![]() |
| Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara. |
JAKARTA - Situasi politik Venezuela kembali memanas setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat.
Di tengah ketegangan yang meningkat, militer Venezuela secara resmi mengakui Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara negara tersebut.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez.
Ia menegaskan bahwa militer mendukung keputusan Mahkamah Agung yang menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara selama 90 hari ke depan.
Penunjukan ini dilakukan karena Rodriguez berada di posisi berikutnya dalam garis suksesi kepemimpinan nasional.
Delcy Rodriguez bukan sosok baru di lingkaran kekuasaan Venezuela. Sejak 2018, ia menjabat sebagai wakil presiden dan memegang peran penting dalam mengelola perekonomian yang sangat bergantung pada sektor minyak, termasuk pengawasan terhadap badan intelijen negara.
Pada hari yang sama dengan penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkannya untuk mengambil alih kepemimpinan sementara.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pemerintahnya telah melakukan komunikasi dengan Delcy Rodriguez.
Trump menyebut Rodriguez menunjukkan sikap terbuka dan bersedia bekerja sama demi masa depan Venezuela yang lebih baik.
![]() |
| Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara. |
Meski begitu, Rodriguez bukan figur yang bersih dari konflik dengan Washington. Pada masa jabatan pertama Trump, ia sempat dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena dianggap berperan dalam melemahkan demokrasi di Venezuela.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Sabtu malam, Rodriguez mengecam keras penangkapan Maduro.
Ia menyebut operasi militer AS tersebut sebagai tindakan biadab serta penculikan ilegal yang melanggar kedaulatan negara.
Rodriguez menuntut pembebasan segera Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Namun di tengah kecaman tersebut, Rodriguez tetap membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat.
Ia juga berupaya menenangkan para pendukung pemerintah dengan menegaskan bahwa Venezuela siap menjalin hubungan yang saling menghormati, meskipun merasa telah diserang.
Pernyataan Rodriguez langsung dibalas dengan nada keras oleh Donald Trump. Dalam sebuah wawancara media, Trump memperingatkan bahwa Rodriguez akan menghadapi konsekuensi besar jika tidak mengambil langkah yang dianggap benar oleh Amerika Serikat, bahkan lebih berat dibanding yang dialami Maduro.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut angkat bicara. Ia menyebut komunikasi antara Washington dan Caracas saat ini berjalan rumit dan sensitif, sehingga membutuhkan kedewasaan dalam bernegara.
Meski demikian, Rubio menegaskan tujuan Amerika Serikat tetap sama, yakni mendorong perubahan kepemimpinan yang dapat diajak bekerja sama.
Sementara itu, Nicolás Maduro dan Cilia Flores telah tiba di New York dan akan menghadapi dakwaan federal terkait dugaan perdagangan narkoba serta kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Maduro.
Sebuah video yang diunggah akun resmi Gedung Putih memperlihatkan Maduro tersenyum saat digiring oleh dua agen Badan Pemberantasan Narkoba AS.
Video ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi.
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Pertahanan Padrino Lopez mengungkapkan bahwa sejumlah pengawal Maduro tewas dalam operasi militer tersebut.
![]() |
| Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap, Militer Akui Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara. |
Ia menyebut mereka dibunuh secara kejam, meski tidak merinci jumlah korban.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum merilis data resmi terkait korban luka atau tewas akibat operasi AS.
Donald Trump sendiri mengakui bahwa ada tentara AS yang terluka dalam operasi tersebut, namun memastikan tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika.
Menutup pernyataannya, Padrino Lopez mengimbau seluruh warga Venezuela untuk kembali menjalani aktivitas normal, baik di bidang ekonomi, pekerjaan, maupun pendidikan.
Ia menegaskan bahwa negara harus tetap berjalan sesuai jalur konstitusi.
Perkembangan ini menandai babak baru krisis politik Venezuela yang kini menjadi sorotan dunia, dengan masa depan kepemimpinan negara tersebut masih penuh ketidakpastian.


