Berita BorneoTribun: Petani PPU hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Petani PPU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petani PPU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Empat Sumur Bor Irigasi 2025 Bantu Petani PPU Hadapi Musim Kering

BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.
BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.

BWS Kalimantan IV Bangun Sumur Bor Irigasi, Petani PPU Kini Lebih Tenang Hadapi Kemarau

Penajam Paser Utara – Upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian terus dilakukan pemerintah. Sepanjang tahun 2025, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membantu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dengan membangun empat unit sumur bor irigasi guna mengatasi persoalan pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau.

Langkah ini jadi kabar baik buat para petani, terutama yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air ketika cuaca mulai kering.

Sumur Bor Jadi Penyeimbang Saat Air Mulai Sulit

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, menjelaskan bahwa sumur bor irigasi berperan penting dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian.

“Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air lahan pertanian,” ujar Gunawan saat dimintai keterangan pada Selasa.

Menurut dia, pembangunan empat unit sumur bor irigasi tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan sumber air yang mendesak di area tanaman pangan.

Dengan adanya sumur bor, petani kini punya cadangan air yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, terutama saat musim kemarau yang biasanya berdampak pada menurunnya hasil panen.

Solusi Nyata Atasi Kekurangan Air Saat Musim Kering

Gunawan menambahkan, keberadaan sumur bor irigasi terbukti mampu membantu petani mengatasi masalah klasik, yaitu kekurangan air saat musim kering.

“Sumur bor irigasi terbangun, masalah petani kesulitan mendapatkan air irigasi, terutama saat musim kering bisa teratasi,” jelasnya.

Selain membantu menjaga pasokan air, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Produktivitas Padi PPU Terus Meningkat

Data dari Dinas Pertanian menunjukkan bahwa luas lahan padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare.

Dari luas tersebut, hasil panen pada tahun 2024 tercatat sekitar 48.188 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini mengalami peningkatan menjadi sekitar 50.250 ton GKP, menandakan adanya tren positif di sektor pertanian.

Dalam satu kali panen, petani rata-rata mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dengan frekuensi panen dua kali dalam satu tahun.

Menurut Gunawan, keberadaan sumur bor irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut.

“Kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” tambahnya.

Target Panen 2026 Diharapkan Lebih Tinggi

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan hasil panen padi mencapai sekitar 50.329 ton GKP.

Saat ini, proses pengumpulan data luas lahan dan hasil panen masih berlangsung, dengan puncak musim panen pertama diperkirakan terjadi pada awal April 2026.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana menambah jumlah sumur bor irigasi setiap tahun melalui koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV.

Langkah ini diharapkan bisa memperkuat sistem irigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Komitmen Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Pembangunan sumur bor irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dengan dukungan sarana irigasi yang memadai, petani diharapkan bisa terus meningkatkan hasil panen tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Kalimantan IV menjadi contoh sinergi yang dibutuhkan untuk menjaga sektor pertanian tetap stabil dan berkelanjutan.

FAQ

1. Berapa jumlah sumur bor irigasi yang dibangun di Penajam Paser Utara?
Sebanyak empat unit sumur bor irigasi dibangun sepanjang tahun 2025.

2. Siapa yang membangun sumur bor irigasi tersebut?
Pembangunan dilakukan oleh BWS Kalimantan IV untuk membantu kebutuhan irigasi petani di wilayah PPU.

3. Apa manfaat utama sumur bor irigasi bagi petani?
Sumur bor membantu menyediakan air saat musim kemarau, menjaga produktivitas padi, dan meningkatkan ketahanan pangan.

4. Berapa luas lahan padi di Penajam Paser Utara?
Luas lahan padi produktif tercatat sekitar 14.070 hektare.

5. Berapa target produksi padi tahun 2026?
Target produksi padi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

Minggu, 29 Maret 2026

Musim Panen Padi Dimulai, PPU Targetkan Produksi 50 Ribu Ton GKP 2026

Panen padi 2026 di Penajam Paser Utara mulai berlangsung. Produksi ditargetkan 50 ribu ton GKP untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Panen padi 2026 di Penajam Paser Utara mulai berlangsung. Produksi ditargetkan 50 ribu ton GKP untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Penajam Paser Utara, Kaltim — Kabar baik datang dari sektor pertanian. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, optimistis mampu menjaga ketahanan pangan daerah seiring dimulainya musim panen padi pertama tahun 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa panen perdana sudah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026.

“Musim panen pertama telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026,” ujar Gunawan, Sabtu.

Saat ini, aktivitas panen dilakukan di sejumlah wilayah. Meski begitu, data luas lahan dan total hasil panen masih dalam tahap pengumpulan. Diperkirakan, puncak panen akan terjadi pada awal April 2026.

Target Produksi Meningkat

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan produksi padi mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada 2024 produksi padi tercatat sekitar 48.188 ton GKP dan naik menjadi 50.250 ton GKP. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Gunawan menjelaskan, rata-rata produktivitas petani mencapai 3–4 ton per hektare dalam satu kali panen. Dalam setahun, petani umumnya melakukan dua kali masa tanam dan panen.

Lahan Pertanian Terus Dioptimalkan

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki lahan pertanian padi produktif seluas 14.070 hektare. Selain itu, pada 2026 dilakukan optimalisasi tambahan lahan seluas 5.436 hektare sesuai program dari Kementerian Pertanian.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Peran Petani Jadi Kunci

Saat ini, terdapat sekitar 8.000 petani di PPU yang tergabung dalam 700 kelompok tani. Mereka menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas produksi pangan.

Dengan dukungan pemerintah dan kondisi panen yang berjalan baik, PPU diyakini mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

“Produksi padi yang stabil dua kali dalam setahun diharapkan mampu menjaga ketahanan dan memenuhi kebutuhan pangan,” kata Gunawan.

Optimisme Pasca Lebaran

Progres panen diperkirakan akan terus meningkat setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Penajam Paser Utara menunjukkan optimisme tinggi sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Timur.

FAQ

1. Kapan musim panen padi di PPU 2026 dimulai?
Musim panen pertama dimulai sejak pertengahan Maret 2026.

2. Berapa target produksi padi PPU tahun 2026?
Ditargetkan mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

3. Berapa luas lahan pertanian padi di PPU?
Sekitar 14.070 hektare lahan produktif, ditambah optimalisasi 5.436 hektare.

4. Berapa jumlah petani di Penajam Paser Utara?
Tercatat sekitar 8.000 petani yang tergabung dalam 700 kelompok tani.

5. Berapa kali petani panen dalam setahun?
Umumnya petani melakukan dua kali panen dalam satu tahun.