Berita BorneoTribun: Lebanon hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Lebanon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebanon. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2026

Menlu Sugiono Soroti Keamanan UNIFIL Usai Insiden Mematikan

Indonesia mendesak PBB mengevaluasi keamanan UNIFIL setelah tiga TNI gugur di Lebanon. Menlu Sugiono minta investigasi menyeluruh dan jaminan keselamatan pasukan.
Indonesia mendesak PBB mengevaluasi keamanan UNIFIL setelah tiga TNI gugur di Lebanon. Menlu Sugiono minta investigasi menyeluruh dan jaminan keselamatan pasukan.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas di panggung internasional setelah gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, Indonesia secara resmi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden tragis yang menewaskan tiga personel TNI saat menjalankan tugas di wilayah konflik tersebut.

Duka Mendalam dan Penghormatan Negara

Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Pemerintah RI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kita semua mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah para kusuma bangsa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Sugiono.

Selain korban jiwa, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga kini, penyebab insiden masih dalam proses investigasi oleh UNIFIL.

Langkah Diplomatik: Tekan Dewan Keamanan PBB

Sebagai bentuk respons cepat, Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat. Permintaan tersebut disetujui oleh Prancis sebagai penholder isu Lebanon.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan dua poin utama:

  • Mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian

  • Menuntut investigasi menyeluruh dan transparan

Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dan berani dalam memperjuangkan keselamatan pasukannya di level global.

Penegasan Mandat: Peacekeeping, Bukan Peacemaking

Menlu Sugiono menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian memiliki mandat terbatas.

“They are peacekeeping, not peacemaking,” tegasnya.

Artinya, pasukan UNIFIL tidak dibekali kemampuan ofensif untuk menciptakan perdamaian, melainkan hanya menjaga stabilitas di wilayah konflik. Karena itu, jaminan keamanan dari semua pihak menjadi hal mutlak.

Sinyal Kuat Indonesia di Panggung Dunia

Insiden ini bukan hanya soal duka, tetapi juga momentum bagi Indonesia untuk mendorong perubahan nyata dalam sistem keamanan misi perdamaian dunia.

Pengorbanan para prajurit menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap peacekeeper harus menjadi prioritas utama. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan melindungi setiap prajurit, di mana pun mereka bertugas.

Di tengah kehilangan, satu pesan kuat disampaikan: negara tidak tinggal diam.

FAQ (Search Engine Friendly)

Apa itu UNIFIL?

UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang bertugas menjaga stabilitas dan mencegah konflik bersenjata.

Mengapa Indonesia mendesak evaluasi UNIFIL?

Karena adanya insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI, sehingga perlu audit keselamatan pasukan secara menyeluruh.

Apa langkah yang diambil Indonesia?

Indonesia meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan mendorong investigasi penuh atas insiden tersebut.

Apakah ada korban lain selain yang gugur?

Ya, tiga prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Apa arti peacekeeping bukan peacemaking?

Pasukan hanya menjaga perdamaian yang ada, bukan menciptakan atau memaksakan perdamaian melalui kekuatan militer.

Senin, 30 Maret 2026

Satu Prajurit TNI Gugur Di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi

Indonesia kecam keras tewasnya personel UNIFIL di Lebanon dan desak investigasi transparan atas serangan di tengah konflik Timur Tengah yang memanas. (Gambar ilustrasi)
Indonesia kecam keras tewasnya personel UNIFIL di Lebanon dan desak investigasi transparan atas serangan di tengah konflik Timur Tengah yang memanas. (Gambar ilustrasi)

Pemerintah Indonesia secara tegas mengecam insiden tragis yang menewaskan satu personel Kontingen Garuda di misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Kabar duka ini datang di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan bahwa prajurit Indonesia tersebut gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi pasukan UNIFIL di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3) waktu setempat.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu RI menegaskan sikap keras Indonesia terhadap insiden ini. “Indonesia mengecam keras insiden yang terjadi dan mendesak investigasi yang menyeluruh dan transparan,” tulis Kemlu.

Desakan Investigasi dan Perlindungan Pasukan Perdamaian

Pemerintah Indonesia tidak hanya menyampaikan kecaman, tetapi juga mendesak dilakukan penyelidikan penuh atas insiden yang menewaskan personel TNI tersebut. Hal ini penting untuk memastikan akuntabilitas serta mencegah kejadian serupa terulang.

Selain satu korban jiwa, Kemlu juga mengonfirmasi bahwa tiga personel lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Saat ini, mereka tengah mendapatkan perawatan medis intensif.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak UNIFIL guna memastikan proses pemulangan jenazah ke Indonesia berjalan lancar dan korban luka mendapatkan penanganan terbaik.

“Kami menyampaikan penghormatan tertinggi kepada personel yang gugur atas dedikasi dan jasanya bagi perdamaian dunia,” lanjut Kemlu.

Konflik Timur Tengah Makin Memanas

Insiden ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Ketegangan di kawasan meningkat drastis setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan ke Israel serta beberapa pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Konflik kemudian meluas ke Lebanon setelah kelompok bersenjata Hizbullah melakukan serangan ke target militer Israel.

Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil Lebanon dan melukai ribuan lainnya. Situasi ini memperburuk kondisi keamanan, termasuk bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Sikap Tegas Indonesia: Lindungi Kedaulatan dan Perdamaian

Indonesia kembali menegaskan posisinya untuk:

  • Menghormati kedaulatan Lebanon

  • Menghentikan serangan terhadap warga sipil

  • Menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB

“Serangan apapun terhadap pasukan perdamaian tidak dapat diterima dan merongrong upaya menjaga stabilitas global,” tegas Kemlu.

Sebagai negara yang aktif mengirimkan pasukan perdamaian, Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap stabilitas internasional dan perlindungan personelnya di medan konflik.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Apa itu UNIFIL?
UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan yang bertugas menjaga stabilitas dan mencegah konflik antara Lebanon dan Israel.

2. Bagaimana kronologi kejadian?
Personel Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar markas UNIFIL di Lebanon selatan pada 29 Maret 2026.

3. Apakah ada korban lain?
Ya, tiga personel lainnya mengalami luka dan sedang dirawat.

4. Apa sikap Indonesia?
Indonesia mengecam keras dan meminta investigasi transparan serta perlindungan bagi pasukan perdamaian.

5. Apa dampak konflik ini secara global?
Konflik berpotensi memperluas ketegangan regional dan mengancam stabilitas internasional.

Jumat, 06 Maret 2026

IDF Luncurkan Serangan Baru terhadap Target Hizbullah di Wilayah Beirut

IDF mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap infrastruktur Hizbullah di wilayah Dahiyeh, Beirut. Rincian target dan dampak serangan masih menunggu pembaruan.
IDF mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap infrastruktur Hizbullah di wilayah Dahiyeh, Beirut. Rincian target dan dampak serangan masih menunggu pembaruan.

Beirut — Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur milik kelompok Hizbullah di Beirut pada Jumat. Operasi militer tersebut dilaporkan menyasar wilayah Dahiyeh, kawasan yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah di ibu kota Lebanon.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut serangan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas yang diduga digunakan oleh Hizbullah untuk kepentingan militer. Informasi detail mengenai sasaran dan dampak serangan disebut akan disampaikan kemudian.

IDF Klaim Menyerang Infrastruktur Hizbullah

IDF mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap infrastruktur Hizbullah di wilayah Dahiyeh, Beirut. Rincian target dan dampak serangan masih menunggu pembaruan.
IDF mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap infrastruktur Hizbullah di wilayah Dahiyeh, Beirut. Rincian target dan dampak serangan masih menunggu pembaruan.

Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari langkah militer yang sedang berlangsung terhadap kelompok Hizbullah. Serangan difokuskan pada infrastruktur yang menurut pihak Israel berkaitan dengan aktivitas militer kelompok tersebut.

Wilayah Dahiyeh di selatan Beirut selama ini dikenal sebagai pusat pengaruh utama Hezbollah. Kawasan ini kerap menjadi titik perhatian dalam berbagai eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon tersebut.

Militer Israel tidak merinci jenis fasilitas yang menjadi target maupun jumlah serangan yang dilancarkan. Namun, IDF menyebut operasi itu merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas.

Dahiyeh Kembali Jadi Titik Serangan

Wilayah Dahiyeh merupakan kawasan padat penduduk di bagian selatan Beirut. Selain menjadi permukiman warga, area ini juga disebut sebagai pusat aktivitas politik dan sosial Hizbullah di Lebanon.

Sejumlah konflik sebelumnya juga menjadikan kawasan ini sebagai lokasi serangan udara Israel. Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kerap meningkat seiring perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan akibat serangan terbaru tersebut. Pemerintah Lebanon maupun pihak Hizbullah juga belum mengeluarkan pernyataan terkait serangan yang dilaporkan oleh militer Israel.

Situasi Keamanan Masih Berkembang

Serangan terbaru ini menambah daftar eskalasi militer yang melibatkan Israel dan Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir. Situasi keamanan di Lebanon, khususnya di Beirut, diperkirakan masih akan berkembang seiring respons dari berbagai pihak yang terlibat.

Pengamat menilai setiap perkembangan di wilayah ini berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan regional, mengingat posisi Hizbullah sebagai salah satu aktor penting dalam dinamika konflik di Timur Tengah.

Senin, 16 Februari 2026

Serangan Udara Israel ke Lebanon Selatan Memanas, 14 Rudal Hantam Wilayah Pegunungan dan Permukiman

Serangan Udara Israel ke Lebanon Selatan Memanas, 14 Rudal Hantam Wilayah Pegunungan dan Permukiman
Serangan Udara Israel ke Lebanon Selatan Memanas, 14 Rudal Hantam Wilayah Pegunungan dan Permukiman.

JAKARTA -- Situasi di perbatasan kembali memanas. Pesawat tempur milik Israel dilaporkan meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah selatan Lebanon pada Sabtu malam. Informasi ini disampaikan oleh sumber militer Lebanon kepada kantor berita RIA Novosti.

Menurut sumber tersebut, serangan dilakukan menggunakan rudal berat berpemandu dan menyasar beberapa titik strategis di kawasan selatan. Total tercatat ada 14 serangan yang dilepaskan secara bertahap, sebagian menghantam daerah pegunungan dan area yang berdekatan dengan permukiman warga.

Kantor berita nasional Lebanon, National News Agency (NNA), juga melaporkan adanya gelombang serangan lanjutan yang terjadi di sejumlah lokasi.

Israel Klaim Target Infrastruktur Militer Hizbullah

Melalui pernyataan resmi di platform digital berbahasa Arab, militer Israel menyebut bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer milik kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.

Pihak Israel menilai langkah itu sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayahnya. Namun, di sisi lain, serangan ini kembali memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Lebanon Perketat Kontrol Senjata

Perlu diketahui, pada akhir Agustus 2025, pemerintah Lebanon telah menugaskan militernya untuk memonopoli seluruh persenjataan di dalam negeri sebelum akhir tahun 2025. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat stabilitas keamanan nasional.

Sebagai tindak lanjut, militer Lebanon mulai memperluas pengerahan pasukan di wilayah selatan. Mereka juga melakukan pembongkaran gudang senjata serta menutup terowongan milik Hizbullah, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 27 November 2024.

Namun di tengah upaya tersebut, Israel masih terus melancarkan serangan dan bahkan mengancam akan melakukan operasi militer berskala besar jika Lebanon dianggap tidak memenuhi komitmennya.

Situasi Makin Tegang, Warga Diminta Waspada

Ketegangan yang terus berlanjut ini membuat masyarakat di kawasan perbatasan hidup dalam bayang-bayang ancaman konflik terbuka. Banyak pihak berharap kedua negara dapat menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan konflik Timur Tengah, situasi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kawasan masih sangat rapuh. Pantau terus informasi resmi dan terpercaya agar tidak terjebak kabar simpang siur.

Perkembangan terbaru dari konflik Israel–Lebanon ini diperkirakan masih akan menjadi sorotan dunia dalam beberapa waktu ke depan.

Senin, 08 September 2025

Erick Thohir Tinjau Persiapan Timnas Jelang Uji Coba Lawan Lebanon di Surabaya

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau langsung persiapan terakhir Timnas Indonesia sebelum menghadapi Lebanon dalam laga uji coba FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Selasa (9/9/2025). Laga ini dianggap penting karena menjadi simulasi nyata jelang skuad Garuda menghadapi Arab Saudi dan Irak di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Erick menegaskan, Lebanon adalah lawan yang tepat untuk menguji kekuatan dan kesiapan tim. Maklum, gaya bermain Lebanon yang berasal dari Timur Tengah bisa memberikan gambaran bagaimana Indonesia harus menghadapi lawan kuat dari kawasan tersebut. "Uji coba melawan Lebanon adalah bagian dari persiapan penting. Kita harus benar-benar siap ketika menghadapi Arab Saudi dan Irak nanti," kata Erick dalam unggahan di akun Instagram resminya, Senin (8/9/2025).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau latihan terakhir Timnas Indonesia jelang uji coba melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya
Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau latihan terakhir Timnas Indonesia jelang uji coba melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Selain menyoroti aspek taktik, Erick juga menekankan pentingnya mental bertanding dan rasa percaya diri. Ia meminta para pemain agar menjadikan laga melawan Lebanon sebagai momentum membangun semangat Garuda sebelum melangkah ke tantangan yang lebih berat di kualifikasi. "Semangat Garuda harus selalu berkobar. Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di level Asia," tambahnya.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia baru saja meraih kemenangan besar 6-0 atas Taiwan dalam laga FIFA Matchday sebelumnya, Jumat (5/9/2025). Kemenangan tersebut memberikan modal berharga, namun Erick menilai uji coba melawan Lebanon akan jauh lebih menantang. Pertandingan ini diharapkan bisa menguji ketahanan fisik, konsistensi permainan, dan keberanian para pemain menghadapi tekanan lawan yang levelnya lebih tinggi.

Dengan dukungan penuh suporter di Stadion GBT, laga ini juga menjadi ajang mengukur seberapa besar antusiasme publik terhadap kiprah skuad Garuda. Hasil uji coba melawan Lebanon akan menjadi bahan evaluasi terakhir bagi pelatih dan federasi sebelum menatap laga kualifikasi krusial melawan Arab Saudi dan Irak. Jika performa meningkat, Timnas Indonesia bisa melangkah ke ronde kualifikasi berikutnya dengan rasa percaya diri yang lebih besar.

Sabtu, 13 Januari 2024

Tuan Rumah Qatar Sabet Kemenangan Dominan di Piala Asia 2023, Pecahkan Kebuntuan dengan Kemenangan 3-0 atas Lebanon

Tuan Rumah Qatar Sabet Kemenangan Dominan di Piala Asia 2023, Pecahkan Kebuntuan dengan Kemenangan 3-0 atas Lebanon
Pemain muda tim Qatar Akram Afif (AFC)
JAKARTA - Qatar, sebagai tuan rumah, menunjukkan dominasi yang kuat dengan mengalahkan Lebanon 3-0 dalam pertandingan pembuka Piala Asia 2023 di Stadion Lusail, Doha, Jumat malam waktu setempat.

Dua striker utama Qatar, Akram Afif (2) dan Almoez Ali, menjadi pahlawan dengan mencatatkan ketiga gol bagi tim tuan rumah. 

Meskipun pertandingan baru dimulai, juara bertahan Qatar tampil agresif sejak awal.

Abdulaziz Hatem mencoba mencetak gol pada menit ke-2 melalui umpan Almoez Ali dari sisi kiri kotak penalti, namun upayanya digagalkan oleh penjaga gawang Lebanon, Mostafa Matar.

Dalam pertarungan yang ketat, Qatar mendominasi serangan dengan 16 tendangan dibandingkan dengan sembilan tendangan yang dilakukan oleh Lebanon. 

Qatar juga mencatatkan 13 tendangan dari dalam kotak penalti, sementara Lebanon hanya memiliki lima peluang.

Gol pertama bagi Qatar terjadi pada menit ke-45 melalui Akram Afif, yang menerima umpan dari Almoez Ali dan dengan cepat menjebol gawang lawan.

Pada menit ke-56, Qatar menambah keunggulan dengan gol kedua melalui sepakan Almoez Ali yang melesat dari sisi kiri gawang setelah menerima umpan dari Mohammed Waad. 

Pertahanan Lebanon tidak mampu mengantisipasi pergerakan Ali, sehingga gawang Matar berhasil dijebol.

Tidak memberi kesempatan untuk lawan, Qatar kembali mencetak gol pada menit 90+6, kali ini lewat Akram Afif. 

Pertahanan Lebanon terbukti lemah karena meninggalkan Afif tanpa pengawalan di depan gawang. 

Afif dengan cepat memanfaatkan peluang tersebut dan membobol gawang Lebanon dengan tendangan kaki kirinya.

Dengan kemenangan ini, Qatar meraih poin maksimal pada pertandingan pembuka Piala Asia 2023 dan untuk sementara memimpin klasemen Grup A pada babak penyisihan.

Suasana Gembira di Stasiun Metro Msheireb Saat Menuju Pertandingan Lebanon vs Qatar

Suporter timnas sepak bola Lebanon menggunakan kereta bawah tanah Metro menuju Stadion Lusail untuk menyaksikan tim kesayangan mereka menghadapi Qatar pada pertandingan pembuka Piala Asia 2023, Jumat. (ANTARA/Roy Rosa Bachtiar)
Suporter timnas sepak bola Lebanon menggunakan kereta bawah tanah Metro menuju Stadion Lusail untuk menyaksikan tim kesayangan mereka menghadapi Qatar pada pertandingan pembuka Piala Asia 2023, Jumat. (ANTARA/Roy Rosa Bachtiar)
JAKARTA - Stasiun Metro Doha, Qatar, ramai oleh kehadiran para penggemar tim nasional sepak bola Lebanon yang berkumpul untuk menuju Stadion Lusail pada Jumat.

Kedatangan massal para pendukung ini bertujuan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka melawan tuan rumah, yang sekaligus menjadi pembuka dari turnamen Piala Asia 2023 yang diselenggarakan di Doha mulai 12 Januari hingga 10 Februari.

Suporter timnas Lebanon tampak mencolok dengan membawa bendera nasional dalam berbagai ukuran. 

Kerumunan penggemar Lebanon terutama terlihat di Stasiun Metro Msheireb, yang merupakan stasiun utama di jaringan kereta bawah tanah tersebut.

Stasiun Metro Msheireb menjadi simpul tiga jalur kereta bawah tanah, yaitu rute merah, hijau, dan emas. 

Stadion Lusail, tempat pertandingan tersebut berlangsung, terletak di ujung rute merah di utara Doha.

Stasiun Metro Msheireb menjadi titik transit bagi para pendukung yang datang dari berbagai bagian Kota Doha. 

Mereka kemudian berganti rute untuk mencapai Stadion Lusail yang berjarak 19 kilometer dari pusat kota.

Pertandingan antara Lebanon dan Qatar merupakan satu-satunya laga yang dimainkan pada hari tersebut. Sebelum kick-off pada pukul 19.00 waktu Qatar, acara dimulai dengan pesta pembukaan Piala Asia 2023 yang meriah.

Pesta pembukaan itu dimeriahkan oleh pertunjukan musik dan teatrikal, diakhiri dengan pertunjukan kembang api yang mempesona di sekitar atap stadion berbentuk lingkaran.

Stadion Lusail tidak hanya menjadi tempat pertandingan pembuka Piala Asia 2023, tetapi juga dijadwalkan sebagai tempat babak final yang akan berlangsung pada 10 Februari pukul 18.00 waktu Qatar.

Senin, 24 Mei 2021

Hizbullah Peringati Penarikan Mundur Israel dari Lebanon

Hizbullah Peringati Penarikan Mundur Israel dari Lebanon
Ribuan warga Palestina di Lebanon melambaikan bendera Palestina pada aksi mendukung Palestina di Beirut, Lebanon (18/5) lalu.


BorneoTribun Internasional - Pendukung Hizbullah hari Minggu (23/5) memperingati berakhirnya pertempuran di Gaza baru-baru ini dan sekaligus 21 tahun penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan, dengan pawai di perbatasan Lebanon dan Israel.


Para pejuang dan pendukung kelompok militan itu berkumpul di pagar perbatasan yang menghadapi ke kota Metula, Israel. Mereka melambai-lambaikan bendera Palestina dan spanduk Hizbullah yang berwarna kuning terang, sambail meneriakkan slogan-slogan.


Kendaraan-kendaraan pasukan penjaga perdamaian PBB tampak berpatroli di kawasan itu selama acara pawai tersebut.


Anggota parlemen Lebanon dari blok Hizbullah, Ali Fayyad, menyamakan konflik di Gaza itu dengan konflik bersejarah Lebanon dan Israel, khususnya pada “siklus pencegahan dan penangkisan”


“Tidak ada keraguan lagi bahwa apa yang terjadi di Palestina merupakan peristiwa besar dan dalam beberapa hal menunjukkan apa yang telah dialami Lebanon selama bertahun-tahun. Sekarang ini merupakan hal normal di Palestina untuk melakukan hal-hal terakit keseimbangan dan penangkalan serupa dengan yang kami lalui. Saya ingat pada Juli 1983 dan April 1996, menuju pembebasan pada tahun 2000.”


Pasukan Israel ditarik dari Lebanon Selatan pada tahun 2000 setelah pendudukan selama 18 tahun sejak perang tahun 1982. [em/jm]


Oleh: VOA

Kamis, 20 Mei 2021

Israel Balas Serangan Roket dari Lebanon dengan Artileri

Israel Balas Serangan Roket dari Lebanon dengan Artileri
Militer Israel disiagakan dekat perbatasan Lebanon Rabu (19/4), pasca serangan 4 roket dari Lebanon ke Israel.

BorneoTribun Internasional -- Militer Israel Rabu (19/5) melancarkan serangan artileri ke "sejumlah target" di Lebanon sebagai tanggapan atas tembakan empat roket yang menurut militer Israel diluncurkan dari Lebanon ke Israel.

"Kami siap menghadapi skenario apa pun di front mana pun," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Militer Israel juga mengatakan pihaknya mencegat salah satu dari tembakan roket itu sementara "sisanya kemungkinan besar jatuh di daerah terbuka dan kosong."

Meskipun belum jelas siapa yang menembakkan roket tersebut, sumber keamanan di Lebanon mengkonfirmasi bahwa empat roket telah ditembakkan ke Israel dari sebuah desa dekat pantai selatan kota Tirus di Lebanon.

Belum ada laporan mengenai korban atau kerusakan atau dari kedua pihak.

Peluncuran roket hari Rabu menandai untuk ketiga kalinya roket ditembakkan dari Lebanon ke Israel sejak bentrokan antara Israel dan Palestina meletus pada 10 Mei.

Juru bicara militer Israel Hidai Zilberman, Selasa mengatakan militer Israel percaya faksi kecil Palestina bertanggung jawab atas serangan itu, bukan kelompok teroris Hizbullah, yang berpengaruh dan memiliki akses roket canggih di Lebanon selatan.

Gerilyawan Israel dan Hizbullah berperang pada tahun 2006 dan kelompok kecil Palestina di Lebanon, di masa lalu kadang-kadang menembak Israel.

Peluncuran roket hari Rabu dan serangan balasan itu terjadi sementara protes setiap hari terjadi di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel untuk mengecam serangan mematikan Israel di Jalur Gaza. [my/jm]

Oleh: VOA

Rabu, 30 Desember 2020

FBI Temukan 500 Ton Pupuk Penyebab Ledakan Pelabuhan Beirut

FBI Temukan 500 Ton Pupuk Penyebab Ledakan Pelabuhan Beirut
Tim penyelmat mencari korban di reruntuhan gedung-gedung yang rusak di kawasan Gemmayze, akibat ledakan hebat di kawasan pelabuhan Beirut awal Agustus lalu, Lebanon, 4 September 2020. (Foto: Reuters)

BorneoTribun | Internasional - Perdana Menteri Lebanon yang akan mundur dari jabatannya, Hassan Diab, Selasa (29/12), mengatakan penyelidikan FBI terhadap ledakan 4 Agustus di pelabuhan Beirut memperoleh temuan, ledakan itu disebabkan oleh 500 ton amonium nitrat.

Perdana menteri, yang mengundurkan diri setelah ledakan yang menewaskan lebih dari 200 orang itu, sebelumnya mengatakan lebih dari 2.700 ton pupuk amonium nitrat disimpan secara sembarangan di gudang pelabuhan selama bertahun-tahun.

Namun, Diab dalam penjelasan singkat kepada wartawan mengatakan laporan badan intelijen domestik AS, yang membantu Lebanon dalam penyelidikan tersebut, mengatakan hanya seperempat dari jumlah itu yang meledak.

"Laporan FBI mengungkapkan jumlah yang meledak hanya 500 ton," ujarnya. "Ke mana 2.200 ton (lainnya)?" tambah Diab.

AFP belum bisa memverifikasi isi laporan FBI secara independen.

Hampir lima bulan setelah ledakan itu, tidak banyak penjelasan mengenai keadaan yang menyebabkan bencana terburuk di Lebanon pada masa damai itu. Ledakan itu secara luas dianggap sebagai kelalaian dan korupsi elit penguasa negara itu selama beberapa dekade.

Lambatnya penyelidikan telah memicu kemarahan di dalam negeri dan ketidakpercayaan di antara para donor internasional. Dukungan donor ini sangat dibutuhkan jika Lebanon ingin bertahan dari krisis ekonominya yang paling parah dalam beberapa dekade. [my/jm]

Oleh: VOA Indonesia