Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 27 Agustus 2025

Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah

Seorang warga sedang membeli beras di pasar tradisional usai pemerintah menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium tahun 2025.
Seorang warga sedang membeli beras di pasar tradisional usai pemerintah menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium tahun 2025. (Gambar ilustrasi IA)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram. 

Penyesuaian ini berlaku untuk sebagian besar wilayah Indonesia, sementara untuk Papua dan Maluku, HET ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp 15.500 per kilogram. 

Aturan tersebut tercantum dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 yang dirilis pekan ini. 

Bapanas menyebut penyesuaian harga diperlukan karena HET lama sudah tidak sesuai dengan perkembangan struktur biaya produksi maupun distribusi.

Dalam keterangan resminya, Bapanas menjelaskan bahwa kenaikan hingga Rp 2.000 per kilogram ini dimaksudkan agar industri penggilingan tidak terbebani biaya produksi yang semakin meningkat. 

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi disparitas harga antara beras medium dan premium di pasar. 

Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah
Harga Beras Naik, Bapanas Resmi Sesuaikan HET Jadi Rp 13.500 per Kg di Sebagian Besar Wilayah. (Gambar ilustrasi)

"Kita harus menjaga keberlanjutan industri penggilingan dan memastikan pasokan beras tetap stabil. Penyesuaian HET ini bagian dari langkah menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen dan produsen," tulis Bapanas dalam dokumen resminya.

Sejalan dengan langkah tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan di seluruh daerah. 

Hal itu ia sampaikan saat membuka acara “pangan murah” di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kemarin. 

Tito menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional. 

"Presiden menekankan agar harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Program pangan murah ini adalah salah satu bentuk nyata dari upaya menjaga daya beli rakyat," ujar Tito.

Kenaikan HET beras ini tentu akan berdampak langsung pada harga di pasar. Meski begitu, Bapanas berharap kebijakan tersebut dapat menjaga keseimbangan antara harga yang layak bagi petani dan keterjangkauan bagi konsumen. 

Beberapa pengamat menilai, meski ada kenaikan, stabilitas pasokan beras ke depan tetap lebih penting agar tidak memicu gejolak di masyarakat. 

Ke depan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah tambahan, termasuk operasi pasar dan program pangan murah, guna memastikan ketersediaan beras dengan harga yang tetap ramah di kantong.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.