![]() |
| Serangan Udara Israel ke Lebanon Selatan Memanas, 14 Rudal Hantam Wilayah Pegunungan dan Permukiman. |
JAKARTA -- Situasi di perbatasan kembali memanas. Pesawat tempur milik Israel dilaporkan meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah selatan Lebanon pada Sabtu malam. Informasi ini disampaikan oleh sumber militer Lebanon kepada kantor berita RIA Novosti.
Menurut sumber tersebut, serangan dilakukan menggunakan rudal berat berpemandu dan menyasar beberapa titik strategis di kawasan selatan. Total tercatat ada 14 serangan yang dilepaskan secara bertahap, sebagian menghantam daerah pegunungan dan area yang berdekatan dengan permukiman warga.
Kantor berita nasional Lebanon, National News Agency (NNA), juga melaporkan adanya gelombang serangan lanjutan yang terjadi di sejumlah lokasi.
Israel Klaim Target Infrastruktur Militer Hizbullah
Melalui pernyataan resmi di platform digital berbahasa Arab, militer Israel menyebut bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer milik kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.
Pihak Israel menilai langkah itu sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayahnya. Namun, di sisi lain, serangan ini kembali memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Lebanon Perketat Kontrol Senjata
Perlu diketahui, pada akhir Agustus 2025, pemerintah Lebanon telah menugaskan militernya untuk memonopoli seluruh persenjataan di dalam negeri sebelum akhir tahun 2025. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat stabilitas keamanan nasional.
Sebagai tindak lanjut, militer Lebanon mulai memperluas pengerahan pasukan di wilayah selatan. Mereka juga melakukan pembongkaran gudang senjata serta menutup terowongan milik Hizbullah, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 27 November 2024.
Namun di tengah upaya tersebut, Israel masih terus melancarkan serangan dan bahkan mengancam akan melakukan operasi militer berskala besar jika Lebanon dianggap tidak memenuhi komitmennya.
Situasi Makin Tegang, Warga Diminta Waspada
Ketegangan yang terus berlanjut ini membuat masyarakat di kawasan perbatasan hidup dalam bayang-bayang ancaman konflik terbuka. Banyak pihak berharap kedua negara dapat menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi.
Bagi Anda yang mengikuti perkembangan konflik Timur Tengah, situasi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kawasan masih sangat rapuh. Pantau terus informasi resmi dan terpercaya agar tidak terjebak kabar simpang siur.
Perkembangan terbaru dari konflik Israel–Lebanon ini diperkirakan masih akan menjadi sorotan dunia dalam beberapa waktu ke depan.
