Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Penajam Paser Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penajam Paser Utara. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

37 Orangutan Dievakuasi di Awal 2025, Tanda Tekanan Hutan Kaltim Kian Berat

Orangutan morio di Kalimantan Timur makin sering muncul di area tambang dan permukiman. Evakuasi meningkat akibat fragmentasi habitat di Lanskap Kutai.
Orangutan morio di Kalimantan Timur makin sering muncul di area tambang dan permukiman. Evakuasi meningkat akibat fragmentasi habitat di Lanskap Kutai.

Penajam Paser Utara, Kaltim — Orangutan morio (Pongo pygmaeus morio) di Kalimantan Timur kian sering muncul di jalan tambang, kawasan industri, hingga permukiman sepanjang 2024 hingga awal 2025, seiring tekanan besar akibat ekspansi pertambangan, perkebunan, dan kehutanan di wilayah tersebut.

Data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kalimantan Timur) mencatat sedikitnya 31 individu orangutan dievakuasi sepanjang 2024 dari berbagai lokasi konflik. 

Jumlah itu meningkat menjadi 37 individu hanya dalam dua bulan awal 2025.

Lonjakan ini menunjukkan tekanan terhadap habitat semakin kuat, terutama karena banyak kawasan hidup orangutan berada di luar kawasan konservasi formal.

Conservation Action Network (Conservation Action Network) menyebut sekitar 80 persen keanekaragaman hayati penting di Indonesia berada di luar kawasan konservasi. 

Untuk orangutan, sekitar 76 persen populasinya hidup di area non-lindung seperti hutan produksi, perkebunan, hingga pertambangan.

Indonesia memiliki sekitar 14 juta hektare habitat orangutan, namun hanya 24 persen yang masuk kawasan konservasi.

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Ari Wibawanto, menyebut orangutan morio di Lanskap Kutai yang membentang dari Sungai Mahakam hingga Sungai Kelay dengan luas sekitar 4,2 juta hektare, kini menghadapi tekanan serius akibat fragmentasi habitat.

“Di kawasan itu terdapat berbagai bentuk penggunaan lahan, tetapi justru di wilayah tersebut populasi orangutan masih tinggi sehingga potensi konflik juga meningkat,” ujarnya.

Ketua Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan, Yaya Rayadin dari Universitas Mulawarman, mencontohkan kawasan konservasi komunal 49 hektare di perkebunan sawit mampu meningkatkan populasi orangutan dari enam menjadi sebelas individu.

Sekitar 70 persen konflik orangutan di Kalimantan Timur terjadi di Lanskap Keraitan, yang menjadi salah satu sub-kawasan penting dalam Lanskap Kutai.

Karena itu, Forum Konservasi Orangutan Terpadu bersama pemerintah, akademisi, perusahaan, dan lembaga konservasi mendorong pendekatan berbasis lanskap. 

Konsep ini menekankan konektivitas habitat agar satwa tetap memiliki ruang jelajah dan jalur pakan.

Area preservasi yang diusulkan mencakup sekitar 101 ribu hektare dengan tutupan vegetasi hingga 94 persen. 

Pendekatan ini diharapkan mampu menekan konflik sekaligus menjaga pertukaran genetik antar populasi orangutan.

Ke depan, Lanskap Keraitan diproyeksikan menjadi model nasional bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian keanekaragaman hayati dapat berjalan beriringan melalui tata kelola terpadu.

Minggu, 21 Juni 2026

AKPSI Optimistis One Gate Policy Tekan Underpricing di Industri Sawit

AKPSI Optimistis One Gate Policy CPO Perbaiki Tata Kelola Sawit Nasional di Penajam Paser Utara, dorong stabilitas harga dan peningkatan DBH daerah.
AKPSI Optimistis One Gate Policy CPO Perbaiki Tata Kelola Sawit Nasional di Penajam Paser Utara, dorong stabilitas harga dan peningkatan DBH daerah.

Penajam Paser Utara, Kaltim — Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) menyatakan optimisme terhadap kebijakan sistem ekspor satu pintu (one gate policy) komoditas sumber daya alam, khususnya crude palm oil (CPO), pada Minggu (21/6/2026), di Penajam Paser Utara.

Ketua AKPSI Mudyat Noor mengatakan kebijakan tersebut berpotensi memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional yang selama ini dinilai masih memiliki sejumlah persoalan, terutama terkait harga.

Ia menyoroti praktik penentuan harga di bawah pasar (underpricing) serta penetapan harga transaksi antar entitas (transfer pricing) yang dinilai berdampak pada penerimaan negara dan daerah.

Menurutnya, jika sistem ekspor satu pintu berjalan efektif, maka harga sawit domestik bisa lebih stabil dan seragam. Kondisi itu juga diharapkan menguntungkan petani sawit serta menekan praktik yang merugikan pendapatan negara.

Mudyat juga menilai peningkatan pendapatan negara dari sektor sawit akan berdampak langsung pada daerah melalui dana bagi hasil (DBH).

“Sistem ekspor satu pintu bisa menjadi peluang memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional,” ujar Mudyat Noor.

Ia menambahkan, pembenahan tata kelola terutama pada aspek harga sangat penting untuk mencegah distorsi pasar.
“Dengan meningkatnya pendapatan negara, diharapkan berdampak pada kenaikan dana bagi hasil (DBH) sawit bagi daerah penghasil,” katanya.

AKPSI saat ini menaungi 164 kabupaten/kota di Indonesia dan juga mendorong kenaikan DBH sawit dari 8 persen menjadi minimal 15 persen bagi daerah penghasil.

AKPSI menilai implementasi kebijakan one gate policy melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia berpotensi membuka ruang peningkatan pendapatan negara sekaligus memperbesar penerimaan daerah. Jika berjalan sesuai harapan, kebijakan ini diproyeksikan memperkuat stabilitas harga sawit dan memperbaiki distribusi manfaat bagi daerah penghasil.

Jumat, 12 Juni 2026

Produksi Gas Blok Mahakam Naik, PHM Onstream Anjungan WPN-6

PHM menambah pasokan gas 20 MMSCFD dari anjungan WPN-6 di Lapangan Sisi Nubi, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, untuk memperkuat pasokan energi nasional.
PHM menambah pasokan gas 20 MMSCFD dari anjungan WPN-6 di Lapangan Sisi Nubi, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, untuk memperkuat pasokan energi nasional.

Penajam Paser Utara - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menambah pasokan gas sekitar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari anjungan WPN-6 di Lapangan Sisi Nubi, Wilayah Kerja (Blok) Mahakam, Kalimantan Timur. Fasilitas tersebut mulai beroperasi sejak 5 Juni 2026 dan hingga kini masih berjalan sesuai rencana.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi mengatakan pengoperasian WPN-6 menjadi bagian dari pengembangan Proyek Sisi Nubi Area of Interest (AOI) 135 yang terus berlangsung secara bertahap.

Menurut Setyo, sumur NB-601 di anjungan WPN-6 mulai memproduksi gas sekitar enam MMSCFD pada 5 Juni 2026. Tiga hari kemudian, sumur NB-603 ikut beroperasi dengan produksi sekitar delapan MMSCFD.

“Onstream WPN-6 dimulai sejak 5 Juni 2026 dan terus berjalan hingga kini,” ujar Setyo Sapto Edi dalam keterangan tertulis yang diterima di Penajam Paser Utara, Kamis (11/6/2026).

WPN-6 menjadi fasilitas keempat yang berhasil onstream dalam pengembangan Proyek Sisi Nubi AOI 135. Sebelumnya, tiga platform lain yakni WPS-4, WPS-5, dan WPN-7 telah lebih dulu beroperasi.

Pengoperasian bertahap tersebut menunjukkan pengembangan Lapangan Sisi Nubi berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

Setyo menjelaskan, setelah proses optimalisasi dan stabilisasi selesai dilakukan, kedua sumur di WPN-6 diperkirakan mampu menghasilkan gas hingga 20 MMSCFD.

Tambahan produksi tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional sekaligus mendukung keberlanjutan produksi migas dari Blok Mahakam.

“Keberhasilan pengoperasian anjungan WPN-6 tidak lepas dari berbagai tahapan pengujian yang dilakukan sebelum fasilitas mulai memproduksi gas,” kata Setyo.

Ia menambahkan, sejumlah pengujian dilakukan sebelum fasilitas beroperasi, mulai dari emergency shutdown (ESD) test untuk memastikan sistem keselamatan bekerja optimal, pembersihan sumur (clean up), hingga leak test menggunakan nitrogen guna memastikan tidak ada kebocoran pada fasilitas produksi.

PHM bersama Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus menjalankan proyek investasi dan operasi hulu migas dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Perusahaan juga terus memanfaatkan inovasi dan teknologi guna menjaga tingkat produksi, terutama pada lapangan migas yang telah memasuki fase matang dan mengalami penurunan produksi secara alami.

Keberhasilan pengoperasian WPN-6 menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi migas di Kalimantan serta mendukung program ketahanan dan swasembada energi nasional yang menjadi prioritas pemerintah.

Minggu, 10 Mei 2026

Pemkab Penajam Paser Utara Intensif Pantau Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Pemkab Penajam Paser Utara rutin memantau harga dan pasokan pangan untuk menekan inflasi. Inflasi April 2026 tercatat turun menjadi 2,10 persen.
Pemkab Penajam Paser Utara rutin memantau harga dan pasokan pangan untuk menekan inflasi. Inflasi April 2026 tercatat turun menjadi 2,10 persen.

PPU, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus memantau pasokan dan harga bahan pangan di pasaran untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi daerah sepanjang 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga di pasar stabil.

Tohar menjelaskan inflasi di Penajam Paser Utara masih dipengaruhi kondisi pasokan bahan pangan. Karena itu, pemerintah daerah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari pemantauan harga kebutuhan pokok, gerakan pangan murah, hingga operasi pasar.

Selain itu, pemerintah kabupaten juga berkolaborasi dengan distributor dan ritel untuk mengantisipasi kekurangan stok pangan di pasaran.

“Pasokan dan harga pangan di pasaran secara rutin dipantau,” ujar Tohar saat menjelaskan langkah TPID dalam menekan laju inflasi di Penajam.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi daerah itu pada April 2026 berada di angka 2,10 persen.

Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain tomat sebesar 0,29 persen, semangka 0,11 persen, bakso siap santap 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, dan minyak goreng 0,03 persen.

Menurut Tohar, langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil dalam menekan laju inflasi sepanjang tahun ini.

Berdasarkan catatan BPS, inflasi Penajam Paser Utara tercatat sebesar 2,75 persen pada Januari 2026, kemudian naik menjadi 4,13 persen pada Februari, sebelum turun menjadi 3,33 persen pada Maret dan kembali melandai ke 2,10 persen pada April 2026.

“Pantauan rutin memastikan ketersediaan bahan pangan di pasaran, agar harga komoditas pokok dapat terjaga stabil,” kata Tohar.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan pengawasan harga dan pasokan pangan akan terus dilakukan secara berkala agar inflasi tetap terkendali.

Melalui TPID, pemerintah daerah menargetkan laju inflasi tetap berada di bawah standar inflasi nasional 2026 yang ditetapkan pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Jumat, 24 April 2026

Proyek Gas Karamba Undip Mulai Produksi Mei 2026, PPU Optimistis Raih Pendapatan Baru Dari Migas

Lapangan gas Karamba Undip di PPU siap beroperasi Mei 2026. Infrastruktur pipa rampung dan diproyeksikan menambah pendapatan daerah dari sektor migas. (Ilustrasi)
Lapangan gas Karamba Undip di PPU siap beroperasi Mei 2026. Infrastruktur pipa rampung dan diproyeksikan menambah pendapatan daerah dari sektor migas. (Ilustrasi)

PPU, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mulai mempersiapkan diri menyambut operasional lapangan gas Karamba Undip yang berlokasi di Kelurahan Buluminung. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber baru penerimaan daerah dari sektor minyak dan gas bumi (migas).

Fokus pemerintah daerah saat ini tidak hanya pada potensi produksi gas, tetapi juga kesiapan infrastruktur penyaluran yang telah terpasang hingga terhubung ke jaringan industri pengolahan migas.

Menurut Nicko Herlambang, selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, pengembangan lapangan gas di wilayah Buluminung telah mencapai tahap penting dengan selesainya pemasangan jaringan pipa.

Ia menjelaskan, pipa dari sumur lapangan gas Karamba Undip telah tersambung ke jaringan milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur melalui jalur yang melintasi wilayah Kelurahan Nenang.

Selanjutnya, gas yang dihasilkan akan dialirkan menuju fasilitas pengolahan milik PT Kilang Pertamina Balikpapan dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Infrastruktur ini dinilai menjadi kunci penting untuk memastikan kelancaran distribusi gas dari lapangan produksi ke kilang.

Produksi Dijadwalkan Mulai Mei 2026

Lapangan gas Karamba Undip I yang dikembangkan oleh PT Indosino Oil & Gas diperkirakan mulai beroperasi secara komersial pada Mei 2026.

Berdasarkan estimasi awal, lapangan gas tersebut memiliki potensi produksi sekitar 13 juta kaki kubik gas per hari atau sekitar 13 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).

Produksi gas tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan energi industri sekaligus memperkuat pasokan energi di wilayah Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah menilai proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan daerah melalui pajak dan dana bagi hasil (DBH) migas.

Selain itu, keberadaan lapangan gas dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan sektor pendukung lainnya.

Nicko menegaskan, dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar proses pengembangan hingga operasional dapat berjalan tanpa hambatan.

“Keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar pengembangan lapangan gas ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ujarnya.

Dengan kesiapan infrastruktur yang hampir rampung dan jadwal produksi yang semakin dekat, proyek Karamba Undip dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis sumber daya energi.

FAQ

1. Di mana lokasi lapangan gas Karamba Undip?
Lapangan gas ini berada di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

2. Kapan lapangan gas Karamba Undip mulai beroperasi?
Produksi komersial direncanakan mulai pada Mei 2026.

3. Berapa kapasitas produksi gas lapangan Karamba Undip?
Diperkirakan mencapai sekitar 13 MMSCFD atau 13 juta kaki kubik gas per hari.

4. Ke mana gas dari lapangan ini akan disalurkan?
Gas akan dialirkan melalui jaringan pipa menuju kilang milik PT Kilang Pertamina Balikpapan.

5. Apa manfaat proyek ini bagi daerah?
Proyek ini berpotensi menambah pendapatan daerah melalui pajak dan dana bagi hasil sektor migas, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Selasa, 21 April 2026

Garis Pantai 272 Km Jadi Modal PPU Dukung Pasokan Ikan Untuk IKN

Produksi ikan tangkap PPU meningkat dan diproyeksikan menjadi penopang kebutuhan ikan masyarakat serta kawasan IKN dengan dukungan ribuan nelayan dan program pemerintah.
Produksi ikan tangkap PPU meningkat dan diproyeksikan menjadi penopang kebutuhan ikan masyarakat serta kawasan IKN dengan dukungan ribuan nelayan dan program pemerintah.

PPU, Kaltim - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai memperkuat perannya sebagai wilayah penopang kebutuhan pangan laut, khususnya ikan, bagi masyarakat setempat dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah daerah menilai sektor perikanan tangkap di wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan yang terus meningkat seiring perkembangan IKN.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, menyebutkan bahwa potensi sumber daya laut di wilayahnya cukup besar dan masih dapat terus dikembangkan.

“Potensi ikan tangkap di daerah ini cukup besar dan diharapkan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta kawasan IKN,” ujarnya.

Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa sektor perikanan tangkap di PPU didukung oleh ribuan nelayan aktif.

Tercatat sebanyak 2.902 nelayan tergabung dalam 367 kelompok nelayan yang beroperasi di wilayah pesisir. Selain itu, terdapat 2.505 unit kapal nelayan dengan berbagai ukuran yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan.

Wilayah pesisir PPU juga memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menunjang aktivitas penangkapan ikan sekaligus memperluas peluang produksi hasil laut.

Sebagai langkah memperkuat sektor perikanan tangkap, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan sejumlah kawasan pesisir untuk dijadikan lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, pemerintah daerah juga secara rutin mengalokasikan anggaran untuk membantu nelayan, terutama dalam penyediaan mesin kapal serta alat tangkap ikan.

Dukungan tersebut dinilai penting agar hasil tangkapan nelayan terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga kawasan IKN.

Kinerja sektor perikanan tangkap di PPU menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Produksi ikan tangkap pada 2025 tercatat mencapai 6.672 ton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6.606 ton.

Pemerintah daerah menargetkan produksi ikan tangkap kembali meningkat pada 2026 hingga mencapai 6.740 ton.

Kenaikan produksi ini dinilai menjadi indikator bahwa sektor perikanan tangkap di PPU memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan wilayah sekitar IKN.

FAQ

1. Berapa jumlah nelayan di Penajam Paser Utara?

Jumlah nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat sekitar 2.902 orang yang tergabung dalam 367 kelompok nelayan.

2. Berapa panjang garis pantai di PPU?

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer yang mendukung aktivitas perikanan tangkap.

3. Berapa produksi ikan tangkap PPU pada 2025?

Produksi ikan tangkap pada 2025 mencapai 6.672 ton, meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 6.606 ton.

4. Apa target produksi ikan PPU pada 2026?

Pemerintah menargetkan produksi ikan tangkap pada 2026 mencapai 6.740 ton.

5. Apa tujuan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih?

Program tersebut bertujuan meningkatkan hasil tangkapan ikan serta memperbaiki kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.

Senin, 20 April 2026

Transformasi Limbah Sawit Jadi Pupuk Organik Di Labangka Penajam Paser Utara

Desa Labangka bersama Uniba mengolah TKKS menjadi pupuk organik untuk meningkatkan ekonomi petani sawit sekaligus mengurangi limbah dan dampak lingkungan. (Ilustrasi)
Desa Labangka bersama Uniba mengolah TKKS menjadi pupuk organik untuk meningkatkan ekonomi petani sawit sekaligus mengurangi limbah dan dampak lingkungan. (Ilustrasi)

Petani Sawit Labangka Ubah Limbah TKKS Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi

PPU, Kaltim - Pemerintah Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bersama Universitas Balikpapan (Uniba) mendorong transformasi pengelolaan perkebunan sawit melalui pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi pupuk organik.

Langkah ini tidak hanya dipandang sebagai inovasi pertanian, tetapi juga strategi penguatan ekonomi desa berbasis ekonomi sirkular yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Desa Labangka, Nasrudin, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas petani di tingkat desa.

“Pendampingan dari perguruan tinggi dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa,” ujar Nasrudin di Penajam, Minggu.

Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat menyambut baik program ini karena memberikan solusi nyata terhadap persoalan limbah perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Limbah Sawit Jadi Peluang Baru

Wakil Rektor III Uniba Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Merry Krisdawati Sipahutar, menjelaskan bahwa TKKS memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik.

Menurutnya, sekitar 20 hingga 23 persen dari setiap tandan buah segar sawit menghasilkan limbah TKKS yang sebenarnya masih bernilai guna tinggi.

“Jika tidak dikelola, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan. Namun jika dimanfaatkan, bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan pupuk organik juga membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya semakin mahal, sekaligus memperbaiki struktur tanah yang menurun akibat penggunaan bahan kimia jangka panjang.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Program ini diharapkan mampu menekan biaya produksi perkebunan sawit sekaligus meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Selain itu, model kerja sama ini juga diproyeksikan menjadi contoh pengelolaan limbah pertanian yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Penajam Paser Utara.

FAQ

  1. Apa itu TKKS dalam perkebunan sawit?
    TKKS adalah tandan kosong kelapa sawit yang tersisa setelah proses panen dan pengolahan buah sawit.

  2. Mengapa TKKS bisa dijadikan pupuk organik?
    Karena mengandung unsur organik yang dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

  3. Apa manfaat program ini bagi petani?
    Mengurangi biaya pupuk, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

  4. Siapa yang terlibat dalam program ini?
    Pemerintah Desa Labangka dan Universitas Balikpapan (Uniba).

  5. Apakah program ini bisa diterapkan di daerah lain?
    Ya, program ini berpotensi menjadi model percontohan untuk desa lain di wilayah Penajam Paser Utara.

Dapur MBG Polres Penajam Gunakan IPAL Standar BGN, Sempat Berhenti Operasi

Dapur MBG Polres Penajam Paser Utara kini gunakan IPAL standar BGN untuk memastikan pengolahan limbah lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan sesuai aturan terbaru.
Dapur MBG Polres Penajam Paser Utara kini gunakan IPAL standar BGN untuk memastikan pengolahan limbah lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan sesuai aturan terbaru.

Penajam Paser Utara – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah disesuaikan dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Sistem tersebut mulai diterapkan sebagai upaya memperketat pengelolaan limbah sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Wakil Kepala Polres Penajam Paser Utara, Komisaris Polisi Awan Kurnianto, mengatakan IPAL yang digunakan merupakan sistem lengkap yang didatangkan dari Jakarta dan dirancang khusus sesuai ketentuan BGN.

“IPAL ini sudah menggunakan teknologi lengkap sesuai standar Badan Gizi Nasional,” kata Awan, Minggu.

Dilengkapi Aerator dan Zat Pengurai Limbah

Sistem IPAL tersebut dilengkapi mesin aerator yang berfungsi menghasilkan gelembung udara untuk mempercepat proses penguraian limbah. Selain itu, digunakan pula zat khusus yang membantu memecah kandungan limbah agar air yang dihasilkan lebih bersih.

Sebagai indikator sederhana, dilakukan uji biologis dengan menempatkan ikan pada bak penampungan akhir. Jika ikan dapat bertahan hidup, maka air hasil olahan dinilai telah aman bagi lingkungan.

Sampel Diuji Labkesda Kaltim

Untuk memastikan standar terpenuhi, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kalimantan Timur telah mengambil sampel air dari instalasi tersebut. Hasil pengujian akan menjadi dasar evaluasi, termasuk dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hasil tersebut juga akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari proses supervisi sebelum operasional dapur kembali berjalan normal.

Sempat Dihentikan Karena Standar IPAL

Sebelumnya, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam sempat dihentikan sementara. Penghentian dilakukan karena sistem IPAL yang digunakan belum memenuhi standar terbaru yang kini diperketat oleh BGN.

Setelah dilakukan penyesuaian dan evaluasi, dapur MBG kini kembali mengarah pada pemenuhan standar yang ditetapkan.

Layani Ribuan Pelajar

Dapur MBG Polres Penajam Paser Utara saat ini melayani sedikitnya 1.189 peserta didik di wilayah Kecamatan Penajam. Para penerima manfaat berasal dari SD Negeri 008, SMP Negeri 21, dan SMA Negeri 8.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk memastikan program pemenuhan gizi tersebut tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga aman bagi lingkungan sekitar.

“Kami berupaya agar pengelolaan limbah di dapur MBG benar-benar bersih dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Awan.

Minggu, 19 April 2026

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Andalan Penajam Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Pemkab Penajam Paser Utara membangun koperasi perikanan tangkap terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat harga ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pemkab Penajam Paser Utara membangun koperasi perikanan tangkap terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat harga ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Penajam, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, terus mencari cara konkret untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah pendirian koperasi perikanan tangkap yang diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa koperasi menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi ekonomi nelayan.

“Koperasi perikanan tangkap diintegrasikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Andi saat menjelaskan rencana pengembangan sektor perikanan tangkap di Penajam, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengusulkan sejumlah lokasi yang dinilai potensial untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis perikanan yang lebih modern dan terorganisasi.

Dengan adanya koperasi perikanan, hasil tangkapan nelayan akan dikelola secara kolektif. Sistem ini membuat distribusi ikan menjadi lebih teratur, sekaligus menghindari praktik permainan harga oleh tengkulak yang selama ini sering merugikan nelayan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem perdagangan ikan yang lebih adil dan transparan.

Menurut Andi Trasodiharto, keberadaan koperasi akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga ikan di tingkat nelayan.

Ketika seluruh hasil tangkapan dikelola koperasi, nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual. Selain itu, koperasi juga membuka peluang bagi nelayan untuk mendapatkan berbagai dukungan program dari pemerintah, termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pendekatan berbasis koperasi ini juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi distribusi ikan dari nelayan hingga ke pasar.

Kajian Pembangunan TPI Di Empat Kecamatan

Tak hanya koperasi, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga sedang melakukan kajian pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di empat kecamatan.

Pembangunan TPI dinilai sangat strategis karena menjadi pusat transaksi resmi yang dapat meningkatkan transparansi harga dan memperluas akses pasar bagi nelayan.

Jika terealisasi, keberadaan TPI di beberapa kecamatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan.

Jumlah Nelayan Ribuan, Produksi Ikan Ribuan Ton

Data Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat jumlah nelayan di wilayah tersebut mencapai 4.701 orang.

Sementara itu, total hasil tangkapan ikan yang tercatat setiap tahun berada pada kisaran 6.000 hingga 6.500 ton.

Namun, angka tersebut diyakini belum mencerminkan produksi sebenarnya. Hal ini disebabkan sebagian hasil tangkapan langsung dijual kepada pembeli di tengah laut atau di darat tanpa melalui pasar resmi.

Akibatnya, sebagian produksi ikan tidak tercatat dalam sistem pendataan Dinas Perikanan.

Selain penguatan kelembagaan melalui koperasi, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa peningkatan keahlian nelayan serta bantuan peralatan tangkap.

Program pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola hasil tangkapan secara lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi.

Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perikanan di wilayah Penajam Paser Utara.

FAQ

Apa tujuan pembentukan koperasi perikanan tangkap di Penajam Paser Utara?

Tujuannya untuk memperkuat posisi tawar nelayan, menjaga stabilitas harga ikan, serta meningkatkan kesejahteraan melalui sistem distribusi yang terorganisasi.

Apa itu Kampung Nelayan Merah Putih?

Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan mengembangkan kawasan nelayan terpadu dengan fasilitas ekonomi, sosial, dan infrastruktur perikanan.

Berapa jumlah nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara?

Jumlah nelayan tercatat mencapai sekitar 4.701 orang.

Berapa produksi ikan nelayan di wilayah tersebut?

Produksi ikan tercatat berkisar antara 6.000 hingga 6.500 ton per tahun, meski diperkirakan jumlah sebenarnya lebih besar.

Apa manfaat pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)?

TPI membantu menciptakan sistem jual beli ikan yang transparan, memperluas pasar, serta menjaga harga ikan tetap stabil.

Jumat, 17 April 2026

Rp20 Miliar Untuk Irigasi PPU di Kalimantan Timur

Pemprov Kaltim menyalurkan Rp20 miliar untuk sembilan proyek irigasi di Kabupaten Penajam Paser Utara guna meningkatkan distribusi air dan produktivitas pertanian.
Pemprov Kaltim menyalurkan Rp20 miliar untuk sembilan proyek irigasi di Kabupaten Penajam Paser Utara guna meningkatkan distribusi air dan produktivitas pertanian.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan keuangan sekitar Rp20 miliar untuk memperkuat infrastruktur pengairan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Bantuan tersebut difokuskan pada pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di sejumlah wilayah yang menjadi sentra pertanian masyarakat.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Weliam Yunior, menjelaskan bahwa dana bantuan dari pemerintah provinsi digunakan untuk sembilan paket pekerjaan pengairan di lokasi berbeda.

“Bantuan pemerintah provinsi ini untuk sembilan paket pekerjaan pengairan di lokasi berbeda,” ujar Weliam Yunior, Jumat.

Fokus Pembangunan Di Kecamatan Waru Dan Babulu

Dana bantuan sekitar Rp20 miliar tersebut dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu.

Di wilayah Kecamatan Waru, terdapat empat paket pekerjaan yang difokuskan pada pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.

Lokasi pekerjaan di antaranya meliputi:

  • Kelurahan Waru

  • Desa Sesulu

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pasokan air untuk lahan pertanian tetap stabil, terutama saat musim tanam berlangsung.

Lima Paket Proyek Di Kecamatan Babulu

Sementara itu, di Kecamatan Babulu terdapat lima paket pekerjaan pengairan yang meliputi pembangunan jaringan irigasi hingga fasilitas pendukung lainnya.

Lokasi pekerjaan meliputi:

  • Desa Labangka Barat

  • Desa Babulu Darat

  • Desa Gunung Mulia

  • Desa Gunung Makmur

  • Saluran pembuangan di wilayah Babulu

Selain pembangunan jaringan irigasi, proyek di Kecamatan Babulu juga mencakup pembangunan pintu air yang berfungsi mengatur distribusi air secara lebih optimal.

“Paket pekerjaan pengairan di wilayah Kecamatan Babulu itu termasuk saluran pembuangan,” jelas Weliam Yunior.

Tujuh Proyek Sudah Masuk Tahap Lelang

Hingga saat ini, sebagian besar paket pekerjaan telah memasuki tahap awal pelaksanaan.

Menurut Weliam, dari sembilan paket pekerjaan yang direncanakan:

  • Tujuh paket sudah masuk tahap lelang

  • Dua paket telah melakukan penandatanganan kontrak kerja

Perkembangan ini menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran berjalan.

“Saat ini tujuh paket pekerjaan sudah masuk tahap lelang dan dua kegiatan sudah tanda tangan kontrak kerja,” tambahnya.

Dorong Produktivitas Pertanian Dan Kesejahteraan Petani

Pemerintah daerah menilai penguatan jaringan irigasi menjadi langkah penting untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih optimal.

Dengan jaringan irigasi yang memadai, petani di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian, sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.

Weliam Yunior optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, meskipun saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah PPU.

FAQ

1. Berapa besar bantuan Pemprov Kaltim untuk irigasi di PPU?

Bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi.

2. Ada berapa paket pekerjaan irigasi yang dikerjakan?

Total terdapat sembilan paket pekerjaan yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan.

3. Wilayah mana saja yang menjadi fokus pembangunan?

Proyek difokuskan di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu, yang merupakan wilayah pertanian penting di PPU.

4. Apa manfaat proyek irigasi bagi petani?

Proyek ini bertujuan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga produktivitas petani dapat meningkat.

5. Apakah proyek sudah mulai berjalan?

Ya, saat ini tujuh paket telah masuk tahap lelang dan dua paket sudah dalam tahap kontrak kerja.

Selasa, 14 April 2026

Pelabuhan Penyeberangan Penajam Segera Dibangun Ulang Demi Akses IKN

Pemkab Penajam mulai tata ulang pelabuhan penyeberangan menuju IKN. Pendataan lahan dimulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan konektivitas transportasi air.
Pemkab Penajam mulai tata ulang pelabuhan penyeberangan menuju IKN. Pendataan lahan dimulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan konektivitas transportasi air.

Penajam Paser Utara, 14 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai melakukan tahapan tata ulang kawasan pelabuhan penyeberangan di Kelurahan Penajam. Penataan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, mengatakan kawasan pelabuhan saat ini dinilai belum tertata secara optimal sehingga membutuhkan pembenahan menyeluruh.

"Kawasan pelabuhan penyeberangan kurang tertata, sehingga perlu ditata ulang," ujar Abdul Waris Muin saat dikonfirmasi terkait rencana penataan kawasan pelabuhan penyeberangan di Penajam, Selasa (14/4/2026).

Fokus Penataan Demi Kenyamanan dan Keamanan Penumpang

Penataan pelabuhan penyeberangan difokuskan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan perjalanan bagi penumpang yang menggunakan transportasi air, baik kapal cepat (speedboat) maupun kapal kayu atau klotok.

Menurut Abdul Waris Muin, pelabuhan memiliki peran penting sebagai wajah Kabupaten Penajam Paser Utara yang melayani mobilitas masyarakat lokal sekaligus wisatawan yang menuju kawasan IKN.

Keberadaan pelabuhan yang tertata rapi diharapkan mampu mendukung konektivitas transportasi air sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Pelabuhan Sudah 23 Tahun Belum Pernah Dibangun Ulang

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengambil inisiatif untuk meningkatkan infrastruktur pelabuhan karena fasilitas yang ada saat ini telah beroperasi selama kurang lebih 23 tahun tanpa pembenahan besar.

Rencana penataan kawasan pelabuhan mencakup area seluas sekitar lima hektare. Tahapan awal dimulai dengan pendataan kepemilikan lahan serta kondisi sosial masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penataan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Pendataan Lahan Jadi Tahap Awal Penataan

Pemkab Penajam telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan lahan dan bangunan milik masyarakat yang masuk dalam rencana penataan kawasan pelabuhan.

Pendataan dilakukan secara detail untuk memastikan keakuratan data kepemilikan lahan dan bangunan. Hal ini penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Menurut Abdul Waris Muin, proses pendataan tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa kepentingan masyarakat setempat tetap menjadi prioritas utama, terutama karena banyak warga yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas di kawasan pelabuhan.

Dukung Aktivitas Penyeberangan Penajam–Balikpapan

Penataan kawasan pelabuhan juga mempertimbangkan tingginya aktivitas penyeberangan antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

Jalur penyeberangan ini menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat, termasuk pekerja, pelaku usaha, hingga wisatawan yang menuju kawasan IKN.

Dengan tata ulang kawasan pelabuhan, diharapkan arus transportasi air menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Analisis Dampak: Perkuat Akses Menuju IKN

Dari sisi pembangunan daerah, penataan pelabuhan memiliki dampak strategis terhadap penguatan konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara.

Pelabuhan yang tertata dengan baik diyakini mampu:

  • meningkatkan efisiensi transportasi air

  • mendukung pertumbuhan ekonomi lokal

  • memperlancar mobilitas masyarakat

  • meningkatkan daya tarik kawasan sebagai gerbang menuju IKN

Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur pendukung yang relevan dengan perkembangan kawasan IKN di Kalimantan Timur.

FAQ

1. Mengapa pelabuhan Penajam ditata ulang?
Karena kawasan pelabuhan dinilai belum tertata optimal dan perlu pembenahan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transportasi air.

2. Berapa luas kawasan pelabuhan yang akan ditata ulang?
Sekitar lima hektare area masuk dalam rencana penataan dan pembenahan.

3. Kapan pendataan lahan ditargetkan selesai?
Pendataan lahan dan bangunan milik masyarakat ditargetkan selesai pada tahun 2026.

4. Apa manfaat penataan pelabuhan bagi masyarakat?
Manfaatnya antara lain meningkatkan keamanan penyeberangan, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperlancar akses menuju IKN.

5. Pelabuhan ini melayani rute ke mana saja?
Salah satu rute utama yang dilayani adalah penyeberangan antara Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

OIKN Perkuat Budaya Lokal Lewat Pelatihan Rotan dan Ukir Kayu Di IKN

OIKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi warga IKN pada 13–17 April 2026 untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.
OIKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi warga IKN pada 13–17 April 2026 untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.

IKN, Kaltim - Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru terus dilakukan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Salah satunya melalui pelatihan menganyam rotan dan mengukir kayu yang digelar bagi warga di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, bertempat di Tower D Rusun ASN 1 Nusantara. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas masyarakat berbasis budaya lokal.

"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal," ujar Muhsin di Nusantara, Senin.

Materi Lengkap Dari Teori Hingga Praktik Langsung

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah yang telah berpengalaman dalam pengembangan industri kerajinan berbasis bahan alam.

Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari:

  • Pengolahan bahan baku rotan dan kayu

  • Teknik produksi kerajinan

  • Pengembangan desain produk

  • Strategi meningkatkan nilai jual produk

Pendekatan praktik langsung ini diharapkan mampu membuat peserta lebih siap menghasilkan produk secara mandiri yang layak dipasarkan.

Muhsin menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang produktif dan kreatif.

"Melalui pelatihan ini, IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal, menuju ekosistem yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan," katanya.

Transfer Ilmu Ke Generasi Muda Jadi Harapan Peserta

Antusiasme peserta terlihat dari harapan besar mereka terhadap manfaat pelatihan ini. Salah satu peserta, Daniel, yang juga guru di SMPN 02 Kabupaten Penajam Paser Utara, menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana penting untuk transfer ilmu kepada generasi muda.

Menurut Daniel, keterampilan yang didapat selama pelatihan akan sangat berguna untuk diajarkan kembali kepada siswa di sekolah.

"Saya berharap ilmu dari pelatihan yang saya ikuti saat ini, ke depan bisa saya ajarkan kembali kepada para siswa. Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan generasi berikutnya," ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi rotan di wilayah sekitar IKN yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan lebih terdorong untuk mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Peluang Pengembangan Usaha Lokal Semakin Terbuka

Hal serupa disampaikan oleh Dina, pelaku usaha perabotan dari Kecamatan Sepaku. Ia menilai pelatihan ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

"Saya berharap pelatihan ini bisa membantu saya meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran. Saya yakin dalam pelatihan selama lima hari ini akan banyak keterampilan dan pengetahuan yang saya peroleh," katanya.

Dengan dukungan pelatihan semacam ini, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Strategi OIKN Bangun Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Pelatihan kerajinan rotan dan ukir kayu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang OIKN dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di wilayah IKN.

Pendekatan berbasis budaya lokal dinilai memiliki potensi besar karena:

  • Memanfaatkan sumber daya lokal seperti rotan

  • Menjaga keberlanjutan tradisi kerajinan

  • Membuka peluang usaha baru

  • Mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif

Langkah ini juga dinilai selaras dengan visi pembangunan IKN yang menekankan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga pelaku aktif dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

FAQ

Apa tujuan pelatihan rotan dan ukir kayu oleh OIKN?
Tujuannya untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu membuka usaha baru di sektor kerajinan.

Kapan pelatihan ini dilaksanakan?
Pelatihan berlangsung pada 13–17 April 2026.

Siapa saja peserta pelatihan?
Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Siapa narasumber pelatihan ini?
Narasumber berasal dari Kementerian Perindustrian, yaitu Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah.

Apa manfaat pelatihan bagi masyarakat?
Masyarakat mendapatkan keterampilan produksi kerajinan, pengembangan desain, hingga peluang membuka usaha baru berbasis rotan dan kayu.

Rabu, 08 April 2026

16.941 KK Terima Bantuan Beras Lokal Di PPU, Bulog Utamakan Produk Petani

Bulog memastikan beras bantuan pangan 2026 di Penajam Paser Utara berasal dari produksi lokal, mendukung petani daerah dan menjangkau 16.941 keluarga penerima manfaat.
Bulog memastikan beras bantuan pangan 2026 di Penajam Paser Utara berasal dari produksi lokal, mendukung petani daerah dan menjangkau 16.941 keluarga penerima manfaat.

Penajam Paser Utara - Program bantuan pangan tahun 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dipastikan menggunakan beras hasil panen petani lokal. Kebijakan ini dinilai tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pertanian daerah.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Paser, Muhammad Muchlis, menegaskan bahwa seluruh beras yang disalurkan kepada masyarakat berasal dari produksi petani setempat.

“Beras bantuan pangan berasal dari produksi lokal,” ujar Muhammad Muchlis saat dikonfirmasi terkait program bantuan pangan 2026 di Penajam.

Menurut dia, beras yang digunakan dalam program tersebut merupakan hasil panen petani di Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah diserap oleh Bulog melalui mekanisme pembelian resmi.

Dukung Petani Lokal Dan Perkuat Ekonomi Daerah

Penggunaan beras lokal dalam program bantuan pangan menjadi langkah strategis untuk mendukung petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Dengan penyerapan hasil panen lokal, petani mendapat kepastian pasar serta harga jual yang lebih stabil.

Sepanjang tahun 2025, Bulog Kancab Paser menargetkan penyerapan sekitar 12.000 ton gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Data mencatat, hingga akhir 2025, jumlah gabah yang berhasil diserap mencapai:

  • Sekitar 1.000 ton GKP dari petani Kabupaten Paser

  • Sekitar 11.000 ton GKP dari petani Kabupaten Penajam Paser Utara

Untuk tahun 2026, target penyerapan gabah meningkat menjadi sekitar 15.286 ton GKP, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung produksi pertanian lokal.

16.941 KK Terima Bantuan Pangan

Program bantuan pangan periode Februari hingga Maret 2026 menyasar 16.941 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Penajam Paser Utara yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.

Total bantuan yang disalurkan meliputi:

  • 338.820 kilogram beras

  • 67.764 liter minyak goreng

Sesuai aturan terbaru, setiap pengambilan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, penerima wajib membawa kartu keluarga (KK) sebagai syarat validasi data.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Jumlah Penerima Naik 87 Persen

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan pangan tahun 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah penerima tercatat sebanyak 9.030 KK, sementara pada 2026 meningkat menjadi 16.941 KK, atau naik sekitar 87 persen.

Menurut Mudyat Noor, peningkatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

“Program bantuan pangan ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Transparansi Dan Ketepatan Sasaran Jadi Prioritas

Pemerintah daerah bersama Bulog berkomitmen memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selain membantu keluarga penerima manfaat, program ini juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pemanfaatan hasil pertanian daerah.

Kebijakan penggunaan beras lokal dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat daerah.

FAQ

1. Dari mana asal beras bantuan pangan di Penajam Paser Utara 2026?
Beras bantuan pangan berasal dari hasil panen petani lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara yang diserap oleh Bulog.

2. Berapa jumlah penerima bantuan pangan di PPU tahun 2026?
Sebanyak 16.941 kepala keluarga (KK) menerima bantuan pangan pada periode Februari–Maret 2026.

3. Apa saja isi bantuan pangan yang diberikan?
Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

4. Mengapa beras lokal digunakan untuk bantuan pangan?
Penggunaan beras lokal bertujuan mendukung petani daerah, menjaga harga hasil panen, serta memperkuat ekonomi lokal.

5. Apakah jumlah penerima bantuan meningkat dibanding tahun sebelumnya?
Ya, jumlah penerima meningkat sekitar 87 persen dibanding tahun 2025.

Selasa, 07 April 2026

IKN Diserbu Ratusan Ribu Pengunjung Selama Libur Idul Fitri Hingga Paskah

Sebanyak 411.778 pengunjung memadati IKN selama libur Idul Fitri dan Paskah 2026. Otorita IKN memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan wisatawan.
Sebanyak 411.778 pengunjung memadati IKN selama libur Idul Fitri dan Paskah 2026. Otorita IKN memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan wisatawan.

411.778 Pengunjung Padati IKN Selama Libur Lebaran Hingga Paskah 2026

NUSANTARA — Antusiasme masyarakat untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif. Selama periode libur panjang Idul Fitri hingga Paskah 2026, jumlah pengunjung yang datang ke kawasan inti IKN tercatat mencapai 411.778 orang.

Data dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat, lonjakan terbesar terjadi saat libur Idul Fitri pada 18–29 Maret 2026, dengan total 352.102 pengunjung. Sementara pada libur Paskah 3–5 April 2026, jumlah kunjungan mencapai 59.676 orang.

Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembangunan ibu kota baru Indonesia semakin besar dari waktu ke waktu.

Minat Masyarakat Tinggi, OIKN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebut lonjakan jumlah pengunjung menjadi indikator kuat bahwa masyarakat ingin melihat langsung progres pembangunan ibu kota negara.

"Banyaknya jumlah pengunjung ini menandakan tingginya minat masyarakat untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan IKN," ujar Troy dalam keterangan resminya di Nusantara, Senin.

Selama periode 18–29 Maret 2026, tercatat 80.105 unit kendaraan masuk ke kawasan IKN. Kendaraan tersebut terdiri dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus pariwisata.

Sementara pada periode libur Paskah, jumlah kendaraan yang masuk tercatat mencapai 14.382 unit, menunjukkan tren kunjungan yang tetap tinggi meski durasi libur lebih singkat.

Jembatan Kaca Jadi Destinasi Favorit Pengunjung

Salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi adalah jembatan kaca di kawasan anjungan glamping, yang kini menjadi ikon wisata baru di kawasan IKN.

Destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, terutama panorama alam dari ketinggian yang memadukan suasana alam dengan kawasan pembangunan modern.

Salah satu pengunjung asal Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Nur Halipah, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengunjungi jembatan kaca tersebut.

"Pas sampai di sini, wow... memang pemandangannya indah banget. Meski awalnya agak takut pas mau masuk jembatan kaca. Di sini pelayanannya juga bagus, tertib, dan aman," ujarnya.

Pengunjung lain dari Balikpapan, Qolbu, juga menyampaikan kesan serupa. Ia mengaku kagum dengan fasilitas yang tersedia dan berencana kembali berkunjung bersama keluarga.

"Tentu kami sangat kagum karena baru pertama kali lihat seperti ini di IKN. Sangat senang bisa ke sini bersama orang-orang tercinta," katanya.

Nusantara Park Ramaikan Libur Paskah Dengan Beragam Aktivitas

Selain destinasi alam, kawasan Nusantara Park yang dikelola oleh Artha Graha Group turut menjadi pusat aktivitas selama libur Paskah.

Berbagai kegiatan digelar untuk menarik minat pengunjung, mulai dari festival kuliner hingga lomba mewarnai telur bagi anak-anak. Bahkan kegiatan pencarian telur (egg hunt) di plaza seremoni menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga.

Pengelola Nusantara Park, Agnes, menyebut bahwa jumlah pengunjung terus meningkat sejak beberapa momentum libur sebelumnya.

"Dari Imlek lalu, kemudian Idul Fitri, sampai libur Paskah ini, antusias masyarakat semakin banyak. Setiap akhir pekan juga makin ramai pengunjung," jelasnya.

IKN Mulai Berkembang Jadi Destinasi Edukasi Dan Wisata

Fenomena lonjakan kunjungan ini juga menunjukkan bahwa kawasan IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan masa depan, tetapi mulai berkembang sebagai destinasi edukasi dan wisata berbasis pembangunan nasional.

Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga ingin melihat langsung bagaimana pembangunan ibu kota baru Indonesia berlangsung.

OIKN memastikan bahwa pengelolaan kunjungan tetap mengutamakan keamanan, kenyamanan, serta ketertiban masyarakat, seiring meningkatnya jumlah wisatawan setiap periode libur panjang.

FAQ

1. Berapa jumlah total pengunjung IKN selama libur 2026?
Total pengunjung IKN selama libur Idul Fitri dan Paskah 2026 mencapai 411.778 orang.

2. Kapan jumlah pengunjung paling banyak terjadi?
Lonjakan terbesar terjadi saat libur Idul Fitri 18–29 Maret 2026, dengan jumlah 352.102 pengunjung.

3. Destinasi apa yang paling ramai di IKN?
Salah satu destinasi favorit pengunjung adalah jembatan kaca di anjungan glamping.

4. Apa saja kegiatan selama libur Paskah di IKN?
Di Nusantara Park, digelar kegiatan seperti festival kuliner, lomba mewarnai telur, dan kegiatan mencari telur untuk anak-anak.

5. Siapa yang memastikan pelayanan kunjungan di IKN tetap berjalan baik?
Pelayanan kunjungan dipastikan berjalan optimal oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui koordinasi berbagai pihak terkait.

Miniatur Hutan Tropis IKN Jadi Destinasi Favorit Libur Nasional 2026

IKN ajak pengunjung tanam pohon di Miniatur Hutan Tropis. Puluhan ribu warga ikut berpartisipasi mendukung konsep kota hutan berkelanjutan.
IKN ajak pengunjung tanam pohon di Miniatur Hutan Tropis. Puluhan ribu warga ikut berpartisipasi mendukung konsep kota hutan berkelanjutan.

IKN Ajak Pengunjung Tanam Pohon, Ribuan Orang Ramaikan Miniatur Hutan Tropis

Sepaku, Kalimantan Timur — Upaya penghijauan terus dilakukan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Tak sekadar datang melihat pembangunan, pengunjung kini diajak ikut menanam pohon sebagai bagian dari budaya baru di ibu kota negara masa depan.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menjelaskan bahwa kunjungan masyarakat ke kawasan IKN tidak hanya bersifat wisata, tetapi juga edukatif dan partisipatif.

"Pengunjung tidak hanya datang melihat perkembangan, tetapi juga ikut menanam pohon dan beraktivitas bersama keluarga," ujar Pungky saat ditemui di kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (2026).

Miniatur Hutan Tropis Jadi Magnet Wisata Edukasi

Otorita IKN membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkunjung sekaligus ikut berkontribusi dalam kegiatan penghijauan melalui program penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN.

Selama periode libur nasional 3–5 April 2026, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit. Ribuan warga datang untuk berlibur sambil menanam pohon bersama keluarga.

Data resmi mencatat sekitar 59.676 pengunjung dengan total 14.382 kendaraan masuk ke kawasan IKN selama periode libur tersebut.

Sebanyak 500 lubang tanam disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Bibit yang ditanam merupakan jenis pohon khas hutan tropis Kalimantan, di antaranya:

  • Balangeran

  • Meranti

  • Bodhi

  • Kapuk Randu

  • Kemiri

Langkah ini menjadi bagian dari rehabilitasi vegetasi sekaligus memperkuat konsep IKN sebagai kota hutan (forest city).

70 Persen Tanaman Asli Kalimantan

Dalam pelaksanaannya, komposisi tanaman yang digunakan juga disusun secara strategis.

Sebanyak 70 persen merupakan spesies asli Kalimantan, sementara 30 persen lainnya adalah tanaman serbaguna atau multi-purpose trees species (MPTS) yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem di kawasan IKN.

Selain menjaga kelestarian alam, kegiatan menanam pohon juga dirancang sebagai pengalaman edukatif bagi anak-anak dan keluarga yang datang berkunjung.

Menanam Pohon Jadi Budaya Baru Di IKN

Program penghijauan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Otorita IKN menargetkan kegiatan menanam pohon menjadi bagian dari budaya masyarakat di ibu kota baru.

Dengan mengajak pengunjung menanam pohon di kawasan hutan sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), diharapkan terjadi pemulihan hutan hujan tropis yang menjadi visi utama pembangunan IKN.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebut momentum libur nasional membawa energi positif dalam pembangunan ibu kota baru.

Menurut dia, semangat liburan selaras dengan harapan menjadikan IKN sebagai kota masa depan yang ramah lingkungan.

"IKN tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang publik yang menggabungkan aspek ekologis, edukatif, dan rekreasi bagi masyarakat," jelas Troy.

IKN Mulai Tumbuh Sebagai Ruang Publik Hijau

Kegiatan menanam pohon yang melibatkan masyarakat ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pelestarian lingkungan.

Konsep kota hutan yang diusung menjadikan IKN sebagai salah satu proyek pembangunan berkelanjutan terbesar di Indonesia.

Selain memperbaiki kualitas lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang wisata edukasi yang memberi pengalaman berbeda bagi masyarakat.

Bagi banyak pengunjung, liburan ke IKN kini bukan hanya sekadar melihat pembangunan, tetapi juga ikut ambil bagian dalam menjaga alam.

FAQ

1. Apa tujuan kegiatan menanam pohon di IKN?
Tujuannya untuk mendukung konsep kota hutan, rehabilitasi vegetasi, serta membangun budaya menanam pohon di masyarakat.

2. Di mana lokasi kegiatan penanaman pohon di IKN?
Kegiatan dilakukan di Miniatur Hutan Hujan Tropis dan kawasan sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

3. Berapa jumlah pengunjung selama libur nasional April 2026?
Sekitar 59.676 pengunjung dengan 14.382 kendaraan tercatat masuk kawasan IKN.

4. Jenis pohon apa saja yang ditanam di IKN?
Beberapa di antaranya balangeran, meranti, bodhi, kapuk randu, dan kemiri.

5. Apa konsep utama pembangunan IKN terkait lingkungan?
IKN dikembangkan dengan konsep kota hutan (forest city) yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

Mudyat Noor Tekankan Peran CSR Perusahaan Dukung Pembangunan Penajam Paser Utara

Bupati Mudyat Noor mendorong pemanfaatan dana CSR sebagai sumber alternatif pembiayaan pembangunan daerah di Penajam Paser Utara agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati Mudyat Noor mendorong pemanfaatan dana CSR sebagai sumber alternatif pembiayaan pembangunan daerah di Penajam Paser Utara agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Bupati Mudyat Noor Dorong Dana CSR Jadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Daerah

Penajam Paser Utara — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan bahwa dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan bisa menjadi sumber alternatif pembiayaan pembangunan daerah.

Menurutnya, pemanfaatan dana CSR harus dilakukan secara terarah dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Pemanfaatan dana CSR perusahaan harus terarah dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah," ujar Mudyat Noor, Selasa, saat ditanya terkait sumber pendanaan pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ia menambahkan, dana CSR atau TJSL menjadi salah satu sumber alternatif yang sangat potensial untuk mendukung pembangunan, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Hampir 50 Persen Wilayah Dikuasai Perusahaan

Mudyat Noor mengungkapkan bahwa hampir 50 persen wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara dikuasai oleh perusahaan. Kondisi ini membuat penguatan regulasi menjadi sangat penting, agar dana TJSL bisa lebih optimal dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penguatan regulasi tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan program TJSL.

Dengan sistem yang lebih tertata dan transparan, diharapkan dana CSR dapat diarahkan sesuai dengan skala prioritas pembangunan daerah.

Ia juga menekankan bahwa kontribusi sektor swasta melalui CSR sangat penting agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan di wilayah mereka.

"Jangan sampai sumber daya di daerah terus diambil tanpa ada timbal balik yang dirasakan masyarakat," tegasnya.

Pemkab PPU Bangun Sinergi Lewat Forum TJSL

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini terus melakukan koordinasi dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membangun sinergi melalui Forum TJSL.

Forum tersebut berfungsi untuk memetakan capaian serta mengidentifikasi kekurangan dalam pelaksanaan program CSR.

Dengan adanya forum ini, pemerintah berharap program CSR dari perusahaan bisa berkesinambungan dengan program pemerintah daerah.

Langkah ini juga penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih antara program CSR perusahaan dengan program yang dibiayai melalui APBD.

Program CSR Akan Dirumuskan Lewat Musyawarah

Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemkab PPU telah menyusun konsep musyawarah dalam merumuskan program CSR yang akan dilaksanakan.

Melalui mekanisme tersebut, setiap program yang direncanakan diharapkan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta program prioritas pemerintah daerah.

Menurut Mudyat Noor, program dan kegiatan dana TJSL yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang akan ditentukan melalui forum musyawarah tersebut.

Kolaborasi antara perusahaan dan Forum TJSL dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas penggunaan dana CSR dalam mendukung pembangunan daerah.

Peran CSR Dinilai Strategis Bagi Pembangunan Daerah

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan daerah, dana CSR dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung pembiayaan pembangunan.

Dengan pengelolaan yang tepat, dana CSR dapat membantu membiayai berbagai program penting seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pemanfaatan CSR yang terarah juga diyakini mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan dampak positif keberadaan perusahaan di wilayah Penajam Paser Utara.

FAQ

Apa itu dana CSR atau TJSL?

Dana CSR atau TJSL adalah dana tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan yang digunakan untuk mendukung pembangunan masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Mengapa dana CSR penting bagi daerah?

Dana CSR penting karena dapat menjadi sumber alternatif pembiayaan pembangunan, terutama ketika anggaran daerah terbatas.

Bagaimana cara Pemkab PPU mengelola dana CSR?

Pemkab PPU mengelola dana CSR melalui Forum TJSL, musyawarah program, serta penguatan regulasi agar program lebih terarah dan transparan.

Apa tujuan utama pemanfaatan dana CSR di PPU?

Tujuannya adalah mendukung pembangunan daerah sesuai kebutuhan masyarakat serta mencegah tumpang tindih dengan program APBD.

Apakah perusahaan wajib memberikan CSR?

Perusahaan diwajibkan menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Empat Sumur Bor Irigasi 2025 Bantu Petani PPU Hadapi Musim Kering

BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.
BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.

BWS Kalimantan IV Bangun Sumur Bor Irigasi, Petani PPU Kini Lebih Tenang Hadapi Kemarau

Penajam Paser Utara – Upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian terus dilakukan pemerintah. Sepanjang tahun 2025, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membantu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dengan membangun empat unit sumur bor irigasi guna mengatasi persoalan pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau.

Langkah ini jadi kabar baik buat para petani, terutama yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air ketika cuaca mulai kering.

Sumur Bor Jadi Penyeimbang Saat Air Mulai Sulit

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, menjelaskan bahwa sumur bor irigasi berperan penting dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian.

“Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air lahan pertanian,” ujar Gunawan saat dimintai keterangan pada Selasa.

Menurut dia, pembangunan empat unit sumur bor irigasi tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan sumber air yang mendesak di area tanaman pangan.

Dengan adanya sumur bor, petani kini punya cadangan air yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, terutama saat musim kemarau yang biasanya berdampak pada menurunnya hasil panen.

Solusi Nyata Atasi Kekurangan Air Saat Musim Kering

Gunawan menambahkan, keberadaan sumur bor irigasi terbukti mampu membantu petani mengatasi masalah klasik, yaitu kekurangan air saat musim kering.

“Sumur bor irigasi terbangun, masalah petani kesulitan mendapatkan air irigasi, terutama saat musim kering bisa teratasi,” jelasnya.

Selain membantu menjaga pasokan air, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Produktivitas Padi PPU Terus Meningkat

Data dari Dinas Pertanian menunjukkan bahwa luas lahan padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare.

Dari luas tersebut, hasil panen pada tahun 2024 tercatat sekitar 48.188 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini mengalami peningkatan menjadi sekitar 50.250 ton GKP, menandakan adanya tren positif di sektor pertanian.

Dalam satu kali panen, petani rata-rata mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dengan frekuensi panen dua kali dalam satu tahun.

Menurut Gunawan, keberadaan sumur bor irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut.

“Kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” tambahnya.

Target Panen 2026 Diharapkan Lebih Tinggi

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan hasil panen padi mencapai sekitar 50.329 ton GKP.

Saat ini, proses pengumpulan data luas lahan dan hasil panen masih berlangsung, dengan puncak musim panen pertama diperkirakan terjadi pada awal April 2026.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana menambah jumlah sumur bor irigasi setiap tahun melalui koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV.

Langkah ini diharapkan bisa memperkuat sistem irigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Komitmen Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Pembangunan sumur bor irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dengan dukungan sarana irigasi yang memadai, petani diharapkan bisa terus meningkatkan hasil panen tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Kalimantan IV menjadi contoh sinergi yang dibutuhkan untuk menjaga sektor pertanian tetap stabil dan berkelanjutan.

FAQ

1. Berapa jumlah sumur bor irigasi yang dibangun di Penajam Paser Utara?
Sebanyak empat unit sumur bor irigasi dibangun sepanjang tahun 2025.

2. Siapa yang membangun sumur bor irigasi tersebut?
Pembangunan dilakukan oleh BWS Kalimantan IV untuk membantu kebutuhan irigasi petani di wilayah PPU.

3. Apa manfaat utama sumur bor irigasi bagi petani?
Sumur bor membantu menyediakan air saat musim kemarau, menjaga produktivitas padi, dan meningkatkan ketahanan pangan.

4. Berapa luas lahan padi di Penajam Paser Utara?
Luas lahan padi produktif tercatat sekitar 14.070 hektare.

5. Berapa target produksi padi tahun 2026?
Target produksi padi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

Minggu, 05 April 2026

Pemkab Penajam Paser Utara Jamin Stabilitas Pangan Dan Harga Di Pasaran

Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.
Stok pangan di Penajam Paser Utara dipastikan aman oleh Pemkab. Persediaan beras, gula, hingga minyak goreng mencukupi jelang hari besar keagamaan.

Stok Pangan Penajam Paser Utara Aman, Pemkab Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

KALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan bahwa ketahanan persediaan bahan pangan secara umum masih terkendali dan tidak mengalami kekurangan yang signifikan.

“Ketahanan persediaan bahan pangan secara umum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Sabtu.

Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga

Pemkab PPU terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.

Menurut Tohar, kelancaran distribusi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Dengan distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga yang memberatkan.

Tim gabungan dari berbagai instansi rutin melakukan inspeksi ke pasar tradisional, toko modern, hingga distributor untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau kelangkaan barang.

Kolaborasi Antar Dinas Diperkuat

Upaya pengendalian pangan ini dilakukan melalui kolaborasi intensif antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Data Stok Pangan Terbaru

Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas utama masih tersedia dalam jumlah yang cukup, di antaranya:

  • Beras medium sekitar 1.500 ton

  • Beras premium sekitar 300 ton

  • Gula sekitar 14 ton

  • Minyak goreng sekitar 1.000 liter (dengan tambahan pasokan hingga 80.000 liter)

Ketersediaan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat, termasuk menghadapi momentum hari besar.

Pasokan Luar Daerah Masih Aman

Untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan kentang, pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Meski begitu, kondisi stok saat ini tetap aman dan terkendali.

Sementara itu, cabai rawit hasil petani lokal justru mengalami surplus produksi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa ketergantungan pasokan dari luar.

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengawasan berkelanjutan serta koordinasi lintas sektor.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan keamanan distribusi pangan di seluruh wilayah.

FAQ

1. Apakah stok pangan di Penajam Paser Utara aman?
Ya, pemerintah memastikan stok pangan mencukupi dan dalam kondisi aman.

2. Komoditas apa saja yang tersedia cukup?
Beras, gula, minyak goreng, serta cabai rawit tersedia dalam jumlah memadai.

3. Apakah ada kenaikan harga jelang hari besar?
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi.

4. Dari mana pasokan bawang dan kentang berasal?
Sebagian masih didatangkan dari luar daerah.

5. Apa peran TPID dalam hal ini?
TPID bertugas memantau inflasi dan menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan.

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Mudyat Noor Ungkap Kebutuhan Rp200 Miliar Untuk Pelabuhan Penajam

Pemkab Penajam Paser Utara siapkan Rp200 miliar untuk revitalisasi pelabuhan sebagai pintu gerbang menuju IKN. Penataan dilakukan bertahap dari pendataan hingga pembangunan.
Pemkab Penajam Paser Utara siapkan Rp200 miliar untuk revitalisasi pelabuhan sebagai pintu gerbang menuju IKN. Penataan dilakukan bertahap dari pendataan hingga pembangunan.

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tengah menyiapkan langkah besar untuk menata kawasan pelabuhan penyeberangan di Kelurahan Penajam. Kawasan ini menjadi salah satu akses penting menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk proyek penataan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.

“Penataan pelabuhan butuh proses, saat ini sudah berjalan mulai tahap awal,” ujarnya, Jumat.

Dimulai Dari Pendataan Hingga Perencanaan

Menurut Mudyat, proses revitalisasi tidak dilakukan secara instan. Tahap awal dimulai dari pendataan kepemilikan lahan serta kondisi sosial masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.

Pendekatan ini dinilai penting agar proses pembangunan nantinya tidak menimbulkan konflik dan bisa berjalan sesuai rencana.

Setelah tahap pendataan, Pemkab akan melanjutkan ke perencanaan teknis sebelum akhirnya masuk ke tahap pembangunan fisik.

Butuh Pendanaan Besar, Pemkab Cari Sumber Dana

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Penajam Paser Utara saat ini masih berupaya mencari berbagai sumber pendanaan.

Nilai kebutuhan anggaran yang mencapai Rp200 miliar menjadi tantangan tersendiri, mengingat proyek ini mencakup pembenahan infrastruktur sekaligus penataan kawasan secara menyeluruh.

Peran Strategis Sebagai Penyangga IKN

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Balikpapan dan berada dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara.

Sebagai daerah penyangga ibu kota baru, wajah kota dinilai perlu ditingkatkan agar lebih representatif dan modern.

Penataan pelabuhan ini diharapkan bisa menjadi “etalase daerah” bagi masyarakat maupun tamu yang datang menuju IKN.

Tidak Hanya Fisik, Tapi Juga Sosial

Penataan yang dilakukan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial.

Pemkab melakukan pendataan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kepemilikan lahan dan kegiatan ekonomi di sekitar pelabuhan.

Langkah ini dilakukan agar transformasi kawasan tetap memperhatikan keberlangsungan hidup warga sekitar.

Dibentuk Tim Khusus, Kejar Penataan Kawasan

Untuk mempercepat proses, Pemkab telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan penertiban dan penataan kawasan pelabuhan.

Langkah ini cukup krusial, mengingat kawasan tersebut disebut sudah sekitar 23 tahun tidak mengalami pembenahan signifikan.

Kondisi Pelabuhan Saat Ini Dinilai Semrawut

Saat ini, kondisi pelabuhan dinilai kurang memadai. Area terlihat sempit, bangunan sudah usang, serta banyak kendaraan yang parkir sembarangan.

Situasi tersebut kerap mengganggu kelancaran aktivitas penyeberangan, baik untuk kapal cepat (speedboat) maupun kapal kayu (klotok).

Lahan Disiapkan Sekitar Tiga Hektare

Pemkab telah menyiapkan lahan sekitar tiga hektare untuk pengembangan kawasan pelabuhan.

Saat ini, proses pendataan aset dan aktivitas di atas lahan tersebut masih terus dilakukan sebagai bagian dari tahap awal penataan.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk penataan pelabuhan Penajam?
Sekitar Rp200 miliar untuk penataan menyeluruh kawasan pelabuhan.

2. Apa tujuan revitalisasi pelabuhan ini?
Untuk mendukung peran Penajam sebagai pintu gerbang menuju IKN dan meningkatkan wajah daerah.

3. Apa saja yang akan dibenahi?
Meliputi infrastruktur fisik, tata kawasan, serta penataan sosial masyarakat sekitar.

4. Kapan pembangunan dimulai?
Saat ini masih tahap awal berupa pendataan dan perencanaan teknis.

5. Berapa luas lahan yang disiapkan?
Sekitar tiga hektare untuk kawasan pelabuhan.