Berita BorneoTribun: Otoritas Jasa Keuangan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Otoritas Jasa Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otoritas Jasa Keuangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2026

OJK Tegas: Jual Beli Rekening Bisa Berujung Pidana, Ini Risiko Hukum yang Wajib Anda Tahu

OJK Tegas: Jual Beli Rekening Bisa Berujung Pidana, Ini Risiko Hukum yang Wajib Anda Tahu
OJK Tegas: Jual Beli Rekening Bisa Berujung Pidana, Ini Risiko Hukum yang Wajib Anda Tahu.

JAKARTA -- Fenomena jual beli rekening di media sosial kembali jadi sorotan. Menanggapi maraknya praktik tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda terlibat, baik sebagai penjual maupun pembeli rekening bank.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pemilik rekening tetap bertanggung jawab penuh secara hukum atas seluruh transaksi yang terjadi di dalam rekening tersebut. Artinya, sekalipun rekening Anda dipinjamkan atau dijual ke orang lain, risiko pidana tetap melekat pada nama Anda.

“Pemilik rekening tetap bertanggung jawab secara hukum atas setiap transaksi yang terjadi pada rekening tersebut, termasuk apabila digunakan untuk tindak pidana,” tegasnya.

Mengapa Jual Beli Rekening Sangat Berbahaya?

Praktik jual beli rekening bukan sekadar pelanggaran aturan perbankan. Lebih dari itu, tindakan ini kerap dimanfaatkan untuk kejahatan serius seperti:

  • Penipuan online

  • Pencucian uang

  • Pendanaan terorisme

Karena itu, aktivitas ini jelas bertentangan dengan prinsip Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT). Dalam regulasi terbaru, yakni POJK Nomor 8 Tahun 2023, lembaga jasa keuangan diwajibkan memastikan bahwa setiap nasabah benar-benar bertindak untuk kepentingan dirinya sendiri atau pemilik manfaat yang sah (beneficial owner).

Jika rekening diperjualbelikan, maka prinsip tersebut otomatis dilanggar.

OJK Perketat Pengawasan dan Koordinasi

Untuk menekan penyalahgunaan rekening, OJK tidak bergerak sendiri. Koordinasi rutin dilakukan bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Komunikasi dan Digital, aparat penegak hukum, serta seluruh penyedia jasa keuangan.

Langkah konkret yang didorong OJK antara lain:

  • Memperkuat sistem deteksi dini terhadap transaksi mencurigakan

  • Memperbarui dan memantau profil nasabah secara berkala

  • Menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) secara ketat

  • Melakukan pembatasan akses fasilitas perbankan bagi rekening yang terindikasi diperjualbelikan

Dengan sistem ini, bank dapat lebih cepat mengidentifikasi rekening yang digunakan tidak sesuai ketentuan.

Jangan Tergiur Iming-Iming Uang Cepat

Banyak orang tergoda menjual rekening karena dijanjikan imbalan cepat dan mudah. Namun, perlu Anda pahami, keuntungan sesaat itu tidak sebanding dengan risiko jangka panjangnya. Ketika rekening digunakan untuk tindak pidana, Anda bisa terseret proses hukum, diblokir akses perbankannya, bahkan masuk daftar hitam sistem keuangan.

Bayangkan jika suatu hari Anda kesulitan membuka rekening baru, mengajukan kredit, atau menjalankan usaha hanya karena pernah “meminjamkan” rekening kepada orang lain.

Lindungi Diri dan Data Keuangan Anda

Rekening bank adalah identitas finansial Anda. Menjaganya berarti melindungi masa depan keuangan Anda sendiri. OJK terus mendorong perbankan untuk meningkatkan edukasi agar masyarakat semakin sadar akan konsekuensi hukum dari praktik ilegal ini.

Pesannya jelas: jangan pernah menjual, menyewakan, atau meminjamkan rekening Anda kepada siapa pun. Jika menemukan tawaran mencurigakan di media sosial, abaikan dan laporkan.

Bijaklah dalam mengelola rekening. Karena sekali terlibat, dampaknya bisa panjang dan merugikan diri Anda sendiri.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Tips Mengelola Keuangan Pribadi untuk Menghindari Krisis Finansial

Oleh: Andi Prasetyo, CFP® (Certified Financial Planner)

Diperbarui: 9 Agustus 2025

Mengatur keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga memastikan kestabilan finansial jangka panjang. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lebih dari 50% masyarakat Indonesia mengalami kesulitan keuangan karena kurangnya perencanaan yang baik.

Dalam artikel ini, saya akan membagikan tips mengelola uang yang terbukti efektif berdasarkan pengalaman saya sebagai perencana keuangan bersertifikat.

1. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

Anggaran adalah peta keuangan Anda.
Langkah-langkahnya:

  • Catat seluruh pemasukan (gaji, bonus, pendapatan tambahan)

  • Kelompokkan pengeluaran: kebutuhan pokok, tagihan, tabungan, hiburan

  • Gunakan metode 50/30/20:

    • 50% kebutuhan pokok

    • 30% keinginan

    • 20% tabungan & investasi

💡 Tips: Gunakan aplikasi seperti Money Lover atau YNAB agar pencatatan lebih akurat.

2. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah penyelamat saat terjadi krisis seperti PHK, sakit, atau bencana.
Rekomendasi jumlah:

  • Lajang: 3–6 bulan pengeluaran

  • Menikah & punya anak: 6–12 bulan pengeluaran

Simpan dana darurat di rekening terpisah atau instrumen likuid seperti deposito dan reksa dana pasar uang.

3. Hindari Utang Konsumtif

Utang konsumtif (misalnya untuk membeli gadget terbaru atau liburan mewah) bisa membebani keuangan. Jika terpaksa berutang, pastikan cicilan tidak lebih dari 30% dari total penghasilan bulanan.

4. Investasi untuk Masa Depan

Jangan hanya menabung, karena inflasi akan menggerus nilainya. Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko:

  • Konservatif: Deposito, reksa dana pasar uang

  • Moderate: Reksa dana campuran, obligasi

  • Agresif: Saham, kripto (dengan perhitungan matang)

📌 Peringatan: Selalu lakukan riset dan pahami risiko sebelum berinvestasi.

5. Asuransi sebagai Perlindungan

Asuransi kesehatan dan jiwa membantu melindungi Anda dari biaya tak terduga yang besar. Pilih polis dengan manfaat yang sesuai kebutuhan, bukan hanya karena promo atau saran agen.

Keuangan yang sehat adalah hasil dari kebiasaan yang disiplin dan keputusan yang tepat.

Mulailah dari hal kecil seperti mencatat pengeluaran, lalu berlanjut ke investasi dan proteksi. Ingat, mengatur uang berarti mengatur masa depan Anda.

Rabu, 26 Juli 2023

Peringati Hari Anak Nasional, OJK dan bank bjb Gelar Kampanye Ayo Menabung di Bogor

Peringati Hari Anak Nasional, OJK dan bank bjb Gelar Kampanye Ayo Menabung di Bogor
Peringati Hari Anak Nasional, OJK dan bank bjb Gelar Kampanye Ayo Menabung di Bogor.
BOGOR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama bank bjb dan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat  menggelar kampanye Ayo Menabung bersama ratusan anak sekolah dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2023 pada Selasa, 25 Juli 2023, di Kota Bogor.

Kampanye bertajuk “Ayo Menabung agar Anak Indonesia Bangkit Bergerak, Maju Serentak, Selamanya Berdampak” diikuti  300 pelajar Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kota Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri diantaranya Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama jajarannya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Halimatus Sa'Diyah, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, dan Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini beserta jajaran pejabat eksekutif bank bjb lainnya.

Dalam kampanye Ayo Menabung tersebut, bank bjb, OJK dan Bursa Efek Indonesia menggelar diskusi bersama para pelajar mengenai literasi keuangan mulai dari pengenalan lembaga keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, perencanaan keuangan hingga pengenalan pasar modal.

Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini mengatakan kampanye Ayo Menabung kepada siswa sekolah tingkat dasar itu sebagai bentuk pengenalan literasi keuangan sejak dini kepada masyarakat.

"Kami berharap kampanye tersebut bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar," ujar Suartini.

Dia mengatakan, melalui keigatan itu para pelajar bisa memahami tugas dan fungsi OJK, juga memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan serta mengenal produk atau layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan. Tak hanya itu, pelajar juga diharapkan bisa terampil merencanakan dan mengelola keuangan.

Para peserta yang mengikuti acara ini mendapatkan tabungan bjb SimPel senilai masing-masing Rp50.000. bjb SimPel merupakan produk tabungan bank bjb yang ditargetkan untuk pelajar tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA/sederajat.

"Pemberian tabungan tersebut, diharapkan dapat membentuk karakter pelajar untuk gemar menabung sejak dini," kata Suartini.

Tabungan bjb SimPel memberikan banyak kemudahan bagi pelajar, antara lain adalah setoran awal yang terjangkau, bebas biaya administrasi tabungan dan biaya penggantian buku serta mendapatkan fasilitas kartu ATM.

"Apabila pelajar telah terbiasa memiliki kebiasaan menabung sejak dini, maka di masa dewasa kelak dapat melakukan perencanaan keuangan dengan baik," ungkap Suartini.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya berharap melalui kegiatan kampanye ini, para pelajar bisa memahami berbagai pengetahuan mengenai industri keuangan dan bisa memahami pentingnya menabung sejak dini untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

"Mudah-mudahan kegiatan ini menambah semangat siswa untuk bisa menabung, bisa berhemat, berinvestasi yang penting untuk masa depan yang cemerlang," katanya.

Sementara itu, Tiara, salah satu peserta yang mengikuti acara ini, mengaku senang bisa mendapatkan banyak ilmu tentang menabung. Menurutnya, menabung sejak dini sangat penting untuk menghilangkan kebiasaan boros.

"Acaranya seru, jadi tahu banyak hal soal menabung. Juga menyenangkan karena dapat tabungan dari bank bjb," ungkapnya.

Senada dengan Tiara, Dimas, siswa SD lainnya, mengatakan, setelah mengikuti acara ini, ia menjadi lebih paham tentang cara menabung di bank. Dia bahkan berjanji akan lebih giat menabung untuk masa depan yang lebih baik.

"Sekarang uang jajan gak dihabiskan, sebagian mau ditabung di tabungan SimPel bank bjb," katanya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis agen laku pandai bjb BiSA! ke mitra binaan bank bjb di Kampung Perca Sindangsari Kota Bogor.