Bengkayang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkayang menyatakan para guru harus menerapkan strategi pembelajaran mendalam di sekolah yang berada pedalaman di wilayah setempat.
"Pentingnya meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan mampu mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik,", ujar Kadisdikbud Bengkayang Heru Pujiono, Minggu.
Menurut Heru, guru adalah kunci perubahan, dengan strategi pembelajaran mendalam dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul, berakhlak, dan berbudaya.
Pembelajaran mendalam atau deep learning diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi, pemahaman yang komprehensif, serta kesiapan menghadapi tantangan di era global.
Dia juga mendorong implementasi pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah wilayah perbatasan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Pembelajaran mendalam ini menekankan pada karakter, kolaborasi, pemikiran kritis, dan pemanfaatan teknologi secara bermakna. Bukan sekadar pelatihan, melainkan proses transformasi menyeluruh di satuan pendidikan,” ujarnya.
Model pembelajaran ini, lanjutnya, menjadi instrumen penting dalam memenuhi indikator kinerja pendidikan, termasuk peningkatan mutu layanan, penyusunan perangkat ajar berbasis asesmen diagnostik, hingga penguatan profil pelajar Pancasila.
“Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan komitmen, kolaborasi, dan investasi berkelanjutan dari semua pihak,” ujarnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang juga membuka ruang dialog dan kritik konstruktif untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan secara partisipatif dan transparan.
Dia berharap, implementasi dari pembelajaran mendalam dapat mewujudkan pendidikan bermutu, terutama bagi generasi muda yang tinggal di wilayah perbatasan, agar siap menghadapi tantangan masa depan secara kompeten dan berkarakter.
Oleh : Narwati/ANTARA