Kades Nanga Mahap Keluhkan Jembatan Dusun Soket dan Suain Seberang Sekadau Memprihatinkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Rabu, 24 Februari 2021

Kades Nanga Mahap Keluhkan Jembatan Dusun Soket dan Suain Seberang Sekadau Memprihatinkan

Ikuti kami:
Google
Jembatan rangka baja penghubung dusun Soket dan dusun Seberang Sekadau di Nanga Mahap.

BorneoTribun Sekadau, Kalbar - Kepala Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Saherman Sampun mengeluhkan jembatan rangka baja penghubung dusun Soket dan dusun Seberang Sekadau di Nanga Mahap kondisinya sangat memprihatinkan.

Jembatan sebagai penunjang akses transportasi masyarakat Nanga Mahap ini pernah perbaiki keruskaan lantainya pada tahun 2012, namun kini kembali rusak karena hanya terbuat dari kayu. Kerusakan ini diperparah karena tingginya mobilitas yang melewati jembatan ini. 

“Kondisi lantainya yang dibangun sejak tahun 2012 sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pada pemerintah kabupaten menyikapi jembatan tersebut,” kata Kepala Desa Nanga Mahap, Saherman Sampun, saat ditemui, Selasa (23/2/2021) siang.

Untuk memperbaiki keruskaan jembatan itu, bahkan pemerintah Desa Nanga Mahap harus meminta sumbangan dari para donatur dan mengerjakan perbaikan keruskaan itu secara bergotong royong. 

Kades Nanga Mahap berharap, Pemkab Sekadau ataupun anggota DPRD terkait bisa memperhatikan kerusakan jembatan ini dengan menyisihkan angaran aspirasi, sehingga kondisi jembatan dapat digunakan dengan baik.
“Harapan kami kepada pemerintah Kabupaten Sekadau untuk bisa melihat kondisi jembatan itu, karena  sangat memprihatinkan, sehingga kalau bisa melalui anggota dewan yang terhormat untuk bisa menyisihkan anggaran melalui aspirasi atau anggaran apapun itu untuk perbaikannya,” harapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau melalui Kabid Bina Marga Ponsianus Kamestu mengatakan, bahwa untuk jembatan memang sudah menjadi prioritas dalam pembangunan. Namun, karena keterbatasan anggaran dan keuangan daerah dirinya mengatakan belum bisa untuk menganggarkan untuk rehap pada tahun ini.

"Karena kita juga keterbatasan anggaran dan juga keuangan daerah untuk tahun ini belum bisa kita anggarkan. Dan semoga saja pada tahun 2022 bisa kita anggarkan," ungkap Ames sapaan akrabnya melalui telepon seluler kepada media ini.

Dirinya juga mengatakan, bahwa akan segera mengirimkan staf guna untuk meninjau kerusakan yang ada di jembatan tersebut.

"Nanti akan kita kirimkan staf agar bisa meninjau kerusakan yang ada di jembatan tersebut," pungkasnya. (Yk/Er)
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.