Iklan Tutup X

Kamis, 23 Juli 2026

Tiga Orang Tersangka Korupsi Proyek Fiktif APBD Ketapang Ditahan Jaksa, Kerugian Negara Setengah Milyar

Tersangka M (tengah) dan tersangka AF,  ditahan di Lapas Ketapang dalam perkara dugaan korupsi proyek fiktif APBD Ketapang 

Ketapang - Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang menahan tiga orang tersangka tindak pidana korupsi proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum pada dinas Perhubungan kabupaten Ketapang tahun anggaran 2024. 

Ketiga orang tersangka itu diduga telah merugikan keuangan Pemda Ketapang sebesar Rp 517 juta lebih. Dalam kasus ini, ketiga pelaku secara bersama-sama membuat proyek lampu jalan fiktif, namun anggaran proyeknya dicairkan seratus persen. 

Dari tiga orang tersangka tersebut, dua orang ditahan sejak hari ini. Sedangkan satu orang tersangka lainya sudah ditahan  lebih dahulu dalam perkara yang lain. 

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Ricky Febriandi mengatakan, penetapan tersebut dilaksanakan setelah Tim penyidik khusus memperoleh sedikitnya dua alat bukti selama rangkaian penyelidikan, gelar perkara sampai penetapan tersangka hingga penahanan.

"Pada hari Kamis 23 Juli 2026, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus menetapkan 3 (tiga) orang Tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan dan Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2024," kata Ricky Febriandi dalam keterangan tertulis yang diterima Borneotribun, Kamis (26/07/2026.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing yaitu, M selaku ASN, eks kepala bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Ketapang Tahun 2024, kemudian DM selaku eks tenaga honorer Dinas Perhubungan dan AF pihak swasta alias pemborong proyek. 

Menurut Ricky, para tersangka diduga melakukan penyimpangan dengan modus melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai sesuai dengan spesifikasi teknis. Membuat laporan pertanggungjawaban fiktif yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Atas tindakan tersebut, berdasarkan perhitungan kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat, kerugian negara ditemukan kurang lebih sebesar Rp 517.828.250.

Menurut Ricky, atas perbuatan ketiga tersangka tersebut, dikenakan dalam rumusan pasal dalam Undang-undang Tipikor nomor 20 tahun 2001. Ketiganya kini mendekam di Lapas Klas 2B Ketapang. 

disangkakan melanggar Primair Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf c, juncto Pasal 618, Undang-undang nomor 01 Tahun 2023 tentang KUHP,sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups.

"Demi kepentingan proses penyidikan, para tersangka dititipkan di Lapas Kelas IIB Ketapang untuk menjalani penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan, terhitung sejak tanggal 23 Juli 2026," tandasnya.

Kejati Kalbar dan PT Pelindo Perpanjang Kerjasama Penanganan Masalah Hukum Bidang Datun

Foto: Penandatanganan perpanjangan kerjasama penanganan masalah hukum bidang Datun antara Kejati Kalbar dan PT Pelindo 

PONTIANAK - Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan menandatangani Perpanjangan Perjanjian Kerjasama (PKS/MoU) dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional Kalimantan Barat mengenai Penanganan Masalah Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kamis 23 Juli 2026, bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Kalbar Faizal Banu, S.H., M.Hum., beserta jajaran Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejati Kalimantan Barat. Dari pihak PT Pelindo turut hadir General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Kalbar Yanto beserta jajaran.

Perpanjangan kerjasama ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara Kejaksaan sebagai Jaksa Pengacara Negara dengan PT Pelindo dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara melalui pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, tindakan hukum lain, serta pendampingan hukum guna mendukung penerapan good corporate governance, melindungi aset negara, dan memberikan kepastian hukum bagi penyelenggaraan kegiatan usaha.

Kajati Kalbar menegaskan bahwa kerjasama ini bukan sekadar perpanjangan dokumen administratif, melainkan penguatan kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan nasional melalui tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

"Kejaksaan melalui fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara hadir sebagai mitra strategis BUMN untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah yang diambil berjalan sesuai koridor hukum. Pendampingan hukum merupakan langkah preventif guna meminimalisasi potensi permasalahan hukum, sehingga pelayanan publik dan pembangunan dapat berlangsung secara optimal, efektif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Kajati Kalbar.

Sebagai pengelola pelabuhan yang memiliki peran strategis dalam menopang arus logistik dan perekonomian nasional, PT Pelindo memerlukan dukungan kepastian hukum agar setiap kebijakan dan aktivitas usaha berjalan secara legal, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, sinergi dengan Kejaksaan menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus menjaga dan menyelamatkan aset negara.

Melalui perpanjangan PKS ini, Kejati Kalimantan Barat dan PT Pelindo berkomitmen memperkuat koordinasi, mengedepankan langkah-langkah preventif dalam penyelesaian persoalan hukum, serta membangun budaya kepatuhan hukum di lingkungan perusahaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan kepelabuhanan yang semakin profesional, meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. (Tim)

Editor: R. Hermanto


HUT ke-34, CMI Rayakan Perjalanan dengan Aksi Nyata untuk Iklim dan Masyarakat


KETAPANG - Memasuki usia ke-34 tahun, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) kembali menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan melalui berbagai aksi nyata yang berorientasi pada keberlajutan.

Mengusung tema "34 tahun Maju Bersama, Tumbuh Berkelanjutan", perusahaan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan sebagai wujud implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan, Air Upas dan Sandai, Ketapang, Kalimantan Barat.

Semangat CITA Harmony menjadi representasi kolaborasi yang harmonis antara perusahaan, pemerintah, dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi hari ini maupun masa depan.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan sejak peringatan HUT CMI pada 27 Juni 2026 hingga puncak kegiatan diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026 di SD Negeri 13 Air Upas dan dilanjutkan pada Senin, 20 Juli 2026 di SMP Negeri 5 Sandai, yang dihadiri oleh pemerintah daerah, unsur pendidikan, tokoh masyarakat, serta manajemen perusahaan.

Mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), CMI menyerahkan 100 unit tempat sampah pilah kepada sekolah-sekolah (18 SD, 11 SMP dan 7 SMA) di sekitar wilayah operasional perusahaan. 

Bantuan tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran bagi para siswa dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini sebagai langkah sederhana yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah dan mitigasi perubahan iklim.

Untuk memperkuat implementasi program tersebut, perusahaan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya pemilahan sampah, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta peran setiap individu dalam menjaga lingkungan. Melalui kolaborasi ini, perusahaan berharap budaya peduli lingkungan dapat tumbuh di sekolah, keluarga hingga masyarakat luas.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, CMI juga menyerahkan 200 bibit pohon buah kepada sekolah-sekolah penerima manfaat untuk ditanam di area sekolah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan ruang hijau sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda.

Pjs site manager Sandai, Wildan S. Romadhon, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-34 menjadi momentum bagi perusahaan untuk mempertegas komitmen bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan terciptanya manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

"Usia 34 tahun menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari lamanya beroperasi, tetapi dari warisan positif yang ditinggalkan bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, pada peringatan HUT tahun ini kami memilih merayakannya melalui aksi nyata. Kami ingin ulang tahun CITA menjadi momentum untuk berbagi, mengedukasi dan mengajak masyarakat bersama-sama bekerja untuk iklim, dimulai dari langkah sederhana yaitu memilah sampah," pungkasnya.

Selain menghadirkan program lingkungan, CMI juga menyalurkan 1.500 paket bahan pokok kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di wilayah Air Upas, bantuan disalurkan kepada masyarakat Desa Kedondong (Kecamatan Kendawangan), Desa Karya Baru (Kecamatan Marau) serta Dusun Sekuning dan Dusun Ibul Baru di Desa Air Upas (Kecamatan Air Upas). Sementara di wilayah Sandai, bantuan diberikan kepada masyarakat Desa Sandai, Desa Sandai Kiri, Desa Muara Jekak, Desa Istana dan Desa Penjawaan.

Ketua PC PGRI Air Upas, Prima Hadi menyampaikan apresiasi atas kepedulian CMI terhadap dunia pendidikan dan lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Cita Mineral Investindo Tbk atas dukungan yang selama ini diberikan kepada sekolah-sekolah di wilayah Air Upas. Kemajuan pendidikan, butuh kolaborasi multi pihak, kontribusi perusahaan juga sangat berpengaruh untuk membawa dunia pendidikan di Air Upas lebih baik lagi. Kami berharap kontribusi di dunia pendidikan dan kemitraan yang telah dibangun akan terus berlanjut," kata Prima.

Sementara itu, Camat Sandai, A. Ase, S.Pd.SD mengapresiasi sinergi yang dibangun perusahaan bersama pemerintah daerah.

"Program CITA Harmony menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Kami mengapresiasi komitmen perusahaan yang tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui pendidikan lingkungan, penghijauan dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan," ucap Ase.

CMI percaya bahwa keberlanjutan tidak dibangun oleh perusahaan semata, melainkan melalui kolaborasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan. Semangat

"Maju Bersama, Tumbuh Berkelanjutan akan terus menjadi landasan perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan demi masa depan yang lebih baik. (*/).

Karhutla Ancam Sekolah dan Pemukiman di Kubu Raya, Kapolres Pimpin Penyekatan Api

Foto: Upaya penyekatan penyebaran api kebakaran tanah gambut di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya sekitar belasan meter dari dinding SMA Negeri 4 Kabupaten Kubu Raya

KUBURAYA - Dari kejauhan, jelaga hitam membubung tinggi merobek langit sore Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bau sangit dari gambut yang mendidih merayap pelan, menusuk hidung dan membakar tenggorokan siapa saja yang melintas. Di atas tanah yang mengering itu, kebakaran lahan kembali terjadi, lahir dari perpaduan ketamakan, kelalaian, dan ketidakpedulian manusia.

Kemarin, kecemasan memuncak di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Hanya berjarak belasan meter dari dinding SMA Negeri 4 Kabupaten Kubu Raya, lidah api menjalar cepat dan mengancam gedung sekolah tempat ratusan anak belajar. Kebakaran menghanguskan lahan seluas 3 hektar. 

Kapolres Kubu Raya turun langsung ke garis depan, bersama BNPB, relawan dan stakeholder terkait, memimpin aksi penyekatan bertarung melawan angin dan kepulan asap pekat demi memastikan api tak menyeberang ke lingkungan sekolah.

Tak jauh dari sana, pertempuran serupa terjadi di depan Perumahan Candramidi, Jalan Cendrawasih, RT 004/RW 002, Dusun 1 Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III. Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan, bahu-membahu bersama relawan Manggala Agni dan pemadam swasta. Dengan selang yang terus menyemburkan air ke perut gambut yang membara, mereka mengepung hamparan lahan seluas sekitar 6 hektar yang melalap vegetasi hingga berjarak sangat dekat dengan rumah warga.

Bertarung Melawan Ketamakan dan Kelalaian

Bencana ini menyisakan nestapa yang berulang. Di saat ratusan personel gabungan dan relawan harus merelakan paru-paru mereka terisi jelaga demi memadamkan api, masih ada segelintir pihak yang demi keuntungan pribadi atau cara cepat membersihkan lahan, tega mengorbankan kesehatan ribuan jiwa.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, mengecam keras kebiasaan buruk yang setiap tahun merenggut hak warga atas udara bersih.

"Dua lokasi di Sungai Raya dan Rasau Jaya sudah kami upayakan pemadaman, pendinginan serta penyekatan bersama BNPB, Manggala Agni, pemadam swasta, relawan dan stakeholder terkait. Secara visual api memang berhasil dipadamkan, tapi perut gambut masih menyimpan bara dan menyebarkan asap pekat," ujar Ade kepada awak media, Kamis 23 Juli 2026.

Ade menegaskan, pertempuran di lapangan mulai dari memotong jalur api, penyekatan, hingga pendinginan berjam-jam bukan sekadar pemenuhan kewajiban dinas. Langkah ini adalah bentuk kepedulian membentengi kehidupan warga dari ancaman bencana ekologis yang berulang.

"Setiap meter lahan yang kami siram adalah upaya menyelamatkan rumah warga dari kepungan api dan menjaga anak-anak kita agar tetap bisa menghirup udara segar. Kami minta ketidakpedulian ini dihentikan. Siapa pun yang sengaja bermain-main dengan api di atas tanah ini, akan kami tindak tegas tanpa kompromi," tegas Ade.

Hingga saat ini, para petugas masih bertahan di lokasi untuk menyisir sisa-sisa bara yang tersembunyi di kedalaman tanah, memastikan tidak ada lagi letupan api baru. (Tim)

Editor: R. Hermanto


Rabu, 22 Juli 2026

Jelang Bawaslu Goes To School, Dua Sekolah Ini Siap Dikunjungi

Jelang Bawaslu Goes To School, Dua Sekolah Ini Siap Dikunjungi
Anggota Bawaslu Kab. Sekadau berkunjung ke SMAN 1 Belitang Hulu (atas) dan SMAN 1 Belitang dalam rangka persiapan Bawaslu Goes To School di dua sekolah tersebut pada hari Senin dan Selasa lalu (20&21/7).
Dok. Istimewa
SEKADAU - Jelang kegiatan rutin, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau lakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Atas yang ad di Kabupaten Sekadau dalam rangka mensosialisasikan kepada calon pemilih pemula hal apa saja yang diawasi oleh Bawaslu selama pemilu dan pemilihan berlangsung. Kali ini Bawaslu akan ke Daerah Bumi Belitang yaitu Kecamatan Belitang Hulu dan Belitang.

Hal ini dikatakan oleh Muhammad Sandi, anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau kepada wartawan media ini  (Rabu, 22/7) disela kesibukannya usai berkunjung ke dua kecamatan terjauh di Kabupaten Sekadau. " Kami memiliki agenda berkunjung ke sekolah menengah atas dan sekolah menengah sederajat lainnya yang ada di Kabupaten Sekadau untuk mensosialisasikan tugas dan fungsi Bawaslu baik pada saat tahapan pemilu dan pemilihan, " ujarnya. 

Dikatakan bahwa untuk sekolah yang ada di Kecamatan Sekadau Hilir, Nanga Mahap, Nanga Taman dan Sekadau Hulu telah dikunjungi. Oleh karena itu selanjutnya agenda sosialisasi pencegahan pelanggaran pemilu mendatang menyasar ke daerah Belitang. "Kami telah mengunjungi beberapa sekolah, ada dua sekolah yang menyatakan siap untuk kami kunjungi. Untuk kapan waktunya, masih kami bahas bersama dengan sekolah tersebut," ungkapnya. 

Ditambahkan olehnya pula untuk dua sekolah yang telah menyatakan kesiapan untuk dikunjungi yaitu SMAN 1 Belitang Hulu dan SMAN 1 Belitang.*

Stok Obat Aman, Keluarga Pasien Bilang Layanan Kesehatan Jalan Normal di RSUD Agoesdjam Ketapang

Perawat RSUD sedang memeriksa seorang pasien. Isu kekosongan stok obat ditepis keluarga pasien, perawatan dokter berjalan normal 
Ketapang - Pelayanan rawat inap dan rawat jalan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang tetap normal pasca isu beredar stok beberapa jenis obat kosong. 

Firman, Keluarga pasien yang sedang menjaga kerabatnya akui tidak alami masalah bagi orang tuanya yang sedang dirawat di poli dalam. Pemeriksaan dokter maupun obat tetap normal dan mudah diperoleh di apotek rumah sakit. 

"Lancar jak bang, udah seminggu ni kami disini, obat, kunjungan dokter rutin, macam biase jak," ujarnya, ditemui di depan UGD Agoesdjam, Rabu malam (22/07/2026).

Lelaki asal Kayong Utara ini mengatakan, sudah hampir seminggu Ia menjaga orang tuanya yang saat ini masih dirawat pada salah satu ruangan. Kondisinya pun udah mulai berangsur membaik. 

"Sudah mulai membaik, tergantung dokter am sembile keluar. Kami terima kasih lah layanan rumah sakit ini bagus, dak ade masalah mah," katanya. 

Hal serupa juga diakui keluarga pasien lainya bernama Surya. Dia mengucapkan kalau obat dan perawatan buat anaknya yang sedang opname mudah diperoleh.

"Endak ade masalah mah, obat kalau dak ade dalam rumah sakit, kite cari tempat laen, dak ade hal," kata Surya. 

Sementara itu, kepala bidang layanan Medik dan Kebidanan RSUD, Yulia Ningsih menjelaskan, stok obat tetap ada. Dia menyebut, jika beberapa memang kosong, manajemen mengupayakan menemukan pada fasilitas rumah sakit lain di Ketapang.

"Isu kosong itu hanya sementara, kita prioritaskan obat tersedia. Jika di kita tidak ada, kan bisa dicari di tempat lain yang kerjasama dengan kita," ujar Yulia. 

Yulia mengatakan, dalam proses pengadaan obat maupun barang habis pakai (BHP) rumah sakit menggandeng mitra sebagai suplier. 

Dalam proses oenyediaanya, Yulia menjelaskan bahwa terkadang vendor obat dan BHP sering terlambat lakukan pengiriman kepihaknya. Tetapi manajemen punya siasat mengatasinya seperti kerjasama dengan fasilitas apotek dan rumah sakit di Ketapang.

"Kondisi yang sering terjadi itu biasanya terlambat kami terima dari distributor. Tapi kami punya cara atasinya. Kan ada fasilitas rumah sakit di Ketapang ini bisa kerjasama dengan kita. Jadi sebenarnya tidak ada masalah," tandasnya.

Karhutla Hanguskan 1 Hektare Lahan dan TPU di Teluk Bakung, Tim Gabungan Bertaruh Nyawa Padamkan Api

Foto: Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Asap pekat merayap pelan membawa bau sangit yang menusuk hidung di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 21 Juli 2026. Di balik kepulan asap itu, tim gabungan dari Polsek Sungai Ambawang, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Lembaga Pengendalian Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung bertaruh nyawa demi menahan amuk si jago merah.

Lahan seluas kurang lebih 1 hektare hangus tak bersisa. Yang memilukan, api tidak hanya melalap semak belukar, tetapi juga menerobos dan membakar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. 

Tempat peristirahatan terakhir para leluhur kini lumat berjelaga. Lebih mengerikan lagi, lidah api hanya berjarak 3 kilometer dari pemukiman warga, ancaman nyata yang siap melahap rumah jika tidak segera ditangani.

Bertaruh Nyawa di Parit yang Mengering

Perjuangan tim di lapangan menghadapi tantangan besar. Saat api membesar dan melompat dari rumput kering ke pusara-pusara warga, pasokan air justru habis. Parit-parit di sekitar lokasi telah mengering kerontang.

Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Junaifi, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menggambarkan getirnya situasi di titik api.

"Tim gabungan berjibaku di tengah kepungan asap pekat dan hawa panas yang menyengat. Ketiadaan air karena parit mengering membuat anggota dan relawan harus memutar otak dan bekerja ekstra keras. Ini bukan sekadar memadamkan api, ini adalah upaya menyelamatkan pemukiman warga dan menghormati tempat peristirahatan terakhir saudara-saudara kita," ungkap Ade, Rabu 22 Juli 2026.

Meski api permukaan telah berhasil dipadamkan, tim masih bertahan di lokasi untuk memantau bara bawah tanah yang sewaktu-waktu bisa kembali menyala.

Ulah Oknum Tak Bertanggung Jawab: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Polres Kubu Raya menegaskan akan mengusut tuntas penyebab kebakaran ini. 

"Kami sedang bergerak melakukan penyelidikan mendalam. Kami akan mengusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan dari oknum tak bertanggung jawab yang demi keuntungan pribadi atau kecerobohannya tega mengorbankan banyak orang," tegas Ade.

Membakar lahan hingga merusak pemakaman umum dan mengancam nyawa warga dinilai bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk kelakuan yang memicu keprihatinan publik.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api baru dan berhenti membuka lahan dengan cara membakar. (Tim/Jm)

Wagub Krisantus Ajak Masyarakat Dayak Batasi Konsumsi Alkohol Saat Gawai

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan Membuka Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau Ke-XV Tahun 2026

SEKADAU - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak masyarakat Dayak untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol dalam perayaan Gawai. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XV Kabupaten Sekadau di Betang Youth Center, Selasa 21 Juli 2026 kemarin.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa tradisi minum dalam budaya Dayak tidak boleh dimaknai sebagai ajang untuk berlomba-lomba hingga mabuk. Menurutnya, leluhur Dayak mengajarkan bahwa minuman tradisional hanya menjadi bagian dari ritual adat, bukan untuk dikonsumsi secara berlebihan.

“Minum itu bukan sampai mati. Jangan diperlombakan mabuk. Leluhur kita mengajarkan bahwa minum itu sebagai salah satu prasyarat ritual dalam proses budaya,” ujarnya.

Wagub Krisantus berharap pesan tersebut dapat dipahami seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar perayaan Gawai tetap berlangsung khidmat, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Dayak. 

"Khusus generasi muda, mari kita rayakan gawai Dayak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya kita Dayak," tukasnya. (Tim/Rh)

Editor: R. Hermanto


Selasa, 21 Juli 2026

Hari Kedua Karhutla di Sungai Ambawang, Camat Jurin Ajak Warga Bersatu Cegah Kebakaran Lahan

Foto: Camat Sungai Ambawang, Jurin, S.E, Tinjau Lokasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Lintang Batang, Desa Persiapan Lintang Batang, Desa Induk Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Lintang Batang, Desa Persiapan Lintang Batang, Desa Induk Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih terus ditangani oleh tim gabungan. Memasuki hari kedua, petugas bersama masyarakat berjibaku memadamkan api yang kini bergeser ke arah timur setelah sebelumnya berhasil dikendalikan di sekitar kawasan pemakaman.

Camat Sungai Ambawang, Jurin, S.E, mengatakan sejak kebakaran terjadi pada Senin sore, pemerintah kecamatan langsung menetapkan langkah tanggap darurat dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari masyarakat, TNI, Polri, perangkat desa, relawan hingga pihak perusahaan.

"Sejak kemarin sore kami langsung melakukan tanggap darurat. Bersama masyarakat, TNI, Polri, perangkat desa, dan seluruh unsur terkait kami bersinergi melakukan pemadaman. Hari ini api di lokasi pemakaman sudah berhasil dipadamkan, namun titik api bergeser ke arah timur sehingga proses pemadaman masih terus dilakukan," ujar Jurin, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan peralatan pemadam seperti selang serta minimnya sumber air. Meski demikian, proses pemadaman tetap berjalan berkat dukungan pemadam swasta dari Ambawang, masyarakat yang bergotong royong secara swadaya, serta bantuan dari perusahaan KSP.

Menurut Jurin, status siaga masih diberlakukan karena masih terdapat sejumlah titik api yang berpotensi kembali membesar. Petugas akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman.

Jurin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Kubu Raya Nomor 46 Tahun 2026 tentang kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang berisiko tinggi terhadap terjadinya karhutla.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, apa pun jenis tanaman yang akan ditanam. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran tidak semakin meluas.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang juga mengimbau masyarakat yang memiliki hobi memancing untuk sementara waktu menghentikan aktivitas memancing di sejumlah lokasi rawan kebakaran. Pemerintah desa akan menerbitkan surat edaran larangan sementara karena adanya dugaan sumber api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pemancing.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kami juga meminta masyarakat untuk sementara tidak memancing di lokasi-lokasi rawan karena ada indikasi sumber api berasal dari puntung rokok yang ditinggalkan," tegas Jurin.

Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, dan masyarakat terus terjaga hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan kebakaran tidak meluas. (Tim/Jm)

Editor: R. Hermanto


Rossi Pilih Andrea Kimi Antonelli Raih Gelar Formula 1 2026 Ketimbang Ferrari

MotoGP,Valentino Rossi,Andrea Kimi Antonelli,Formula 1,Ferrari,Mercedes,
Valentino Rossi mendukung Andrea Kimi Antonelli menjadi juara Formula 1 2026 meski dikenal sebagai pendukung Ferrari. Antonelli kini memimpin klasemen sementara.

JAKARTA - Legenda MotoGP Valentino Rossi menyatakan dukungannya kepada pembalap muda Italia Andrea Kimi Antonelli untuk menjuarai Formula 1 musim 2026. Pernyataan itu disampaikan Rossi menjelang Grand Prix Belgia, ketika persaingan perebutan gelar dunia mulai memanas.

Meski dikenal sebagai pendukung setia Ferrari, Rossi mengaku lebih memilih melihat Antonelli menjadi juara dunia dibanding tim kebanggaan Italia tersebut meraih sukses musim ini.

Antonelli tampil impresif sepanjang musim dengan memenangi lima dari sembilan seri yang telah berlangsung. Pembalap Mercedes itu kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin atas rekan setimnya, George Russell.

Di sisi lain, Ferrari juga menunjukkan peningkatan performa. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sama-sama meraih kemenangan dalam tiga balapan terakhir. Hamilton kini hanya tertinggal 32 poin dari Antonelli, sementara Ferrari masih berjarak 78 poin dari Mercedes pada klasemen konstruktor.

Bagi Rossi, peluang Antonelli meraih gelar dunia memiliki makna besar bagi Italia. Jika berhasil, Antonelli akan menjadi pembalap Italia ketiga yang menjuarai Formula 1 setelah Giuseppe Farina dan Alberto Ascari, yang terakhir melakukannya pada 1953.

"Di Italia, Ferrari seperti sebuah agama. Tapi saya lebih menyukai pembalap daripada tim. Jadi sekarang saya mendukung Kimi," kata Rossi kepada Sky Sports F1 menjelang Grand Prix Belgia.

Rossi menilai Antonelli memiliki bakat luar biasa dan kecepatan yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia.

"Dia talenta hebat. Dia punya kecepatan yang luar biasa. Sudah hampir 70 tahun kami tidak memiliki pembalap Italia yang bisa memenangkan kejuaraan Formula 1. Jadi ini sangat spesial," ujarnya.

Rossi sendiri memiliki hubungan erat dengan Formula 1. Pada 2004 dan 2005, ia sempat menjalani tes bersama Ferrari yang memunculkan spekulasi kepindahannya dari MotoGP ke F1. Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Setelah pensiun dari MotoGP, Rossi melanjutkan karier di balap mobil sport sebagai pembalap pabrikan BMW. Ia juga mengungkapkan keinginannya tampil di ajang Nurburgring 24 Hours pada masa mendatang.

Rossi mengatakan saat ini dirinya tengah berdiskusi dengan BMW untuk mewujudkan rencana tersebut. Jika terealisasi, ia berpeluang bertarung di lintasan yang sama dengan juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen.