Berita BorneoTribun: Sekadau hari ini

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau ribuan pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Tampilkan postingan dengan label Sekadau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekadau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2026

Kasus Cabul Anak Di Sekadau Bertambah, Korban Kedua Keponakan Pelaku Usia 10 Tahun

Foto: Ilustrasi Kasus Pencabulan Anak Di Sekadau, Kalimantan Barat 

SEKADAU - Kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak yang menjerat RY (42) di Kabupaten Sekadau memasuki babak baru. Setelah sebelumnya terungkap korban adalah anak kandungnya sendiri, kini polisi menemukan satu korban lain yang merupakan keponakan pelaku dan masih berusia 10 tahun.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono membenarkan adanya perkembangan tersebut. Temuan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau.

“Iya, benar. Ini merupakan pengembangan kasus yang dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau,” ujar AKP Triyono di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).

AKP Triyono menjelaskan, laporan terkait korban kedua diterima SPKT Polres Sekadau pada Senin (27/4/2026), setelah orang tua korban memperoleh informasi mengenai dugaan peristiwa yang dialami anaknya.

Dari keterangan awal, korban menyampaikan kepada ibunya bahwa pelaku diduga telah beberapa kali melakukan perbuatan cabul terhadap dirinya. Peristiwa terakhir disebut terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, di rumah pelaku di Kecamatan Sekadau Hilir. Pelaku diketahui merupakan paman korban sendiri.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau segera memeriksa korban dan sejumlah saksi. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sekadau untuk memastikan perlindungan dan pendampingan korban.

“Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi serta berkoordinasi dengan Dinsos dan DP3A Kabupaten Sekadau untuk proses pendampingan korban,” ungkap AKP Triyono.

Dalam perkara ini, RY dijerat Pasal 473 ayat (4) jo. Pasal 473 ayat (1) atau Pasal 473 ayat (2) huruf b dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

AKP Triyono menegaskan, RY sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Sekadau dalam kasus serupa dengan korban anak kandungnya sendiri. Tersangka diamankan pada Selasa (14/4/2026) malam di Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

“Jadi, saat ini terdapat dua korban, yakni anak kandung dan keponakan tersangka yang keduanya masih di bawah umur. Karena itu, kasus ini menjadi perhatian serius kami, baik dalam proses penanganan hukum terhadap tersangka maupun dalam upaya perlindungan dan pendampingan korban, khususnya pemulihan psikologis melalui koordinasi dengan instansi terkait,” pungkasnya. (Red/Rh)

Sabtu, 25 April 2026

Bupati Sekadau Apresiasi Solidnya Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX

Foto: Upacara adat mudas buang pamali Kampong pasca kecelakaan Helikopter PK-CFX pada 16 April 2026 

SEKADAU - Bupati Sekadau Aron, S.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang bahu-membahu mencari dan mengevakuasi korban jatuhnya helikopter PK-CFX di Bukit Puntak, Ulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kamis (16/4/2026).

“Berkat kerja sama dan koordinasi yang baik, tim Basarnas, TNI, Polri, Pemkab Sekadau, kecamatan, desa, serta PT CMA KPN Corp, pencarian dan evakuasi korban dapat segera diselesaikan,” ujar Aron, Sabtu (25/4/2026).

Bupati juga menyoroti antusiasme masyarakat sekitar yang luar biasa. Warga bahu-membahu bersama tim gabungan di lapangan membantu proses evakuasi.

Sementara itu, Camat Nanga Taman Roberthus Robby, S.Sos., M.E. turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Ia menjelaskan, saat kejadian warga dari wilayah sekitar seperti Ulu Peniti, Gandis, Berubik, Sungai Pulau, Riam Panjang, Batu Ansah, serta kampung-kampung terdekat lainnya terlibat aktif membantu proses evakuasi.

“Mereka bahu-membahu bersama tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta OPD teknis di lingkungan Pemkab Sekadau. Selain itu, Forkopimcam Nanga Taman, KPH Sekadau wilayah Nanga Taman, serta perwakilan PT Citra Mahkota KPN Corp juga ikut ambil bagian,” jelas Robby.

Menurut Robby, semua pihak terlibat secara maksimal dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Berkat kerja sama yang solid, korban kecelakaan helikopter PK-CFX dapat dievakuasi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat dan tim gabungan menjadi kunci utama dalam percepatan proses evakuasi di lokasi yang cukup sulit dijangkau.

“Atas nama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Nanga Taman, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” tutup Robby. (Red)

Jumat, 24 April 2026

Badut Polisi Jadi Daya Tarik Edukasi Keselamatan Di SDN 47 Penanjung

Polisi Sahabat Anak di SDN 47 Penanjung menghadirkan edukasi lalu lintas dan anti bullying dengan metode interaktif, membuat siswa belajar keselamatan secara menyenangkan.
Polisi Sahabat Anak di SDN 47 Penanjung menghadirkan edukasi lalu lintas dan anti bullying dengan metode interaktif, membuat siswa belajar keselamatan secara menyenangkan.

SEKADAU - Kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar dasar kembali digencarkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Sekadau. Kali ini, program Polisi Sahabat Anak digelar di SDN 47 Penanjung, Jumat (24/4/2026), dengan pendekatan kreatif yang memadukan pembelajaran dan hiburan.

Suasana sekolah sejak pagi tampak berbeda. Puluhan siswa terlihat antusias menyambut kedatangan anggota kepolisian yang hadir dengan konsep interaktif, termasuk personel yang mengenakan kostum badut polisi. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang santai sekaligus memudahkan anak-anak memahami materi keselamatan di jalan raya.

Kegiatan dipandu oleh Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Sekadau, AIPDA Yuni Iswandi, yang menyampaikan berbagai materi dasar tentang keselamatan berlalu lintas. Para siswa dikenalkan pada fungsi rambu-rambu, tata cara menyeberang jalan dengan benar, hingga pentingnya penggunaan helm saat berkendara.

Menurut AIPDA Yuni Iswandi, metode komunikasi yang ramah dan menyenangkan terbukti efektif dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada anak-anak usia sekolah dasar.

Ia menjelaskan, pendekatan melalui permainan dan simbol visual seperti kostum badut mampu meningkatkan perhatian siswa sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat dalam jangka panjang.

Selain fokus pada keselamatan berlalu lintas, kegiatan ini juga memuat pesan penting terkait pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati, tidak melakukan kekerasan verbal maupun fisik, serta berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus. Pendekatan humanis dinilai mampu membangun citra positif institusi sekaligus memperkuat kesadaran sosial sejak usia dini.

Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi permainan edukatif dan tanya jawab digelar. Banyak siswa berpartisipasi aktif, menjawab pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.

Satlantas Polres Sekadau berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran disiplin berlalu lintas sejak dini serta membentuk karakter anak yang peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain. Selain itu, edukasi anti-bullying diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Usai Kecelakaan Helikopter, Warga Dayak Taman Gelar Ritual Adat

Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.

SEKADAU - Suasana Kampung Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, tampak berbeda pada Jumat (24/4/2026). Warga berkumpul di halaman gereja kampung, bukan untuk acara biasa, melainkan menjalankan ritual adat yang diyakini mampu mengembalikan ketenangan setelah musibah kecelakaan helikopter beberapa waktu lalu.

Bagi masyarakat Dayak Taman, peristiwa kecelakaan udara yang melibatkan helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 registrasi PK-CFX bukan sekadar insiden teknis. Ada keyakinan bahwa musibah besar bisa memengaruhi keseimbangan kehidupan kampung, sehingga perlu dilakukan upaya pemulihan secara adat.

Itulah sebabnya ritual Mudas Buang Pamali Kampong digelar. Prosesi ini dipercaya sebagai cara membersihkan kampung dari hal-hal buruk sekaligus memohon perlindungan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga aparat pemerintahan terlihat duduk berdampingan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca musibah bukan hanya urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Perwakilan kepolisian dari Polres Sekadau juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa pihaknya menghormati penuh pelaksanaan tradisi lokal tersebut.

Menurut Triyono, ritual adat seperti ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

“Ritual adat ini menjadi bentuk doa bersama sekaligus cara masyarakat membersihkan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa dampak buruk setelah musibah,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sejumlah sambutan dari unsur pemerintah kecamatan dan daerah. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala desa sebagai bentuk apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kebersamaan.

Setelah rangkaian sambutan selesai, perhatian warga langsung tertuju pada prosesi adat. Tokoh adat memimpin jalannya ritual, sementara warga mengikuti dengan khidmat.

Momen tersebut terasa sakral bagi masyarakat setempat. Bagi mereka, ritual bukan sekadar simbol, melainkan cara menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti Mudas Buang Pamali Kampong masih terus dijaga. Bagi masyarakat Dayak Taman, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.

Selain memulihkan kondisi spiritual, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk saling bertemu dan memperkuat solidaritas setelah musibah.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan instansi dalam kegiatan tersebut juga menjadi tanda dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Triyono menegaskan bahwa kepolisian akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang mengedepankan nilai kebersamaan dan menjaga stabilitas sosial.

“Nilai adat dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Kamis, 23 April 2026

Lampu Motor Mati Diduga Picu Tabrakan Dua Kendaraan Di Jalan Merdeka Timur Sekadau

Usai laka truk beruntun, dua motor bertabrakan di Jalan Merdeka Timur Sekadau. Polisi ungkap kronologi, korban luka dirawat di RSUD Sekadau.
Usai laka truk beruntun, dua motor bertabrakan di Jalan Merdeka Timur Sekadau. Polisi ungkap kronologi, korban luka dirawat di RSUD Sekadau.

SEKADAU, KALBAR — Rangkaian kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada hari yang sama setelah insiden beruntun yang melibatkan truk angkutan barang di ruas Sekadau–Sanggau. Kali ini, dua sepeda motor terlibat tabrakan di kawasan dalam kota.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Mita Mart, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kepolisian menyebut kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha King yang dikendarai M (19) dan Honda Revo yang dikendarai J (21) dengan penumpang R (17).

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, insiden bermula saat Yamaha King melaju dari arah Sekadau menuju Sintang. Saat mencoba mendahului kendaraan di depannya, dari arah berlawanan datang Honda Revo.

Lampu Motor Mati Diduga Picu Tabrakan Dua Kendaraan Di Jalan Merdeka Timur Sekadau
Usai laka truk beruntun, dua motor bertabrakan di Jalan Merdeka Timur Sekadau. Polisi ungkap kronologi, korban luka dirawat di RSUD Sekadau.

“Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat. Selain itu, sepeda motor Honda Revo diketahui lampu utamanya tidak berfungsi optimal sehingga visibilitas terbatas,” kata AKP Triyono, Kamis (23/4/2026).

Benturan tak terhindarkan ketika kedua kendaraan berada pada posisi berhadapan di jalur yang sama.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Yamaha King mengalami patah tulang pada paha kaki kanan.
Sementara pengendara Honda Revo mengalami luka robek dan patah pada jari kaki kanan, sedangkan penumpangnya juga mengalami luka robek di bagian jari kaki.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Unit Gakkum Satlantas Polres Sekadau segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

AKP Triyono menegaskan bahwa Jalan Merdeka Timur merupakan salah satu titik dengan intensitas lalu lintas tinggi di kawasan perkotaan Sekadau.

Lampu Motor Mati Diduga Picu Tabrakan Dua Kendaraan Di Jalan Merdeka Timur Sekadau
Usai laka truk beruntun, dua motor bertabrakan di Jalan Merdeka Timur Sekadau. Polisi ungkap kronologi, korban luka dirawat di RSUD Sekadau.

“Pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, terutama lampu utama, serta melengkapi surat-surat dan helm standar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan terjadi?
Kecelakaan terjadi di Jalan Merdeka Timur, depan Mita Mart, Desa Sungai Ringin, Sekadau Hilir.

2. Kapan kejadian berlangsung?
Insiden terjadi pada Rabu malam, 22 April 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.

3. Berapa kendaraan yang terlibat?
Dua sepeda motor, yakni Yamaha King dan Honda Revo.

4. Apa penyebab kecelakaan?
Diduga karena jarak terlalu dekat saat mendahului serta lampu motor Honda Revo yang tidak berfungsi optimal.

5. Bagaimana kondisi korban?
Tiga korban mengalami luka, termasuk satu pengendara yang mengalami patah tulang paha kaki.

6. Apakah korban sudah mendapat perawatan?
Ya, seluruh korban telah dibawa ke RSUD Sekadau.

Truk Sawit, Semen, Dan Kernel Tabrakan Di Sekadau, Jalur Sempat Macet

Tabrakan beruntun tiga truk di Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, menyebabkan dua orang terluka. Polisi mengungkap kronologi lengkap kecelakaan di jalur Sekadau–Sanggau. (Foto Humas Polres Sekadau)
Tabrakan beruntun tiga truk di Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, menyebabkan dua orang terluka. Polisi mengungkap kronologi lengkap kecelakaan di jalur Sekadau–Sanggau. (Foto Humas Polres Sekadau)

Sekadau, Kalbar - Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga kendaraan angkutan barang terjadi di ruas jalan Sekadau–Sanggau, tepatnya di Desa Ensalang, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Rabu (22/4/2026) malam sekitar pukul 18.30 WIB.

Insiden tersebut melibatkan satu unit dump truck Isuzu bermuatan kelapa sawit dan dua unit light truck Mitsubishi yang masing-masing membawa muatan semen serta kernel. Peristiwa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat karena posisi kendaraan menutup sebagian badan jalan.

Kasat Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan, kecelakaan bermula saat light truck Mitsubishi bermuatan semen yang dikemudikan MO (28) melaju dari arah Sanggau menuju Sekadau bersama rekannya M (31).

Truk Sawit, Semen, Dan Kernel Tabrakan Di Sekadau, Jalur Sempat Macet
Tabrakan beruntun tiga truk di Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, menyebabkan dua orang terluka. Polisi mengungkap kronologi lengkap kecelakaan di jalur Sekadau–Sanggau. (Foto Humas Polres Sekadau)

Dari arah berlawanan, sebuah dump truck Isuzu yang dikemudikan KK (42) diduga keluar jalur hingga memasuki lajur kanan. Kondisi tersebut membuat jarak antar kendaraan sangat dekat dan benturan pertama tidak dapat dihindari.

“Benturan awal terjadi antara light truck dan dump truck yang diduga keluar jalur,” ujar AKP Triyono, Jumat (23/4/2026).

Tidak berhenti di situ, sesaat setelah tabrakan pertama, satu unit light truck Mitsubishi lain bermuatan kernel yang dikemudikan BW (25) datang dari arah Sekadau. Karena kondisi jalan yang sudah tertutup sebagian kendaraan, truk tersebut tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang dump truck.

Benturan kedua inilah yang membuat kecelakaan menjadi beruntun dan lebih kompleks.

Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka-luka. Penumpang light truck pertama, M (31), mengalami luka pada pelipis kiri. Sementara pengemudi light truck kedua, BW (25), mengalami luka pada kedua kaki dan sempat terjepit di kabin kendaraan sebelum dievakuasi warga.

Dua pengemudi lainnya, MO dan KK, dilaporkan tidak mengalami luka serius.

Truk Sawit, Semen, Dan Kernel Tabrakan Di Sekadau, Jalur Sempat Macet
Tabrakan beruntun tiga truk di Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, menyebabkan dua orang terluka. Polisi mengungkap kronologi lengkap kecelakaan di jalur Sekadau–Sanggau. (Foto Humas Polres Sekadau)

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Warga sekitar turut membantu proses evakuasi di lokasi kejadian sebelum petugas tiba.

Selain korban luka, tiga kendaraan mengalami kerusakan pada bagian bodi dengan estimasi kerugian materiel mencapai puluhan juta rupiah. Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Sekadau telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas agar kembali normal.

Polisi juga mengingatkan pengendara, terutama kendaraan berat, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur Sekadau–Sanggau yang dikenal padat kendaraan angkutan barang dan minim penerangan pada malam hari.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan terjadi?
Kecelakaan terjadi di Desa Ensalang, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

2. Berapa kendaraan yang terlibat?
Terdapat tiga kendaraan truk angkutan barang yang terlibat dalam kecelakaan.

3. Apakah ada korban jiwa?
Tidak ada korban jiwa, namun dua orang mengalami luka-luka.

4. Apa penyebab kecelakaan?
Diduga salah satu truk keluar jalur hingga terjadi benturan awal yang memicu tabrakan beruntun.

5. Ke mana korban dibawa?
Korban dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan perawatan medis.

Selasa, 21 April 2026

Tindak Lanjuti Video Viral, Polres Sekadau Cek Dugaan PETI di Sungai Sekadau: Nihil Aktivitas

Foto: Aparat Kepolisian Cek Dugaan Aktivitas PETI Aliran Sungai Sekadau, Selasa (21/4/2026)

SEKADAU - Menindaklanjuti video viral di media sosial terkait dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Sekadau, Jalan Tanjung Penanjung, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Polres Sekadau melakukan pengecekan lapangan, Selasa (21/4/2026).

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, pengecekan dilakukan personel Satreskrim Polres Sekadau. Tim berangkat dari Mapolres Sekadau menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas dalam video yang beredar.

“Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit, tim melakukan penelusuran untuk memastikan titik lokasi. Berdasarkan ciri lingkungan seperti susunan pepohonan serta pemandangan di seberang sungai, lokasi yang diduga sesuai dengan video tersebut berhasil ditemukan,” ujar AKP Triyono.

Namun, saat pengecekan, tidak ditemukan aktivitas penambangan maupun keberadaan lanting atau mesin dompeng seperti yang terlihat dalam video viral. Aliran Sungai Sekadau tampak normal dan tidak terdengar suara mesin dari aktivitas pertambangan.

Selain pengecekan fisik, personel Satreskrim juga berkoordinasi dengan warga sekitar untuk menggali informasi terkait video yang beredar.

AKP Triyono menyebut, salah seorang warga menyampaikan sebelumnya sempat terlihat satu lanting berada di tengah sungai. Namun, aktivitas pastinya tidak diketahui jelas karena di sekitar lokasi juga ada masyarakat yang bekerja menyedot pasir menggunakan mesin dompeng.

“Meski telah memperoleh keterangan dari warga, tim tetap melakukan dokumentasi serta penelusuran lanjutan sebagai langkah verifikasi di lapangan. Berdasarkan hasil pengecekan langsung, per hari ini tidak ditemukan aktivitas apa pun di lokasi sebagaimana yang ada dalam video viral tersebut,” lanjutnya.

AKP Triyono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin maupun kegiatan ilegal lain yang dapat merusak lingkungan dan melanggar hukum.

“Jajaran Polres Sekadau terus melakukan sosialisasi dan pemantauan, termasuk hingga ke wilayah pedalaman dan tingkat polsek, guna mencegah praktik pertambangan ilegal,” pungkasnya.

Senin, 20 April 2026

Hari Terakhir Olah TKP Helikopter PK-CFX, Mesin Dievakuasi Lewat Jalur Berat

Foto: Mesin Helikopter Airbus H-130T2 registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman berhasil di evakuasi, Senin (20/4/2026)

SEKADAU - Hari terakhir olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter Airbus H-130T2 registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Senin (20/4/2026), difokuskan pada evakuasi mesin helikopter. Proses ini dikawal langsung Polsek Nanga Taman, Polres Sekadau, Polda Kalbar.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, olah TKP dan investigasi berlangsung tiga hari, 18–20 April 2026, oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, kru PT Matthew Air, serta masyarakat setempat.

“Pada hari terakhir, tim gabungan mengevakuasi komponen utama helikopter berupa mesin dari titik jatuh sebagai bagian tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar AKP Triyono.

Dari unsur Polri, kegiatan dipimpin Kapolsek Nanga Taman Ipda Bari Candramedi bersama personel yang bertugas mengamankan lokasi serta mendampingi proses evakuasi.

Sekitar 15 warga Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, turut membantu pengangkatan mesin dari lokasi jatuh menuju akses darat yang dapat dijangkau kendaraan roda empat.

AKP Triyono menjelaskan, evakuasi dilakukan secara manual dengan memikul mesin melewati jalur yang cukup berat.

“Medan yang dilalui berupa tanjakan, turunan, dan akses terbatas, sehingga membutuhkan kerja sama seluruh tim serta partisipasi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang ikut membantu seluruh rangkaian evakuasi.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat setempat. Dukungan warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” tambah AKP Triyono.

Setelah dikeluarkan dari lokasi kejadian, mesin helikopter dibawa menggunakan kendaraan roda empat untuk dikirim ke kantor KNKT guna pemeriksaan dan analisis teknis lebih lanjut.

“Selama tiga hari olah TKP, tim gabungan telah melakukan dokumentasi, pengumpulan data, pengamanan dokumen penerbangan, pengambilan komponen penting, hingga evakuasi mesin sebagai bagian penting investigasi lanjutan,” pungkas AKP Triyono.

Minggu, 19 April 2026

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar

Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

SEKADAU — Aparat kepolisian dari Polsek Nanga Taman, Polres Sekadau, Polda Kalimantan Barat, terus melakukan pengamanan dan pendampingan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan helikopter Airbus Helicopter H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara faktual dan akurat.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan olah TKP telah berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu, 18–19 April 2026.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, kru dari PT Matthew Air, serta dukungan masyarakat setempat.

“Pada hari pertama, Sabtu (18/4), tim gabungan melakukan olah TKP awal dengan fokus pada pengecekan posisi helikopter, pemeriksaan barang dan dokumen penerbangan, serta penelusuran barang milik korban yang masih tertinggal di sekitar lokasi kejadian,” ujar AKP Triyono.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Selain itu, tim juga melakukan identifikasi kondisi akhir pesawat dan penyebaran puing di lokasi kecelakaan. Data tersebut menjadi bahan penting dalam proses investigasi lanjutan.

Beberapa barang yang berhasil diamankan pada tahap awal antara lain dokumen penerbangan serta barang pribadi milik korban seperti tas dan perlengkapan lainnya.

Komponen Penting Helikopter Diamankan

Memasuki hari kedua pada Minggu (19/4), tim KNKT bersama tim gabungan melanjutkan investigasi dengan melakukan dokumentasi lebih rinci dan pengumpulan data lapangan.

Sejumlah komponen vital helikopter turut diamankan guna kepentingan analisis teknis lebih lanjut.

Komponen yang diamankan meliputi:

  • Instrumen kokpit seperti altimeter

  • Airspeed indicator

  • Indikator mesin

  • Kamera kokpit

  • DECU (Digital Engine Control Unit)

  • FADEC (Full Authority Digital Engine Control)

Komponen-komponen tersebut merupakan sistem penting yang berperan dalam pengendalian performa mesin helikopter.

Analisis terhadap perangkat ini diharapkan dapat membantu tim investigasi mengidentifikasi faktor teknis yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Selama proses investigasi berlangsung, personel Polri dipimpin oleh Kapolsek Nanga Taman IPDA Bari Candramedi bertugas menjaga keamanan lokasi serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Menurut AKP Triyono, pengamanan lokasi menjadi prioritas utama agar investigasi dapat berjalan tanpa gangguan.

“Polri melalui Polsek Nanga Taman fokus pada pengamanan lokasi dan pendampingan terhadap tim investigasi KNKT agar seluruh proses pemeriksaan di lapangan berjalan sesuai prosedur,” jelasnya.

Kehadiran aparat juga membantu menjaga barang bukti agar tetap aman hingga proses analisis selesai.

Proses investigasi masih akan berlanjut pada Senin (20/4) dengan agenda pergeseran mesin helikopter dari lokasi kejadian.

Langkah ini merupakan bagian dari tahapan lanjutan investigasi untuk mendukung pemeriksaan teknis secara lebih mendalam.

“Olah TKP dan investigasi ini bertujuan untuk mengetahui kronologi kejadian secara faktual serta mengidentifikasi penyebab kecelakaan dari berbagai aspek teknis maupun nonteknis,” ujar AKP Triyono.

Ia menambahkan bahwa hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi keselamatan penerbangan.

Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Sumber Informasi:

Keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono.

Proses Verifikasi:
Informasi diperoleh dari kegiatan resmi olah TKP dan investigasi yang melibatkan KNKT dan instansi terkait.

Nilai Kepercayaan:
Data bersumber dari otoritas kepolisian dan lembaga investigasi transportasi nasional.

FAQ

Apa jenis helikopter yang mengalami kecelakaan di Nanga Taman?

Helikopter yang mengalami kecelakaan adalah Airbus Helicopter H-130 tipe H-130T2 dengan nomor registrasi PK-CFX.

Siapa saja yang terlibat dalam proses investigasi?

Tim investigasi melibatkan KNKT, Polri, Basarnas, TNI, kru PT Matthew Air, serta masyarakat setempat.

Apa saja komponen penting yang diamankan dari helikopter?

Beberapa komponen penting yang diamankan meliputi altimeter, airspeed indicator, indikator mesin, kamera kokpit, DECU, dan FADEC.

Apa tujuan utama olah TKP dan investigasi ini?

Tujuannya untuk mengetahui kronologi kejadian, mengidentifikasi penyebab kecelakaan, serta menyusun rekomendasi keselamatan penerbangan.

Apakah investigasi masih berlangsung?

Ya, investigasi masih berlanjut dengan agenda pemindahan mesin helikopter untuk analisis lanjutan.

Rabu, 15 April 2026

Satlantas dan Dishub Sekadau Siapkan Car Free Day Rutin di Jalan Panglima Naga

Foto: Rapat Koordinasi Persiapan Car Free Day antara Satlantas Polres Sekadau dan Dishub Sekadau di Ruang Kasat Lantas Polres Sekadau, Rabu (15/4/2026) 

SEKADAU - Satlantas Polres Sekadau bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau menggelar koordinasi persiapan Car Free Day (CFD) yang akan dilaksanakan rutin setiap Minggu di Jalan Panglima Naga, Kecamatan Sekadau Hilir.

Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Kasat Lantas Polres Sekadau, Rabu (15/4/2026), dihadiri jajaran Satlantas dan Dishub Sekadau.

CFD direncanakan mulai 19 April 2026, setiap Minggu pukul 06.00–09.00 WIB. Satu jalur di Jalan Panglima Naga akan ditutup selama kegiatan berlangsung.

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Sudarsono mengatakan, CFD merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman.

Selain itu, CFD juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Sekadau.

“Dari aspek lalu lintas, kami menyiapkan rekayasa dan pengalihan arus agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satlantas akan menyosialisasikan pelaksanaan CFD kepada masyarakat, termasuk perubahan pola arus lalu lintas yang berlaku setiap akhir pekan.

Kabid LLAJ Dishub Sekadau Aristhon Apolo menjelaskan, CFD merupakan tindak lanjut kebijakan transformasi budaya kerja ASN serta penguatan ruang publik yang ramah lingkungan.

Hal itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tanggal 31 Maret 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, CFD juga bagian dari upaya penghematan energi, pengurangan emisi polusi udara, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dishub Sekadau bersama Satlantas Polres Sekadau akan menindaklanjuti hasil rapat dengan koordinasi teknis di lapangan, meliputi pengaturan arus lalu lintas dan penempatan personel.

Langkah ini untuk memastikan pelaksanaan CFD berjalan aman, lancar, serta memberi kenyamanan bagi masyarakat.

Ajang Talenta 2026 di Belitang Hulu Diikuti 34 SD, Gali Potensi Siswa

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, Frans Dawal saat menghadiri pembukaan Ajang Talenta 2026 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Belitang Hulu

SEKADAU - Sebanyak 34 SD se-Kecamatan Belitang Hulu mengikuti Ajang Talenta tingkat kecamatan 2026. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau Frans Dawal di Belitang Hulu, Selasa (14/4/2026).

Ajang Talenta 2026 mencakup Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Pembukaan dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Frans Dawal mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini sebagai wadah menggali potensi dan bakat siswa di bidang olahraga, seni, maupun akademik. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas, unggul, serta sehat jasmani.

“Ajang ini untuk menggali bakat dan potensi anak-anak di bidang olahraga, seni, dan intelektual melalui O2SN, FLS3N, serta lomba mata pelajaran berbasis digital,” ujarnya.

Ketua Panitia Ajang Talenta 2026 Sumaidi menjelaskan, kegiatan diikuti 34 SD se-Kecamatan Belitang Hulu. Tujuannya menjaring siswa berprestasi, berbakat, dan terampil di bidang studi, olahraga, serta keterampilan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari potensi siswa-siswi yang berprestasi, berbakat, dan terampil di bidang tertentu,” kata Sumaidi.

Ia menambahkan, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi pelajar menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi secara sehat.

“Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuannya masing-masing sehingga dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan termotivasi untuk terus berprestasi dan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu awal supaya siswa dapat berkompetisi dengan baik agar kelak mencapai cita-cita yang diinginkan,” ucap Sumaidi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, serta semangat sportivitas yang tinggi.

Selasa, 14 April 2026

Polsek Nanga Taman Sisir Lokasi PETI, Temukan Aktivitas di Dua Desa

Foto: Polsek Nanga Taman Lakukan Pendekatan Persuasif Kepada Pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin di Lima Desa di Nanga Taman

SEKADAU – Polsek Nanga Taman melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 10.00–17.00 WIB di lima desa, yakni Desa Nanga Kiungkang, Sungai Lawak, Koman, Senangak, dan Nanga Mongko. Personel lintas fungsi Polsek Nanga Taman turun bersama unsur pemerintah desa.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya berkelanjutan polisi dalam mencegah dan menangani aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Sekadau.

“Personel turun langsung untuk mengecek sekaligus memberi imbauan kepada masyarakat di lokasi yang terindikasi ada aktivitas tambang tanpa izin,” ujar Triyono.

Di lapangan, petugas menemukan aktivitas maupun persiapan penambangan di beberapa titik, khususnya di Desa Nanga Kiungkang dan Sungai Lawak. Terhadap warga yang terlibat, polisi melakukan pendekatan persuasif disertai imbauan tegas agar menghentikan kegiatan.

Sementara di Desa Koman, Senangak, dan Nanga Mongko, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan. Hal ini dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak dan risiko PETI.

Triyono menjelaskan, Polsek Nanga Taman mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar hukum. Petugas memberi pemahaman terkait dampak negatif PETI terhadap lingkungan serta potensi pelanggaran hukum.

“Kami menegaskan aktivitas tambang tanpa izin dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat luas. Kami mengimbau warga tidak melakukan kegiatan tersebut,” tegasnya.

Setelah diberi imbauan, warga yang berada di lokasi menyatakan bersedia menghentikan aktivitas penambangan.

Polres Sekadau memastikan patroli dan pemantauan di wilayah rawan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kegiatan ini akan rutin kami lakukan sebagai komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Sekadau,” tutup Triyono.

Senin, 13 April 2026

Satlantas Polres Sekadau Tertibkan 12 Motor Knalpot Brong, Respons Keluhan Warga

Foto: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau kembali menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong

SEKADAU - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau kembali menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Penertiban ini merespons keluhan masyarakat terkait kebisingan, terutama pada malam hari.

Kegiatan dilaksanakan Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Dipimpin Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo, penertiban menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Sekadau.

IPDA Aldo mengatakan, dalam kegiatan itu pihaknya menindak 12 kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot brong.

“Kendaraan tersebut terjaring di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Merdeka Timur, dan Merdeka Selatan,” kata IPDA Aldo, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, para pengendara yang sebagian besar remaja kemudian dibawa ke Mapolres Sekadau untuk ditindak dengan tilang sesuai ketentuan. Selain itu, pelanggar diwajibkan mengganti knalpot tidak standar dengan knalpot sesuai spesifikasi pabrikan.

Menurut Aldo, penertiban ini merupakan tindak lanjut keluhan masyarakat yang merasa terganggu suara knalpot brong, terutama saat jam istirahat malam.

“Aksi ini sekaligus upaya edukasi dan pencegahan agar masyarakat lebih peduli terhadap kenyamanan lingkungan dan keselamatan lalu lintas,” jelasnya.

Ia mengajak peran aktif masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengawasi anak-anak agar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.

Polisi juga telah memberi peringatan kepada penjual suku cadang dan bengkel agar tidak menjual atau melayani pemasangan knalpot brong. Meski begitu, pembelian secara online masih mungkin terjadi sehingga pengawasan keluarga tetap penting.

“Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman di Bumi Lawang Kuari Sekadau,” pungkas IPDA Aldo.

Minggu, 12 April 2026

Abrasi Kapuas Gerus Jalan Tamtama Sekadau, Khawatir Terancam Ambruk

Foto: Jalan Tamtama, Kecamatan Sekadau Hilir Yang Mengalami Abrasi

SEKADAU - Ancaman serius mengintai Jalan Tamtama di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Jalan yang berada tepat di jantung Kota Sekadau itu kini terancam ambruk akibat abrasi Sungai Kapuas yang terus menggerus badan jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian jalan mengalami retak dan penurunan. Di beberapa titik, badan jalan tampak menggantung di bibir sungai dan berpotensi longsor sewaktu-waktu, terutama saat debit air meningkat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga. Jalan Tamtama merupakan akses vital yang dilintasi masyarakat setiap hari untuk bekerja, bersekolah, hingga distribusi barang.

Warga menyebut kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca ekstrem dan naiknya permukaan air Sungai Kapuas diduga mempercepat abrasi.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, sebagian jalan hampir jatuh ke sungai. Kami was was setiap kali melintas, apalagi malam hari. Harapannya segera ada perbaikan,” ujar seorang warga kepada media ini, Minggu (12/4).

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Penanganan darurat seperti penguatan tebing dan perbaikan struktur jalan dinilai mendesak agar akses di kawasan strategis itu tidak terputus.

Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan Jalan Tamtama benar-benar ambruk dan mengganggu mobilitas warga di pusat kota.

Untuk sementara, warga hanya bisa melintas dengan ekstra hati-hati sambil menunggu tindakan dari pihak terkait. (Red/Jm)

Di Betang Youth Center, Ketua DAD Sekadau Apresiasi Peran Ayoung Tao Ketungau

Foto: Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam

SEKADAU - Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau gelar paskah bersama yang dirangkai dengan Musyawarah Besar (Mubes) Ke 3 tahun 2026 di Betang Youth Center Sekadau, Sabtu (11/4/2026).

Dalam Mubes Ke 3 Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau tersebut, Paulus Subarno kembali diamanahkan untuk memimpin untuk periode 2026-2031.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes III Ayoung Tao Ketungau yang menjadi forum tertinggi untuk menentukan arah organisasi ke depan. 

"Saya mengapresiasi pelaksanaan Mubes III ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik dan lancar," ucapnya.

Ia berharap ketua terpilih mampu membawa organisasi ke arah yang lebih positif dan menjadi tauladan bagi organisasi, LSM, dan atau perkumpulan lainnya yang ada di kabupaten sekadau.

Jeffray juga menekankan pentingnya sinergi organisasi dengan pemerintah daerah serta menjaga keharmonisan antar sub suku di Sekadau.

"Peran organisasi seperti Ayoung Tao Ketungau sangat strategis dalam menjaga nilai adat, memperkuat identitas budaya, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah," ujarnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Sekadau, Apeng Petrus Kaban Kesbangpol Kabupaten Sekadau menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap keberadaan organisasi ataupun perkumpulan yang ada di kabupaten sekadau.

Apeng berharap dengan hadirnya organisasi, LSM dan atau perkumpulan di kabupaten sekadau setidaknya dapat berkontribusi terhadap anggotanya sesuai hak kebebasan yang telah diatur oleh negara dalam UUD 1945 dan Pancasila sebagai lambang negara Republik Indonesia.

"Selamat kepada Bapak Paulus Subarno yang kembali diamanahkan memimpin Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau, semoga perkumpulan ini menjadi contoh pembinaan kearifan lokal kita," tukasnya.

Kamis, 02 April 2026

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

SEKADAU - Tanah longsor terjadi di Jalan Masjid At-Taqwa, Desa Mungguk, Sekadau Hilir, Sekadau, Kamis (2/4). Pipa induk PDAM pecah dan akses jalan terputus.

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

"Akibat longsor ini, pipa induk PDAM pecah dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan," kata Ketua RT 01 Desa Mungguk, Suryadi Lotok.

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

Warga diminta waspada dan pihak terkait diharapkan segera tangani kerusakan. Belum ada laporan korban jiwa.

Senin, 23 Maret 2026

Pos Pam Simpang 4 Kayu Lapis Bantu Kembalikan Dompet Hilang

Foto: Pengembalian dompet warga yang yang hilang

SEKADAU - Pos Pengamanan (Pos Pam) Simpang 4 Kayu Lapis di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, menunjukkan perannya tidak hanya dalam pengamanan tetapi juga pelayanan masyarakat selama momen Idul Fitri 1447 Hijriah, Senin (23/3/2026).

Ketika aktivitas dan mobilitas warga meningkat, petugas menerima laporan penemuan dompet di Jalan Sekadau–Sintang, Dusun Entada, Desa Bokak Sebumbun, yang setelah diperiksa diketahui milik Misngo Manik (57), warga Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang.

Setelah berkoordinasi dengan Polsek Belitang melalui Bhabinkamtibmas untuk menghubungi pemilik, hingga akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB dompet tersebut berhasil dikembalikan dalam kondisi lengkap setelah proses verifikasi.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menegaskan bahwa Pos Pam Operasi Ketupat Kapuas 2026 tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga pusat layanan kemanusiaan yang memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk membantu kendala perjalanan dan penemuan barang hilang.

Kapolres juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap barang bawaan dan segera melapor demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran. 

Sabtu, 21 Februari 2026

Gang CKL Sekadau Heboh, Polres Sekadau Cegah Konflik Lewat Mediasi

Polres Sekadau merespons cepat dugaan keributan antarwarga di Gang CKL Desa Sungai Ringin. Konflik akibat kesalahpahaman berhasil dimediasi, situasi kembali aman dan kondusif.
Polres Sekadau merespons cepat dugaan keributan antarwarga di Gang CKL Desa Sungai Ringin. Konflik akibat kesalahpahaman berhasil dimediasi, situasi kembali aman dan kondusif.

SEKADAU -- Personel Pamapta Polres Sekadau bersama piket fungsi mendatangi lokasi dugaan keributan antarwarga di Gang CKL, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Rabu 18 Februari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Laporan masyarakat diterima menjelang malam dan petugas tiba di lokasi kurang dari 20 menit setelah laporan masuk untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Respons cepat aparat kepolisian menjadi kunci dalam mencegah potensi konflik meluas. Saat petugas tiba di lokasi, keributan antara dua warga berinisial P dan A sudah mereda. Namun sejumlah warga masih berada di sekitar tempat kejadian, sehingga aparat langsung melakukan pengecekan, pengamanan, serta klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Dipicu Kesalahpahaman Antarwarga

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun di lapangan, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua warga. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini dan tidak ditemukan barang bukti yang perlu diamankan oleh pihak kepolisian.

Pamapta I SPKT Polres Sekadau, AIPTU Oky, menjelaskan bahwa pihaknya segera bertindak setelah menerima laporan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi bertujuan menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mencegah permasalahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap aman. Klarifikasi dilakukan kepada kedua pihak agar persoalan tidak berlanjut,” ujarnya.

Mediasi Berjalan Damai

Setelah situasi dinyatakan aman, kedua pihak dibawa untuk menjalani proses mediasi oleh piket fungsi Reskrim Polres Sekadau. Hasilnya, P dan A sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kesepakatan damai ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif masih menjadi langkah efektif dalam penyelesaian konflik sosial di tingkat masyarakat.

Situasi di Gang CKL, Desa Sungai Ringin, kini telah kembali kondusif. Aktivitas warga pun berjalan normal seperti biasa.

Polisi Imbau Warga Jaga Kamtibmas

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Ia mengajak warga mengutamakan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan dan menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat juga diimbau agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi persoalan di lingkungan sekitar, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sekadau dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta membangun hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.

FAQ Seputar Keributan di Sekadau

Apa penyebab keributan di Gang CKL Sekadau?
Keributan dipicu oleh kesalahpahaman antara dua warga setempat berinisial P dan A.

Apakah ada korban dalam insiden tersebut?
Tidak ada korban luka maupun kerusakan barang dalam kejadian ini.

Bagaimana tindakan Polres Sekadau?
Polisi merespons cepat laporan warga, melakukan pengamanan, klarifikasi, dan mediasi hingga kedua pihak sepakat berdamai.

Apakah situasi saat ini sudah aman?
Ya, kondisi di lokasi kejadian telah kembali kondusif dan aktivitas warga berjalan normal.

Kamis, 12 Februari 2026

Polres Sekadau Gelar Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu

Polres Sekadau Gelar Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu
Polres Sekadau Gelar Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu.

SEKADAU  - Polres Sekadau menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu di halaman Mapolres Sekadau, Kamis (12/2/2026) pukul 07.30 WIB. Upacara dipimpin langsung Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama.

Sertijab dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor: Kep/32/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 tentang mutasi jabatan di lingkungan Polda Kalbar. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan didampingi rohaniawan, penandatanganan berita acara sertijab, berita acara pengambilan sumpah, serta fakta integritas.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi guna meningkatkan kinerja serta profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan dinamika organisasi untuk menjaga soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Sekadau,” ujar AKP Triyono.

Dalam rotasi tersebut, AKP Burhan Nuddin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sekadau Hilir mendapat penugasan baru sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kayong Utara. Jabatan Kapolsek Sekadau Hilir kini dijabat IPTU Agustam yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sekadau Hulu, sedangkan jabatan Kapolsek Sekadau Hulu kini dijabat IPDA Firmansyah yang sebelumnya menjabat KBO Sat Binmas Polres Sekadau.

Sementara itu, jabatan Kasat Intelkam Polres Sekadau kini dijabat IPTU Arsoni Andana Sitio yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin Subbagdoklit Bag Analisis Ditintelkam Polda Kalbar, menggantikan AKP Didik Darma Putra yang mendapat penugasan baru sebagai Ps Kanit I Subdit I Ditintelkam Polda Kalbar.

Terkait pergantian pejabat tersebut, AKP Triyono mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi penyalahgunaan nama pejabat, baik pejabat lama maupun pejabat yang baru dilantik.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan pejabat Polres Sekadau untuk meminta uang atau kepentingan tertentu. Jika menemukan hal mencurigakan, segera lakukan konfirmasi ke Polres Sekadau atau melalui layanan darurat 110 Polri,” tegasnya.

Rabu, 11 Februari 2026

Truk Angkut Tiang Listrik Terguling di Sekadau

Truk Angkut Tiang Listrik Terguling di Sekadau. (Foto: Humas Polres Sekadau)
Truk Angkut Tiang Listrik Terguling di Sekadau. (Foto: Humas Polres Sekadau)

Sekadau, Kalbar -- Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Poros Desa Tembesuk, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Rabu (11/2/2026) pagi. Sebuah truk pengangkut tiang listrik milik PLN Sekadau terguling saat melintasi jalur menanjak sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut AKP Triyono, Kasi Humas Polres Sekadau, kecelakaan tunggal ini diduga akibat truk kehilangan tenaga saat menanjak. “Truk angkutan tiang listrik dari PLN Sekadau mengalami kekurangan tenaga ketika menanjak sehingga terguling,” jelasnya.

Truk malang itu tengah membawa tiang listrik untuk jaringan dari Sekadau menuju Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap. Beruntung, sopir truk selamat dan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.

Tak menunggu lama, petugas Polsek Nanga Mahap langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi. Evakuasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung kurang lebih satu jam, menggunakan kendaraan berat milik perusahaan serta dibantu warga sekitar.

Meski sempat membuat arus lalu lintas melambat, situasi tetap terkendali berkat pengaturan lalu lintas dari petugas di kedua arah. Triyono menambahkan, “Kami menghimbau pengemudi kendaraan bermuatan berat untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama saat melintasi tanjakan, agar kejadian serupa tidak terulang.”

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau ribuan pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau ribuan pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.