Berita BorneoTribun: Konflik hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Konflik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2026

Trump Bilang Negosiasi AS-Iran “Sangat Baik”, Lanjutan Minggu Depan!

Trump Bilang Negosiasi AS-Iran “Sangat Baik”, Lanjutan Minggu Depan.
Trump Bilang Negosiasi AS-Iran “Sangat Baik”, Lanjutan Minggu Depan!

JAKARTA -- Dalam kabar terbaru yang bikin perhatian dunia kembali tertuju ke Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut perundingan tidak langsung antara AS dan Iran berjalan “sangat baik”. Bahkan, Trump mengisyaratkan bakal ada kelanjutan pembicaraan pada awal pekan depan.

Menurut Trump, Iran terlihat sangat ingin mencapai kesepakatan. “Kita harus lihat seperti apa kesepakatannya nanti, tapi menurut saya mereka sangat menginginkannya, dan memang seharusnya begitu,” ujarnya saat berada di pesawat Air Force One menuju Palm Beach.

Langkah ini muncul setelah pemerintah Iran menyatakan setuju untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan AS. Tujuannya jelas: meredam ketegangan dan mencegah konfrontasi militer yang bisa berakibat serius. Teheran sendiri menggambarkan sesi pertama perundingan sebagai langkah positif, sebuah tanda bahwa kedua pihak mulai membuka jalan untuk komunikasi lebih konstruktif.

Perundingan yang dimediasi oleh Oman di Muscat ini memang punya “awal yang baik”, kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menekankan bahwa dialog ini penting untuk menjaga stabilitas di kawasan sekaligus membuka peluang untuk kesepakatan yang saling menguntungkan.

Kenapa ini penting? Bagi dunia, terutama negara-negara yang bergantung pada stabilitas Timur Tengah, negosiasi ini bisa menurunkan risiko konflik. Stabilitas politik Iran dan AS secara langsung berpengaruh pada harga energi global, perdagangan, dan keamanan regional. Artinya, setiap langkah positif dari negosiasi ini punya dampak yang cukup luas, termasuk bagi ekonomi dunia.

Meski begitu, Trump menekankan bahwa kesepakatan final masih harus dilihat nanti. Artinya, perundingan ini bukan sekadar formalitas, tapi proses yang memerlukan kesepahaman nyata dari kedua belah pihak. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa diplomasi membutuhkan kesabaran, strategi, dan komunikasi yang jelas agar semua pihak merasa diuntungkan.

Bagi masyarakat umum, kabar ini memberikan sedikit rasa lega. Konflik militer bisa berdampak luas, dari harga kebutuhan pokok hingga keamanan global. Dengan adanya pertemuan lanjutan minggu depan, ada harapan konflik bisa dihindari, dan fokus kembali ke solusi damai.

Kesimpulannya, negosiasi AS-Iran ini menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi tetap menjadi senjata utama dalam menjaga perdamaian. Meski prosesnya panjang dan penuh tantangan, adanya komunikasi terbuka, niat baik, dan mediator netral seperti Oman, memberi harapan bagi dunia untuk melihat penyelesaian yang lebih aman dan stabil.

Senin, 05 Januari 2026

Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara

Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara
Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara.

JAKARTA - Situasi politik Venezuela kembali memanas setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat. 

Di tengah ketegangan yang meningkat, militer Venezuela secara resmi mengakui Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez. 

Ia menegaskan bahwa militer mendukung keputusan Mahkamah Agung yang menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara selama 90 hari ke depan. 

Penunjukan ini dilakukan karena Rodriguez berada di posisi berikutnya dalam garis suksesi kepemimpinan nasional.

Delcy Rodriguez bukan sosok baru di lingkaran kekuasaan Venezuela. Sejak 2018, ia menjabat sebagai wakil presiden dan memegang peran penting dalam mengelola perekonomian yang sangat bergantung pada sektor minyak, termasuk pengawasan terhadap badan intelijen negara. 

Pada hari yang sama dengan penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkannya untuk mengambil alih kepemimpinan sementara.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pemerintahnya telah melakukan komunikasi dengan Delcy Rodriguez. 

Trump menyebut Rodriguez menunjukkan sikap terbuka dan bersedia bekerja sama demi masa depan Venezuela yang lebih baik.

Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara
Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara.

Meski begitu, Rodriguez bukan figur yang bersih dari konflik dengan Washington. Pada masa jabatan pertama Trump, ia sempat dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena dianggap berperan dalam melemahkan demokrasi di Venezuela.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Sabtu malam, Rodriguez mengecam keras penangkapan Maduro. 

Ia menyebut operasi militer AS tersebut sebagai tindakan biadab serta penculikan ilegal yang melanggar kedaulatan negara.

Rodriguez menuntut pembebasan segera Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Namun di tengah kecaman tersebut, Rodriguez tetap membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat. 

Ia juga berupaya menenangkan para pendukung pemerintah dengan menegaskan bahwa Venezuela siap menjalin hubungan yang saling menghormati, meskipun merasa telah diserang.

Pernyataan Rodriguez langsung dibalas dengan nada keras oleh Donald Trump. Dalam sebuah wawancara media, Trump memperingatkan bahwa Rodriguez akan menghadapi konsekuensi besar jika tidak mengambil langkah yang dianggap benar oleh Amerika Serikat, bahkan lebih berat dibanding yang dialami Maduro.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut angkat bicara. Ia menyebut komunikasi antara Washington dan Caracas saat ini berjalan rumit dan sensitif, sehingga membutuhkan kedewasaan dalam bernegara. 

Meski demikian, Rubio menegaskan tujuan Amerika Serikat tetap sama, yakni mendorong perubahan kepemimpinan yang dapat diajak bekerja sama.

Sementara itu, Nicolás Maduro dan Cilia Flores telah tiba di New York dan akan menghadapi dakwaan federal terkait dugaan perdagangan narkoba serta kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Maduro.

Sebuah video yang diunggah akun resmi Gedung Putih memperlihatkan Maduro tersenyum saat digiring oleh dua agen Badan Pemberantasan Narkoba AS. 

Video ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Pertahanan Padrino Lopez mengungkapkan bahwa sejumlah pengawal Maduro tewas dalam operasi militer tersebut. 

Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara
Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara.

Ia menyebut mereka dibunuh secara kejam, meski tidak merinci jumlah korban. 

Hingga kini, pemerintah Venezuela belum merilis data resmi terkait korban luka atau tewas akibat operasi AS.

Donald Trump sendiri mengakui bahwa ada tentara AS yang terluka dalam operasi tersebut, namun memastikan tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika.

Menutup pernyataannya, Padrino Lopez mengimbau seluruh warga Venezuela untuk kembali menjalani aktivitas normal, baik di bidang ekonomi, pekerjaan, maupun pendidikan. 

Ia menegaskan bahwa negara harus tetap berjalan sesuai jalur konstitusi.

Perkembangan ini menandai babak baru krisis politik Venezuela yang kini menjadi sorotan dunia, dengan masa depan kepemimpinan negara tersebut masih penuh ketidakpastian.

Minggu, 04 Januari 2026

Trump Usai Maduro Ditangkap Lontarkan Ancaman ke Presiden Kolombia Tuduh Gustavo Petro Terkait Narkoba

Trump Usai Maduro Ditangkap Lontarkan Ancaman ke Presiden Kolombia Tuduh Gustavo Petro Terkait Narkoba
Trump Usai Maduro Ditangkap Lontarkan Ancaman ke Presiden Kolombia Tuduh Gustavo Petro Terkait Narkoba.

JAKARTA - Situasi politik Amerika Latin kembali memanas. Setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan keras yang mengundang kontroversi. Kali ini, sasaran Trump adalah Presiden Kolombia, Gustavo Petro.

Dalam pernyataannya, Donald Trump secara terbuka memperingatkan Gustavo Petro agar bersikap hati-hati. 

Trump bahkan melontarkan tuduhan serius dengan menyebut Petro memiliki keterkaitan dengan pabrik kokain dan jaringan pengiriman narkoba ke Amerika Serikat. 

Tuduhan ini langsung menjadi sorotan karena menyentuh isu sensitif, yakni perdagangan narkoba internasional.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro
Presiden Kolombia, Gustavo Petro.

Trump menilai bahwa peredaran kokain yang masuk ke Amerika Serikat sebagian besar berasal dari kawasan Amerika Latin. 

Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat atau membiarkan praktik ilegal tersebut terus berlangsung.

Peringatan Trump kepada Gustavo Petro dinilai sebagai sinyal tekanan politik yang kuat, terutama di tengah kondisi kawasan yang sedang tidak stabil pasca penangkapan Nicolás Maduro. 

Hingga saat ini, belum ada bukti resmi yang disampaikan Trump untuk mendukung tuduhan tersebut, dan pihak Kolombia juga belum memberikan pernyataan resmi sebagai tanggapan.

Trump Usai Maduro Ditangkap Lontarkan Ancaman ke Presiden Kolombia Tuduh Gustavo Petro Terkait Narkoba
Trump Usai Maduro Ditangkap Lontarkan Ancaman ke Presiden Kolombia Tuduh Gustavo Petro Terkait Narkoba.

Bagi masyarakat internasional, situasi ini menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Latin berpotensi kembali memanas. 

Publik pun diimbau untuk mengikuti perkembangan berita ini secara kritis dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait agar tidak terjebak pada informasi sepihak.

Minggu, 05 Maret 2023

Konflik Ukraina Semakin Memanas: Pasukan Rusia dan Tentara Bayaran Wagner Melakukan Serangan Terakhir ke Kota Bakhmut

Konflik Ukraina Semakin Memanas: Pasukan Rusia dan Tentara Bayaran Wagner Melakukan Serangan Terakhir ke Kota Bakhmut
Tentara Ukraina memuat peluru 152 mm ke howitzer Msta-B untuk ditembakkan ke posisi pasukan Rusia yang kini mengepung kota Bakhmut (2/2).

CHASIV YAR, UKRAINA - Pasukan Rusia dan tentara bayaran Wagner menembaki dengan artileri jalur akses terakhir ke kota Bakhmut di Ukraina Timur yang sedang terkepung pada Jumat (3/3). 

Tindakan ini membuat Moskow semakin dekat meraih kemenangan pertama setelah pertempuran paling sengit Rusia selama setengah tahun.

Kepala tentara bayaran Rusia "Wagner" mengatakan bahwa hampir seluruh kota yang telah hancur akibat serangan Rusia selama lebih dari tujuh bulan telah dikelilingi oleh pasukan Rusia, dan hanya satu jalur akses yang masih terbuka untuk pasukan Ukraina. 

Reuters melaporkan bahwa penembakan Rusia terhadap jalur akses menuju barat dari Bakhmut semakin intens, dalam upaya untuk memblokir akses pasukan Ukraina masuk dan keluar kota. 

Jembatan di kota terdekat Khromove juga rusak akibat tembakan tank Rusia.

Konflik Ukraina Semakin Memanas: Pasukan Rusia dan Tentara Bayaran Wagner Melakukan Serangan Terakhir ke Kota Bakhmut
Gambar yang diambil dari video yang dirilis 2 Maret 2023 menunjukkan apa yang dikatakan sebagai pejuang Grup Wagner, tentara bayaran Rusia, berdiri dengan bendera di atas sebuah gedung di kota Bakhmut, Ukraina.

Tentara Ukraina sedang bekerja untuk memperbaiki jalan yang rusak dan menambah pasukan di garis depan, menunjukkan bahwa mereka belum siap menyerahkan kota tersebut. 

Di sebelah barat, Ukraina juga sedang menggali parit baru untuk posisi bertahan.

Kantor berita RIA Rusia merilis sebuah video yang menunjukkan pejuang Wagner yang berjalan di sekitar fasilitas industri yang rusak. 

Salah satu pejuang mengatakan bahwa tentara Ukraina sedang menghancurkan infrastruktur di permukiman dekat Bakhmut untuk mencegah pengepungan Rusia.

Komandan pasukan darat Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengunjungi Bakhmut pada hari Jumat untuk memberikan arahan dengan komandan setempat tentang cara meningkatkan kapasitas pertahanan pasukan di garis depan.

Konflik Ukraina, Kemenangan Rusia di Bakhmut

Kemenangan Rusia di Bakhmut, yang memiliki populasi sekitar 70.000 sebelum Konflik Ukraina, akan memberikan hadiah besar pertama dari serangan musim dingin yang mahal setelah Rusia memanggil ratusan ribu pasukan cadangan tahun lalu. 

Rusia mengatakan ini akan menjadi batu loncatan untuk merebut kawasan industri Donbas di sekitarnya, tujuan perang yang penting bagi Moskow.

Sebelum Konflik Ukraina, Bakhmut terkenal dengan tambang garam dan gipsum. 

Meskipun Ukraina mengatakan kota itu memiliki nilai strategis yang kecil, kehilangan pasukan di sana dapat mempengaruhi jalannya konflik.

Dia juga mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk memerintahkan pasukan Ukraina mundur dari Bakhmut untuk menyelamatkan nyawa tentara mereka. [pp/ft]

Oleh: VOA Indonesia/Editor; Yakop

Rabu, 02 Desember 2020

Konflik, PT. KSP Rampas Tanah Milik Panti Asuhan Murah Hati


Panti Asuhan Murah Hati Lintang Batang, Kuburaya (RA/BT)

Borneotribun I Kuburaya, Kalbar - Baru-baru ini viral disosial media telah terjadi pergolakan yang luar biasa antara Pihak Panti Asuhan Murah Hati dengan PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) terkaitkepemilikan lahan.

Pihak perusahaan mengklaim tanah yang sudah menjadi hak milik pihak panti asuhan murah hati.

Saat dikonfirmasi, Ev. Ration mewakili Pihak Yayasan menceritakan sejarah singkat berdirinya Panti Asuhan Murah Hati yang Berdiri Sejak tahun 2011 berdomisili di wilayah Ambawang, kabupaten kuburaya, Kalimantan Barat dari kota ibu kota provinsi hanya berjarak sekitar 50 km, panti asuhan ini dinaungi oleh Yayasan Ci Xin, dan bernama Panti Asuhan Murah Hati.

Pada saat ini update 2020 untuk anak-anak panti ada 22 anak asuh, 13 di antaranya laki-laki dan 9 perempuan,saat ini untuk Panti Asuhan Murah Hati itu sendiri dilayani oleh Ev. Ration beserta keluarga, Ibu Yanti istri.

"kami disini sebagai ayah dan ibu asuh,"Ungkap EV.Ration pengelola panti asuhan murah hati, Senin (30/11/20).

Menurutnya, Konflik yang terjadi antara pihak panti dengan pihak perusahaan yang sampai saat ini belum ada titik terangnya. Menurut pihak panti semua Tanah Panti memiliki surat menyuratnya jelas ( 4 SKT-red ).

"kami membeli tanah ini dari belasan tahun yang lalu. Kami beli lahan dengan masyarakat. Untuk membeli tanah tersebut semuanya dari uang hasil sumbangan para donatur hasil jerih payah kami, pada saat membeli lahan tersebut belum langsung kami ditanami sesuatu dan masih dalam kondisi lahan kosong,"Tutur Ev.Ration.

PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) masuk Mr menanam tanah tersebut dengan Pohon Akasia tepatnya pada Tahun 2016 PT. KSP Panen pohon akasia, dan setelah Mr panen aksianya dan lahannya sudah dibersihkan. Anak-anak Panti pun Menanam sawit di Tanah Milik Panti. PT. KSP mengaku itu lahan Mr dan mempunyai Hak Tanam berdasarkan SK Mentri Kehutanan No. SK. 332/Menhut-II/2007 Tanggal 17 September 2007 dengan Luas 13.270 Ha. MenHut memberi izin tanpa melihat tanah masyarakat.  

Mulai Tahun 2020 Anak-anak Panti bekerja membersihkan Lahan Sawit yang ditumbuhi Pohon Akasia, Itu dianggap PT. KSP merusak Tanaman Milik Mr,  padahal tanaman akasia itu tumbuh dilahan tanah Milik Panti. 

"PT. KSP melaporkan kegiatan anak-anak yang membersihkan lahan tersebut kepada pihak kepolisian dan atas laporan tersebut Sudah 3 kali kami menghadap kapolsek ambawang untuk dimintai keterangan klarifikasi atas laporan dari PT. KSP. Sampai saat ini kami masih menunggu Panggilan berikutnya dari Polsek Sungai Ambawang untuk kelanjutan proses hukum berikutnya," Jelas Ev. Ration. 

Kami dari pihak Panti asuhan berharap besar baik kepada Pak Gubernur dan kepada Presiden Indonesia yaitu Pak Jokowi kami memohon agar lahan kami dikembalikan sesuai dengan apa yang Tertera dalam surat Jual Beli.

"Kami ingin memohon keadilan kepada pemerintah, lahan tersebut Hasilnya untuk Menghidupi anak-anak Yatim Piatu," Tandas Ev.Ration. ( Rinto Andreas/Tim )

Editor  : Hermanto