Berita BorneoTribun: Marc Marquez hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Marc Marquez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marc Marquez. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Marc Marquez Kecelakaan di US GP, Crash 190Km/h Bikin Panik Fans

Marc Marquez alami crash 190Km/h di US GP, cedera leher dan punggung, tapi tetap catatkan lap cepat. Simak update lengkapnya di MotoGP COTA 2026.
Marc Marquez alami crash 190Km/h di US GP, cedera leher dan punggung, tapi tetap catatkan lap cepat. Simak update lengkapnya di MotoGP COTA 2026.

Pontianak – Minggu lalu, pembalap juara dunia, Marc Marquez, mengalami kecelakaan serius di US MotoGP saat hanya berada di lap keempat. Kejadian ini terjadi di Circuit of The Americas (COTA) dengan kecepatan mencapai 190 km/jam.

Dalam pernyataannya ke MotoGP.com, Marquez mengaku kesalahan terjadi karena terlalu percaya diri dengan kondisi lintasan yang berubah-ubah setiap tahunnya.

“Bukan cara terbaik untuk memulai,” ujar Marquez. “Aku terlalu percaya pada lintasan, motor, dan diriku sendiri. Harusnya aku mulai lebih hati-hati di sirkuit seperti ini.”

Kecelakaan itu menyebabkan Marquez merasakan nyeri pada leher dan punggungnya. Meski demikian, dengan tangan kiri masih dibalut perban, ia kembali ke lintasan untuk sesi latihan bebas (FP1) terakhir dan berhasil mencatatkan lap tercepat keempat.

Sesi latihan siang hari sempat menjadi tantangan karena lintasan licin membuat sepuluh pembalap lain terjatuh. Marquez, dengan lebih hati-hati, fokus menggunakan ban medium bekas dan akhirnya bersaing memperebutkan posisi tercepat bersama rekan satu tim Ducati, Fabio di Giannantonio, dan pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, yang berhasil mengamankan posisi kedua di sesi tersebut.

“Setelah crash pagi, aku lebih tenang di sesi sore,” jelas Marquez. “Melihat banyak bendera kuning, aku sadar lintasan lebih licin dan ban depan mudah selip. Perlahan, aku kembali dapat feeling normal dan puas dengan hari ini.”

Marquez menyebut suhu lintasan yang lebih dingin di hari berikutnya akan mempengaruhi perilaku motor, sehingga strategi balapan akan disesuaikan. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, finis di posisi kedelapan dan memastikan akses langsung ke Qualifying 2.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa meski berpengalaman, setiap sirkuit membawa tantangan baru, dan kehati-hatian tetap menjadi kunci.

FAQ

Q1: Apa penyebab kecelakaan Marc Marquez di US GP 2026?
A1: Kecelakaan terjadi karena Marquez terlalu percaya diri dengan lintasan COTA yang memiliki bump berbeda dari tahun sebelumnya.

Q2: Apakah Marquez bisa melanjutkan balapan setelah crash?
A2: Ya, meski cedera pada leher dan punggung, Marquez tetap bisa balapan setelah sesi FP1 sore.

Q3: Siapa pembalap tercepat di sesi latihan sore US GP 2026?
A3: Marc Marquez sempat berada di posisi teratas bersama Fabio di Giannantonio dan Ai Ogura.

Q4: Bagaimana kondisi lintasan COTA mempengaruhi balapan?
A4: Lintasan COTA yang berubah setiap tahun, termasuk bump baru dan suhu dingin, mempengaruhi perilaku motor dan strategi pembalap.

Marc Marquez Tercepat di Latihan Bebas US GP Meski Alami Kecelakaan Seram

Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.
Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.

JAKARTA -- Marc Marquez, sang juara dunia MotoGP, kembali bikin geger di United States Grand Prix (COTA). Meski sempat mengalami kecelakaan menegangkan di sesi FP1, rider pabrikan Ducati ini berhasil bangkit dan menutup hari sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas.

Pada Jumat pagi, Marc Marquez mengalami highside dengan kecepatan 190 km/jam. Beruntung, ia hanya menderita memar di tangan dan bisa melanjutkan sesi latihan. Awal latihan bebas penuh drama, karena enam lap pertamanya dibatalkan akibat bendera kuning. 

Namun, Marc menunjukkan performa luar biasa di GP26-nya, mencatatkan waktu 2m00.927s dengan ban soft di menit-menit terakhir, menjadikannya yang tercepat hari itu.

Sesi satu jam itu sendiri dipenuhi kecelakaan: Fabio Di Giannantonio, Jorge Martin, Enea Bastianini, Franco Morbidelli, Pedro Acosta, dan Ai Ogura semuanya jatuh dalam 10 menit pertama. Total sembilan pembalap terjatuh saat suhu lintasan meningkat di sore hari.

Ai Ogura sempat diperiksa karena kecelakaan saat bendera kuning berkibar, tapi tidak ada sanksi lanjutan. Ogura justru finis kedua dengan 2m00.980s, sementara Di Giannantonio melengkapi podium tiga tercepat.

Pimpinan klasemen sementara Marco Bezzecchi finis keempat, diikuti Alex Marquez di posisi kelima meski sempat jatuh. Pedro Acosta berada di urutan keenam, diikuti Jorge Martin ketujuh. Pecco Bagnaia sempat tertinggal, tapi berhasil naik ke posisi kedelapan menjelang akhir sesi.

Rider Honda Luca Marini mengalami momen menegangkan di waktu terakhirnya, sementara Enea Bastianini dari Tech3 KTM berada di urutan kesembilan. Joan Mir hampir lolos ke Q2 dan akan bersaing di Q1 bersama Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez.

Fabio Quartararo menjadi Yamaha tercepat di posisi 15, sedangkan Alex Rins tertinggal 2,1 detik dari Marc Marquez. Toprak Razgatlioglu dari Pramac mengalami kecelakaan dan menutup latihan di posisi 18.

Kejadian ini menegaskan bahwa MotoGP selalu penuh drama, bahkan untuk juara dunia seperti Marc Marquez. Dengan performa luar biasa di FP2, Marc siap kembali bersaing sengit di COTA untuk perebutan posisi pole dan podium.

Marc Marquez Alami Cedera Tangan Kiri dan Lengan Kanan di FP1 MotoGP AS

Marc Marquez alami cedera lengan kanan dan tangan kiri di FP1 MotoGP AS 2026, namun kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap Ducati.
Marc Marquez alami cedera lengan kanan dan tangan kiri di FP1 MotoGP AS 2026, namun kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap Ducati.

Pontianak, 28 Maret 2026 – Tim manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa Marc Marquez mengalami benturan cukup keras pada lengan kanan dan tangan kiri saat kecelakaan di kecepatan 190 km/jam pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Amerika Serikat, Jumat lalu.

Kecelakaan terjadi di Turn 10 Circuit of the Americas (COTA) dalam 10 menit awal FP1. Marquez kehilangan kontrol bagian depan Desmosedici GP26 saat ban belakang sempat tergelincir, membuatnya meluncur ke gravel dan menabrak barrier pelindung.

Meski sempat lambat berdiri, Marquez akhirnya bisa berjalan sendiri dengan melepas sarung tangan kiri. Pebalap asal Spanyol ini memilih kembali ke pit Ducati menggunakan skuter alih-alih ke pusat medis, dan setelah mengganti baju balap serta mendapat perban di tangan kiri, Marquez kembali ke lintasan untuk 10 menit terakhir FP1.

Dalam sembilan lap, ia berhasil mencatat waktu tercepat keempat, hanya tertinggal 0,378 detik dari Pedro Acosta (KTM). Sementara itu, pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia), memulai FP1 di posisi kesembilan dan tetap menggunakan ban yang sama sepanjang sesi.

Marquez adalah juara MotoGP COTA tujuh kali, dengan kemenangan terakhir pada 2021. Saat ini ia berada di posisi kelima klasemen dunia, tertinggal 22 poin dari Bezzecchi, dan sebelumnya sempat mengalami masalah pada velg saat seri pembuka di Thailand.

Beberapa pebalap lain juga sempat kehilangan kontrol di Turn 10, namun berhasil tetap di atas motor. Sesi latihan sore akan dimulai pukul 15.00 waktu setempat (20.00 WIB).

FAQ

1. Apa penyebab kecelakaan Marc Marquez di FP1 MotoGP AS 2026?
Marquez kehilangan kontrol motor Desmosedici GP26 di Turn 10 setelah ban belakang tergelincir.

2. Bagaimana kondisi Marc Marquez setelah kecelakaan?
Marquez mengalami benturan di lengan kanan dan tangan kiri, namun bisa kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap.

3. Siapa yang tercepat di FP1 MotoGP AS 2026?
Pebalap KTM, Pedro Acosta, mencatat waktu tercepat FP1.

4. Apa posisi Marc Marquez di klasemen sementara?
Marquez saat ini berada di posisi kelima, tertinggal 22 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.

Senin, 23 Maret 2026

Duo Aprilia Pimpin Klasemen MotoGP 2026 Setelah Finish 1-2 di Brasil

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen MotoGP 2026 usai GP Brasil. Bezzecchi menang keempat kali, Martin podium kedua, Pedro Acosta turun ke posisi tiga.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen MotoGP 2026 usai GP Brasil. Bezzecchi menang keempat kali, Martin podium kedua, Pedro Acosta turun ke posisi tiga.

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Bikin Heboh Klasemen MotoGP 2026

Jakarta – MotoGP Brasil 2026 menghadirkan drama seru di lintasan Interlagos! Marco Bezzecchi berhasil meraih kemenangan keempatnya secara beruntun, sementara rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, ikut meraih podium kedua. Kombinasi apik ini langsung membuat duo Aprilia mendominasi puncak klasemen sementara MotoGP 2026.

Bezzecchi kini memimpin dengan 56 poin, unggul 11 poin dari Martin yang menikmati hasil terbaiknya bersama Aprilia RS-GP26. Sementara itu, mantan pemimpin klasemen Pedro Acosta harus turun ke posisi ketiga dengan 42 poin.

Tak kalah menarik, Fabio di Giannantonio dari VR46 naik tiga peringkat dan menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keempat. Sedangkan juara bertahan Marc Marquez tertinggal 22 poin dari puncak jelang balapan berikutnya di COTA.

Gresini juga mencatat pencapaian positif. Alex Marquez dan Fermin Aldeguer berhasil meraih poin pertama mereka musim ini di Brasil. Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi 11, sementara Fabio Quartararo (Yamaha) harus puas turun ke posisi 16 setelah sprint heroics-nya tidak diikuti poin di balapan utama.

Klasemen Sementara MotoGP 2026 – Setelah GP Brasil:

PosRiderTeamPointsDiff
1Marco BezzecchiAprilia Racing56-
2Jorge MartinAprilia Racing45-11
3Pedro AcostaRed Bull KTM42-14
4Fabio di GiannantonioVR46 Ducati37-19
5Marc MarquezDucati Lenovo34-22
6Ai OguraTrackhouse Aprilia33-23
7Raul FernandezTrackhouse Aprilia29-27
8Alex MarquezGresini Ducati13-43
9Brad BinderRed Bull KTM13-43
10Franco MorbidelliVR46 Ducati12-44
11Johann ZarcoCastrol Honda LCR12-44
12Luca MariniHonda HRC Castrol11-45
13Francesco BagnaiaDucati Lenovo10-46
14Fermin AldeguerGresini Ducati8-48
15Diogo MoreiraPro Honda LCR6-50
16Fabio QuartararoMonster Yamaha6-50
17Enea BastianiniKTM Tech35-51
18Alex RinsMonster Yamaha3-53
19Joan MirHonda HRC Castrol3-53

Legenda:
^X = Pembalap naik X posisi,
˅X = Pembalap turun X posisi,
= = Posisi tetap,

FAQ MotoGP 2026 – GP Brasil

Q: Siapa pembalap yang memimpin klasemen MotoGP 2026 saat ini?
A: Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan 56 poin, diikuti rekan setimnya Jorge Martin.

Q: Bagaimana performa pembalap Ducati di GP Brasil?
A: Fabio di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi 4, sementara Marc Marquez di posisi 5.

Q: Siapa rookie yang mencetak poin di GP Brasil?
A: Diogo Moreira dan Fermin Aldeguer berhasil meraih poin pertama mereka musim ini.

Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Menang, Marquez Gagal Podium

Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Brasil 2026 dan memperkuat dominasi Aprilia, sementara Marc Marquez gagal podium usai kesalahan di lap akhir.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Brasil 2026 dan memperkuat dominasi Aprilia, sementara Marc Marquez gagal podium usai kesalahan di lap akhir.

Goiania, Brasil – Pembalap Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing kembali menunjukkan performa luar biasa dengan menjuarai MotoGP Brasil 2026 yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Senin dini hari WIB.

Bezzecchi sukses finis tercepat dengan waktu 30 menit 19,760 detik, melanjutkan tren positifnya setelah menang di seri pembuka Thailand pekan lalu. Kemenangan ini makin mengukuhkan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia musim ini.

Di posisi kedua, Jorge Martin dari Prima Pramac Racing finis dengan selisih 3,231 detik. Sementara podium ketiga diamankan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team dengan gap 3,780 detik.

Juara bertahan Marc Marquez harus puas di posisi keempat setelah melakukan kesalahan di lap akhir saat duel sengit memperebutkan podium dengan Di Giannantonio.

Sejak start, Bezzecchi langsung tancap gas dari posisi pole dan memimpin balapan. Ia diikuti Di Giannantonio dan Marquez, sementara Martin berada di posisi keempat. Pedro Acosta tampil agresif dengan melesat dari posisi sembilan ke lima.

Memasuki lap kedua, Marquez sempat naik ke posisi dua, tetapi ritme balapan berubah di lap keenam saat Di Giannantonio melakukan manuver agresif. Insiden kecil itu dimanfaatkan Martin untuk naik ke posisi kedua.

Di grup tengah, persaingan juga nggak kalah panas. Alex Marquez sempat naik ke posisi lima sebelum mendapat tekanan dari Ai Ogura.

Di barisan depan, Bezzecchi tetap dominan. Meski Martin sempat memangkas jarak, gap tetap aman hingga garis finis.

Drama terjadi di perebutan posisi ketiga. Marquez sempat unggul, tapi kesalahan di tikungan membuatnya kembali disalip Di Giannantonio.

Balapan juga diwarnai sejumlah insiden. Jack Miller gagal finis akibat crash di tikungan pertama. Disusul Brad Binder, Joan Mir, dan Francesco Bagnaia yang juga terjatuh.

Hasil ini membuat Bezzecchi memimpin klasemen pembalap, sementara Aprilia memuncaki klasemen konstruktor—sebuah start musim yang nyaris sempurna.

📊 Hasil Lengkap MotoGP Brasil 2026

  1. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) – 30:19,760

  2. Jorge Martin (Aprilia Racing) +3,231

  3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Racing) +3,780

  4. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) +4,089

  5. Ai Ogura (Trackhouse MotoGP) +8,403

  6. Alex Marquez (Gresini Racing) +8,918

  7. Pedro Acosta (KTM Factory) +10,687

  8. Fermin Aldeguer (Gresini Racing) +11,359

  9. Johann Zarco (LCR Honda) +12,907

  10. Raul Fernandez (Trackhouse) +16,370

❓ FAQ (Pertanyaan Populer)

1. Siapa pemenang MotoGP Brasil 2026?
Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.

2. Berapa selisih kemenangan Bezzecchi?
Ia unggul 3,231 detik dari Jorge Martin.

3. Kenapa Marc Marquez gagal podium?
Karena kesalahan di lap akhir saat duel dengan Di Giannantonio.

4. Apakah Aprilia memimpin klasemen?
Ya, Aprilia memimpin klasemen konstruktor.

5. Siapa saja pembalap yang crash?
Jack Miller, Brad Binder, Joan Mir, dan Francesco Bagnaia.

Minggu, 22 Maret 2026

Hasil Sprint Brasil 2026, Marquez Menang Acosta Masih Memimpin

Klasemen MotoGP 2026 usai Sprint Brasil: Pedro Acosta masih memimpin, Marc Marquez bangkit, dan persaingan gelar makin ketat.
Klasemen MotoGP 2026 usai Sprint Brasil: Pedro Acosta masih memimpin, Marc Marquez bangkit, dan persaingan gelar makin ketat.

JAKARTA -- Balapan Sprint MotoGP Brasil 2026 di Goiania menghadirkan drama dan perubahan penting di papan klasemen sementara. Meski finis di posisi kesembilan, Pedro Acosta masih mampu mempertahankan posisi puncak klasemen dunia MotoGP 2026.

Pebalap Red Bull KTM tersebut kini mengoleksi 33 poin, hanya unggul tipis dua angka dari Marco Bezzecchi yang terus menempel ketat di posisi kedua dengan 31 poin.

Sprint race yang sempat tertunda ini jadi momen krusial bagi banyak pebalap, termasuk Jorge Martin yang tampil impresif dan berhasil mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan rekan setimnya.

Marc Marquez Mulai Bangkit, Persaingan Makin Ketat

Salah satu sorotan utama datang dari Marc Marquez. Juara bertahan ini akhirnya meraih kemenangan pertamanya musim ini dan langsung naik dua posisi di klasemen.

Kini Marquez mengoleksi 21 poin, jumlah yang sama dengan Fabio di Giannantonio. Kebangkitan ini jadi sinyal kuat bahwa persaingan gelar belum bisa ditebak.

Di sisi lain, Raul Fernandez justru harus turun satu posisi ke peringkat keempat dengan 23 poin, sementara Ai Ogura tetap stabil di posisi kelima.

Yamaha Mulai Tunjukkan Taji

Kabar positif datang dari kubu Yamaha. Fabio Quartararo mencatat peningkatan signifikan setelah finis di posisi keenam hasil terbaik Yamaha musim ini sejauh ini.

Tambahan poin tersebut membuat Quartararo melonjak lima posisi ke peringkat 11 klasemen dengan total 6 poin.

Alex Marquez Akhirnya Pecah Telur

Setelah beberapa seri tanpa poin, Alex Marquez akhirnya membuka rekening poin musim ini dengan finis di posisi ketujuh. Ia kini mengoleksi 3 poin dan berada di posisi ke-15 klasemen.

Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Sprint Brasil

Berikut 10 besar klasemen sementara:

  1. Pedro Acosta – 33 poin

  2. Marco Bezzecchi – 31 poin (-2)

  3. Jorge Martin – 25 poin (-8)

  4. Raul Fernandez – 23 poin (-10)

  5. Ai Ogura – 22 poin (-11)

  6. Marc Marquez – 21 poin (-12)

  7. Fabio di Giannantonio – 21 poin (-12)

  8. Brad Binder – 13 poin (-20)

  9. Francesco Bagnaia – 10 poin (-23)

  10. Franco Morbidelli – 8 poin (-25)

Persaingan Gelar Makin Sulit Diprediksi

Dengan selisih poin yang sangat tipis di papan atas, MotoGP 2026 dipastikan bakal jadi salah satu musim paling kompetitif. Acosta memang masih memimpin, tapi tekanan dari Bezzecchi, Martin, hingga Marquez makin terasa.

Sprint Brasil ini seakan jadi turning point awal musim—di mana momentum mulai bergeser dan peta kekuatan berubah.

Kalau tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin klasemen akan terus berganti di tiap seri berikutnya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Siapa pemimpin klasemen MotoGP 2026 saat ini?
Pedro Acosta masih memimpin dengan 33 poin.

2. Berapa selisih poin Acosta dengan posisi kedua?
Selisihnya hanya 2 poin dari Marco Bezzecchi.

3. Siapa pemenang Sprint Race Brasil 2026?
Marc Marquez meraih kemenangan pertamanya musim ini.

4. Apakah Yamaha sudah kompetitif di 2026?
Mulai menunjukkan peningkatan, terutama lewat Fabio Quartararo.

5. Apakah persaingan gelar sudah terlihat jelas?
Belum, karena selisih poin sangat tipis dan masih terbuka lebar.

Senin, 09 Maret 2026

Marc Marquez Belum Pikirkan Jadi Pemilik Tim MotoGP Setelah Pensiun

Marc Marquez menegaskan MotoGP akan tetap menjadi bagian hidupnya setelah pensiun, namun ia belum mempertimbangkan menjadi pemilik tim balap di masa depan.
Marc Marquez menegaskan MotoGP akan tetap menjadi bagian hidupnya setelah pensiun, namun ia belum mempertimbangkan menjadi pemilik tim balap di masa depan.

JAKARTA - Marc Marquez menegaskan bahwa dunia MotoGP akan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya setelah pensiun dari balapan. Meski begitu, juara bertahan tersebut mengaku belum memikirkan kemungkinan menjadi pemilik tim di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Marquez saat menghadapi pembukaan musim di Sirkuit Chang International Circuit, yang menjadi tuan rumah seri pembuka MotoGP Thailand. Saat ditanya mengenai rencana setelah karier balapnya berakhir, Marc Marquez menegaskan fokusnya saat ini masih sepenuhnya tertuju pada balapan.

Ia mengatakan kehidupan seorang pembalap sepenuhnya didedikasikan untuk mengendarai motor dan meraih hasil terbaik di lintasan. Karena itu, ia belum memikirkan langkah bisnis seperti memiliki tim balap sendiri.

“Untuk saat ini tidak, karena saya sepenuhnya fokus untuk balapan,” kata Marquez. “Jika Anda seorang pembalap, hidup Anda sepenuhnya fokus pada balapan.”

Spekulasi Kepemilikan Tim Di Era Liberty Media

Spekulasi mengenai pembalap atau figur terkenal yang membeli tim MotoGP semakin ramai sejak era baru kepemilikan oleh Liberty Media. Perusahaan yang juga mengelola Formula One itu disebut ingin memperluas daya tarik komersial MotoGP.

Sejumlah nama besar dari Formula 1 bahkan dikaitkan dengan potensi investasi di MotoGP, termasuk Lewis Hamilton dan Max Verstappen.

Namun hingga saat ini, perubahan kepemilikan tim yang benar-benar terjadi baru menimpa Tech3. Tim tersebut dijual kepada konsorsium yang dipimpin mantan bos tim F1 Guenther Steiner.

Masa Depan Marquez Setelah Pensiun

Meski belum memikirkan kepemilikan tim, Marquez tidak menutup kemungkinan tetap terlibat dalam MotoGP setelah gantung helm. Ia menegaskan kecintaannya terhadap motor dan dunia balap sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

“Suatu saat saya akan mengakhiri karier, cepat atau lambat, dan setelah itu saya akan memutuskan,” ujarnya. “Namun saya tahu MotoGP dan sepeda motor adalah bagian dari hidup saya dan akan tetap begitu.”

Di MotoGP sendiri, beberapa tim memang dimiliki mantan pembalap. Tim VR46 Racing Team dimiliki oleh legenda balap Valentino Rossi, sementara LCR Honda dimiliki oleh mantan pembalap Lucio Cecchinello.

Selain itu, tim Gresini Racing yang pernah diperkuat Marquez bersama adiknya pada 2024 didirikan oleh almarhum Fausto Gresini dan kini dimiliki oleh istrinya, Nadia Padovani.

Pernyataan Marc Marquez menunjukkan bahwa fokus utamanya saat ini tetap pada persaingan di lintasan MotoGP. Meski peluang terlibat dalam kepemilikan tim terbuka di masa depan, keputusan tersebut baru akan dipertimbangkan setelah karier balapnya benar-benar berakhir.

Jadwal Lengkap MotoGP Brasil 2026 Di Goiania, Race Digelar Dini Hari

Jadwal lengkap MotoGP Brasil 2026 di Goiania pada 20–23 Maret 2026. Simak jadwal sprint race, kualifikasi, dan balapan utama MotoGP yang digelar dini hari WIB.
Jadwal lengkap MotoGP Brasil 2026 di Goiania pada 20–23 Maret 2026. Simak jadwal sprint race, kualifikasi, dan balapan utama MotoGP yang digelar dini hari WIB.

JAKARTA - MotoGP kembali menghadirkan seri menarik pada musim 2026 dengan digelarnya MotoGP Brasil di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiania. Balapan ini menjadi momen bersejarah karena ajang MotoGP kembali digelar di Brasil setelah lebih dari dua dekade absen.

Seri MotoGP Brasil 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Maret 2026. Para penggemar balap di Indonesia perlu memperhatikan jadwal dengan cermat karena sebagian sesi berlangsung malam hingga dini hari waktu Indonesia Barat.

Sejumlah pembalap diprediksi tampil kompetitif pada seri ini setelah menunjukkan performa menjanjikan di balapan pembuka musim di Buriram, Bangkok.

Persaingan Tim Semakin Ketat

Pada awal musim 2026, Aprilia dan KTM menjadi dua tim yang cukup mencuri perhatian. Kedua tim tersebut mampu menunjukkan performa kompetitif sejak seri pertama.

Beberapa pembalap seperti Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Pedro Acosta tampil impresif dan berpotensi kembali bersaing di Brasil. Ketiganya dinilai mampu memberikan tekanan kepada tim-tim besar lainnya.

Namun Ducati diprediksi tetap menjadi ancaman kuat. Marc Marquez yang membela tim tersebut juga berpeluang tampil lebih agresif setelah hasil yang belum maksimal pada seri pembuka.

Pembalap berjuluk The Baby Alien itu diperkirakan akan berusaha menebus kesalahan sebelumnya dan tampil lebih kompetitif di lintasan Goiania.

Jadwal MotoGP Brasil 2026

Berikut jadwal lengkap MotoGP Brasil 2026 (WIB):

Jumat, 20 Maret 2026

19.00–19.45 WIB – Moto3 Free Practice 1
20.00–20.50 WIB – Moto2 Free Practice 1
21.05–22.05 WIB – MotoGP Free Practice 1
23.15–00.00 WIB – Moto3 Practice

Sabtu, 21 Maret 2026

00.15–01.05 WIB – Moto2 Practice
01.20–02.35 WIB – MotoGP Practice
18.40–19.10 WIB – Moto3 Free Practice 2
19.25–19.55 WIB – Moto2 Free Practice 2
20.10–20.40 WIB – MotoGP Free Practice 2
20.50–21.05 WIB – MotoGP Qualifying 1
21.15–21.30 WIB – MotoGP Qualifying 2
22.45–23.00 WIB – Moto3 Qualifying 1
23.10–23.25 WIB – Moto3 Qualifying 2
23.40–23.55 WIB – Moto2 Qualifying 1

Minggu, 22 Maret 2026

00.05–00.20 WIB – Moto2 Qualifying 2
01.00 WIB – MotoGP Sprint Race (15 Lap)
20.40–20.50 WIB – MotoGP Warm Up
22.00 WIB – Moto3 Race (24 Lap)
23.15 WIB – Moto2 Race (26 Lap)

Senin, 23 Maret 2026

01.00 WIB – MotoGP Grand Prix (31 Lap)

Balapan Utama Digelar Dini Hari

Berbeda dengan seri yang digelar di Asia atau Eropa, balapan MotoGP di benua Amerika umumnya berlangsung pada malam hari waktu setempat. Hal ini membuat penonton di Indonesia harus menyaksikan balapan utama pada dini hari.

Race utama MotoGP Brasil 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 01.00 WIB dengan total 31 lap.

Kembalinya MotoGP ke Brasil menjadi salah satu sorotan pada kalender MotoGP 2026. Dengan persaingan ketat antara tim-tim papan atas serta performa para pembalap muda yang semakin kompetitif, seri Goiania diperkirakan akan menghadirkan balapan yang menarik untuk disaksikan.

Jumat, 19 Desember 2025

Ducati Panigale V4 Marc Marquez Edisi Juara Dunia 2025: Superbike Langka, Tenaga Buas, dan Nuansa MotoGP

Ducati Panigale V4 Marc Marquez Edisi Juara Dunia 2025: Superbike Langka, Tenaga Buas, dan Nuansa MotoGP
Ducati Panigale V4 Marc Marquez Edisi Juara Dunia 2025: Superbike Langka, Tenaga Buas, dan Nuansa MotoGP.

JAKARTA - Ducati kembali bikin geger dunia otomotif. Pabrikan asal Italia ini resmi memperkenalkan Ducati Panigale V4 Marc Marquez Replica, motor edisi terbatas yang dibuat khusus untuk merayakan gelar Juara Dunia MotoGP 2025 yang diraih Marc Marquez.

Motor ini bukan sekadar Panigale V4 biasa. Ducati hanya memproduksi 293 unit di seluruh dunia, menjadikannya salah satu superbike paling langka dan eksklusif saat ini.

Desain Khusus dan Tanda Tangan Asli Marc Marquez

Sejak pandangan pertama, aura MotoGP langsung terasa. Panigale V4 edisi Marc Marquez hadir dengan livery eksklusif, lengkap dengan tanda tangan asli Marc Marquez di bagian cover tangki. Tanda tangan ini dilapisi cat transparan agar tetap awet dan autentik.

Menariknya, setiap pemilik motor ini juga akan mendapatkan undangan pengalaman khusus bersama Marc Marquez, baik di salah satu seri MotoGP musim 2026 atau di ajang World Ducati Week 2026. Bukan sekadar beli motor, tapi juga beli pengalaman langka.

Aerodinamika MotoGP, Tikungan Lebih Cepat

Ducati membekali motor ini dengan sidepod aerodinamika bergaya Desmosedici, teknologi yang langsung terinspirasi dari motor MotoGP. Menurut Ducati, desain ini membantu motor lebih stabil dan cepat saat melibas tikungan.

Tenaga Meningkat, Sensasi Balap Maksimal

Soal performa, Ducati tidak main-main. Panigale V4 Marc Marquez Replica menggunakan knalpot Akrapovič homologasi dengan mapping khusus yang membuat tenaganya naik hingga 218,5 horsepower.

Tak ketinggalan, kopling kering STM-EVO SBK dipasang untuk menghadirkan sensasi balap yang lebih responsif, cocok bagi pengendara yang ingin merasakan feel motor sirkuit di jalanan.

Material Premium dari Aluminium hingga Serat Karbon

Motor ini dipenuhi komponen kelas atas. Mulai dari billet aluminium pada segitiga kemudi bernomor, footstep yang bisa disetel, hingga tutup tangki bahan bakar.

Penggunaan serat karbon juga sangat masif, meliputi velg, spakbor belakang, pelindung rantai, pelindung tumit, pelindung swingarm, cover alternator, saluran pendingin rem depan, hingga cover kopling kering terbuka. Ringan, kuat, dan terlihat sangat racing.

Sistem Rem Brembo Kelas Dunia

Urusan pengereman, Ducati mempercayakan pada Brembo Pro+ system. Motor ini menggunakan cakram besar 338,5 mm T-Drive yang dipadukan dengan kaliper GP4 Sport Production berbahan billet aluminium dengan finishing titanium. Master rem Brembo MCS 19.21 dengan pengaturan jarak jauh melengkapi paket premium ini.

Spesifikasi Utama Ducati Panigale V4 Marc Marquez Replica

  • Kapasitas mesin: 1.103 cc

  • Tenaga maksimum: 218,5 hp pada 13.500 rpm

  • Torsi maksimum: 122,1 Nm pada 11.250 rpm

  • Berat basah tanpa bahan bakar: 186,5 kg

  • Tinggi jok: 850 mm

  • Interval setel klep: 24.000 km

Harga Masih Dirahasiakan

Hingga saat ini, Ducati belum mengumumkan harga resmi Panigale V4 Marc Marquez Replica. Bagi yang berminat, Ducati menyarankan calon pembeli untuk menghubungi dealer terdekat atau langsung mengunjungi situs resmi Ducati.

Satu hal yang pasti, motor ini bukan sekadar alat transportasi. Ducati Panigale V4 Marc Marquez Replica adalah simbol kemenangan, prestise, dan mimpi para penggemar MotoGP yang ingin membawa nuansa sirkuit ke garasi pribadi mereka.

Kamis, 16 Oktober 2025

Cedera Serius Marc Marquez: Dokter Tegaskan Sang Juara Dunia Baru Bisa Balapan Lagi di Valencia

Cedera Serius Marc Marquez: Dokter Tegaskan Sang Juara Dunia Baru Bisa Balapan Lagi di Valencia

JAKARTA - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia MotoGP. Sang juara dunia Marc Marquez dipastikan tidak akan turun di lintasan hingga seri terakhir musim ini di Valencia, menyusul cedera parah pada bahu kanannya.

Menurut keterangan resmi dari Dr. Ángel Charte, kepala tim medis MotoGP, peluang Marquez untuk kembali balapan lebih cepat dari jadwal sangat kecil. 

Hal ini dikarenakan kondisi cedera yang cukup kompleks dan membutuhkan waktu pemulihan yang panjang agar tidak menimbulkan efek jangka panjang.

Cedera Akibat Insiden di Grand Prix Indonesia

Insiden terjadi di lap pertama MotoGP Indonesia ketika motor Marquez terlibat tabrakan dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Akibat kecelakaan itu, Marquez mengalami patah tulang dan kerusakan ligamen di bahu kanan.

Awalnya, tim medis sempat memutuskan bahwa operasi tidak diperlukan. Namun setelah pemeriksaan lanjutan di Clinica Ruber Internacional, Madrid, dokter Roger de Ona dan timnya menilai cedera tersebut tidak stabil dan membutuhkan tindakan operasi.

“Marc sudah menjalani operasi dengan sukses dan diizinkan pulang setelah 24 jam. Sekarang dia memasuki masa istirahat total sebelum nanti memulai tahap pemulihan,” ujar Dr. Charte kepada DAZN Spanyol di sela MotoGP Australia, Kamis lalu.

Absen dari Beberapa Seri Penting

Dengan kondisi saat ini, Marquez dipastikan absen di MotoGP Australia dan Malaysia, serta kemungkinan besar tidak bisa tampil di Portugal awal bulan depan.

“Cedera seperti ini tidak boleh dipaksakan. Kalau tidak ditangani dengan sabar dan hati-hati, bisa berdampak permanen,” tambah Dr. Charte.

Sementara itu, dokter spesialis olahraga ternama Dr. Pedro Luis Ripoll juga menyebut bahwa Marquez membutuhkan setidaknya 16 minggu untuk pulih sepenuhnya. Artinya, waktu pemulihannya bisa melampaui akhir musim balap tahun ini.

Fokus pada Pemulihan, Bukan Kejar Balapan

Menariknya, Marquez sendiri tampak lebih berhati-hati kali ini. Ia mengaku akan memprioritaskan kesembuhan total ketimbang memaksakan diri turun ke lintasan seperti yang pernah ia lakukan di masa lalu.

Apalagi, gelar juara dunia sudah aman di tangannya, sehingga tidak ada alasan untuk mengambil risiko lebih besar. Sampai saat ini, belum jelas apakah Marquez akan ikut dalam tes pasca-balapan Valencia.

Ducati Panggil Michele Pirro Sebagai Pengganti

Sebagai langkah darurat, Ducati memutuskan untuk menurunkan Michele Pirro, pembalap uji mereka, untuk menggantikan Marquez di seri Australia. 

Namun, belum ada konfirmasi resmi siapa yang akan menjadi pengganti di MotoGP Malaysia pekan depan.

Di sisi lain, Marco Bezzecchi yang menjadi penyebab insiden di Mandalika telah dijatuhi hukuman double long lap penalty sebagai bentuk sanksi atas kejadian tersebut.

Dengan jadwal pemulihan yang cukup panjang dan risiko cedera kambuh, keputusan tim medis untuk menunda kembalinya Marquez ke lintasan tampaknya menjadi pilihan yang paling bijak. 

Para penggemar mungkin harus bersabar menunggu aksi Marc Marquez kembali di MotoGP Valencia, yang kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya musim ini.

Rabu, 15 Oktober 2025

Alberto Puig Puji Kehebatan Marc Marquez: “Ducati Beruntung Punya Pembalap Sekuat Dia”

Alberto Puig Puji Kehebatan Marc Marquez: “Ducati Beruntung Punya Pembalap Sekuat Dia”

JAKARTA - Bos tim Honda MotoGP, Alberto Puig, mengungkapkan bahwa Ducati sangat beruntung memiliki Marc Marquez sebagai pembalapnya di musim 2025. Menurutnya, performa luar biasa Marquez membuat pabrikan asal Italia itu menikmati musim yang begitu dominan.

Di usia 32 tahun, Marc Marquez berhasil memenangkan 11 balapan Grand Prix dan 14 sprint race, menjadikannya juara dunia MotoGP 2025 dengan keunggulan yang tak terkejar bahkan lima seri sebelum musim berakhir di Grand Prix Jepang.

Kemenangan ini menjadi gelar dunia ketujuh bagi Marquez sekaligus gelar pertama dalam enam tahun terakhir sejak 2019. Bagi Ducati, pencapaian tersebut juga menjadi gelar keempat dalam sejarah mereka di ajang MotoGP.

Meski begitu, Puig menilai dominasi Marquez bukan semata karena motor Ducati yang hebat. 

Ia menilai motor pabrikan Ducati GP25 sebenarnya tidak menunjukkan peningkatan besar dibanding musim sebelumnya, terlihat dari kesulitan Pecco Bagnaia beradaptasi sepanjang musim.

Puig yang pernah bekerja sama erat dengan Marquez di Honda—dan mengantarnya meraih enam gelar dunia mengaku sangat menghormati perjuangan sang pembalap setelah mengalami cedera berat sejak 2020.

“Tidak ada yang lebih pantas mendapatkan gelar juara selain Marc,” ujar Puig dalam wawancara di situs resmi MotoGP.

 “Setelah semua rasa sakit, penderitaan, dan perjuangan yang dia alami, dia memilih jalannya sendiri dan terbukti itu adalah keputusan yang tepat.”

Puig juga menambahkan bahwa keputusan Marquez meninggalkan Honda pada 2023 dan bergabung dengan tim satelit Ducati pada 2024 adalah langkah yang sangat tepat.

“Dia membuktikan keputusannya benar. Dan bisa dibilang Ducati juga beruntung memiliki dia yang mampu memenangkan begitu banyak balapan,” tambah Puig.

Musim 2025 Marquez banyak dibandingkan dengan tahun 2019, ketika ia menorehkan 12 kemenangan dan hampir selalu naik podium bersama motor Honda yang kala itu dianggap kurang kompetitif.

Menurut Puig, “kombinasi antara motor dan pembalap di tahun 2019 luar biasa itulah sebabnya ia begitu sulit dikalahkan.”

Namun sayangnya, Marquez akan absen di dua seri berikutnya Australia dan Malaysia akibat cedera bahu yang dideritanya saat kecelakaan di Grand Prix Indonesia.

Awalnya, tim medis memilih untuk memulihkan cedera itu tanpa operasi, namun setelah evaluasi lanjutan, Marquez menjalani operasi minggu ini.

Kabar baiknya, operasi berjalan sukses, meski hingga kini Ducati belum mengumumkan kapan Marquez akan kembali ke lintasan.

Para penggemar MotoGP pun berharap sang juara dunia tujuh kali itu bisa segera pulih dan kembali menunjukkan dominasinya di sisa musim.

Minggu, 12 Oktober 2025

Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience

Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience
Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience.

Double MotoGP world champion Pecco Bagnaia admitted he was surprised that being Marc Marquez’s teammate at the Ducati factory team in 2025 turned out to be a much more positive experience than he expected.

Marc Marquez made headlines in the rider market last year when he publicly rejected an offer to join the Pramac Ducati team for the 2025 season, insisting that he wanted a full factory bike—either with Gresini or the official Ducati team.

Eventually, Ducati gave in to his demands and signed Marquez to the factory squad, forcing the team to reverse its earlier plan to promote 2024 world champion Jorge Martin.

When Marquez joined Ducati, many expected sparks to fly between him and Bagnaia. But the reality has been quite the opposite.

This season, Bagnaia has struggled to match Marquez’s performance. The six-time MotoGP world champion has been dominant and is on track to secure the 2025 title, while Bagnaia has only managed two Grand Prix victories so far—down from 11 wins last season.

In an interview with Gazzetta dello Sport, Bagnaia dismissed claims that having Marquez as a teammate had affected him psychologically.

“At first, I was a little worried,” Bagnaia said. “He used to say that he liked to mess with his teammates, but instead, it’s been the opposite. It’s actually been very positive. My experience working with him has been really enjoyable.”

Bagnaia also shared a fun moment they had together in Japan after Marquez clinched his seventh world title. “We went to a karaoke bar, drank sake, and had a good time. Marc is one of the strongest riders in history. In recent years, he’s been dominant. You can only learn from someone like him,” he added.

Meanwhile, Marquez will miss the upcoming Australian and Malaysian Grands Prix due to a right shoulder injury sustained in a first-lap crash with Marco Bezzecchi during the Indonesian round. Ducati’s test rider Michele Pirro will fill in for Marquez, though for now, only for the Australian Grand Prix.

Bagnaia seemed to make progress in Japan when he performed strongly on a bike fitted with several GP24 parts that helped him regain lost confidence. However, in Mandalika, he struggled again, dropping down the order and recording two DNFs.

“We tried many things, but for some reason, nothing clicked. It’s been a tough season, but I’m still pushing to find a solution,” Bagnaia admitted.

Although this season hasn’t gone as planned, the good relationship between Ducati’s star riders has become one of MotoGP’s most unexpected storylines. Instead of turning into bitter rivals, Bagnaia and Marquez have shown respect and teamwork both on and off the track.