Berita BorneoTribun: Ramadan 2026 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ramadan 2026. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadan 2026. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Strategi 4K BI Kaltim Sukses Tahan Inflasi Saat Ramadan Hingga Lebaran 2026

Strategi 4K BI Kaltim terbukti efektif menahan inflasi Maret 2026 meski ada Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri. Inflasi tercatat hanya 0,72 persen. (gambar ilustrasi)
Strategi 4K BI Kaltim terbukti efektif menahan inflasi Maret 2026 meski ada Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri. Inflasi tercatat hanya 0,72 persen. (gambar ilustrasi)

Samarinda – Bank Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan strategi pengendalian inflasi 4K terbukti efektif menahan laju kenaikan harga selama Maret 2026, meskipun bertepatan dengan tiga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Tiga momentum besar tersebut meliputi Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri yang biasanya identik dengan lonjakan permintaan masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menyampaikan bahwa inflasi bulanan Kaltim tetap terkendali di angka 0,72 persen (month to month).

“Langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K ini diperkuat dengan sinergi TPID Kaltim bersama kabupaten/kota,” ujarnya di Samarinda, Jumat.

Strategi 4K Jadi Kunci Utama

Strategi 4K yang diterapkan mencakup:

  • Keterjangkauan harga

  • Ketersediaan pasokan

  • Kelancaran distribusi

  • Komunikasi efektif

Dalam implementasinya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim aktif melakukan berbagai intervensi pasar.

Sepanjang Maret 2026, tercatat 83 kegiatan pengendalian harga, seperti:

  • Gerakan pangan murah

  • Operasi pasar

  • Distribusi bahan pokok

Kegiatan tersebut tersebar di berbagai daerah, di antaranya:

  • Samarinda: 33 kali

  • Kutai Kartanegara: 16 kali

  • Kutai Barat: 14 kali

  • Bontang: 8 kali

  • Mahakam Ulu: 6 kali

  • Berau: 6 kali

Langkah ini dinilai efektif menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan.

Inflasi Tahunan Lebih Rendah dari Nasional

Secara keseluruhan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim menunjukkan:

  • Inflasi bulanan: 0,72% (mtm)

  • Inflasi tahunan: 3,31% (yoy)

  • Inflasi tahun berjalan: 1,37% (ytd)

Angka ini masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 3,48% (yoy).

Penyumbang Inflasi Terbesar

Kenaikan inflasi terutama dipicu oleh:

1. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau

  • Inflasi: 1,74% (mtm)

  • Andil: 0,52%

Lonjakan ini dipengaruhi meningkatnya konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri.

2. Kelompok Transportasi

  • Inflasi: 0,88% (mtm)

  • Andil: 0,11%

Hal ini didorong tingginya mobilitas masyarakat, termasuk peningkatan permintaan tiket pesawat dan cepatnya penyerapan extra flight.

Koordinasi Jadi Faktor Penentu

Selain intervensi pasar, aspek komunikasi juga menjadi kunci.

TPID Kaltim rutin menggelar:

  • Rapat koordinasi

  • Rapat tingkat tinggi

  • Evaluasi kebijakan harga

Langkah ini memastikan respons cepat terhadap potensi kenaikan harga selama periode rawan inflasi.

Komitmen Jaga Stabilitas Harga

Ke depan, BI Kaltim bersama TPID akan terus:

  • Menjaga konsistensi strategi 4K

  • Memperkuat mitigasi dini

  • Menjaga daya beli masyarakat

“Stabilitas harga harus terus dijaga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal,” tegas Jajang.

FAQ

1. Apa itu strategi 4K dalam pengendalian inflasi?
Strategi 4K adalah pendekatan BI yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

2. Berapa inflasi Kaltim Maret 2026?
Inflasi tercatat sebesar 0,72 persen secara bulanan.

3. Kenapa inflasi tetap terkendali saat Ramadan dan Lebaran?
Karena adanya intervensi pasar, operasi pangan murah, dan koordinasi intensif antar instansi.

4. Apa penyebab utama inflasi di Kaltim?
Terutama dari kelompok makanan dan transportasi akibat peningkatan permintaan.

5. Apakah inflasi Kaltim lebih tinggi dari nasional?
Tidak, inflasi Kaltim (3,31%) masih lebih rendah dibanding nasional (3,48%).

Sabtu, 14 Maret 2026

Hari Raya Idul Fitri 2026 Jatuh Pada Tanggal Ini

Lebaran 2026 jatuh pada tanggal berapa? Simak jadwal Idul Fitri 2026 menurut kalender pemerintah dan Muhammadiyah serta perkiraan hari raya Idul Fitri 2026.
Lebaran 2026 jatuh pada tanggal berapa? Simak jadwal Idul Fitri 2026 menurut kalender pemerintah dan Muhammadiyah serta perkiraan hari raya Idul Fitri 2026. (Gambar ilustrasi AI)

Kapan Lebaran 2026? Ini Perkiraan Hari Raya Idul Fitri

JAKARTA – Pertanyaan mengenai lebaran 2026 dan hari raya idul fitri 2026 jatuh pada tanggal berapa mulai ramai dicari masyarakat menjelang bulan Ramadan. 

Banyak orang ingin mengetahui kepastian waktu idul fitri 2026 untuk mempersiapkan mudik, libur keluarga, hingga agenda silaturahmi.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan pemerintah, Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah. 

Namun, kepastian tanggal tersebut tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama menjelang akhir Ramadan.

Lebaran 2026 jatuh pada tanggal berapa? Simak jadwal Idul Fitri 2026 menurut kalender pemerintah dan Muhammadiyah serta perkiraan hari raya Idul Fitri 2026.
Lebaran 2026 jatuh pada tanggal berapa? Simak jadwal Idul Fitri 2026 menurut kalender pemerintah dan Muhammadiyah serta perkiraan hari raya Idul Fitri 2026. (Gambar ilustrasi AI) 

Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. 

Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab yang digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriah.

Perbedaan potensi tanggal Lebaran ini kerap terjadi di Indonesia karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, yaitu hisab dan rukyatul hilal. 

Meski begitu, masyarakat biasanya menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat sebagai penetapan nasional.

Dalam kalender nasional 2026, pemerintah juga telah menyiapkan jadwal libur dan cuti bersama Idul Fitri untuk mendukung kelancaran arus mudik serta aktivitas masyarakat selama perayaan lebaran 2026. 

Libur Idul Fitri diproyeksikan berlangsung selama beberapa hari agar masyarakat dapat merayakan hari raya bersama keluarga.

Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan kapan lebaran 2026 adalah sekitar tanggal 20 hingga 21 Maret 2026, tergantung pada hasil penetapan resmi melalui sidang isbat. 

Informasi ini penting bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan, mudik, maupun kegiatan keluarga saat hari raya idul fitri 2026.

Selasa, 03 Maret 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Pasar Murah Ramadan Tekan Inflasi Kalbar dan Harga Bahan Pokok

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Pasar Murah Kalbar Resmi Dibuka Harga Bawang dan Cabai Jadi Sorotan

Pontianak, Kalbar -- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Ramadan di halaman Masjid Al-Muawwanah, Rabu 25 Februari 2026. 

Program ini digelar sebagai langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok yang memicu inflasi daerah menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan Pasar Murah ini menjadi strategi stabilisasi harga pangan di tengah lonjakan harga komoditas utama seperti bawang merah dan cabai. 

Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan signifikan pada dua komoditas tersebut turut mendorong inflasi dan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. 

Melalui program Pasar Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. 

Pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani lonjakan harga.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Selain berfungsi sebagai intervensi pasar untuk menekan inflasi, Pasar Murah juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarwarga. 

Suasana kebersamaan di tengah Ramadan diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan rasa saling peduli.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemprov Kalimantan Barat dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini secara bijak serta terus menjaga kebersamaan demi stabilitas ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Dengan adanya Pasar Murah Ramadan, diharapkan tekanan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

FAQ Seputar Pasar Murah Ramadan Kalbar

1. Apa tujuan utama Pasar Murah Ramadan ini?
Untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

2. Komoditas apa saja yang terdampak kenaikan harga?
Bawang merah dan cabai menjadi komoditas utama yang mengalami lonjakan harga signifikan.

3. Siapa yang dapat membeli di Pasar Murah?
Seluruh masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

4. Mengapa program ini penting saat Ramadan?
Karena kebutuhan pangan meningkat selama Ramadan, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadan Berkah Polres Landak Tebar Takjil untuk Warga

Aksi Humanis Satreskrim Polres Landak di Bulan Ramadan
Satreskrim Polres Landak membagikan takjil gratis kepada warga jelang buka puasa Ramadan 2026. Aksi sosial ini mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan polisi dengan masyarakat.

NGABANG -- Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan 2026, jajaran Satreskrim Polres Landak menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat di depan Mako Polres Landak, Jumat 27 Februari 2026, menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian kepolisian kepada warga di wilayah hukum Polda Kalbar.

Aksi Humanis Satreskrim Polres Landak di Bulan Ramadan

Menjelang azan magrib, suasana di depan Markas Komando Polres Landak tampak berbeda. Personel Satreskrim turun langsung ke jalan menyapa pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Dengan senyum ramah, mereka menyerahkan paket takjil sebagai hidangan pembuka puasa.

Kegiatan sederhana ini disambut hangat oleh warga. Banyak yang merasa tersentuh karena perhatian tersebut datang dari aparat penegak hukum yang selama ini identik dengan tugas pengamanan dan penindakan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai jembatan untuk membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.

Kapolres Landak, Devi Ariantari, melalui Kasat Reskrim Kuswiyanto, menjelaskan bahwa pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat silaturahmi di bulan penuh berkah.

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial. Ia menegaskan bahwa Polri ingin selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung.

Membangun Kedekatan dan Kepercayaan Publik

Aksi berbagi takjil ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun hubungan harmonis dan kondusif antara kepolisian dan warga.

Dengan turun langsung ke lapangan, anggota Satreskrim menunjukkan bahwa polisi adalah sahabat masyarakat. Kehadiran mereka di tengah warga saat momen berbuka puasa menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.

Salah satu warga penerima takjil mengaku senang dan tidak menyangka akan mendapat takjil gratis dari kepolisian. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena membuat masyarakat merasa diperhatikan dan dihargai.

Ramadan sebagai Momentum Menebar Kebaikan

Bulan Ramadan selalu identik dengan semangat berbagi. Kegiatan sosial seperti pembagian takjil gratis menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan. Melalui aksi ini, Polres Landak berharap nilai gotong royong dan solidaritas tetap terjaga.

Langkah humanis ini juga menjadi pesan kuat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terwujud jika ada sinergi dan saling percaya antara aparat dan warga.

Dengan pendekatan yang lebih persuasif dan penuh empati, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Landak semakin kokoh.

FAQ

1. Kapan kegiatan pembagian takjil dilakukan?
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, menjelang waktu berbuka puasa.

2. Di mana lokasi pembagian takjil?
Di depan Mako Polres Landak, wilayah hukum Polda Kalbar.

3. Siapa yang membagikan takjil?
Personel Satreskrim Polres Landak.

4. Apa tujuan kegiatan ini?
Untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

5. Apakah kegiatan ini rutin dilakukan?
Kegiatan sosial seperti ini umumnya menjadi agenda rutin saat Ramadan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

Oleh: Tino | Editor: Heri Yakop

Rabu, 25 Februari 2026

Gaji ke 14 ASN 2026 Cair Lebih Cepat Ini Jadwal dan Prediksi Nominalnya

ASN Wajib Tahu Ini Perkiraan THR 2026 dan Jadwal Pencairan
Jadwal pencairan gaji ke 14 atau THR ASN 2026 dipastikan lebih cepat pada awal Ramadan. Simak estimasi nominal per golongan, dasar hukum, dan prediksi tanggal cair resmi pemerintah. (Gambar ilustrasi AI)

ASN Wajib Tahu Ini Perkiraan THR 2026 dan Jadwal Pencairan

JAKARTA -- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya THR untuk ASN, TNI, dan Polri akan dicairkan lebih cepat pada awal Ramadan 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Kementerian Keuangan sebagai bagian dari kebijakan menjaga daya beli aparatur negara menjelang momen Lebaran.

Kabar tersebut tentu menjadi angin segar bagi Aparatur Sipil Negara di seluruh Indonesia yang tengah menantikan kepastian jadwal dan besaran nominal yang akan diterima.

Gaji ke-14 ASN 2026 Cair Lebih Awal

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan pencairan THR 2026 dilakukan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni pada awal Ramadan 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp55 triliun telah disiapkan untuk pembayaran THR bagi ASN, termasuk PNS, TNI, dan Polri.

Jika mengacu pada penetapan 1 Ramadan 1447 H melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama, maka pencairan diperkirakan berlangsung pada 19 hingga 26 Februari 2026. Biasanya, pemerintah mencairkan THR sekitar 10 hari sebelum Idulfitri, namun tahun ini dipercepat guna mendorong perputaran ekonomi nasional.

Apa Itu Gaji ke-14 atau THR ASN

Gaji ke-14 adalah istilah yang merujuk pada Tunjangan Hari Raya yang diberikan kepada ASN, TNI, Polri, pejabat negara, serta pensiunan menjelang Idulfitri. Kebijakan ini pertama kali diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2016.

Sejak diberlakukan, THR menjadi salah satu tunjangan yang paling dinantikan setiap tahun. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, THR juga berperan penting dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga.

Prediksi Besaran Gaji ke-14 ASN 2026

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan nominal resmi THR 2026. Namun, jika berkaca pada pola sebelumnya, besaran THR biasanya disesuaikan dengan gaji pokok serta tunjangan melekat sesuai pangkat dan golongan.

Berikut estimasi nominal berdasarkan golongan:

  • Golongan I: Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta

  • Golongan II: Rp3 juta hingga Rp4 juta

  • Golongan III: Rp3,8 juta hingga Rp5,4 juta

  • Golongan IV: Rp5,8 juta hingga Rp7,8 juta

Besaran tersebut masih berupa perkiraan dan dapat berubah sesuai regulasi terbaru yang akan diterbitkan pemerintah.

Dasar Hukum Pemberian Gaji ke-14

Pemberian THR bagi ASN memiliki landasan hukum yang jelas, antara lain:

  • Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2016 tentang pemberian THR bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan

  • Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemberian THR dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara

  • Peraturan Menteri Keuangan terkait teknis pencairan

  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Regulasi ini menjadi payung hukum agar pencairan THR berjalan transparan, terukur, dan tepat sasaran.

Dampak THR terhadap Ekonomi

Selain membantu ASN memenuhi kebutuhan Lebaran, percepatan pencairan THR juga diyakini akan mendorong konsumsi masyarakat. Perputaran uang menjelang Idulfitri biasanya meningkat signifikan, terutama di sektor ritel, transportasi, dan kebutuhan pokok.

Langkah percepatan ini sekaligus menjadi strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026.

FAQ Seputar Gaji ke-14 ASN 2026

Kapan gaji ke-14 ASN 2026 cair?
Diperkirakan antara 19–26 Februari 2026 atau pada awal Ramadan 2026.

Apakah TNI dan Polri juga menerima THR?
Ya, THR diberikan kepada ASN, PNS, TNI, Polri, pejabat negara, serta pensiunan.

Berapa besar THR ASN 2026?
Nominal resmi belum diumumkan, namun estimasi berkisar Rp2,2 juta hingga Rp7,8 juta tergantung golongan.

Apakah THR 2026 lebih cepat dari biasanya?
Ya, pemerintah memastikan pencairan dilakukan lebih awal pada awal Ramadan.