Berita BorneoTribun: Marau Ketapang hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Marau Ketapang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marau Ketapang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2026

Dapur MBG Yayasan SGL di Marau Distop, Dua Orang Dipecat

Foto banyaknya korban keracunan menu MBG sampai dirawat di halaman Puskesmas Marau Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)
Foto banyaknya korban keracunan menu MBG sampai dirawat di halaman Puskesmas Marau Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)

Ketapang (Borneo Tribun) - Sampai hari Jumat sore ini (06/02/2026), jumlah murid, guru bahkan pengelola dapur yang alami dugaan keracunan imbas mengkonsumsi menu Makan Bergisi Gratis (MBG) di kecamatan Marau sudah sebanyak 370 orang. 

Keracunan massal yang terjadi pada Kamis semalam itu berujung tindakan pemecatan dan pemberhentian sementara operasional dapur MBG yang dikelola yayasan Surya Gizi Lestari (SGL). 

Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Ketapang, Boby Nur Haliandi menyatakan, hal ini sebgai konsekuensi serta atensi khusus penegakan disiplin.

"Kejadian ini menjadi peringatan serius agar pengawasan diperketat dan kualitas tetap terjaga," kata Boby, Jumat sore (06/02/2026) kepada Wartawan di Ketapang. 

Ia menegaskan, dalam pengelolaan dapur MBG, tiga komponen penting memegang peran krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan, yakni kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan dapur.

SPPI menekankan pentingnya peningkatan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan. Selain itu, sarana prasarana dapur serta sistem manajemen. 

"Ketiganya dinilai memegang peran krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan. Bahan baku pangan harus benar-benar diperhatikan dan diawasi ketat sejak awal," katanya.

Ia mengatakan, terhitung sejak Jumat ini (06/02/2026), operasional dapur tersebut juga ditutup sementara waktu hingga proses evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan.

Ke depan, SPPI menekankan pentingnya peningkatan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi mengkonfirmasi penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG tersebut. 

"SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar," katanya, Kamis (05/02/2026).

Dapur MBG ini berlokasi di desa Riam Batu Gading kecamatan Marau kabupaten Ketapang telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat dikelola dibawah yayasan Surya Gizi Lestari (SGL). 

Penulis: Muzahidin.

Imbas Keracunan Massal, Operasional Dapur MBG Yayasan Surya Gizi Lestari Ditutup

kepala BGN Region Kalimantan Barat Agus Kurniawi saat memberikan keterangan Pers beberapa waktu lalu di RSUD Agoesdjam Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)
Kepala BGN Region Kalimantan Barat Agus Kurniawi saat memberikan keterangan Pers beberapa waktu lalu di RSUD Agoesdjam Ketapang. (Borneotribun/Muzahidin)

Ketapang (BorneoTribun) – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari untuk sementara dihentikan hingga penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa siswa dan guru menemukan penyebab pastinya.

Dapur MBG yang berlokasi di Desa Riam Batu Gading, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang ini telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat.

Kepala BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengonfirmasi penutupan sementara SPPG tersebut.

“SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar,” katanya, Kamis (05/02/2026).

Saat ini, pihak MBG bersama SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading fokus melakukan pendataan serta pengobatan terhadap siswa dan guru yang dirawat di Puskesmas Marau. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara.

“Atas nama Kepala MBG Region Kalbar, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, para siswa, dan orang tua yang terdampak. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami ke depan,” ucapnya.

Korban kasus keracunan massal siswa dan guru di SMP Negeri 1, SMA Negeri 1, dan SMK Negeri 1 Kecamatan Marau, Ketapang, pada Kamis (05/02/2026) terus bertambah.

Data awal hingga pukul 16.00 WIB Kamis sore, korban yang dirawat di Puskesmas setempat tercatat sebanyak 162 orang. Namun hingga pukul 20.00 WIB, berdasarkan informasi dari perangkat desa di Marau, jumlah tersebut meningkat menjadi 227 orang.

Kasus keracunan massal ini diduga terjadi setelah siswa dan guru mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding. Menu perkedel tahu diduga menjadi sumber permasalahan.

Penulis: Muzahidin

@borneotribun.com Imbas Keracunan Massal Dapur MBG Resmi Ditutup? Ketapang (Borneo Tribun) – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari untuk sementara dihentikan hingga penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa siswa dan guru menemukan penyebab pastinya. Dapur MBG yang berlokasi di Desa Riam Batu Gading, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang ini telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat. Kepala BGN Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengonfirmasi penutupan sementara SPPG tersebut. “SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar,” katanya, Kamis (05/02/2026). Reporter: Muzahidin Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@BorneoTribuncom https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #beritaviral #keracunanmassal #ketapang #beritatiktok #mbg ♬ suara asli - Borneotribun