Berita BorneoTribun: Planet Merah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Planet Merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Planet Merah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2025

Ilmuwan Ungkap Video Menakjubkan Terbang di Atas Ngarai Mars

Pemandangan ngarai Mars Xanthe Terra dari video Mars Express yang dirilis Badan Antariksa Eropa.
Ilustrasi Pemandangan ngarai Mars Xanthe Terra dari video Mars Express yang dirilis Badan Antariksa Eropa.

JAKARTA - Para ilmuwan dari Badan Antariksa Eropa (ESA) baru saja merilis video luar biasa yang menampilkan pemandangan terbang di atas salah satu wilayah paling menarik di Planet Mars, yaitu daerah bernama Xanthe Terra. Video tersebut merupakan hasil animasi yang dibuat menggunakan data dari kamera stereo beresolusi tinggi milik wahana antariksa Mars Express.

Dalam tayangan itu, penonton bisa melihat keindahan lanskap Mars dengan detail yang menakjubkan. Terlihat saluran-saluran panjang yang terbentuk oleh aliran air purba, pulau-pulau kecil yang masih bertahan dari proses erosi, hingga kawasan yang tampak seperti labirin penuh perbukitan. Semua itu memberikan gambaran jelas tentang bagaimana permukaan Mars terbentuk miliaran tahun lalu.

Salah satu bagian paling menarik yang ditampilkan adalah lembah panjang bernama Shalbatana Vallis yang memiliki panjang sekitar 1.300 kilometer. Lembah ini mengalir dari dataran tinggi Xanthe Terra menuju dataran rendah Chryse Planitia yang lebih halus. Menurut para ilmuwan, miliaran tahun yang lalu air pernah mengalir deras melalui saluran ini dan membentuk relief yang masih bisa kita lihat hingga sekarang.

Video tersebut diakhiri dengan pemandangan spektakuler berupa kawah besar berdiameter sekitar 100 kilometer. Kawah ini terbentuk akibat tumbukan benda langit yang menghantam permukaan Mars di masa lampau.

Jika diperhatikan lebih teliti, penonton juga dapat melihat fenomena menarik yang disebut “dichotomy Mars”, yaitu perbedaan mencolok antara wilayah selatan yang penuh kawah dan dataran tinggi dengan wilayah utara yang lebih halus dan datar. Para ilmuwan hingga kini masih meneliti penyebab pasti dari perbedaan besar ini, meski sudah ada beberapa dugaan yang kuat.

Wilayah Xanthe Terra sendiri mendapatkan namanya dari International Astronomical Union (IAU) pada tahun 1979. Nama tersebut berarti “tanah berwarna keemasan”. Sementara nama “Shalbatana” berasal dari bahasa Akkadia kuno yang berarti “Mars”.

Misi Mars Express telah mengorbit planet merah sejak tahun 2003. Awalnya, misi ini hanya direncanakan berlangsung selama dua tahun, tetapi hingga kini, lebih dari 20 tahun kemudian, wahana tersebut masih aktif dan terus mengirimkan data berharga ke Bumi. Kamera beresolusi tinggi di dalamnya terus digunakan untuk mempelajari geologi Mars dan membantu pencarian tanda-tanda kehidupan purba di planet tersebut.

Penemuan ini tidak hanya memperlihatkan betapa menakjubkannya lanskap Mars, tetapi juga membantu manusia memahami sejarah air dan evolusi geologis di planet tetangga kita ini. Melalui misi seperti Mars Express, harapan untuk menemukan jejak kehidupan masa lalu di Mars menjadi semakin terbuka.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Perseverance Tunjukkan Panorama Mars Paling Jernih Sepanjang Misi

Panorama resolusi tinggi Mars dari rover Perseverance, menampilkan bekas pengeboran, bukit sejauh 65 km, dan batu besar di atas pasir berbentuk sabit.
Panorama resolusi tinggi Mars dari rover Perseverance, menampilkan bekas pengeboran, bukit sejauh 65 km, dan batu besar di atas pasir berbentuk sabit.

JAKARTA - NASA kembali mencuri perhatian pecinta sains antariksa. Rover Perseverance berhasil mengabadikan panorama paling jernih dari permukaan Mars sejak awal misinya pada 2021. 

Foto ini diambil saat momen langka turunnya debu di atmosfer planet merah pada awal Agustus 2025, tepat di wilayah kawah Jezero, lokasi utama eksplorasi rover tersebut.

Panorama ini tersusun dari 96 foto resolusi tinggi yang diambil secara bertahap ketika debu Mars sedang mereda peristiwa yang hanya terjadi sekitar sekali setiap dua tahun. 

Momen tersebut dimanfaatkan tim pengolah citra NASA untuk menghasilkan pemandangan yang sangat detail. 

Dalam foto itu, terlihat jelas bekas pengeboran batu untuk pengambilan sampel di bagian depan, jajaran bukit sejauh 65 kilometer di kejauhan, hingga jejak roda yang menjadi saksi perjalanan Perseverance menuju titik pemotretan.

NASA menyebut salah satu objek paling menarik dalam panorama ini adalah sebuah batu besar yang terletak di atas pola pasir berbentuk sabit. 

Para ilmuwan menjulukinya floating rock atau “batu mengapung” karena posisinya terlihat tidak biasa. 

Batu ini diperkirakan berpindah ke lokasi tersebut akibat tiupan angin kuat, aliran air di masa lalu, atau bahkan peristiwa longsor. 

"Asal-usul pastinya masih menjadi misteri yang ingin kami ungkap," tulis tim NASA dalam rilis resminya.

Hasil jepretan ini bukan hanya sekadar pamer kecanggihan kamera Perseverance, tetapi juga menjadi data penting bagi studi geologi Mars. 

Dengan kualitas visual yang lebih bersih dari biasanya, peneliti dapat mengidentifikasi tekstur tanah, pola angin, hingga potensi lokasi pengambilan sampel berikutnya. 

Ke depan, NASA berencana merilis versi interaktif panorama ini agar publik bisa “menjelajahi” Mars secara virtual dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.

Curiosity Temukan ‘Koral’ di Mars, Bukti Kuat Planet Merah Pernah Punya Lautan

Batu di Mars berbentuk mirip karang laut yang ditemukan rover Curiosity NASA
Batu di Mars berbentuk mirip karang laut yang ditemukan rover Curiosity NASA.

Jakarta – Rover Curiosity milik NASA kembali membuat penemuan unik di Mars. Kali ini, wahana penjelajah itu menemukan batu di permukaan Planet Merah yang bentuknya sangat mirip dengan karang laut di Bumi. 

Meskipun bukan organisme hidup, formasi batuan ini diyakini terbentuk miliaran tahun lalu saat Mars masih memiliki lautan, menurut penjelasan ilmuwan NASA, Jumat (8/8/2025).

NASA menjelaskan, struktur seperti “koral” ini tercipta ketika mineral meresap ke dalam retakan batuan, lalu air yang mengalir di Mars menguap, meninggalkan endapan kristal. 

Seiring waktu, terpaan angin membentuk pola rumit yang terlihat saat ini. 

“Formasi seperti ini adalah jejak masa lalu Mars yang basah dan berpotensi layak huni,” kata juru bicara tim sains Curiosity.

Penemuan ini juga memperkuat teori bahwa air di Mars tidak sepenuhnya hilang. Sebagian besar kini ada dalam bentuk es di kutub, namun ada dugaan masih tersisa cadangan air cair di bawah permukaan, mungkin dalam bentuk lautan bawah tanah. 

“Setiap struktur mineral unik memberi kita potongan puzzle untuk memahami sejarah geologi Mars,” tambah NASA.

Temuan ini menambah deretan “benda aneh” yang berhasil diabadikan dari Mars. Sebelumnya, Curiosity dan rover Perseverance pernah memotret batuan berbentuk “donat”, “avokadо”, hingga “wajah kucing” dan “muka beruang”. 

Foto-foto ini bukan sekadar fenomena unik, tapi menjadi bukti visual penting untuk riset masa depan, termasuk misi mencari tanda-tanda kehidupan purba di Mars.