Feda Ega Pratama Dapat Undangan Tes Moto3 Bersama KTM? Momen Bersejarah Balap Indonesia di Depan Mata

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 06 Agustus 2025

Feda Ega Pratama Dapat Undangan Tes Moto3 Bersama KTM? Momen Bersejarah Balap Indonesia di Depan Mata

Feda Ega Pratama Dapat Undangan Tes Moto3 Bersama KTM? Momen Bersejarah Balap Indonesia di Depan Mata
Feda Ega Pratama Dapat Undangan Tes Moto3 Bersama KTM?

Gunungkidul, 6 Agustus 2025 — Feda Ega Pratama, pembalap muda berbakat asal Gunungkidul, resmi mendapat undangan istimewa dari tim pabrikan KTM untuk mengikuti serangkaian uji coba penting di kelas Moto3. 

Tes ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, tepat di tengah panasnya persaingan Red Bull Rookies Cup 2025 yang kini memasuki dua seri terakhir penentu gelar juara. 

Undangan ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga langkah monumental bagi dunia balap motor Indonesia.

Kabar ini diumumkan secara resmi oleh perwakilan tim KTM melalui rilis media pada Selasa (5/8/2025), yang menyebut bahwa Feda akan menjalani tes penuh menggunakan motor Moto3 prototype terbaru yang disiapkan untuk musim balap tahun depan. 

Tak hanya itu, Feda juga akan langsung didampingi oleh kru teknis utama KTM serta pelatih berpengalaman, termasuk legenda reli Dakar, Mark Koma, yang kini aktif membina pembalap muda di KTM Racing Development Program.

Bukan Sekadar Tes Biasa, Ini Ajang Pembuktian Diri

Undangan uji coba ini disebut-sebut sebagai bagian dari proyek jangka panjang KTM dalam mencari dan membina bintang masa depan mereka di Moto3. 

Feda, yang sepanjang musim Red Bull Rookies Cup 2025 tampil konsisten di posisi depan, dinilai telah memenuhi kriteria teknis dan mental yang dibutuhkan oleh tim pabrikan asal Austria tersebut.

"Feda telah menunjukkan kecepatan, konsistensi, dan keberanian yang luar biasa sepanjang musim ini. Ia layak diberi kesempatan untuk membuktikan dirinya di lingkungan tim pabrikan," ujar Johannes Kehrer, Talent Scout KTM Motorsport, dalam pernyataan tertulis.

Sejak awal musim, Feda memang sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan pencinta balap Eropa. 

Aksinya yang eksplosif dan penuh perhitungan kerap mengundang decak kagum. Ia tak hanya cepat, tapi juga mampu menjaga stabilitas performa, membaca strategi lawan, dan beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi lintasan.

KTM Pasang Standar Tinggi: Bukan Cuma Soal Kecepatan

Feda Ega Pratama saat beraksi di lintasan balap Red Bull Rookies Cup 2025 dengan motor KTM
Feda Ega Pratama saat beraksi di lintasan balap Red Bull Rookies Cup 2025 dengan motor KTM.

Sebagai tim pabrikan papan atas, KTM dikenal sangat selektif dalam memilih pembalap untuk program jangka panjang mereka. 

Tidak cukup hanya dengan catatan waktu tercepat, mereka menilai pembalap dari beragam aspek, seperti kemampuan teknis, kedewasaan psikologis, komunikasi dengan tim, hingga cara mengelola tekanan saat bertanding.

"Tes ini akan jadi ujian menyeluruh bagi Feda. Dia akan menjajal sasis dan mesin terbaru KTM, lengkap dengan data telemetri dan briefing teknis mendalam. 

Kalau lolos, dia akan bergabung dalam tim utama musim depan," kata Mark Koma dalam wawancara singkat bersama media Spanyol Motorsport.es.

Feda sendiri menyambut kesempatan ini dengan penuh semangat, meski tak menutupi rasa gugupnya. “Ini mimpi yang jadi kenyataan. Tapi saya sadar, ini juga tantangan besar. Saya akan berikan 110 persen untuk membuktikan diri,” ucapnya singkat.

Tantangan Ganda: Uji Coba KTM & Perebutan Gelar Red Bull Rookies Cup

Menariknya, tes bersama KTM ini berlangsung bersamaan dengan dua seri terakhir Red Bull Rookies Cup yang sangat menentukan nasib Feda di klasemen akhir. Saat ini, ia berada di posisi 2 besar klasemen sementara dan masih berpeluang besar merebut gelar juara musim ini dari pesaing utamanya, Brian Uriarte pembalap Spanyol yang juga sedang dikembangkan KTM untuk masa depan mereka.

Duel Feda dan Uriarte di sisa musim ini pun dipastikan menjadi salah satu pertarungan paling panas dan dinanti di lintasan. 

Bahkan internal KTM sendiri menjadikan rivalitas ini sebagai bahan evaluasi tambahan untuk menentukan siapa yang lebih layak mengisi slot pembalap utama tim Moto3 mereka musim depan.

Menurut Mark Koma, duel ini bukan sekadar soal siapa tercepat, tapi bagaimana pembalap bereaksi terhadap tekanan. 

“Kami ingin melihat siapa yang punya mental juara sejati. Feda punya potensi itu, tapi ini waktunya dia membuktikan,” tegasnya.

Dunia Balap Tanah Air Ikut Berdebar: Bendera Merah Putih di Moto3?

Feda Ega Pratama saat beraksi di lintasan balap Red Bull Rookies Cup 2025 dengan motor KTM
Feda Ega Pratama saat beraksi di lintasan balap Red Bull Rookies Cup 2025 dengan motor KTM.

Kabar ini langsung disambut gegap gempita oleh pecinta motorsport Indonesia. Di media sosial, dukungan untuk Feda mengalir deras. Banyak yang menyebut ini sebagai langkah monumental bagi balap Indonesia yang selama ini kesulitan menembus level tertinggi kejuaraan dunia.

Jika Feda lolos seleksi dan dipilih KTM sebagai pembalap utama Moto3 musim depan, maka ini akan menjadi momen pertama bendera merah putih berkibar di grid start Moto3 bersama tim pabrikan dalam lebih dari dua dekade terakhir.

“Feda bisa jadi role model pembalap muda Indonesia. Dedikasi dan kerja kerasnya luar biasa. Kami harap ia bisa membuka jalan bagi generasi pembalap selanjutnya,” ungkap Arief Budiman, Ketua Umum IMI DIY, yang turut memantau perkembangan Feda sejak awal karirnya di balap minibike nasional.

Masa Depan di Ujung Tikungan

Dengan segala potensi dan dukungan yang kini ia miliki, Feda Ega Pratama berada di titik krusial karirnya. 

Dua balapan terakhir Red Bull Rookies Cup dan sesi uji coba bersama KTM bisa menentukan nasibnya dalam waktu dekat: apakah ia akan jadi bintang Moto3 musim depan atau harus kembali memulai dari nol.

Yang pasti, perhatian kini tertuju padanya. Tidak hanya dari KTM, tetapi juga dari seluruh fans motorsport dunia. 

KTM pun dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan duet Feda–Uriarte sebagai kekuatan baru yang menjanjikan di ajang Moto3.

Apapun hasilnya nanti, Feda telah membuktikan satu hal: bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dan diperhitungkan di level dunia. Kini tinggal selangkah lagi menuju panggung balap dunia yang sesungguhnya.

Reporter: Heri Yakop

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.