PLN UID Kalselteng Dorong Desa Kiram Jadi Desa Tangguh Bencana
![]() |
| PLN UID Kalselteng jalankan program Destana di Desa Kiram untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana banjir bersama BPBD. |
BANJAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan masyarakat. Kali ini, PLN menggandeng BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kiram.
Program ini hadir sebagai respons atas potensi bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Lewat pendekatan berbasis masyarakat, PLN ingin memastikan warga tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman dan mental yang kuat saat menghadapi situasi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs Wasis Nugraha, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat desa.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga punya pengetahuan dan kesiapan mental. Ini langkah nyata untuk melatih kesiapsiagaan bersama,” ujarnya di Martapura, Kamis.
Program Destana sendiri diawali dengan perencanaan yang melibatkan masyarakat setempat. Selanjutnya, dilakukan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan yang komprehensif, termasuk pembuatan peta jalur evakuasi sebagai panduan saat kondisi darurat.
Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ariansyah, menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat krusial dalam mitigasi bencana.
“Bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi seperti yang dilakukan PLN UID Kalselteng ini jadi contoh nyata bagaimana semua pihak bisa berkontribusi,” katanya.
Salah satu langkah strategis dalam program ini adalah pembentukan Kelompok Tangguh Bencana yang beranggotakan warga Desa Kiram. Mereka mendapatkan pelatihan mulai dari dasar-dasar kebencanaan hingga simulasi penanganan situasi darurat.
Nggak cuma itu, PLN bersama BPBD juga memberikan berbagai dukungan sarana dan prasarana. Mulai dari perahu karet, tenda darurat, alat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan lainnya disalurkan untuk mendukung kesiapsiagaan warga.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi, menyebut program ini sebagai bukti nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat.
“PLN hadir bukan hanya soal listrik, tapi juga memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa program Destana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana.
“Lewat program ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati listrik yang andal, tetapi juga siap menghadapi berbagai potensi bencana,” katanya.
Dengan hadirnya program Destana di Desa Kiram, PLN berharap manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membentuk budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam mendukung pembangunan yang aman, tangguh, dan berorientasi pada keselamatan warga.
























