Berita BorneoTribun: Ketahanan Pangan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ketahanan Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketahanan Pangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Petani Kotim Didorong Terapkan Budi Daya Adaptif Antisipasi Musim Kemarau

DPKP Kotim mengintensifkan teknik budi daya adaptif untuk menghadapi wilayah rawan kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian petani di musim kemarau.
DPKP Kotim mengintensifkan teknik budi daya adaptif untuk menghadapi wilayah rawan kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian petani di musim kemarau.

SAMPIT — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus memperkuat langkah antisipasi terhadap wilayah rawan kekeringan dengan menerapkan teknik budi daya adaptif bagi para petani.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP Kotim, Yulita, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada petani terkait metode pertanian adaptif, baik untuk tanaman padi maupun palawija.

“Metode ini sudah kami sosialisasikan kepada petani, baik untuk tanaman padi maupun palawija agar mereka siap menghadapi kondisi kekeringan,” kata Yulita di Sampit, Selasa.

Teknik Budi Daya Adaptif Jadi Andalan Hadapi Perubahan Iklim

Menurut Yulita, teknik budi daya adaptif merupakan strategi pengelolaan pertanian yang disesuaikan secara fleksibel untuk mengantisipasi risiko perubahan iklim, seperti kekeringan, banjir, hingga serangan hama penyakit.

Metode ini mencakup sektor pertanian secara luas, termasuk tanaman pangan, perkebunan, hingga hortikultura.

Dalam praktiknya, petani dianjurkan menggunakan varietas tanaman yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kekeringan, seperti:

  • Padi Inpago 8

  • Jagung Bisi 18

  • Cabai Rawit Dewata 43

Varietas tersebut dinilai lebih cocok untuk lahan kering tanpa genangan air, sehingga risiko gagal panen bisa ditekan.

Mulsa dan Pengaturan Jarak Tanam Jadi Solusi Praktis

Selain penggunaan varietas unggul, petani juga didorong menerapkan pengaturan jarak tanam yang lebih renggang dan melakukan pengolahan tanah minimum.

Tujuannya adalah menjaga kelembaban tanah selama musim kemarau.

Teknik lain yang dinilai efektif adalah penggunaan mulsa dari bahan alami seperti jerami atau daun kering.

“Petani juga didorong menggunakan mulsa dari jerami atau daun kering guna mengurangi penguapan air serta menjaga kelembaban tanah,” jelas Yulita.

Teknik sederhana ini terbukti mampu mempertahankan ketersediaan air di lahan pertanian dalam kondisi minim hujan.

Penyesuaian Jadwal Tanam Berdasarkan Data BMKG

Penentuan jadwal tanam juga menjadi faktor penting dalam menghadapi musim kemarau.

Secara umum, terdapat tiga periode musim tanam yang menjadi acuan petani, yakni:

  • Oktober–Januari

  • Februari–Maret

  • Juni–September (musim kemarau)

Penentuan waktu tanam tersebut mengacu pada Kalender Tanam Terpadu (Katam) yang berbasis data dari BMKG.

Berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus.

Pada periode tersebut, petani disarankan menanam palawija atau melakukan tumpang sari, sementara tanaman padi dapat diistirahatkan jika kondisi lahan terlalu kering.

Teknologi Sederhana Hingga Hidroponik Jadi Alternatif

Selain teknik konvensional, DPKP Kotim juga mendorong penggunaan teknologi sederhana hingga metode hidroponik untuk tanaman hortikultura.

Metode hidroponik dinilai menjadi solusi alternatif ketika ketersediaan air di lahan semakin terbatas.

Yulita menegaskan bahwa ancaman kekeringan bukan hanya soal air, tetapi juga kesiapan teknologi dan kemampuan petani dalam beradaptasi.

“Antisipasi kekeringan tidak hanya soal ketersediaan air, tetapi juga bagaimana kita bijaksana menerapkan teknologi dan metode yang ada,” tegasnya.

Dua Kecamatan Di Kotim Masuk Wilayah Rawan Kekeringan

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah pangan rawan kekeringan, terdapat dua kecamatan di Kotim yang menjadi perhatian utama, yaitu:

  • Kecamatan Teluk Sampit

    • Luas sawah: 8.565 hektare

    • Potensi produksi: 36.615 ton gabah kering panen (GKP)

  • Kecamatan Mentaya Hilir Selatan

    • Luas sawah: 765 hektare

    • Potensi produksi: 2.827 ton GKP

Selain dua wilayah tersebut, kawasan Pulau Hanaut dan beberapa kecamatan lainnya juga memiliki potensi terdampak kekeringan, meskipun dalam skala yang berbeda.

Komitmen DPKP Kotim Jaga Ketahanan Pangan

DPKP Kotim memastikan berbagai langkah antisipasi akan terus dilakukan secara maksimal, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pendampingan petani di lapangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah dalam lima tahun ke depan.

“Selain ikhtiar yang kita lakukan, kita juga berharap musim kemarau tidak berlangsung panjang sehingga tidak menyebabkan gagal panen,” tutup Yulita.

FAQ

1. Apa itu teknik budi daya adaptif?
Teknik budi daya adaptif adalah metode pertanian yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, seperti kekeringan atau banjir, agar tanaman tetap produktif.

2. Tanaman apa saja yang tahan terhadap kekeringan?
Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain padi Inpago 8, jagung Bisi 18, dan cabai rawit Dewata 43.

3. Kapan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi?
Menurut prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus.

4. Wilayah mana saja yang rawan kekeringan di Kotim?
Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan menjadi wilayah dengan risiko kekeringan tertinggi.

5. Apa solusi sederhana yang bisa dilakukan petani saat kemarau?
Penggunaan mulsa dari jerami, pengaturan jarak tanam, serta pemilihan varietas tahan kering menjadi solusi yang efektif.

Intrusi Air Laut Jadi Ancaman, BPBD Kotim Perkuat Mitigasi Kekeringan

BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.
BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.

Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak terburuk akibat kekeringan, khususnya di wilayah pesisir.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul kekhawatiran meningkatnya risiko kesulitan air bersih hingga ancaman terhadap sektor pertanian yang dapat berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan bahwa kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga bisa menimbulkan dampak luas pada kehidupan masyarakat.

“Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan,” kata Multazam di Sampit, Selasa.

Wilayah Pesisir Jadi Perhatian Utama

Beberapa desa di wilayah pesisir diketahui kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kondisi tersebut biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Menurut Multazam, wilayah pesisir memiliki kerentanan lebih tinggi karena bergantung pada sumber air baku yang dapat berubah menjadi payau akibat intrusi air laut. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Jika intake atau sumber air baku mengalami intrusi air laut, kualitas air dapat menurun drastis. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk kemungkinan mendistribusikan air bersih dari wilayah Kota Sampit apabila diperlukan.

Ancaman Intrusi Air Laut Perlu Diwaspadai

Pengalaman musim kemarau sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, intrusi air laut bahkan tercatat mencapai perairan Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sampit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak di wilayah selatan, tetapi juga berpotensi meluas hingga wilayah utara akibat pendangkalan sungai dan meningkatnya tingkat kekeruhan air.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, BPBD telah menyiapkan mobil tangki air yang siap dikerahkan sewaktu-waktu guna menyuplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Sinergi Dengan Dinas Pertanian Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Selain sektor air bersih, BPBD juga menaruh perhatian serius pada dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Hal ini penting karena kekeringan dapat menurunkan produktivitas lahan dan memengaruhi hasil panen.

Multazam menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk membahas strategi mitigasi risiko kekeringan.

“Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat apabila kekeringan terjadi dalam skala luas.

Pemerintah Diminta Hadir Lebih Awal

Upaya antisipasi sejak dini dinilai menjadi langkah krusial untuk meminimalkan dampak kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus hadir dalam memastikan masyarakat tidak mengalami krisis air bersih, terutama di wilayah pesisir yang paling rentan.

Selain distribusi air bersih, edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air dan pemanfaatan sumber air alternatif juga menjadi bagian dari strategi mitigasi yang tengah disiapkan.

Dengan langkah kolaboratif antara BPBD, Dinas Pertanian, serta instansi teknis lainnya, pemerintah daerah optimistis dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

FAQ

1. Apa yang dilakukan BPBD Kotawaringin Timur untuk mengantisipasi kekeringan?
BPBD memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, menyiapkan mobil tangki air bersih, serta memantau potensi intrusi air laut di wilayah pesisir.

2. Wilayah mana yang paling rentan terdampak kekeringan?
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan menjadi daerah yang paling sering mengalami kesulitan air bersih.

3. Apa dampak utama kekeringan bagi masyarakat?
Dampak utama meliputi kesulitan air bersih, penurunan hasil pertanian, serta ancaman terhadap ketahanan pangan.

4. Bagaimana pemerintah mengatasi kekurangan air bersih?
Pemerintah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan kemungkinan pasokan dari Kota Sampit.

5. Mengapa sinergi lintas instansi penting dalam menghadapi kekeringan?
Karena dampak kekeringan tidak hanya pada air bersih, tetapi juga sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Selasa, 14 April 2026

1.000 Paket Sembako Premium Dijual Rp50 Ribu, Langkah Pemprov Kalbar Tekan Harga

Pemprov Kalbar menjual 1.000 paket sembako murah Rp50 ribu di Kayong Utara melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.
Pemprov Kalbar menjual 1.000 paket sembako murah Rp50 ribu di Kayong Utara melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah. (Gambar ilustrasi)

Kayong Utara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menjual sebanyak 1.000 paket bahan pokok murah di Kabupaten Kayong Utara (KKU) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.

Program ini dilaksanakan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Masjid Agung Al-Khair Kayong Utara, Senin.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Ria Norsan saat membuka kegiatan tersebut.

Harga Sembako Turun Hingga Rp50 Ribu Berkat Subsidi

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan 1.000 paket bahan pokok premium yang berisi:

  • Beras 5 kilogram

  • Minyak goreng

  • Gula pasir

Awalnya, paket tersebut dijual seharga Rp90 ribu, lebih rendah dari harga normal sekitar Rp120 ribu setelah mendapatkan subsidi pemerintah.

Namun, setelah mendengar aspirasi masyarakat, harga paket kembali diturunkan menjadi Rp50 ribu per paket berkat tambahan subsidi dari Bank Kalbar.

Menurut Ria Norsan, dengan harga tersebut masyarakat hanya membayar biaya distribusi, sehingga manfaat subsidi bisa dirasakan secara langsung.

Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Daerah

Program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi.

Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai operasi pasar, guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada periode tertentu.

Program ini dinilai penting karena stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya beli masyarakat.

Bupati Kayong Utara Sambut Baik Program GPM

Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyambut positif pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayahnya.

Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurutnya, keberlanjutan program semacam ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga,” kata Romi Wijaya.

Komitmen Pemprov Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan

Pemprov Kalbar menegaskan akan terus menggencarkan program serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dengan adanya program Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.

FAQ

1. Apa itu Gerakan Pangan Murah (GPM)?
Gerakan Pangan Murah adalah program pemerintah yang menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah melalui subsidi untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat.

2. Berapa jumlah paket sembako yang dijual di Kayong Utara?
Sebanyak 1.000 paket bahan pokok premium disediakan untuk masyarakat.

3. Apa saja isi paket sembako murah tersebut?
Isi paket terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, dan gula pasir.

4. Berapa harga paket sembako dalam program ini?
Harga paket diturunkan menjadi Rp50 ribu per paket setelah mendapatkan tambahan subsidi.

5. Apa tujuan utama program ini?
Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, menekan inflasi, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Sabtu, 11 April 2026

Tanah Laut Jadi Pusat Gerakan Tanam Serempak Nasional 10 Ribu Hektare

Gerakan tanam serempak 10 ribu hektare di Tanah Laut bersama 17 provinsi dorong ketahanan pangan dan peningkatan produksi nasional. (Sumber ANTARA)
Gerakan tanam serempak 10 ribu hektare di Tanah Laut bersama 17 provinsi dorong ketahanan pangan dan peningkatan produksi nasional. (Sumber ANTARA)

Tala, Kalsel – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan, menggelar gerakan tanam serempak 10 ribu hektare bersama 17 provinsi se-Indonesia di lokasi cetak sawah rakyat (CSR) Kecamatan Panyipatan, Kamis. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan tanam nasional guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gerakan tanam serempak tersebut menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional sektor pertanian. 

Selain meningkatkan luas tanam, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan lahan pertanian yang ada, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Wakil Bupati Tanah Laut M Zazuli menyampaikan bahwa daerahnya merasa bangga dipercaya menjadi pusat pelaksanaan gerakan tanam pangan skala besar tersebut.

Ia menilai momentum ini dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di daerah.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya di Pelaihari.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Menteri Pertanian Republik Indonesia serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsatty. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi dan kabupaten.

Zazuli menegaskan, gerakan tanam serempak merupakan langkah strategis dalam mendukung program nasional di bidang pertanian, khususnya dalam optimalisasi lahan dan peningkatan produksi pangan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, hingga petani dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program cetak sawah rakyat (CSR) serta pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadikan Tanah Laut sebagai salah satu lumbung pangan andal di Kalimantan Selatan.

Selain aspek produksi, gerakan ini juga menjadi simbol penguatan semangat gotong royong dalam pembangunan sektor pertanian. Pemerintah daerah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program ini.

“Semoga setiap benih yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang melimpah dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Zazuli.

Gerakan tanam serempak 10 ribu hektare ini diharapkan mampu mempercepat musim tanam serta mendorong peningkatan produksi pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Sumber: Antara/Gunawan Wibisono

Rabu, 08 April 2026

16.941 KK Terima Bantuan Beras Lokal Di PPU, Bulog Utamakan Produk Petani

Bulog memastikan beras bantuan pangan 2026 di Penajam Paser Utara berasal dari produksi lokal, mendukung petani daerah dan menjangkau 16.941 keluarga penerima manfaat.
Bulog memastikan beras bantuan pangan 2026 di Penajam Paser Utara berasal dari produksi lokal, mendukung petani daerah dan menjangkau 16.941 keluarga penerima manfaat.

Penajam Paser Utara - Program bantuan pangan tahun 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dipastikan menggunakan beras hasil panen petani lokal. Kebijakan ini dinilai tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pertanian daerah.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Paser, Muhammad Muchlis, menegaskan bahwa seluruh beras yang disalurkan kepada masyarakat berasal dari produksi petani setempat.

“Beras bantuan pangan berasal dari produksi lokal,” ujar Muhammad Muchlis saat dikonfirmasi terkait program bantuan pangan 2026 di Penajam.

Menurut dia, beras yang digunakan dalam program tersebut merupakan hasil panen petani di Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah diserap oleh Bulog melalui mekanisme pembelian resmi.

Dukung Petani Lokal Dan Perkuat Ekonomi Daerah

Penggunaan beras lokal dalam program bantuan pangan menjadi langkah strategis untuk mendukung petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Dengan penyerapan hasil panen lokal, petani mendapat kepastian pasar serta harga jual yang lebih stabil.

Sepanjang tahun 2025, Bulog Kancab Paser menargetkan penyerapan sekitar 12.000 ton gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Data mencatat, hingga akhir 2025, jumlah gabah yang berhasil diserap mencapai:

  • Sekitar 1.000 ton GKP dari petani Kabupaten Paser

  • Sekitar 11.000 ton GKP dari petani Kabupaten Penajam Paser Utara

Untuk tahun 2026, target penyerapan gabah meningkat menjadi sekitar 15.286 ton GKP, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung produksi pertanian lokal.

16.941 KK Terima Bantuan Pangan

Program bantuan pangan periode Februari hingga Maret 2026 menyasar 16.941 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Penajam Paser Utara yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.

Total bantuan yang disalurkan meliputi:

  • 338.820 kilogram beras

  • 67.764 liter minyak goreng

Sesuai aturan terbaru, setiap pengambilan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, penerima wajib membawa kartu keluarga (KK) sebagai syarat validasi data.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Jumlah Penerima Naik 87 Persen

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan pangan tahun 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah penerima tercatat sebanyak 9.030 KK, sementara pada 2026 meningkat menjadi 16.941 KK, atau naik sekitar 87 persen.

Menurut Mudyat Noor, peningkatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

“Program bantuan pangan ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Transparansi Dan Ketepatan Sasaran Jadi Prioritas

Pemerintah daerah bersama Bulog berkomitmen memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selain membantu keluarga penerima manfaat, program ini juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pemanfaatan hasil pertanian daerah.

Kebijakan penggunaan beras lokal dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat daerah.

FAQ

1. Dari mana asal beras bantuan pangan di Penajam Paser Utara 2026?
Beras bantuan pangan berasal dari hasil panen petani lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara yang diserap oleh Bulog.

2. Berapa jumlah penerima bantuan pangan di PPU tahun 2026?
Sebanyak 16.941 kepala keluarga (KK) menerima bantuan pangan pada periode Februari–Maret 2026.

3. Apa saja isi bantuan pangan yang diberikan?
Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

4. Mengapa beras lokal digunakan untuk bantuan pangan?
Penggunaan beras lokal bertujuan mendukung petani daerah, menjaga harga hasil panen, serta memperkuat ekonomi lokal.

5. Apakah jumlah penerima bantuan meningkat dibanding tahun sebelumnya?
Ya, jumlah penerima meningkat sekitar 87 persen dibanding tahun 2025.

Selasa, 07 April 2026

Hadapi Ancaman Kemarau 2026, DPKP Kalsel Bangun Irigasi 13 Kilometer

DPKP Kalsel memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 km untuk menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dan menjaga produktivitas pertanian di berbagai wilayah.
DPKP Kalsel memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 km untuk menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dan menjaga produktivitas pertanian di berbagai wilayah.

BANJARBARU — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) mulai memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 kilometer di sejumlah wilayah persawahan. Langkah ini jadi strategi penting untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.

Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Pertanian DPKP Kalsel, Muhammad Anton Ciptady, menjelaskan bahwa penguatan dilakukan melalui pemeliharaan jaringan irigasi tersier serta pengembangan sistem pendukung distribusi air ke lahan pertanian.

Menurut Anton, program tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian serta alokasi dari pemerintah daerah. Dukungan ini bertujuan memastikan sektor pertanian tetap berjalan stabil meski menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Program ini fokus pada pemeliharaan jaringan irigasi tersier agar distribusi air tetap lancar, terutama saat musim kemarau,” ujar Anton di Banjarbaru, Senin.

Pengembangan Irigasi Jangkau Ribuan Hektare Sawah

Selain pemeliharaan jaringan yang sudah ada, DPKP Kalsel juga menyiapkan pengembangan baru melalui kegiatan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) jaringan irigasi tersier.

Program tersebut dirancang untuk menjangkau lahan pertanian dengan cakupan sekitar 4.000 hektare.

Saat ini, proses penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) masih berlangsung. Tahapan ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Anton menegaskan bahwa validasi data CPCL menjadi dasar utama pelaksanaan program, sehingga pembangunan infrastruktur irigasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ratusan Unit Irigasi Disiapkan Untuk Perkuat Pasokan Air

Tak hanya memperbaiki jaringan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengalokasikan bantuan sarana pendukung irigasi dalam jumlah besar.

Beberapa bantuan yang disiapkan antara lain:

  • 235 unit irigasi perpompaan

  • 58 unit irigasi perpipaan

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan suplai air ke area persawahan, khususnya di wilayah yang rawan kekurangan air saat musim kemarau.

Namun demikian, Anton menyebutkan bahwa realisasi bantuan tersebut masih menunggu kesiapan pemerintah kabupaten dan kota dalam menyampaikan data CPCL sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Sejumlah Daerah Jadi Prioritas Pemeliharaan

DPKP Kalsel telah menetapkan beberapa daerah sebagai prioritas pemeliharaan jaringan irigasi tersier.

Wilayah yang masuk dalam rencana tersebut meliputi:

  • Kabupaten Balangan

  • Kabupaten Tapin

  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan

  • Kabupaten Barito Kuala

Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi pertanian yang besar, sehingga keberlanjutan sistem irigasi menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan.

Anton menegaskan bahwa pemeliharaan jaringan irigasi merupakan prioritas utama untuk memastikan distribusi air tetap lancar dan petani tidak terdampak kekeringan.

Optimisme Produksi Pertanian Tetap Stabil

DPKP Kalsel optimistis langkah penguatan jaringan irigasi ini mampu menjaga produktivitas pertanian, terutama komoditas padi, meski dihadapkan pada ancaman kemarau panjang.

Anton juga berharap pemerintah kabupaten dan kota segera menyampaikan data CPCL agar seluruh program dapat direalisasikan tepat waktu.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, sektor pertanian di Kalimantan Selatan diharapkan tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.

“DPKP Kalsel optimistis produksi pertanian tetap terjaga meski dihadapkan pada potensi kemarau panjang pada 2026,” ujar Anton.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa tujuan penguatan irigasi oleh DPKP Kalsel?

Tujuannya untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar, terutama saat musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.

2. Berapa panjang jaringan irigasi yang diperkuat?

Total panjang jaringan irigasi yang diperkuat mencapai sekitar 13 kilometer.

3. Berapa luas lahan yang akan dijangkau program pengembangan irigasi?

Program pengembangan dirancang menjangkau sekitar 4.000 hektare lahan persawahan.

4. Apa saja bantuan irigasi yang disiapkan pemerintah?

Pemerintah menyiapkan 235 unit irigasi perpompaan dan 58 unit irigasi perpipaan untuk mendukung suplai air ke sawah.

5. Wilayah mana saja yang menjadi prioritas program?

Wilayah prioritas meliputi Kabupaten Balangan, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Barito Kuala.

Empat Sumur Bor Irigasi 2025 Bantu Petani PPU Hadapi Musim Kering

BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.
BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.

BWS Kalimantan IV Bangun Sumur Bor Irigasi, Petani PPU Kini Lebih Tenang Hadapi Kemarau

Penajam Paser Utara – Upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian terus dilakukan pemerintah. Sepanjang tahun 2025, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membantu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dengan membangun empat unit sumur bor irigasi guna mengatasi persoalan pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau.

Langkah ini jadi kabar baik buat para petani, terutama yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air ketika cuaca mulai kering.

Sumur Bor Jadi Penyeimbang Saat Air Mulai Sulit

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, menjelaskan bahwa sumur bor irigasi berperan penting dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian.

“Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air lahan pertanian,” ujar Gunawan saat dimintai keterangan pada Selasa.

Menurut dia, pembangunan empat unit sumur bor irigasi tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan sumber air yang mendesak di area tanaman pangan.

Dengan adanya sumur bor, petani kini punya cadangan air yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, terutama saat musim kemarau yang biasanya berdampak pada menurunnya hasil panen.

Solusi Nyata Atasi Kekurangan Air Saat Musim Kering

Gunawan menambahkan, keberadaan sumur bor irigasi terbukti mampu membantu petani mengatasi masalah klasik, yaitu kekurangan air saat musim kering.

“Sumur bor irigasi terbangun, masalah petani kesulitan mendapatkan air irigasi, terutama saat musim kering bisa teratasi,” jelasnya.

Selain membantu menjaga pasokan air, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Produktivitas Padi PPU Terus Meningkat

Data dari Dinas Pertanian menunjukkan bahwa luas lahan padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare.

Dari luas tersebut, hasil panen pada tahun 2024 tercatat sekitar 48.188 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini mengalami peningkatan menjadi sekitar 50.250 ton GKP, menandakan adanya tren positif di sektor pertanian.

Dalam satu kali panen, petani rata-rata mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dengan frekuensi panen dua kali dalam satu tahun.

Menurut Gunawan, keberadaan sumur bor irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut.

“Kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” tambahnya.

Target Panen 2026 Diharapkan Lebih Tinggi

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan hasil panen padi mencapai sekitar 50.329 ton GKP.

Saat ini, proses pengumpulan data luas lahan dan hasil panen masih berlangsung, dengan puncak musim panen pertama diperkirakan terjadi pada awal April 2026.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana menambah jumlah sumur bor irigasi setiap tahun melalui koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV.

Langkah ini diharapkan bisa memperkuat sistem irigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Komitmen Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Pembangunan sumur bor irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dengan dukungan sarana irigasi yang memadai, petani diharapkan bisa terus meningkatkan hasil panen tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Kalimantan IV menjadi contoh sinergi yang dibutuhkan untuk menjaga sektor pertanian tetap stabil dan berkelanjutan.

FAQ

1. Berapa jumlah sumur bor irigasi yang dibangun di Penajam Paser Utara?
Sebanyak empat unit sumur bor irigasi dibangun sepanjang tahun 2025.

2. Siapa yang membangun sumur bor irigasi tersebut?
Pembangunan dilakukan oleh BWS Kalimantan IV untuk membantu kebutuhan irigasi petani di wilayah PPU.

3. Apa manfaat utama sumur bor irigasi bagi petani?
Sumur bor membantu menyediakan air saat musim kemarau, menjaga produktivitas padi, dan meningkatkan ketahanan pangan.

4. Berapa luas lahan padi di Penajam Paser Utara?
Luas lahan padi produktif tercatat sekitar 14.070 hektare.

5. Berapa target produksi padi tahun 2026?
Target produksi padi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Sektor Pangan Dari Hulu Ke Hilir Terdorong

Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut program MBG mampu menggerakkan ekonomi desa hingga ratusan triliun rupiah, terutama sektor hortikultura dan peternakan.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut program MBG mampu menggerakkan ekonomi desa hingga ratusan triliun rupiah, terutama sektor hortikultura dan peternakan.

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi desa, terutama di sektor pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan menciptakan dampak ekonomi berantai dari hulu hingga hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, yang menyoroti dampak nyata program MBG terhadap pelaku usaha di pedesaan.

"MBG jangan lihat berdiri sendiri. MBG ini penggerak ekonomi di desa. Jadi, menggerakkan ekonomi hortikultura sayur-sayuran, penjual ayam, telur, ini bergerak semua dari hulu sampai hilir," ujar Amran.

Permintaan Sayur Dan Produk Peternakan Meningkat

Program MBG dinilai mampu meningkatkan permintaan berbagai komoditas pangan, terutama dari sektor hortikultura seperti sayuran, serta produk peternakan seperti ayam dan telur.

Peningkatan permintaan tersebut memberikan dampak langsung bagi petani hortikultura. Produksi sayur-sayuran menjadi lebih bergairah karena adanya pasar yang stabil dan berkelanjutan.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para peternak. Aktivitas peternakan unggas dan produksi telur mengalami peningkatan karena kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program MBG terus bertambah.

Menurut Amran, dampak ini dirasakan oleh jutaan pelaku usaha di sektor peternakan, mulai dari unggas, sapi, hingga kambing.

"Berapa juta peternak kita? Ada 3,8 juta. Ini bergerak semua, dari unggas, sapi, kambing dan seterusnya," katanya.

Efek Berantai Hidupkan Ekonomi Desa

Tidak hanya petani dan peternak, sektor distribusi dan perdagangan hasil pangan juga ikut terdorong. Rantai pasok yang lebih aktif menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling terhubung.

Program MBG dinilai menciptakan efek berantai yang melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah di pedesaan. Mulai dari petani, pedagang, distributor, hingga pengolah pangan merasakan manfaatnya.

Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi tersebut, desa tidak lagi hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi yang aktif.

Potensi Perputaran Ekonomi Capai Rp300 Triliun

Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa potensi perputaran ekonomi dari program MBG dapat mencapai sekitar Rp300 triliun yang sebagian besar beredar di wilayah pedesaan Indonesia.

Nilai tersebut dinilai sangat besar dan mampu memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Jika perputaran ekonomi ini terus berlangsung, program MBG diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi berbasis desa juga dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Strategi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan melibatkan berbagai sektor usaha dari hulu hingga hilir, program ini dinilai mampu menciptakan sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Amran optimistis program MBG akan terus memberikan manfaat luas, khususnya dalam mendorong ekonomi desa yang inklusif dan berdaya saing tinggi di masa depan.

FAQ

Apa itu Program MBG?

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di desa.

Bagaimana MBG mempengaruhi ekonomi desa?

Program ini meningkatkan permintaan bahan pangan seperti sayuran, ayam, dan telur sehingga petani dan peternak mendapatkan pasar yang lebih stabil.

Berapa potensi perputaran ekonomi dari program MBG?

Menurut Menteri Pertanian, potensi perputaran ekonomi dari program MBG dapat mencapai sekitar Rp300 triliun.

Siapa saja yang merasakan manfaat program MBG?

Petani hortikultura, peternak ayam dan telur, distributor pangan, pedagang, serta pelaku UMKM di pedesaan.

Apa dampak jangka panjang dari program MBG?

Program ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Minggu, 05 April 2026

Rendi Solihin Ungkap Strategi Kukar Bangun Fondasi Pangan Berkelanjutan

Transformasi ekonomi Kukar dari migas ke pertanian kian nyata. Produksi padi tertinggi di Kaltim jadi bukti fondasi pangan berkelanjutan. (ilustrasi)
Transformasi ekonomi Kukar dari migas ke pertanian kian nyata. Produksi padi tertinggi di Kaltim jadi bukti fondasi pangan berkelanjutan. (ilustrasi)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat transformasi ekonomi dari sektor migas dan batu bara menuju pertanian dalam arti luas. Langkah ini menjadi strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berkelanjutan.

“Fokus pembangunan saat ini adalah transisi dari visi ‘Kukar Idaman 2021-2026’ menuju penguatan fondasi berkelanjutan melalui visi ‘Kutai Kartanegara Idaman Terbaik 2025-2029’,” ujarnya di Tenggarong, Sabtu.

Transformasi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Dalam fase terbaru tersebut, pemerintah menetapkan visi besar yakni mewujudkan fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju serta berkelanjutan. Transformasi ini juga menjadi bagian dari kesiapan Kukar dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peralihan dari sektor ekstraktif ke sektor terbarukan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Fokus Hilirisasi Dan Desa Mandiri

Rendi menambahkan, misi utama dalam fase ini adalah mendorong hilirisasi pertanian dan memperkuat kemandirian ekonomi desa. Dengan begitu, manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

Pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah desa dalam membangun lumbung pangan, memanfaatkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan nasional.

Langkah ini sudah mulai terlihat hasilnya sejak 2025. Salah satu contoh adalah Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang yang berhasil melakukan panen pada akhir Maret lalu.

Produksi Padi Kukar Tertinggi Di Kaltim

Berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan Kementerian Pertanian, Kukar kini menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

Data tahun 2025 menunjukkan:

  • Produksi gabah kering giling (GKG) Kukar mencapai 110,87 ton

  • Kabupaten Paser: 67,65 ton

  • Penajam Paser Utara: 47,58 ton

Tak hanya itu, luas panen padi Kukar juga menjadi yang terbesar:

  • Kukar: 26.287 hektare

  • Paser: 14.599 hektare

  • PPU: 13.570 hektare

Capaian ini memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Timur.

Analisis: Kenapa Strategi Ini Penting? (E-E-A-T)

Transformasi ekonomi ini dinilai relevan oleh para pengamat karena:

  • Mengurangi ketergantungan pada sektor tambang yang fluktuatif

  • Memperkuat ketahanan pangan regional

  • Membuka lapangan kerja di sektor produktif

  • Mendukung ekosistem ekonomi hijau

Langkah Kukar juga selaras dengan arah pembangunan nasional yang menekankan keberlanjutan dan ketahanan pangan di tengah perubahan global.

FAQ

1. Apa tujuan utama transformasi ekonomi Kukar?
Untuk mengurangi ketergantungan pada migas dan batu bara serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

2. Kenapa Kukar fokus ke pertanian?
Karena sektor pertanian lebih berkelanjutan dan mendukung kebutuhan pangan, apalagi dengan hadirnya IKN.

3. Apakah program ini sudah berjalan?
Ya, sejak 2025 desa-desa sudah mulai menjalankan program lumbung pangan.

4. Apa bukti keberhasilan transformasi ini?
Kukar menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

5. Apa dampaknya bagi masyarakat desa?
Meningkatkan kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha di sektor pertanian.

Pemkab Penajam Paser Utara Jamin Stabilitas Pangan Dan Harga Di Pasaran

Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.
Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.

Stok Pangan Penajam Paser Utara Aman, Pemkab Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

KALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan bahwa ketahanan persediaan bahan pangan secara umum masih terkendali dan tidak mengalami kekurangan yang signifikan.

“Ketahanan persediaan bahan pangan secara umum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Sabtu.

Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga

Pemkab PPU terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.

Menurut Tohar, kelancaran distribusi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga yang memberatkan.

Tim gabungan dari berbagai instansi rutin melakukan inspeksi ke pasar tradisional, toko modern, hingga distributor untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau kelangkaan barang.

Kolaborasi Antar Dinas Diperkuat

Upaya pengendalian pangan ini dilakukan melalui kolaborasi intensif antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Data Stok Pangan Terbaru

Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas utama masih tersedia dalam jumlah yang cukup, di antaranya:

  • Beras medium sekitar 1.500 ton

  • Beras premium sekitar 300 ton

  • Gula sekitar 14 ton

  • Minyak goreng sekitar 1.000 liter (dengan tambahan pasokan hingga 80.000 liter)

Ketersediaan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat, termasuk menghadapi momentum hari besar.

Pasokan Luar Daerah Masih Aman

Untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan kentang, pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Meski begitu, kondisi stok saat ini tetap aman dan terkendali.

Sementara itu, cabai rawit hasil petani lokal justru mengalami surplus produksi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa ketergantungan pasokan dari luar.

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengawasan berkelanjutan serta koordinasi lintas sektor.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan keamanan distribusi pangan di seluruh wilayah.

FAQ

1. Apakah stok pangan di Penajam Paser Utara aman?
Ya, pemerintah memastikan stok pangan mencukupi dan dalam kondisi aman.

2. Komoditas apa saja yang tersedia cukup?
Beras, gula, minyak goreng, serta cabai rawit tersedia dalam jumlah memadai.

3. Apakah ada kenaikan harga jelang hari besar?
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi.

4. Dari mana pasokan bawang dan kentang berasal?
Sebagian masih didatangkan dari luar daerah.

5. Apa peran TPID dalam hal ini?
TPID bertugas memantau inflasi dan menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan.

Kamis, 02 April 2026

Program Cetak Sawah 553 Hektare Di Kutim, TNI Dorong Kemandirian Pangan

TNI AD mencetak 553 hektare sawah di Kutai Timur untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
TNI AD mencetak 553 hektare sawah di Kutai Timur untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Kutai Timur - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui program cetak sawah rakyat di Kabupaten Kutai Timur.

Program ini mencakup total lahan seluas 553,41 hektare yang saat ini tengah dalam proses pengolahan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan global.

Komandan Kodim 0909/Kutim, Ragil Setyo Yulianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program cetak sawah rakyat seluas 553,41 hektare yang sedang berjalan saat ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya di Sangatta, Rabu.

Fokus Ketahanan Pangan Di Tengah Tantangan Global

Ketahanan pangan menjadi isu krusial, terutama di tengah gejolak energi global yang berdampak pada kenaikan harga pupuk hingga bahan bakar alat pertanian.

Menurut Ragil, ketersediaan pangan yang stabil menjadi fondasi penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka dampak dari krisis global bisa diminimalisir.

Selain itu, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu:

  • Menyerap tenaga kerja lokal

  • Menggerakkan ekonomi desa

  • Menekan biaya distribusi pangan dari luar daerah

Lokasi Dan Kolaborasi Program

Program cetak sawah ini tersebar di dua kecamatan, yakni:

  • Kecamatan Long Mesangat

  • Kecamatan Bengalon

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta petani setempat. Dukungan juga datang dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memastikan lahan yang dicetak dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Tidak Hanya Cetak Sawah, Tapi Juga Edukasi Petani

Menariknya, program ini tidak berhenti pada pembukaan lahan baru saja. TNI bersama pihak terkait juga memberikan pendampingan kepada petani, meliputi:

  • Efisiensi penggunaan energi dalam bertani

  • Teknik pertanian modern

  • Penerapan sistem pertanian berkelanjutan

Pendekatan ini dinilai penting agar hasil pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga tetap ramah lingkungan.

Solusi Jangka Panjang Kemandirian Ekonomi

Ragil menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan solusi jangka panjang untuk menghadapi tantangan global.

Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan ekonomi. Jika daerah sudah swasembada, maka dampak gejolak global bisa ditekan,” tegasnya.

FAQ

1. Berapa luas sawah yang dicetak oleh TNI di Kutai Timur?
Total luasnya mencapai 553,41 hektare.

2. Di mana lokasi program cetak sawah ini?
Berada di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon, Kutai Timur.

3. Apa tujuan utama program ini?
Untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
TNI AD, pemerintah daerah, petani, serta Kementerian Pertanian.

5. Apakah petani mendapat pendampingan?
Ya, petani mendapatkan edukasi tentang efisiensi energi dan pertanian berkelanjutan.

Minggu, 29 Maret 2026

Produksi Padi Kukar Tertinggi Di Kaltim, Target Jadi Lumbung Nasional

Kukar genjot produksi padi melalui kolaborasi besar demi menjadi lumbung pangan dan mengurangi ketergantungan beras dari luar daerah.
Kukar genjot produksi padi melalui kolaborasi besar demi menjadi lumbung pangan dan mengurangi ketergantungan beras dari luar daerah.

Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, makin serius tancap gas buat mewujudkan daerahnya sebagai lumbung pangan. Fokus utamanya jelas: meningkatkan produksi padi biar ke depan nggak perlu lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

Langkah ini nggak main-main. Pemkab Kukar menggandeng banyak pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, TNI, Polri, hingga kelompok tani. Semua bergerak bareng lewat program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut kolaborasi ini jadi kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan di wilayahnya.

“Pemda juga intensif menggandeng KTNA Kukar, termasuk kerja sama dengan pemerintah desa terkait pemanfaatan 20 persen Dana Desa untuk Program Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya di Tenggarong, Sabtu.

Dana Desa Jadi Senjata Baru Ketahanan Pangan

Salah satu contoh nyata terlihat di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang. Desa ini sukses mengoptimalkan Dana Desa untuk sektor pertanian.

Melalui BUMDes Mulya Bersama, desa ini bekerja sama dengan enam kelompok tani (poktan), yakni:

  • Wana Agro Lestari

  • Jadi Makmur

  • Sido Bangun

  • Sari Bunga

  • Mulawarman Jaya

  • Mitra Karya

Total ada 350 petani yang terlibat dengan luas lahan mencapai 350 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hektare sudah digarap secara optimal dengan pendampingan dari penyuluh dan KTNA.

Menariknya, Bupati juga sempat turun langsung ikut panen bersama petani pada pekan ini. Ini jadi bukti kalau program tersebut bukan sekadar wacana.

Transformasi Ekonomi: Dari Tambang ke Pertanian

Program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kukar yang lagi bertransformasi. Dari yang sebelumnya bergantung pada sektor tambang batu bara dan migas, kini mulai beralih ke ekonomi berkelanjutan.

Pertanian jadi salah satu sektor unggulan, selain pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kukar punya komitmen tinggi sebagai lumbung padi di Kaltim. Ini bukan sekadar wacana, tapi sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah,” tegas Aulia.

Data Bicara: Kukar Terdepan di Kaltim

Kalau lihat data terbaru tahun 2025, Kukar memang layak disebut sebagai rajanya padi di Kalimantan Timur.

  • Total luas panen padi Kaltim: 66.518 hektare

  • Kukar menyumbang: 26.287 hektare (terbesar)

  • Posisi kedua: Paser (14.599 hektare)

  • Ketiga: Penajam Paser Utara (13.570 hektare)

Dari sisi produksi:

  • Total produksi Kaltim: 270,87 ton GKG

  • Kukar: 110,87 ton GKG (tertinggi)

  • Paser: 67,65 ton GKG

  • PPU: 47,58 ton GKG

Saat ini, dari total 26.287 hektare lahan produktif di Kukar, sekitar 13.000 hektare merupakan sawah, sementara sisanya adalah padi ladang.

Kunci Sukses: Kolaborasi dan Kerja Keras Petani

Keberhasilan ini nggak lepas dari kerja keras para petani yang jadi ujung tombak produksi pangan. Selain itu, sinergi antara pemerintah, desa, perusahaan, hingga penyuluh pertanian juga jadi faktor penentu.

Pemkab Kukar pun memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk KTNA, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok tani.

Ke depan, Kukar optimistis bisa benar-benar mandiri pangan, bahkan berpotensi jadi penyuplai beras untuk daerah lain di Kalimantan Timur.

FAQ

1. Apa itu program ketahanan pangan di Kukar?
Program ini adalah upaya meningkatkan produksi padi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan agar Kukar mandiri pangan.

2. Dari mana sumber pendanaan program ini?
Salah satunya dari 20% Dana Desa yang dialokasikan khusus untuk ketahanan pangan.

3. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Pemkab Kukar, Kementerian Pertanian, TNI, Polri, KTNA, BUMDes, kelompok tani, dan perusahaan.

4. Berapa luas lahan padi di Kukar saat ini?
Sekitar 26.287 hektare, dengan 13.000 hektare berupa sawah.

5. Apa target jangka panjang Kukar?
Menjadi lumbung pangan dan tidak lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

Musim Panen Padi Dimulai, PPU Targetkan Produksi 50 Ribu Ton GKP 2026

Panen padi 2026 di Penajam Paser Utara mulai berlangsung. Produksi ditargetkan 50 ribu ton GKP untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Panen padi 2026 di Penajam Paser Utara mulai berlangsung. Produksi ditargetkan 50 ribu ton GKP untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Penajam Paser Utara, Kaltim — Kabar baik datang dari sektor pertanian. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, optimistis mampu menjaga ketahanan pangan daerah seiring dimulainya musim panen padi pertama tahun 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa panen perdana sudah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026.

“Musim panen pertama telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026,” ujar Gunawan, Sabtu.

Saat ini, aktivitas panen dilakukan di sejumlah wilayah. Meski begitu, data luas lahan dan total hasil panen masih dalam tahap pengumpulan. Diperkirakan, puncak panen akan terjadi pada awal April 2026.

Target Produksi Meningkat

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan produksi padi mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada 2024 produksi padi tercatat sekitar 48.188 ton GKP dan naik menjadi 50.250 ton GKP. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Gunawan menjelaskan, rata-rata produktivitas petani mencapai 3–4 ton per hektare dalam satu kali panen. Dalam setahun, petani umumnya melakukan dua kali masa tanam dan panen.

Lahan Pertanian Terus Dioptimalkan

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki lahan pertanian padi produktif seluas 14.070 hektare. Selain itu, pada 2026 dilakukan optimalisasi tambahan lahan seluas 5.436 hektare sesuai program dari Kementerian Pertanian.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Peran Petani Jadi Kunci

Saat ini, terdapat sekitar 8.000 petani di PPU yang tergabung dalam 700 kelompok tani. Mereka menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas produksi pangan.

Dengan dukungan pemerintah dan kondisi panen yang berjalan baik, PPU diyakini mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

“Produksi padi yang stabil dua kali dalam setahun diharapkan mampu menjaga ketahanan dan memenuhi kebutuhan pangan,” kata Gunawan.

Optimisme Pasca Lebaran

Progres panen diperkirakan akan terus meningkat setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Penajam Paser Utara menunjukkan optimisme tinggi sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Timur.

FAQ

1. Kapan musim panen padi di PPU 2026 dimulai?
Musim panen pertama dimulai sejak pertengahan Maret 2026.

2. Berapa target produksi padi PPU tahun 2026?
Ditargetkan mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

3. Berapa luas lahan pertanian padi di PPU?
Sekitar 14.070 hektare lahan produktif, ditambah optimalisasi 5.436 hektare.

4. Berapa jumlah petani di Penajam Paser Utara?
Tercatat sekitar 8.000 petani yang tergabung dalam 700 kelompok tani.

5. Berapa kali petani panen dalam setahun?
Umumnya petani melakukan dua kali panen dalam satu tahun.

Sabtu, 28 Maret 2026

Tradisi Naik Dango Tetap Dijaga, Karolin Ingatkan Hemat Pangan, Petani Dapat Alsintan dan Edukasi Modern

Bupati Karolin ingatkan petani Landak hadapi kemarau panjang 2026, salurkan alsintan dan dorong efisiensi serta ketahanan pangan.
Bupati Karolin ingatkan petani Landak hadapi kemarau panjang 2026, salurkan alsintan dan dorong efisiensi serta ketahanan pangan.

NGABANG - Pemerintah Kabupaten Landak mulai bergerak cepat mengantisipasi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah memastikan petani tidak terlambat memasuki masa tanam guna menghindari risiko kekeringan dan gagal panen.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan langsung imbauan tersebut saat mengunjungi Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Jumat (27/3/2026). Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian yang menopang kebutuhan pangan daerah.

“Hari ini kita hadir di Desa Amboyo Selatan yang merupakan salah satu daerah pertanian di Kabupaten Landak. Saya berpesan kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan sebaik mungkin dan mengikuti petunjuk dari pemerintah, termasuk penyuluh pertanian lapangan,” ujar Karolin.

Bantuan Alsintan Dorong Produktivitas Petani

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Landak juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Sebanyak lima unit alsintan diserahkan kepada lima kelompok tani untuk meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Camat Ngabang serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir.

Dorongan Menuju Pertanian Modern

Karolin menegaskan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga kemampuan petani dalam mengelola pertanian secara tepat.

Ia mendorong petani untuk terus belajar mengenai penggunaan pupuk, pemilihan bibit unggul, hingga teknik pengolahan lahan yang efektif.

“Petani juga harus belajar mengenai jenis-jenis pupuk, pengolahan lahan, serta bibit yang digunakan. Harapan kita, pertanian kita bisa menuju pertanian modern, hasilnya meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” katanya.

Waspada Kemarau Panjang, Jangan Tunda Masa Tanam

Di tengah prediksi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, ketepatan waktu tanam menjadi faktor krusial.

Karolin mengingatkan agar petani tidak menunda masa tanam, karena keterlambatan bisa berujung pada kekeringan yang berdampak pada gagal panen.

“Kita mengingatkan agar masyarakat mewaspadai musim kemarau yang diperkirakan cukup panjang. Jangan sampai terlambat menanam, karena bisa mengalami kekeringan dan terancam gagal panen,” tegasnya.

Tradisi Naik Dango Tetap Dijaga, Namun Harus Bijak

Di sela kegiatan, Karolin juga menyinggung tradisi Naik Dango atau Roah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak di Landak.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk syukur atas hasil panen, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga.

“Ini adalah tradisi masyarakat Dayak sebagai bentuk syukur setelah panen, sekaligus memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa, Jubata, agar hasil pertanian ke depan tetap baik dan terhindar dari marabahaya,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar perayaan adat dilakukan secara bijak, terutama dalam situasi yang menuntut kewaspadaan terhadap ketahanan pangan.

“Saya berpesan, dalam melaksanakan Naik Dango atau Roah tidak euforia berlebihan. Secukupnya saja, dan tetap menghemat pangan. Beras jangan dijual semua, harus ada yang disimpan untuk cadangan pangan keluarga,” tutup Karolin.

FAQ

1. Mengapa petani diminta tidak terlambat tanam?

Karena keterlambatan tanam bisa membuat tanaman masuk fase pertumbuhan saat musim kemarau, sehingga berisiko kekeringan dan gagal panen.

2. Apa itu alsintan yang diberikan Pemkab Landak?

Alsintan adalah alat dan mesin pertanian yang membantu mempercepat dan mempermudah proses kerja petani di lapangan.

3. Apa tujuan bantuan alsintan bagi petani?

Untuk meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, serta mendorong pertanian yang lebih modern.

4. Apa itu tradisi Naik Dango?

Naik Dango adalah tradisi masyarakat Dayak sebagai bentuk syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk hasil pertanian yang lebih baik.

5. Apa pesan utama Bupati Karolin kepada petani?

Petani diminta memanfaatkan lahan dengan optimal, mengikuti arahan penyuluh, tidak terlambat tanam, serta menjaga cadangan pangan keluarga.

Minggu, 22 Maret 2026

Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton, Tantangan Gudang Mengemuka

Stok beras nasional diproyeksi capai 6 juta ton pada 2026. Kenaikan ini jadi sinyal positif, namun kapasitas gudang Bulog menjadi tantangan utama. (Gambar ilustrasi)
Stok beras nasional diproyeksi capai 6 juta ton pada 2026. Kenaikan ini jadi sinyal positif, namun kapasitas gudang Bulog menjadi tantangan utama. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Stok beras nasional menunjukkan tren peningkatan signifikan di awal 2026. Data terbaru dari Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, stok beras pada awal Februari 2026 mencapai sekitar 3,4 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 3,9 juta ton pada akhir Maret, bahkan berpotensi menembus angka 4 juta ton.

Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Selain mencerminkan perbaikan di sektor produksi, kondisi ini juga menunjukkan keberhasilan awal pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan yang selama ini menjadi perhatian utama.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Bulog berpotensi mencapai 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan. Namun, proyeksi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan besar, terutama dari sisi kapasitas penyimpanan.

Proyeksi Stok dan Realitas di Lapangan

Jika target serapan Bulog tahun ini sebesar 4 juta ton dikombinasikan dengan stok awal sekitar 3,3 juta ton, maka total stok beras berpotensi mencapai 7,3 juta ton. Namun secara realistis, jika serapan efektif yang tersisa sekitar 2,7 juta ton, total stok diperkirakan berada di kisaran 6 juta ton dalam jangka pendek.

Angka ini tetap menunjukkan posisi cadangan beras yang kuat, terutama menjelang masa panen raya pada Maret hingga April 2026.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan stok beras nasional:

  • Produksi padi meningkat seiring panen raya di berbagai sentra utama

  • Optimalisasi serapan Bulog dengan target 4 juta ton

  • Stok awal yang sudah tinggi, sekitar 3,3 juta ton

  • Kondisi cuaca yang relatif stabil dan mendukung produktivitas

Tantangan Besar: Kapasitas Gudang Bulog

Di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan krusial: apakah Indonesia siap menyimpan stok beras hingga 6 juta ton?

Saat ini, kapasitas gudang Bulog hanya sekitar 3 juta ton. Artinya, jika stok benar-benar melonjak, akan terjadi kelebihan kapasitas hingga dua kali lipat.

Masalah yang muncul bukan sekadar ruang penyimpanan, tetapi juga:

  • Risiko penurunan kualitas beras

  • Inefisiensi distribusi

  • Potensi kerugian akibat manajemen stok yang kurang optimal

Untuk mengantisipasi hal ini, Bulog mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti:

  • Menyewa gudang tambahan di berbagai wilayah

  • Memanfaatkan fasilitas penyimpanan alternatif seperti silo

  • Mengatur distribusi berbasis data agar tidak terjadi penumpukan

  • Meningkatkan penyaluran beras ke pasar untuk menjaga keseimbangan

Langkah Strategis dan Dukungan Pemerintah

Bulog juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk memperkuat operasionalnya. Salah satunya melalui pendanaan sebesar Rp16,5 triliun dari Operator Investasi Pemerintah.

Selain itu, sejumlah kebijakan pendukung telah disiapkan, antara lain:

  • Penambahan target serapan dalam negeri sebesar 1 juta ton

  • Peningkatan kapasitas gudang melalui kerja sama dan pembangunan baru

  • Kebijakan harga gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram

  • Perbaikan distribusi pupuk bersubsidi

  • Penguatan kerja sama lintas sektor

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi beras merata ke seluruh wilayah.

Antara Peluang dan Ujian Ketahanan Pangan

Lonjakan stok beras menjadi peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun di sisi lain, ini juga menjadi ujian serius bagi kemampuan manajemen logistik dan koordinasi lintas sektor.

Kesiapan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari sistem manajemen modern yang mampu mengelola stok dalam skala besar.

Jika dikelola dengan baik, kelebihan stok bisa menjadi kekuatan strategis. Namun jika tidak, justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

Pada akhirnya, tantangan ini bukan sekadar soal teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan pangan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa stok beras Indonesia saat ini?
Sekitar 3,4 juta ton pada awal Februari 2026 dan diperkirakan naik hingga 3,9–4 juta ton pada akhir Maret.

2. Berapa target stok beras Bulog?
Diproyeksikan mencapai sekitar 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan.

3. Apa tantangan terbesar saat stok meningkat?
Kapasitas gudang yang terbatas, manajemen logistik, dan risiko penurunan kualitas beras.

4. Apa solusi yang disiapkan pemerintah?
Penambahan gudang, optimalisasi distribusi, dukungan dana, serta kebijakan harga gabah dan pupuk.

5. Apakah stok beras aman untuk 2026?
Secara proyeksi, stok cukup kuat, namun pengelolaan menjadi faktor penentu utama.

Kamis, 12 Maret 2026

Bulog Amankan Stok Beras 3.400 Ton

Bulog Singkawang memastikan stok beras 3.400 ton aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H di Singkawang, Sambas, dan Bengkayang. (Gambar ilustrasi AI)
Bulog Singkawang memastikan stok beras 3.400 ton aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H di Singkawang, Sambas, dan Bengkayang. (Gambar ilustrasi AI)

Bulog Singkawang Pastikan Stok Beras 3.400 Ton Aman untuk Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

SINGKAWANG – Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai sekitar 3.400 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H di wilayah Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang.

Pimpinan Cabang Bulog Singkawang Noldi Ramayadi mengatakan stok beras yang tersedia saat ini dalam kondisi aman untuk menjaga ketahanan pasokan pangan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran 2026.

“Total stok beras Bulog Singkawang saat ini mencapai sekitar 3.400 ton. Jumlah ini cukup untuk menjaga ketersediaan beras selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H di wilayah Singkawang, Sambas, dan Bengkayang,” kata Noldi di Singkawang, Rabu.

Menurut dia, selain menjaga ketersediaan stok beras, Bulog juga menjalankan berbagai program distribusi pangan kepada masyarakat. Program tersebut antara lain penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret di wilayah Singkawang, Sambas, dan Bengkayang.

Noldi menjelaskan, stok beras yang ada tidak hanya digunakan untuk bantuan pangan, tetapi juga untuk mendukung berbagai program stabilisasi harga pangan.

Beberapa program tersebut di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Stok yang ada tidak hanya untuk kebutuhan bantuan pangan, tetapi juga untuk kegiatan pasar murah, program SPHP, serta distribusi minyak goreng Minyakita melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK),” ujarnya.

Dalam upaya menjaga ketersediaan bahan pangan pokok di masyarakat, Bulog Cabang Singkawang bersama Dinas Perdagangan juga melakukan distribusi minyak goreng Minyakita di sejumlah pasar tradisional.

Untuk wilayah Kota Singkawang, penyaluran dilakukan di Pasar Beringin dan Pasar Alianyang. Sementara di Kabupaten Sambas, distribusi dilakukan di Pasar Jagur dan Pasar Teratai, serta di beberapa pasar di Kabupaten Bengkayang.

Langkah tersebut bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.

Noldi menambahkan bahwa upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan tidak dapat dilakukan oleh Bulog sendiri. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, termasuk pemerintah daerah serta aparat keamanan.

Menurut dia, sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus diperkuat untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar serta harga bahan pokok tetap stabil di pasar.

Selain itu, Bulog bersama instansi terkait juga rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional guna memastikan pasokan pangan mencukupi selama Ramadhan dan Idul Fitri.

“Sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Bulog Singkawang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan pangan di wilayah operasionalnya. Langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Senin, 09 Maret 2026

Prabowo Siapkan Taklimat Untuk Rakyat Indonesia Terkait Krisis Global

Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat kepada rakyat Indonesia terkait dampak perang Timur Tengah dan kondisi global yang berpotensi memengaruhi ekonomi dan keamanan.
Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat kepada rakyat Indonesia terkait dampak perang Timur Tengah dan kondisi global yang berpotensi memengaruhi ekonomi dan keamanan.

JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Taklimat tersebut akan menjelaskan kondisi global yang sedang bergejolak serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan Indonesia menghadapi situasi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat agenda peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan. Kita punya kekuatan yang besar, tapi saya juga akan jujur, saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” kata Presiden dalam siaran yang disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.

Presiden Prabowo menilai situasi dunia saat ini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Persaingan dan pertikaian antara kekuatan besar dunia dinilai berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam situasi yang semakin kompleks.

Menurut Presiden, dampak konflik di Timur Tengah tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga memicu guncangan global. Kondisi tersebut berpengaruh pada stabilitas ekonomi, perdagangan internasional, serta keamanan dunia.

“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja harus menghadapi kesulitan,” ujar Presiden.

Meski demikian, pemerintah memastikan terus memantau perkembangan situasi global secara intensif. Presiden Prabowo menyebut dirinya secara langsung mempelajari berbagai data dan indikator ekonomi setiap hari untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap tepat.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu perkiraan saya. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” kata Presiden.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat sektor pangan dan energi agar Indonesia tetap stabil menghadapi dinamika dunia.

Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena upaya menuju swasembada pangan mulai menunjukkan hasil nyata. Ia menyebut Indonesia hampir mencapai target kemandirian pangan yang selama ini diperjuangkan.

“Kita sangat bersyukur atas karunia yang Maha Kuasa. Bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan, dan sekarang kita bersyukur karena kita sudah sampai swasembada beras. Sebentar lagi kita juga mencapai kebutuhan protein kita,” ujar Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, ketahanan pangan menjadi jaminan penting bagi keamanan nasional. Di tengah banyak negara menghadapi tekanan ekonomi dan krisis pangan, Indonesia diharapkan tetap mampu menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kemandirian energi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

Presiden Prabowo menilai langkah tersebut penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada energi impor di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bekerja keras dan menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa kerja sama dan rasa syukur menjadi kunci bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan global.

“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur,” kata Presiden.

Program Ketahanan Pangan, Polresta Banjarmasin Tanam Jagung Di Lahan 11 Hektare

Polresta Banjarmasin kembali melakukan penanaman jagung di lahan rawa Kabupaten Banjar seluas 11 hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan kuartal I tahun 2026.
Polresta Banjarmasin kembali melakukan penanaman jagung di lahan rawa Kabupaten Banjar seluas 11 hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan kuartal I tahun 2026.

Banjarmasin -- Polresta Banjarmasin kembali melakukan penanaman jagung di lahan rawa kawasan Jalan Gubernur Syarkawi KM 5, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan pada kuartal I tahun 2026.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya setelah jajaran kepolisian berhasil melakukan panen jagung di lokasi yang sama beberapa bulan lalu dengan hasil yang dinilai cukup baik.

Kabag SDM Polresta Banjarmasin Kompol Kusdarmaji mengatakan, penanaman jagung kembali dilakukan sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Ini baru saja kita lakukan penanaman jagung kuartal I tahun 2026 di lahan rawa Kabupaten Banjar,” kata Kusdarmaji di Kabupaten Banjar, Senin.

Ia menyampaikan kegiatan tersebut mewakili Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi yang terus mendorong program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Menurut Kusdarmaji, lahan yang digunakan merupakan lokasi yang sama dengan program sebelumnya dengan luas sekitar 11 hektare.

Lahan rawa tersebut dinilai cukup potensial untuk budidaya jagung apabila dikelola secara berkelanjutan bersama masyarakat sekitar.

Ke depan, pengelolaan lahan akan dilakukan bersama kelompok tani setempat agar proses budidaya dapat berjalan lebih optimal.

“Lahan ini nantinya akan dikelola bersama kelompok tani sehingga program penanaman jagung bisa terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan rawa untuk penanaman jagung juga merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam memperkuat program ketahanan pangan.

Selain itu, keterbatasan lahan di Kota Banjarmasin menjadi salah satu alasan pengembangan penanaman jagung dilakukan di wilayah Kabupaten Banjar yang memiliki potensi lahan lebih luas.

Melalui program tersebut, Polresta Banjarmasin berharap upaya mendukung ketahanan pangan dapat terus berjalan dan memberikan hasil positif seperti panen sebelumnya.

“Mudah-mudahan kita bisa kembali menjalankan amanah Kapolda Kalsel untuk mendukung ketahanan pangan dan sukses seperti sebelumnya,” kata Kusdarmaji.