Berita BorneoTribun: Nusron Wahid hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Nusron Wahid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusron Wahid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2025

Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan

Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan
Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan.

Kalteng - Palangka Raya menjadi saksi komitmen pemerintah dalam membenahi persoalan ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia melalui program Reforma Agraria. 

Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menegaskan bahwa Reforma Agraria merupakan solusi utama untuk memastikan akses tanah yang adil bagi masyarakat. 

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang bersama kepala daerah se Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis 11 Desember 2025. 

Langkah ini diambil karena ketimpangan struktur penguasaan tanah dinilai menjadi akar masalah sosial dan ekonomi yang memicu rasa ketidakadilan di tengah masyarakat terutama di wilayah yang kaya sumber daya alam.

Dalam paparannya Menteri Nusron menjelaskan bahwa rasa ketidakadilan sering muncul ketika masyarakat lokal yang sejak lahir tinggal dan bergantung pada suatu wilayah justru tidak memiliki akses memadai terhadap tanah di sekitarnya. 

Mereka harus menyaksikan lahan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan mereka beralih fungsi menjadi perkebunan besar seperti kebun kelapa sawit yang menghasilkan keuntungan setiap hari. 

Sementara itu masyarakat sekitar tetap hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisi inilah yang menurut Nusron menjadi alasan kuat mengapa Reforma Agraria harus dijalankan secara serius dan konsisten oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Menteri Nusron Reforma Agraria dirancang bukan sekadar membagi tanah tetapi menata ulang struktur penguasaan tanah agar lebih berkeadilan. 

Program ini bertujuan memperkecil jarak sosial dan ekonomi antara masyarakat lokal dengan pelaku usaha besar. 

Dengan penataan yang tepat masyarakat sekitar diharapkan tidak hanya menjadi penonton pembangunan tetapi ikut terlibat dan merasakan manfaatnya secara langsung. 

Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengelola dan memanfaatkan tanah air Indonesia demi kesejahteraan bersama.

Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan Reforma Agraria. 

Secara regulasi Menteri ATR Kepala BPN memiliki kewenangan menetapkan lokasi objek Reforma Agraria. 

Namun penentuan subjek atau masyarakat penerima manfaat menjadi kewenangan kepala daerah mulai dari bupati wali kota hingga gubernur. 

Hal ini karena kepala daerah merupakan Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria di wilayah masing masing. 

Dengan demikian keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi data dan keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat yang benar benar membutuhkan.

Dalam konteks Kalimantan Tengah pelaksanaan Reforma Agraria tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. 

Program ini mencakup 10 kabupaten dan 1 kota dengan sebaran di 26 kecamatan serta 38 desa dan kelurahan. 

Penataan Akses yang berupa fasilitasi pendampingan usaha telah diberikan kepada 800 kepala keluarga. 

Sementara itu Penataan Aset melalui Redistribusi Tanah menjangkau 3.360 kepala keluarga. 

Seluruh target tersebut dilaporkan telah tercapai 100 persen. Capaian ini menjadi contoh bahwa dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah Reforma Agraria dapat berjalan efektif.

Penataan Akses menjadi bagian penting dari Reforma Agraria karena tidak berhenti pada pemberian sertifikat tanah. 

Masyarakat penerima manfaat juga didorong untuk mendapatkan pendampingan usaha akses permodalan pelatihan serta dukungan pemasaran.

Dengan demikian tanah yang diperoleh tidak hanya menjadi aset pasif tetapi mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. 

Menteri Nusron menilai pendekatan ini penting agar Reforma Agraria benar benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan sekadar pemenuhan administrasi pertanahan.

Selain aspek ekonomi Reforma Agraria juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Program ini diharapkan mampu meredam potensi konflik agraria yang kerap muncul akibat tumpang tindih klaim lahan. 

Dengan kepastian hukum atas tanah masyarakat akan merasa lebih aman dan memiliki posisi tawar yang lebih baik. 

Di sisi lain pelaku usaha juga mendapatkan kepastian dalam menjalankan aktivitasnya karena batas batas lahan menjadi lebih jelas. Kondisi ini pada akhirnya menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut menyampaikan dukungannya terhadap program Reforma Agraria. 

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus berjalan searah agar manfaat program benar benar dirasakan oleh masyarakat. 

Menurutnya tata ruang dan pertanahan yang tertib serta berpihak kepada rakyat merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah. 

Pemerintah provinsi siap bersinergi dengan pemerintah kabupaten kota serta instansi vertikal untuk memastikan pelaksanaan Reforma Agraria berjalan sesuai tujuan.

Agustiar juga menambahkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan pertanahan mengingat luas wilayah serta keberagaman kondisi sosial dan budaya masyarakatnya. 

Oleh karena itu pendekatan yang digunakan harus sensitif terhadap kearifan lokal serta melibatkan masyarakat secara aktif. 

Dengan cara ini Reforma Agraria tidak hanya diterima tetapi juga dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat itu sendiri.

Dalam rapat tersebut hadir pula sejumlah pejabat pendamping Menteri Nusron antara lain Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Shamy Ardian Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Tengah Fitriyani Hasibuan beserta jajaran. 

Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Kementerian ATR BPN dalam mengawal program Reforma Agraria dari sisi kebijakan komunikasi hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

Ke depan Menteri Nusron berharap keberhasilan di Kalimantan Tengah dapat menjadi model bagi daerah lain. 

Ia mengingatkan bahwa Reforma Agraria bukan program jangka pendek melainkan proses panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. 

Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar program ini tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Pemerintah pusat akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah serta membuka ruang partisipasi publik agar Reforma Agraria benar benar menjadi milik bersama.

Dampak jangka panjang dari Reforma Agraria diharapkan tidak hanya terlihat pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tetapi juga pada terciptanya keadilan sosial dan stabilitas wilayah. 

Dengan penguasaan tanah yang lebih adil potensi konflik dapat ditekan dan rasa memiliki terhadap tanah air semakin kuat. 

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan keadilan sosial sebagai salah satu pilar utama. 

Jika dijalankan secara konsisten Reforma Agraria berpotensi menjadi tonggak penting dalam sejarah pembaruan agraria di Indonesia.

Rabu, 13 Agustus 2025

Menteri Nusron Klarifikasi dan Minta Maaf Soal Isu Kepemilikan Tanah oleh Negara

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang muncul terkait pernyataannya soal kepemilikan tanah oleh negara. Klarifikasi itu disampaikan Nusron dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025), untuk meluruskan kesalahpahaman yang terlanjur beredar luas di publik.

“Saya atas nama Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada publik, kepada netizen atas pernyataan saya beberapa waktu lalu yang viral dan menimbulkan polemik di masyarakat serta memicu kesalahpahaman,” ujar Nusron di hadapan lebih dari 40 awak media.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat konferensi pers klarifikasi isu kepemilikan tanah oleh negara di Jakarta, 12 Agustus 2025
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat konferensi pers klarifikasi isu kepemilikan tanah oleh negara di Jakarta, 12 Agustus 2025.

Nusron menegaskan, maksud sebenarnya dari pernyataannya adalah menjelaskan kebijakan pertanahan, khususnya terkait tanah telantar, sesuai amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Ia menekankan bahwa negara tidak serta-merta memiliki tanah masyarakat, melainkan mengatur hubungan hukum antara rakyat dan tanah yang dimilikinya. “Dengan ketulusan dan kerendahan hati, izinkan saya menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk mengatur, mengelola, dan mengoptimalkan pemanfaatan tanah demi kemakmuran rakyat,” kata Nusron.

Pernyataan ini juga mengacu pada Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 2 ayat (1), yang menegaskan peran negara dalam menguasai bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Nusron mengakui, pernyataannya sebelumnya “tidak tepat, tidak sepantasnya, dan tidak selayaknya” diucapkan oleh seorang pejabat publik karena berpotensi menimbulkan persepsi keliru.

Menteri Nusron berharap klarifikasi ini bisa mengembalikan kepercayaan publik dan meluruskan informasi yang beredar. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tanah secara produktif serta menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan. “Kami berkomitmen akan lebih hati-hati dalam memilih kata agar kebijakan pemerintah tersampaikan dengan baik dan jelas,” tutupnya.

Editor: Heri Yakop

Minggu, 10 Agustus 2025

Minister of Agrarian Affairs Nusron Wahid Opens NPCI Jakarta Table Tennis Championship

Minister of Agrarian Affairs Nusron Wahid opens NPCI Jakarta Table Tennis Championship at Pluit Village Mall Friday August 8 2025
Minister of Agrarian Affairs Nusron Wahid opens NPCI Jakarta Table Tennis Championship at Pluit Village Mall Friday August 8 2025.

Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN) Head Nusron Wahid officially opened the Table Tennis Championships organized by the National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DKI Jakarta Province at Pluit Village Mall, Jakarta, on Friday (August 8, 2025). 

The event was attended by hundreds of athletes, including those with disabilities, in celebration of Indonesia’s 80th Independence Day.

In his speech, Nusron emphasized that sports are a right for all citizens regardless of physical condition. 

“This competition is held in commemoration of the 80th anniversary of Indonesia’s Independence. With independence, our nation no longer discriminates and provides opportunities for everyone to become athletes, including Indonesian citizens with disabilities,” he said.

Nusron also expressed hope that Paralympic sports in Indonesia will continue to progress and bring pride to the nation. 

“Especially NPCI, I hope that through this competition, we can secure as many gold medals as possible in future competitions and the Olympics,” said Nusron. 

After the opening, he even played a friendly table tennis match against Forestry Minister Raja Juli Antoni, with each minister paired with a Paralympic athlete.

The event was also attended by Jakarta Youth and Sports Agency Head Andri Yansyah; Chef de Mission ASEAN Para Games 2026 Reda Manthovani; NPCI Secretary General Ukun Rukaendi; NPCI DKI Jakarta Chair Yasin Onasie; Event Chair Cahaya Manthovani; and several public figures. 

More than 300 participants, including general and disabled athletes, joined the competition, making it one of the largest NPCI DKI Jakarta events this year.

The championship is expected to strengthen social inclusion in sports and boost the development of disabled athletes at the regional level. 

NPCI DKI Jakarta aims to discover new talents through events like this who can compete at both national and international levels.

Ratusan penonton saksikan pembukaan kejuaraan tenis meja NPCI DKI Jakarta

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid membuka Kejuaraan Tenis Meja NPCI DKI Jakarta di Pluit Village Mall, Jumat 8 Agustus 2025
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid membuka Kejuaraan Tenis Meja NPCI DKI Jakarta di Pluit Village Mall, Jumat 8 Agustus 2025.

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, resmi membuka Table Tennis Championships yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi DKI Jakarta di Pluit Village Mall, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Ajang ini diikuti ratusan atlet, termasuk penyandang disabilitas, dalam rangka memperingati 80 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Nusron menegaskan bahwa olahraga adalah hak semua warga negara tanpa memandang kondisi fisik. “Perlombaan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Peringatan ke-80 Kemerdekaan Indonesia. Artinya dengan kemerdekaan ini, bangsa Indonesia tidak lagi membeda-bedakan dan memberikan kesempatan kepada siapapun untuk menjadi atlet, termasuk warga negara penyandang disabilitas,” ujarnya.

Nusron juga berharap olahraga paralympic di Indonesia semakin maju dan bisa mengharumkan nama bangsa. “Terutama NPCI ini, semoga melalui pertandingan ini ke depannya dapat menambahkan medali emas sebanyak-banyaknya pada kompetisi dan olimpiade mendatang,” kata Nusron. Usai membuka acara, ia sempat menjajal olahraga tenis meja dengan melawan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, di mana masing-masing menteri berpasangan dengan atlet paralympic.

Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah; Chef de Mission ASEAN Para Games 2026, Reda Manthovani; Sekjen NPCI, Ukun Rukaendi; Ketua NPCI DKI Jakarta, Yasin Onasie; Ketua Panitia Cahaya Manthovani, serta sejumlah figur publik. Lebih dari 300 peserta ikut berkompetisi, terdiri dari atlet umum dan atlet disabilitas, menjadikan turnamen ini salah satu ajang terbesar NPCI DKI Jakarta tahun ini.

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat inklusi sosial di dunia olahraga sekaligus memacu pembinaan atlet disabilitas di tingkat daerah. NPCI DKI Jakarta menargetkan, dari ajang seperti ini, lahir atlet-atlet baru yang siap bersaing di kancah nasional hingga internasional.

Jumat, 18 Juli 2025

Ajak Alumni PMII Bangkit, Menteri Nusron: Mari Rebut Peluang Reforma Agraria Demi Keadilan dan Ekonomi Umat

Ajak Alumni PMII Bangkit, Menteri Nusron: Mari Rebut Peluang Reforma Agraria Demi Keadilan dan Ekonomi Umat
Ajak Alumni PMII Bangkit, Menteri Nusron: Mari Rebut Peluang Reforma Agraria Demi Keadilan dan Ekonomi Umat.

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengajak para alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk ikut ambil peran nyata dalam menciptakan keadilan sosial, pemerataan, dan kesinambungan ekonomi. 

Ajakan itu disampaikan saat acara Pengukuhan dan Orientasi Nasional Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA-PMII), Minggu (13/07/2025) di Jakarta.

Dalam pidatonya, Menteri Nusron menekankan pentingnya mengisi ruang-ruang strategis dalam pembangunan bangsa.

Ia menyebut, konsep kesinambungan ekonomi bukan sekadar menjaga yang sudah ada, tapi juga memastikan bahwa peluang baru bisa dinikmati oleh masyarakat yang belum mendapatkan akses.

“Kalau sudah ada yang punya, jangan diberikan lagi ke orang yang sama. Harus adil dan merata. Ini kesempatan buat keluarga besar PMII, NU, Muhammadiyah, dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut terlibat,” tegas Nusron dengan semangat.

TORA: Peluang Nyata untuk Umat

Nusron mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memetakan dan menerbitkan sertifikat tanah seluas 55,9 juta hektare. 

Namun, masih ada sekitar 1,4 juta hektare tanah yang masuk dalam kategori tanah terlantar dan bisa dimanfaatkan melalui program Reforma Agraria (TORA).

Tanah-tanah ini terbuka untuk dikelola siapa saja yang ingin membawa manfaat bagi masyarakat luas termasuk alumni PMII baik untuk pendidikan, pesantren, koperasi, maupun program pemberdayaan ekonomi umat.

“Tanahnya ada, besar potensinya. Daripada tidak dimanfaatkan, lebih baik kita manfaatkan bareng-bareng untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Nusron.

Kerja Sama dengan Kepala Daerah Itu Kunci

Namun, proses pemanfaatan tanah melalui program TORA tak bisa dilakukan sendirian. Harus ada sinergi antara pusat dan daerah. 

Pemerintah pusat hanya menentukan objek tanah, sedangkan kepala daerah dalam hal ini bupati atau wali kota sebagai Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang menetapkan siapa penerima manfaatnya.

“Makanya penting banget bangun komunikasi dan kerja sama dengan kepala daerah. Mereka yang paling tahu siapa yang benar-benar butuh,” tambahnya.

Pemanfaatan Tanah Harus Sesuai Tata Ruang

Nusron juga menegaskan, meskipun lahan tersedia, penggunaannya harus tetap mengacu pada tata ruang yang berlaku. 

Misalnya, jika ingin membangun pesantren, maka harus memilih lokasi yang memang diperuntukkan untuk permukiman atau industri. 

Sedangkan untuk lahan pertanian atau kehutanan, bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif berbasis koperasi pondok pesantren.

“Jangan sampai asal bangun. Kalau lahan bukan untuk permukiman, ya nggak bisa dibangun pondok. Tapi masih bisa didirikan koperasi yang menunjang pesantren,” terangnya.

Bersama Mewujudkan Ekonomi yang Berkeadilan

Acara tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti KH Said Aqil Siradj (Mustasyar PBNU), Ketua Umum PB IKA-PMII Fathan Subchi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, serta ratusan alumni PMII dari berbagai penjuru Indonesia.

Pesan utama dari pertemuan ini jelas: alumni PMII dan organisasi masyarakat lainnya diajak ikut serta membangun negeri lewat jalur reforma agraria. 

Ini bukan sekadar soal tanah, tapi tentang menciptakan kesempatan, pemerataan, dan masa depan ekonomi yang lebih adil.