Berita BorneoTribun: Keracunan Massal hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Keracunan Massal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keracunan Massal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2026

Dapur MBG Yayasan Surya Gizi Lestari Dilaporkan ke Polisi

Dapur MBG Yayasan Surya Gizi Lestari Dilaporkan ke Polisi
Dapur MBG Yayasan Surya Gizi Lestari Dilaporkan ke Polisi. (Gambar ilustrasi/Borneotribun/Muzahidin)

Ketapang (Borneo Tribun) - Dapur mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) di Marau yakni Yayasan Surya Gizi Lestari (SGL) dilaporkan seorang warga bernama Jakaria Irawan didampingi advokat Risky Suharta ke Polisi.

Pelapor menganggap dugaan keracunan yang berdampak ada korban sebanyak 340 orang itu berpotensi bisa dijerat dengan pidana sangkaan kelalaian dan atau keterlibatan. Laporan ini bisa menjadi pintu masuk bagi aparat hukum.

"Kami mendorong penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan, agar kejadian serupa tidak terulang dan hak-hak korban, khususnya anak-anak, benar-benar dilindungi," kata Jakaria, Jumat, di Ketapang. 

Foto, siswa yang alami sakit akibat konsumsi MBG diperiksa medis saat di Puskesmas Marau. (Borneotribun/Muzahidin)
Foto, siswa yang alami sakit akibat konsumsi MBG diperiksa medis saat di Puskesmas Marau. (Borneotribun/Muzahidin)

Kuasa hukum pelapor, Risky Suharta mengatakan, langkah hukum ini diambil agar terdapat kejelasan pertanggung jawaban hukum atas peristiwa tersebut.

Menurut Risky, anak-anak adalah kelompok yang wajib mendapatkan perlindungan maksimal. Ketika terjadi keracunan secara massal, maka peristiwa ini harus diusut secara menyeluruh dan transparan.

"Anak-anak adalah kelompok yang wajib mendapatkan perlindungan maksimal. Ketika terjadi keracunan secara massal, maka peristiwa ini harus diusut secara menyeluruh dan transparan," kata Risky. 

Selain upaya pidana, menurutnya, kasus ini tidak menutup kemungkinan akan ditempuh langkah hukum lanjutan, baik perdata maupun administratif, sesuai dengan perkembangan hasil penyelidikan.

Penulis: Muzahidin

Jumat, 06 Februari 2026

Dapur MBG Yayasan SGL di Marau Distop, Dua Orang Dipecat

Foto banyaknya korban keracunan menu MBG sampai dirawat di halaman Puskesmas Marau Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)
Foto banyaknya korban keracunan menu MBG sampai dirawat di halaman Puskesmas Marau Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)

Ketapang (Borneo Tribun) - Sampai hari Jumat sore ini (06/02/2026), jumlah murid, guru bahkan pengelola dapur yang alami dugaan keracunan imbas mengkonsumsi menu Makan Bergisi Gratis (MBG) di kecamatan Marau sudah sebanyak 370 orang. 

Keracunan massal yang terjadi pada Kamis semalam itu berujung tindakan pemecatan dan pemberhentian sementara operasional dapur MBG yang dikelola yayasan Surya Gizi Lestari (SGL). 

Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Ketapang, Boby Nur Haliandi menyatakan, hal ini sebgai konsekuensi serta atensi khusus penegakan disiplin.

"Kejadian ini menjadi peringatan serius agar pengawasan diperketat dan kualitas tetap terjaga," kata Boby, Jumat sore (06/02/2026) kepada Wartawan di Ketapang. 

Ia menegaskan, dalam pengelolaan dapur MBG, tiga komponen penting memegang peran krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan, yakni kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan dapur.

SPPI menekankan pentingnya peningkatan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan. Selain itu, sarana prasarana dapur serta sistem manajemen. 

"Ketiganya dinilai memegang peran krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan. Bahan baku pangan harus benar-benar diperhatikan dan diawasi ketat sejak awal," katanya.

Ia mengatakan, terhitung sejak Jumat ini (06/02/2026), operasional dapur tersebut juga ditutup sementara waktu hingga proses evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan.

Ke depan, SPPI menekankan pentingnya peningkatan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi mengkonfirmasi penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG tersebut. 

"SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar," katanya, Kamis (05/02/2026).

Dapur MBG ini berlokasi di desa Riam Batu Gading kecamatan Marau kabupaten Ketapang telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat dikelola dibawah yayasan Surya Gizi Lestari (SGL). 

Penulis: Muzahidin.