Berita BorneoTribun: Teheran hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Teheran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teheran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2026

IRGC Ancam Universitas AS Usai Serangan Udara Hantam Teheran

IRGC ancam universitas AS di Timur Tengah usai serangan ke Teheran. Ketegangan Iran-AS memuncak dan berpotensi ganggu stabilitas global.
IRGC ancam universitas AS di Timur Tengah usai serangan ke Teheran. Ketegangan Iran-AS memuncak dan berpotensi ganggu stabilitas global.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kali ini, ancaman serius datang dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang secara terbuka menyasar universitas-universitas milik AS di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut dirilis pada Minggu (29/03/2026) dan langsung menarik perhatian dunia internasional. IRGC menyebut, kampus-kampus Amerika bisa menjadi target jika Washington tidak mengambil sikap atas serangan yang menghantam wilayah Teheran.

Pemicu Ketegangan: Serangan Ke Teheran

Konflik ini dipicu oleh serangan udara yang diklaim dilakukan oleh koalisi Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menghantam beberapa fasilitas penting, termasuk Universitas Sains dan Teknologi Iran yang berada di timur laut ibu kota. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan disebut cukup parah.

Situasi ini langsung memicu respons keras dari pihak Iran yang menganggap aksi tersebut sebagai bentuk agresi.

Ultimatum IRGC Ke Washington

Dalam pernyataan resminya, IRGC memberikan tenggat waktu kepada pemerintah AS.

Mereka menuntut agar Washington mengeluarkan kecaman resmi terhadap serangan tersebut paling lambat Senin (30 Maret) pukul 12 siang waktu Teheran.

Jika tidak, maka konsekuensinya cukup serius.

IRGC secara terang-terangan menyebut universitas-universitas AS di kawasan Timur Tengah sebagai target potensial.

Beberapa kampus ternama yang disebut memiliki cabang di kawasan ini antara lain:

  • Texas A&M University (kampus di Qatar)

  • New York University (kampus di Uni Emirat Arab)

Peringatan Untuk Sivitas Akademika

Tak hanya ancaman, IRGC juga mengeluarkan peringatan langsung kepada mahasiswa, dosen, dan staf kampus.

Mereka diminta untuk menjauh minimal satu kilometer dari area kampus guna menghindari potensi serangan.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal serius bahwa konflik tidak lagi terbatas pada target militer, tapi bisa merembet ke simbol-simbol negara, termasuk institusi pendidikan.

Konflik Lebih Luas: AS-Israel Vs Iran

Eskalasi ini menjadi bagian dari konflik yang lebih besar antara blok Amerika Serikat–Israel melawan Iran dan sekutunya.

Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran terus mengembangkan program nuklir, sementara Iran membantah dan menyebut dirinya menjadi korban tekanan geopolitik Barat.

Ketegangan ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang krisis besar.

Ancaman Penutupan Selat Hormuz

Salah satu kekhawatiran terbesar dari konflik ini adalah potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Selat ini merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Jika ditutup, dampaknya bisa sangat besar:

  • Gangguan pasokan energi global

  • Lonjakan harga minyak dunia

  • Efek domino ke ekonomi internasional

Bahkan, analis memperkirakan harga energi bisa melonjak drastis dan berdampak langsung ke harga kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dampak Global Yang Perlu Diwaspadai

Situasi ini tidak hanya berdampak regional, tapi juga global. Dunia kini menunggu respons resmi dari pemerintah AS.

Jika tidak ada langkah diplomasi yang cepat, konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis yang lebih luas, bahkan membuka kemungkinan konfrontasi langsung.

FAQ

1. Kenapa Iran mengancam universitas AS?
Karena Iran menilai serangan udara ke Teheran sebagai agresi, dan meminta AS mengecam aksi tersebut.

2. Apakah kampus benar-benar jadi target?
IRGC menyebutnya sebagai target potensial jika tuntutan tidak dipenuhi.

3. Kampus mana saja yang terancam?
Di antaranya Texas A&M University di Qatar dan New York University di Uni Emirat Arab.

4. Apa dampak ke dunia?
Bisa memicu krisis energi global jika Selat Hormuz ditutup.

5. Apakah Indonesia terdampak?
Ya, terutama dari sisi harga BBM dan ekonomi jika konflik meluas.

Selasa, 10 Maret 2026

Mojtaba Khamenei Ditetapkan Sebagai Pemimpin Iran Oleh Majelis Khobregan

Majelis Khobregan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer di Teheran.
Majelis Khobregan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer di Teheran.

Teheran – Majelis Khobregan mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru negara tersebut. Lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi di Iran itu menyatakan keputusan diambil melalui rapat darurat dengan dukungan suara mayoritas anggota.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu malam, 17 Esfand menurut kalender Iran, lembaga tersebut menyebut penunjukan dilakukan untuk memastikan negara tidak mengalami kekosongan kepemimpinan. Mojtaba Khamenei disebut sebagai penerus setelah kematian pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei.

Media pemerintah Tasnim News Agency melaporkan bahwa Majelis Khobregan menggelar pembahasan intensif sebelum menetapkan keputusan tersebut. Dalam rapat itu, para anggota menilai situasi politik dan keamanan yang berkembang di Iran memerlukan kepemimpinan baru secepatnya.

Dalam pernyataan yang sama, Majelis Khobregan juga menyinggung serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dikaitkan dengan situasi yang memicu perubahan kepemimpinan di negara tersebut.

Sebelumnya, Israel menyatakan akan memburu siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin Iran. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Ali Khamenei dilaporkan tewas pada 9 Esfand dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Operasi militer tersebut hingga kini disebut telah memasuki hari kesembilan sejak pertama kali dilancarkan.

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru menandai babak baru dalam kepemimpinan Republik Islam Iran, sekaligus menjadi momen penting di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.