Berita BorneoTribun: Kreatif hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kreatif. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2026

Sempat Jadi Misteri, Inilah Penjahat yang Nyaris Muncul di Spider-Man 4!

Sempat Jadi Misteri, Inilah Penjahat yang Nyaris Muncul di Spider-Man 4. (Gambar ilustrasi)
Sempat Jadi Misteri, Inilah Penjahat yang Nyaris Muncul di Spider-Man 4. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Siapa sih yang nggak penasaran sama film Spider-Man? Apalagi trilogi klasik arahan Sam Raimi dengan Tobey Maguire yang sukses besar di awal 2000-an. Tapi, tahukah kamu kalau ada karakter penjahat yang nyaris muncul di Spider-Man 4, tapi akhirnya nggak jadi? Yup, kisah ini akhirnya terkuak dan bikin penggemar makin penasaran.

Sejak lama, rumor tentang Black Cat sebagai antagonis perempuan sempat beredar. Tapi Sam Raimi sendiri menegaskan, karakter wanita sebagai penjahat tidak pernah masuk rencana. Fokus utama malah pada penjahat yang lebih kompleks dan mematikan: Vulture atau si Burung Nasar. Raimi bahkan sempat membahas peran ini langsung dengan John Malkovich, yang dianggap sangat pas untuk memerankan sosok jenius yang punya kostum canggih dan kemampuan terbang super cepat. Sayangnya, Spider-Man 4 akhirnya batal diproduksi karena perbedaan kreatif dan berbagai kendala produksi.

Meski begitu, karakter Vulture akhirnya muncul juga di franchise Spider-Man versi terbaru. Michael Keaton memerankan sosok ini di film Spider-Man: Homecoming, menghadirkan karakter yang sama cerdas dan berbahaya seperti yang sempat direncanakan Raimi. Ini menunjukkan bahwa ide kreatif lama bisa tetap hidup, bahkan di tangan sutradara baru.

Kisah di balik batalnya Spider-Man 4 ini nggak hanya menarik untuk penggemar film superhero. Dari sisi edukatif, kita bisa melihat bagaimana proses kreatif film Hollywood berjalan: banyak ide besar yang harus dipikirkan matang-matang, casting yang sesuai, dan tentu saja kesepakatan kreatif antara sutradara dan studio. Tidak semua konsep film yang sudah dirancang matang akan benar-benar sampai ke layar lebar.

Nah, bagi para fans Spider-Man, ini juga jadi pelajaran menarik tentang kesabaran dan adaptasi. Ide kreatif Raimi yang nyaris terlaksana kini tetap bisa dinikmati lewat karakter Vulture versi baru. Bahkan, Raimi sendiri kini fokus pada proyek lain, termasuk film thriller terbaru yang dibintangi Rachel McAdams, yang sukses besar di box office dan mendapat pujian kritikus.

Jadi, kalau kamu penasaran, cara “mengonsumsi” cerita ini cukup dengan menonton versi terbaru film Spider-Man dan membandingkan dengan versi Raimi yang lama. Selain seru, kamu juga bisa melihat evolusi karakter penjahat dan bagaimana sutradara mengeksekusi visi kreatif mereka. Ini cara yang asyik untuk tetap update sekaligus belajar soal dunia perfilman.

Kesimpulannya, meski Spider-Man 4 versi Raimi nggak pernah terwujud, ide-idenya tetap hidup. Karakter Vulture jadi bukti kalau konsep brilian nggak akan hilang begitu saja, meski di tangan sutradara berbeda. Jadi buat penggemar setia atau yang baru mau nonton, ini cerita seru tentang bagaimana sebuah film superhero besar bisa dibentuk dari ide kreatif, casting yang tepat, dan tentu saja keputusan yang bijak dari sutradara.

Minggu, 25 Januari 2026

Latif, Pemuda Asal Kabupaten Kapuas, Mengembangkan Keterampilan Kreatif secara Otodidak Sejak Usia 12 Tahun

Dari Kekurangan Uang Jajan hingga Menguasai Banyak Skill Kreatif
Latif, Pemuda Asal Kabupaten Kapuas, Mengembangkan Keterampilan Kreatif secara Otodidak Sejak Usia 12 Tahun.

Kapuas, Kalteng - Keterbatasan ekonomi di masa pandemi Covid-19 menjadi awal perjalanan Latif, pemuda asal Kabupaten Kapuas, dalam membangun berbagai keterampilan secara mandiri sejak usia dini.

Saat pandemi melanda, Latif masih berusia sekitar 12 tahun. Kondisi ekonomi keluarga membuat uang jajan sangat terbatas. Dari situ, ia mulai mencari cara untuk mandiri dengan mempelajari bisnis jual-beli akun game secara otodidak melalui internet.

Awalnya, aktivitas tersebut dilakukan hanya untuk menambah uang jajan. Namun seiring waktu, kepercayaan mulai tumbuh. Latif tidak hanya dikenal sebagai penjual akun game, tetapi juga dipercaya sebagai penengah transaksi, yakni memegang dana pembeli hingga akun benar-benar aman diterima, lalu dana diteruskan kepada penjual.

Peran tersebut membutuhkan kejujuran dan tanggung jawab tinggi. Selama kurang lebih tiga tahun, dari usia 12 hingga 14 tahun, Latif menjalankan bisnis tersebut secara konsisten dan mampu memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp2,5 juta per bulan.

Seiring perubahan pasar digital dan menurunnya harga akun game, Latif memutuskan untuk berhenti berbisnis dan mencari arah baru. Keputusan ini diambil sebagai bentuk evaluasi, bukan kegagalan.

Memasuki kelas 10 Madrasah Aliyah, Latif mulai menekuni dunia fotografi. Ketertarikan tersebut berkembang menjadi bentuk pengabdian. Ia dipercaya menjadi fotografer dan videografer di MA Nahdlatussalam. Selama dua tahun (kelas 11–12), Latif aktif mendokumentasikan berbagai kegiatan sekolah.

Setelah lulus, Latif kembali memulai dari nol dengan mempelajari desain grafis, hanya bermodal telepon genggam dan internet. Seluruh proses belajar dilakukan secara otodidak melalui berbagai platform digital. Perlahan, kemampuannya mulai dikenal. Teman, keluarga, hingga lingkungan sekitar mulai mempercayakan kebutuhan desain kepadanya.

Meski telah menjadi alumni, Latif tetap mengabdi di MA Nahdlatussalam sebagai desainer poster, pengelola konten media sosial, serta editor foto dan video untuk kebutuhan publikasi sekolah.

Saat ini, Latif menguasai empat keterampilan utama, yaitu fotografi, videografi, desain grafis, serta editing foto dan video. Seluruh keterampilan tersebut dibangun tanpa kursus berbayar dan dengan fasilitas terbatas.

Kisah Latif menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang. Dengan kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian mencoba, anak muda tetap memiliki peluang untuk membangun masa depan mereka, meskipun dimulai dari kondisi yang sederhana.

Biodata singkat:

Nama: Latif

Asal: Desa Anjir Serapat Km. 7, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

Aktivitas: Kreator visual (fotografi, videografi, desain grafis)

Jumat, 28 Oktober 2022

Senin, 15 Maret 2021

Berkat Kampung Sehat, UMKM Tenun di Sukarara Mulai Hidup

Berkat Kampung Sehat, UMKM Tenun di Sukarara Mulai Hidup
Berkat Kampung Sehat, UMKM Tenun di Sukarara Mulai Hidup.

BorneoTribun Lombok Tengah, NTB - Kehadiran kampung sehat nurut tatanan baru inisiasi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) bersama Pemerintah Provinsi NTB, dirasakan kebangkitannya oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi NTB.

Walaupun belum maksimal namun dampaknya bagi perekonomian masyarakat sedikit lebih melegakan bagi sebagian warga, sebab melalui program kampung sehat tersebut warga belajar proaktif menerapkan protokol kesehatan dengan berbagai penekanan humanis yang dilakukan pemerintah, baik desa maupun pihak kepolisian setempat.

Seperti yang diakui pemilik galeri Darma Setia Hj Robiah di Desa Sukarara, Minggu (14/3/2021), awal masuknya Corona ke NTB usahanya sempat mati total, pengurangan karyawan terpaksa dilakukan.

Namun setelah beberapa program yang di gelar pemerintah, seperti mewajibkan prokes untuk semua orang, dan menggelar Lomba Kampung Sehat guna membiasakan masyarakat melaksanakan prokes, usahanya sedikit lebih hidup.

"saya ucapakan terimakasih kepada pemerintah atas segala upayanya menghidupkan perekonomian masyarakat, melalui berbagai program yang digelarnya," jelas Hj Robiah.

Dampak penerapan prokes 5M melalui Kampung Sehat ini, dianggap mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, termasuk para pelaku usaha UMKM di desanya.

Sebab dapat membuat pelaku usaha tidak terlalu paranoid terhadap Corona seperti awal mewabahnya tahun 2020 lalu.

"sekarang kami rasa biasa-biasa saja sebab anjuran Prokes semua menjalankan baik pengunjung maupun warga setempat, jadi penyebaran virusnya tidak segesit awal masuknya ke NTB," terangnya.

Fakta tersebut juga dirasakan oleh Amin salah satu pelaku UMKM pemilik Art Shop Patuh di desa Sukarara, dia juga mengaku bahwa setelah berbagai program yang di gelar pemerintah bersama Tiga pilar TNI-Polri, usahanya sedikit lancar.

"Jika semua bisa menjaga diri dengan melakukan budaya 5M, maka pemulihan ekonomi kita tidak akan sulit," kata Amin.

Hal ini sudah terbukti, daya beli masyarakat atau pengunjung pada sektor UMKM di Sukarare mulai meningkat sejak prokes 5M dijalankan dengan disiplin. 

Kebiasaan baru ini sangat menolong pada dunia usaha, khususnya pelaku usaha atau pengerajin tenun di Desa Sukarara.

"Ya, walaupun putaran ekonomi masih jauh dibandingkan sebelum corona melanda," pungkasnya.

Oleh: Adbravo

Jumat, 12 Maret 2021

Sandiaga UnoTekankan Pentingnya Digitalisasi Pelaku Ekonomi Kreatif di Desa Wisata

Sandiaga UnoTekankan Pentingnya Digitalisasi Pelaku Ekonomi Kreatif di Desa Wisata
Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerja ke Desa Batu Layang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jabar, Rabu (10/03/2021). (Foto: Humas Kemenparekraf)

BorneoTribun Jakarta -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya digitalisasi bagi pelaku ekonomi Kreatif yang ada di desa wisata. Hal ini disampaikannya dalam kunjungannya ke Desa Batu Layang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (10/3/2021).

“Para pelaku UMKM di sini harus melek digital dan Kemenparekraf akan melakukan inisiasi agar lebih banyak UMKM di sini yang tergabung dalam ekosistem digital atau e-commerce,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, Desa Batu Layang memiliki koneksi internet yang cukup baik. Sehingga, perlu ada pengenalan dan pendampingan mengenai e-commerce bagi para pelaku ekonomi kreatif di desa yang baru saja memperoleh sertifikat “Desa Wisata Berkelanjutan” dari Kemenparekraf/Baparekraf pada 1 Maret 2021.

“Kita akan all out, mendampingi. Karena saya meyakini selain pelatihan, harus didampingi, di-onboarding. Setelah itu, kita harus pastikan mereka memiliki akses terhadap pasar, akses permodalan, dan juga akses untuk scale up,” jelasnya.

Untuk itu, Sandiaga mengatakan saat ini pihaknya tengah mencoba bersinergi dengan program pemulihan ekonomi yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Borongdong.id.

“Ini akan kita sinergikan dengan pendampingan marketplace dan UMKM. Jadi nanti kita akan undang marketplace-marketplace besar termasuk yang sudah dibina oleh teman-teman Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.


Tak hanya itu, Menparekraf menyebutkan pengembangan desa wisata juga memiliki dampak ekonomi yang dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar. Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Desa Batu Layang untuk selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Mari kita bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif kita mulai onboarding digitalisasi dari Desa Wisata Batu Layang, Cisarua. Semua tentunya harus dilakukan  dengan menerapkan dan menjaga protokol kesehatan berjalan baik,” tandasnya. (HUMAS KEMENPAREKRAF/UN)

Oleh: Setkab

Sabtu, 16 Mei 2020

Kreatif, Polri Satu Ini Berbagi Dengan Lomba Fhoto Kreasi DiEngkalin

Fhoto : Postingan Juniardi Lnd di Facebook dan Instagram .


BORNEOTRIBUN I SEKADAU - Sambut bulan suci ramadhan 1441 Hijriah dengan penuh berkah, Anggota Polsek Sekadau hulu yakni Bhabinkamtibmas Desa Rawak hulu dan desa perongkan melalui akun Facebook dan Instagramnya mengajak semua kalangan untuk berkreasi dalam lomba fhoto bebas diEngkalin terbaik. 

Juniardi menyebutkan, lomba kreasi fhoto bebas tersebut dalam momen berbagi kepada sesama dalam merayakan ramadhan ditengah pandemi covid-19 yang melanda serta berbagi kebahagiaan kepada sesama masyarakat khususnya warga rawak agar tidak larut dalam kesedihan dimusim Covid-19 dan tanda terima kasih kepada warga yang selalu membantu tugas kepolisian dalam harkamtibmas.

Menurut Juniardi, kriteria penilaian mencakup fhoto terbaik yakni ter_kece dan terfavorit dengan syarat men_subscribe Channel Youtube Juniardi Lnd dan Follow IG Juniardi_Lnd.   

Untuk pemenang yang beruntung, akan ditentukan dengan cara di undi dan diumumkan pada H-3 sebelum hari raya lebaran dengan hadiah menarik seperti Juara 1 mendapatkan : 1 Krat Minuman Kaleng, Juara 2 : Sirup Marjan, dan Juara 3 mendapatkan susu kaleng serta hadiah hiburan untuk 10 orang lainnya berupa barang pecah belah, seperti ember, baskom, toples, dll.

" Jangan lupa saat posting menandai FB saya ( Juniardi Lnd ) ". Ujarnya. Saat dikonfirmasi Www.Borneotribun.com via WhatsApp. Sabtu, 16/5/20 siang.

Juniardi menambahkan, semua ini dilakukan dengan harapan agar terjalin silahturahmi antar Bhabinkamtibmas Brigadir juniardi, S.H dengan masyarakat di Desa binaan dan semua kalangan dapat menunjukan ketrampilan dalam berkreasi khususnya dibidang Fhoto.

" Jangan menilai dari jumlah atau harganya, mari kita saling berbagi di hari yang penuh berkah ini ". Harap Juniardi.


Penulis : Herman
Editor    : Yakop