Berita BorneoTribun: Swasembada Pangan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Swasembada Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Swasembada Pangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Program Cetak Sawah 553 Hektare Di Kutim, TNI Dorong Kemandirian Pangan

TNI AD mencetak 553 hektare sawah di Kutai Timur untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
TNI AD mencetak 553 hektare sawah di Kutai Timur untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Kutai Timur - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui program cetak sawah rakyat di Kabupaten Kutai Timur.

Program ini mencakup total lahan seluas 553,41 hektare yang saat ini tengah dalam proses pengolahan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan global.

Komandan Kodim 0909/Kutim, Ragil Setyo Yulianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program cetak sawah rakyat seluas 553,41 hektare yang sedang berjalan saat ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya di Sangatta, Rabu.

Fokus Ketahanan Pangan Di Tengah Tantangan Global

Ketahanan pangan menjadi isu krusial, terutama di tengah gejolak energi global yang berdampak pada kenaikan harga pupuk hingga bahan bakar alat pertanian.

Menurut Ragil, ketersediaan pangan yang stabil menjadi fondasi penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka dampak dari krisis global bisa diminimalisir.

Selain itu, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu:

  • Menyerap tenaga kerja lokal

  • Menggerakkan ekonomi desa

  • Menekan biaya distribusi pangan dari luar daerah

Lokasi Dan Kolaborasi Program

Program cetak sawah ini tersebar di dua kecamatan, yakni:

  • Kecamatan Long Mesangat

  • Kecamatan Bengalon

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta petani setempat. Dukungan juga datang dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memastikan lahan yang dicetak dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Tidak Hanya Cetak Sawah, Tapi Juga Edukasi Petani

Menariknya, program ini tidak berhenti pada pembukaan lahan baru saja. TNI bersama pihak terkait juga memberikan pendampingan kepada petani, meliputi:

  • Efisiensi penggunaan energi dalam bertani

  • Teknik pertanian modern

  • Penerapan sistem pertanian berkelanjutan

Pendekatan ini dinilai penting agar hasil pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga tetap ramah lingkungan.

Solusi Jangka Panjang Kemandirian Ekonomi

Ragil menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan solusi jangka panjang untuk menghadapi tantangan global.

Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan ekonomi. Jika daerah sudah swasembada, maka dampak gejolak global bisa ditekan,” tegasnya.

FAQ

1. Berapa luas sawah yang dicetak oleh TNI di Kutai Timur?
Total luasnya mencapai 553,41 hektare.

2. Di mana lokasi program cetak sawah ini?
Berada di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon, Kutai Timur.

3. Apa tujuan utama program ini?
Untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
TNI AD, pemerintah daerah, petani, serta Kementerian Pertanian.

5. Apakah petani mendapat pendampingan?
Ya, petani mendapatkan edukasi tentang efisiensi energi dan pertanian berkelanjutan.

Senin, 09 Maret 2026

Prabowo Siapkan Taklimat Untuk Rakyat Indonesia Terkait Krisis Global

Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat kepada rakyat Indonesia terkait dampak perang Timur Tengah dan kondisi global yang berpotensi memengaruhi ekonomi dan keamanan.
Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat kepada rakyat Indonesia terkait dampak perang Timur Tengah dan kondisi global yang berpotensi memengaruhi ekonomi dan keamanan.

JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Taklimat tersebut akan menjelaskan kondisi global yang sedang bergejolak serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan Indonesia menghadapi situasi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat agenda peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan. Kita punya kekuatan yang besar, tapi saya juga akan jujur, saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” kata Presiden dalam siaran yang disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.

Presiden Prabowo menilai situasi dunia saat ini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Persaingan dan pertikaian antara kekuatan besar dunia dinilai berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam situasi yang semakin kompleks.

Menurut Presiden, dampak konflik di Timur Tengah tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga memicu guncangan global. Kondisi tersebut berpengaruh pada stabilitas ekonomi, perdagangan internasional, serta keamanan dunia.

“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja harus menghadapi kesulitan,” ujar Presiden.

Meski demikian, pemerintah memastikan terus memantau perkembangan situasi global secara intensif. Presiden Prabowo menyebut dirinya secara langsung mempelajari berbagai data dan indikator ekonomi setiap hari untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap tepat.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu perkiraan saya. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” kata Presiden.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat sektor pangan dan energi agar Indonesia tetap stabil menghadapi dinamika dunia.

Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena upaya menuju swasembada pangan mulai menunjukkan hasil nyata. Ia menyebut Indonesia hampir mencapai target kemandirian pangan yang selama ini diperjuangkan.

“Kita sangat bersyukur atas karunia yang Maha Kuasa. Bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan, dan sekarang kita bersyukur karena kita sudah sampai swasembada beras. Sebentar lagi kita juga mencapai kebutuhan protein kita,” ujar Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, ketahanan pangan menjadi jaminan penting bagi keamanan nasional. Di tengah banyak negara menghadapi tekanan ekonomi dan krisis pangan, Indonesia diharapkan tetap mampu menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kemandirian energi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

Presiden Prabowo menilai langkah tersebut penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada energi impor di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bekerja keras dan menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa kerja sama dan rasa syukur menjadi kunci bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan global.

“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur,” kata Presiden.

Minggu, 08 Maret 2026

Wujudkan Lumbung Jagung Kalimantan, Kapolda Kalbar Pimpin Tanam Serentak Di Landak

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

LANDAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mempertegas komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung target Swasembada Pangan Tahun 2026 sekaligus mendorong Kalimantan Barat menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Kalimantan.

Kegiatan penanaman jagung tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Kalbar, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, Kapolres Landak, Penjabat Bupati Landak, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, serta ratusan masyarakat dan kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalbar menegaskan bahwa program penanaman jagung ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat.

Targetkan Kalbar Jadi Lumbung Jagung

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Irjen Pol. Pipit Rismanto menyampaikan bahwa Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi jagung nasional.

Ia menyebutkan bahwa program ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak lokal sekaligus membuka peluang ekspor ke negara tetangga, termasuk wilayah Kuching di Malaysia.

Kapolda menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, sektor swasta, serta masyarakat petani.

Ia juga menekankan pentingnya peran investor dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan produktif.

Target Pengembangan Lahan Hingga 100.000 Hektar

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalbar juga menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan data konkret mengenai ketersediaan lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan jagung.

Target yang dicanangkan mencapai 100.000 hektar lahan yang dapat digarap secara bertahap guna meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat.

Selain itu, masyarakat yang sebelumnya bekerja pada sektor yang merusak lingkungan seperti Pertambangan Tanpa Izin (PETI) didorong untuk beralih ke sektor pertanian jagung yang dinilai lebih berkelanjutan dan memiliki potensi ekonomi lebih baik.

Menurut Kapolda, kehadiran aparat kepolisian di lapangan tidak bertujuan mengintervensi pasar, tetapi sebagai pendamping bagi para petani.

Polri juga berperan dalam mengawal distribusi pupuk, bibit, serta memastikan rantai usaha pertanian berjalan secara sehat dan transparan.

Dukungan Industri Serap Jagung Lokal

Kapolda Kalbar juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan besar di Kalimantan Barat yang diharapkan dapat menyerap hasil produksi jagung lokal.

Perusahaan seperti PMP, Javacomfeed, dan Charoen Pokphand dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem industri berbasis pertanian yang berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan sektor industri, hasil produksi jagung dari para petani diharapkan dapat terserap dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Polri Pastikan Pengawasan Program Berjalan Optimal

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Ia memastikan bahwa setiap tahapan program, mulai dari penyiapan lahan hingga distribusi bibit, akan mendapatkan pengawasan yang tepat.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan.

Bambang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program swasembada pangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Penanaman Simbolis Awali Musim Tanam 2026

Kegiatan penanaman jagung serentak ini ditutup dengan penanaman bibit jagung secara simbolis oleh Kapolda Kalbar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penanaman tersebut dilakukan di lahan yang telah disiapkan di Desa Nyiin sebagai tanda dimulainya musim tanam jagung kuartal pertama tahun 2026 di Kalimantan Barat.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari penguatan sektor pertanian jagung di Bumi Khatulistiwa sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional.

Jumat, 10 Oktober 2025

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Capai Swasembada Pangan Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Capai Swasembada Pangan Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan program hilirisasi pertanian di Istana Merdeka Jakarta

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional, khususnya beras. Arahan ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan bagi ketahanan nasional. Pemerintah disebut terus berupaya memastikan produksi beras nasional mencukupi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa target swasembada pangan sudah di depan mata. Ia optimistis Indonesia tidak akan melakukan impor beras lagi dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah hari ini mudah-mudahan tidak ada arah melintang. Dua bulan ke depan, kurang lebih tiga bulan, insyaallah Indonesia tidak impor lagi. Tapi mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem,” ujar Amran kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Amran, keyakinan itu didukung oleh peningkatan signifikan dalam produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras hingga November 2025 mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 34 juta ton di akhir tahun. Angka ini meningkat sekitar 4 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

“Ini menarik, karena menurut FAO, kenaikan produksi kita menempati urutan nomor dua terbesar di dunia setelah Brasil. Ini capaian luar biasa,” tambah Amran.

Selain fokus pada peningkatan produksi, Presiden Prabowo juga memberi perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani. Pemerintah mencatat adanya perbaikan indikator ekonomi di sektor pertanian.

Amran menjelaskan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini berada di angka 124,36, melampaui target pemerintah sebesar 110. Sementara itu, harga beras mengalami deflasi sebesar 0,13 persen pada September 2025, yang merupakan pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Kinerja positif tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk terus memperkuat sektor pertanian. Setelah produksi beras menunjukkan peningkatan signifikan, langkah selanjutnya adalah memperluas keberhasilan serupa ke komoditas strategis lainnya.

“Inilah mimpi besar kita di sektor pertanian. Setelah pangan kita amankan, insyaallah tahun ini aman, kemudian kita bergerak ke perkebunan dan hortikultura, lalu terakhir ke peternakan. Semua akan kita selesaikan satu per satu,” ujar Amran.

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan secara menyeluruh. Upaya ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia.

Rabu, 27 Agustus 2025

Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah

Seorang warga sedang membeli beras di pasar tradisional usai pemerintah menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium tahun 2025.
Seorang warga sedang membeli beras di pasar tradisional usai pemerintah menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium tahun 2025. (Gambar ilustrasi IA)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram. 

Penyesuaian ini berlaku untuk sebagian besar wilayah Indonesia, sementara untuk Papua dan Maluku, HET ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp 15.500 per kilogram. 

Aturan tersebut tercantum dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 yang dirilis pekan ini. 

Bapanas menyebut penyesuaian harga diperlukan karena HET lama sudah tidak sesuai dengan perkembangan struktur biaya produksi maupun distribusi.

Dalam keterangan resminya, Bapanas menjelaskan bahwa kenaikan hingga Rp 2.000 per kilogram ini dimaksudkan agar industri penggilingan tidak terbebani biaya produksi yang semakin meningkat. 

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi disparitas harga antara beras medium dan premium di pasar. 

Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah
Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah. (Gambar ilustrasi)

"Kita harus menjaga keberlanjutan industri penggilingan dan memastikan pasokan beras tetap stabil. Penyesuaian HET ini bagian dari langkah menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen dan produsen," tulis Bapanas dalam dokumen resminya.

Sejalan dengan langkah tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan di seluruh daerah. 

Hal itu ia sampaikan saat membuka acara “pangan murah” di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kemarin. 

Tito menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional. 

"Presiden menekankan agar harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Program pangan murah ini adalah salah satu bentuk nyata dari upaya menjaga daya beli rakyat," ujar Tito.

Kenaikan HET beras ini tentu akan berdampak langsung pada harga di pasar. Meski begitu, Bapanas berharap kebijakan tersebut dapat menjaga keseimbangan antara harga yang layak bagi petani dan keterjangkauan bagi konsumen. 

Beberapa pengamat menilai, meski ada kenaikan, stabilitas pasokan beras ke depan tetap lebih penting agar tidak memicu gejolak di masyarakat. 

Ke depan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah tambahan, termasuk operasi pasar dan program pangan murah, guna memastikan ketersediaan beras dengan harga yang tetap ramah di kantong.