Musim Panen Padi Dimulai, PPU Targetkan Produksi 50 Ribu Ton GKP 2026

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Minggu, 29 Maret 2026

Musim Panen Padi Dimulai, PPU Targetkan Produksi 50 Ribu Ton GKP 2026

Panen padi 2026 di Penajam Paser Utara mulai berlangsung. Produksi ditargetkan 50 ribu ton GKP untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Panen padi 2026 di Penajam Paser Utara mulai berlangsung. Produksi ditargetkan 50 ribu ton GKP untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Penajam Paser Utara, Kaltim — Kabar baik datang dari sektor pertanian. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, optimistis mampu menjaga ketahanan pangan daerah seiring dimulainya musim panen padi pertama tahun 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa panen perdana sudah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026.

“Musim panen pertama telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026,” ujar Gunawan, Sabtu.

Saat ini, aktivitas panen dilakukan di sejumlah wilayah. Meski begitu, data luas lahan dan total hasil panen masih dalam tahap pengumpulan. Diperkirakan, puncak panen akan terjadi pada awal April 2026.

Target Produksi Meningkat

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan produksi padi mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada 2024 produksi padi tercatat sekitar 48.188 ton GKP dan naik menjadi 50.250 ton GKP. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Gunawan menjelaskan, rata-rata produktivitas petani mencapai 3–4 ton per hektare dalam satu kali panen. Dalam setahun, petani umumnya melakukan dua kali masa tanam dan panen.

Lahan Pertanian Terus Dioptimalkan

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki lahan pertanian padi produktif seluas 14.070 hektare. Selain itu, pada 2026 dilakukan optimalisasi tambahan lahan seluas 5.436 hektare sesuai program dari Kementerian Pertanian.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Peran Petani Jadi Kunci

Saat ini, terdapat sekitar 8.000 petani di PPU yang tergabung dalam 700 kelompok tani. Mereka menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas produksi pangan.

Dengan dukungan pemerintah dan kondisi panen yang berjalan baik, PPU diyakini mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

“Produksi padi yang stabil dua kali dalam setahun diharapkan mampu menjaga ketahanan dan memenuhi kebutuhan pangan,” kata Gunawan.

Optimisme Pasca Lebaran

Progres panen diperkirakan akan terus meningkat setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Penajam Paser Utara menunjukkan optimisme tinggi sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Timur.

FAQ

1. Kapan musim panen padi di PPU 2026 dimulai?
Musim panen pertama dimulai sejak pertengahan Maret 2026.

2. Berapa target produksi padi PPU tahun 2026?
Ditargetkan mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

3. Berapa luas lahan pertanian padi di PPU?
Sekitar 14.070 hektare lahan produktif, ditambah optimalisasi 5.436 hektare.

4. Berapa jumlah petani di Penajam Paser Utara?
Tercatat sekitar 8.000 petani yang tergabung dalam 700 kelompok tani.

5. Berapa kali petani panen dalam setahun?
Umumnya petani melakukan dua kali panen dalam satu tahun.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.