program Sekolah Rakyat dan pemanfaatan teknologi untuk pendidikan yang lebih merata!