Berita BorneoTribun: berita MotoGP terbaru hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label berita MotoGP terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita MotoGP terbaru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2025

Casey Stoner Akui Terkejut dengan Dominasi Marc Marquez di Ducati Musim 2025

JAKARTA - Marc Marquez tampil luar biasa di MotoGP 2025 dengan torehan delapan kemenangan grand prix dan 11 sprint dari 12 seri, membuatnya unggul 120 poin jelang GP Austria. 

Dominasi tersebut membuat legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner, angkat bicara. 

Stoner mengaku terkejut melihat performa Marquez yang dianggapnya sebagai musim paling impresif sepanjang karier sang juara dunia delapan kali.

Dalam wawancara dengan Sky Italy, Stoner mengatakan dirinya tidak menyangka Marquez bisa begitu cepat di awal musim. 

“Tidak, saya tidak mengira Marc akan secepat ini, terutama di awal tahun. Tahun lalu kita melihat dia mulai mendapatkan kepercayaan diri kembali setelah pindah ke Ducati bersama Gresini. Tapi saya masih ragu dengan kondisi lengannya dan bagaimana proses pemulihannya,” ujar Stoner.

Casey Stoner Akui Terkejut dengan Dominasi Marc Marquez di Ducati Musim 2025
Casey Stoner Akui Terkejut dengan Dominasi Marc Marquez di Ducati Musim 2025.

Lebih lanjut, Stoner menambahkan bahwa kembalinya Marquez ke performa terbaik membuatnya mampu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan rider lain. 

“Saya jelas tidak menyangka hasil seperti ini, tapi ternyata lengannya sudah hampir 100 persen pulih. Sekarang dia bisa melakukan sesuatu yang orang lain tidak bisa. Sejujurnya, musim ini adalah yang paling impresif dari Marquez,” kata juara dunia 2007 dan 2011 itu.

Kehadiran Stoner di GP Austria akhir pekan ini juga menarik perhatian. Ia datang untuk mengikuti parade legenda di Red Bull Ring dengan menunggangi Honda RC213V-S. 

Sementara itu, Marquez semakin dekat dengan peluang meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Ducati sebuah momen besar setelah lima tahun penuh cedera dan keterpurukan bersama Honda. 

Jika tren ini berlanjut, MotoGP bisa menyaksikan salah satu comeback terbesar dalam sejarah balap modern.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Maverick Vinales: Aku Pernah Kalahkan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Ini yang Bikin Aku Tetap Semangat

Maverick Vinales sedang memacu motor Tech3 KTM di lintasan balap MotoGP
Maverick Vinales sedang memacu motor Tech3 KTM di lintasan balap MotoGP.

Jakarta, 9 Agustus 2025 – Maverick Vinales mengungkapkan bahwa dirinya sering harus mengingat kembali momen ketika ia mampu mengalahkan pembalap legendaris seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa. Hal ini dilakukan Vinales untuk menjaga motivasi di tengah perjuangannya kembali bersaing sebagai pembalap papan atas di MotoGP saat ini.

Vinales, yang sempat dijagokan sebagai calon juara dunia sejak awal kariernya di MotoGP, langsung mencuri perhatian ketika gabung dengan tim Yamaha pada 2017. Ia berhasil memenangkan dua balapan pembuka musim di Qatar dan Argentina. Selama empat musim menjadi rekan setim Rossi di Yamaha, Vinales bahkan sempat mengalahkan sang legenda tujuh kali juara dunia itu dalam perolehan poin tiga kali. Pada musim 2017 dan 2019, ia juga berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir, hanya kalah dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Namun, karier Vinales di Yamaha berakhir dramatis pada musim 2021, setelah tuduhan bahwa ia sengaja merusak mesin motor dalam balapan Grand Prix Styrian. Setelah pindah ke Aprilia, Vinales berjuang membangun kembali reputasinya dan akhirnya berhasil kembali meraih kemenangan di awal musim lalu, mengakhiri puasa kemenangan selama tiga tahun.

Kini, sebagai pembalap Tech3 KTM, Vinales menunjukkan adaptasi cepat terhadap motor RC16. Meski belum konsisten di posisi depan, ia tetap menjaga semangat dengan sering mengingat pencapaiannya di masa lalu. “Kadang aku harus mengingatkan diri sendiri bahwa aku pernah mengalahkan Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa,” kata Vinales dalam wawancara dengan GPOne. “‘Maverick, kamu sudah bertarung dengan para hiu besar, sekarang saatnya kamu!’”

Ia juga menambahkan bahwa setiap fase karier punya tantangan dan kelebihannya sendiri. “Sudah lama aku tidak bisa bertarung di posisi teratas secara konsisten, tapi dulu aku bisa melakukannya. Banyak faktor yang mempengaruhi, dari motor hingga kompetisi yang semakin ketat. Karena itu aku ingin terus mengingat siapa saja yang pernah aku kalahkan agar tetap termotivasi dan percaya pada apa yang aku kerjakan.”

Perkembangan terbaru, Vinales diprediksi akan semakin tampil kompetitif di seri-seri MotoGP berikutnya bersama Tech3 KTM. Dukungan dari tim dan pengalaman bertarung melawan pembalap top di masa lalu diharapkan bisa membantunya kembali ke papan atas klasemen.

Sabtu, 28 Juni 2025

Marc Marquez Jatuh Hebat di FP1 MotoGP Belanda 2025, Ducati Ungkap Penyebabnya

Marc Marquez Jatuh Hebat di FP1 MotoGP Belanda 2025, Ducati Ungkap Penyebabnya
Marc Marquez Jatuh Hebat di FP1 MotoGP Belanda 2025, Ducati Ungkap Penyebabnya.

JAKARTA - Marc Marquez mengalami kecelakaan besar saat sesi latihan bebas pertama (FP1) di MotoGP Belanda 2025. 

Insiden ini menjadi sorotan utama karena terjadi di awal akhir pekan yang sangat penting, mengingat Marquez datang ke Assen sebagai pemimpin klasemen sementara dengan keunggulan 40 poin.

Start Buruk untuk Sang Pemimpin Klasemen

Marquez memulai GP Belanda dengan pendekatan hati-hati, sama seperti saat ia menjuarai Mugello minggu sebelumnya. 

Namun, hanya dalam 10 menit pertama FP1, pembalap Ducati ini mengalami highside dramatis di Tikungan 15 tikungan cepat ke kiri yang terkenal berbahaya di sirkuit Assen.

Motor kehilangan traksi saat Marquez menurunkan gigi secara agresif, yang membuatnya terlempar ke udara. 

Ia mendarat keras di gravel dan terlihat langsung melepas sarung tangan kirinya untuk memeriksa kondisi tangan.

Diagnosis Awal dan Kembali ke Lintasan

Tim medis MotoGP, dipimpin oleh Dr. Angel Charte, langsung memeriksa kondisi Marquez. Dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa ia mengalami nyeri di tangan kiri dan siku, serta sedikit rasa sakit di lengan kanan. Meskipun begitu, Marc tetap bersikeras kembali ke lintasan.

Dengan waktu tersisa kurang dari 20 menit, Marquez kembali menggeber Ducati-nya. Tak disangka, ia berhasil mencatat waktu tercepat FP1 dengan torehan 1 menit 32,216 detik, mengungguli Maverick Vinales dari tim Tech3 KTM.

Ducati Akui Kesalahan Ada pada Marquez

Bos tim Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa insiden ini murni kesalahan Marquez sendiri.

“Dia bilang dia salah menurunkan gigi, terlalu cepat, jadi motor kehilangan traksi,” jelas Tardozzi.

“Ada sedikit rasa sakit di lengan kiri karena dia jatuh dengan siku, dan juga ada rasa tidak nyaman di lengan kanan. Tapi dia tetap ingin lanjut beberapa lap dulu, nanti kita lihat sore ini.”

Crash Lagi di Sesi Kedua

Sayangnya, hari yang penuh tantangan belum selesai bagi Marquez. Pada sesi latihan kedua (FP2), ia kembali mengalami crash kali ini di Tikungan 7. 

Meski begitu, performanya masih cukup solid karena ia menutup sesi di posisi keenam tercepat.

Marquez Tetap Fokus pada Tujuan Besar

Meskipun insiden ini cukup mengkhawatirkan, semangat juang Marquez tetap tinggi. Ia paham betul bahwa untuk mempertahankan posisi puncak klasemen, konsistensi dan ketenangan menjadi kunci utama. 

Musim 2025 memang jadi musim comeback luar biasa bagi Marquez bersama Ducati, dan insiden di Assen ini menjadi pengingat bahwa apapun bisa terjadi di MotoGP.

Kecelakaan yang dialami Marc Marquez di FP1 MotoGP Belanda 2025 menjadi bukti bahwa tekanan dan kecepatan di MotoGP bisa membuat kesalahan sekecil apapun berujung fatal. 

Namun, dengan pengalaman dan semangat juangnya, Marquez membuktikan bahwa ia masih pembalap yang tangguh. 

Tim Ducati pun tetap memberi dukungan penuh agar ia bisa tampil maksimal di race day.