Latif, Pemuda Asal Kabupaten Kapuas, Mengembangkan Keterampilan Kreatif secara Otodidak Sejak Usia 12 Tahun

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Minggu, 25 Januari 2026

Latif, Pemuda Asal Kabupaten Kapuas, Mengembangkan Keterampilan Kreatif secara Otodidak Sejak Usia 12 Tahun

Dari Kekurangan Uang Jajan hingga Menguasai Banyak Skill Kreatif
Latif, Pemuda Asal Kabupaten Kapuas, Mengembangkan Keterampilan Kreatif secara Otodidak Sejak Usia 12 Tahun.

Kapuas, Kalteng - Keterbatasan ekonomi di masa pandemi Covid-19 menjadi awal perjalanan Latif, pemuda asal Kabupaten Kapuas, dalam membangun berbagai keterampilan secara mandiri sejak usia dini.

Saat pandemi melanda, Latif masih berusia sekitar 12 tahun. Kondisi ekonomi keluarga membuat uang jajan sangat terbatas. Dari situ, ia mulai mencari cara untuk mandiri dengan mempelajari bisnis jual-beli akun game secara otodidak melalui internet.

Awalnya, aktivitas tersebut dilakukan hanya untuk menambah uang jajan. Namun seiring waktu, kepercayaan mulai tumbuh. Latif tidak hanya dikenal sebagai penjual akun game, tetapi juga dipercaya sebagai penengah transaksi, yakni memegang dana pembeli hingga akun benar-benar aman diterima, lalu dana diteruskan kepada penjual.

Peran tersebut membutuhkan kejujuran dan tanggung jawab tinggi. Selama kurang lebih tiga tahun, dari usia 12 hingga 14 tahun, Latif menjalankan bisnis tersebut secara konsisten dan mampu memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp2,5 juta per bulan.

Seiring perubahan pasar digital dan menurunnya harga akun game, Latif memutuskan untuk berhenti berbisnis dan mencari arah baru. Keputusan ini diambil sebagai bentuk evaluasi, bukan kegagalan.

Memasuki kelas 10 Madrasah Aliyah, Latif mulai menekuni dunia fotografi. Ketertarikan tersebut berkembang menjadi bentuk pengabdian. Ia dipercaya menjadi fotografer dan videografer di MA Nahdlatussalam. Selama dua tahun (kelas 11–12), Latif aktif mendokumentasikan berbagai kegiatan sekolah.

Setelah lulus, Latif kembali memulai dari nol dengan mempelajari desain grafis, hanya bermodal telepon genggam dan internet. Seluruh proses belajar dilakukan secara otodidak melalui berbagai platform digital. Perlahan, kemampuannya mulai dikenal. Teman, keluarga, hingga lingkungan sekitar mulai mempercayakan kebutuhan desain kepadanya.

Meski telah menjadi alumni, Latif tetap mengabdi di MA Nahdlatussalam sebagai desainer poster, pengelola konten media sosial, serta editor foto dan video untuk kebutuhan publikasi sekolah.

Saat ini, Latif menguasai empat keterampilan utama, yaitu fotografi, videografi, desain grafis, serta editing foto dan video. Seluruh keterampilan tersebut dibangun tanpa kursus berbayar dan dengan fasilitas terbatas.

Kisah Latif menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang. Dengan kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian mencoba, anak muda tetap memiliki peluang untuk membangun masa depan mereka, meskipun dimulai dari kondisi yang sederhana.

Biodata singkat:

Nama: Latif

Asal: Desa Anjir Serapat Km. 7, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

Aktivitas: Kreator visual (fotografi, videografi, desain grafis)

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.