Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

“Tak Bikin Lebih Cepat” Marquez Komentari Teknik Balap Jorge Martin

Marc Márquez kritik gaya balap Jorge Martin di MotoGP, sebut shoulder down hanya pamer dan tak menambah kecepatan di lintasan.
Marc Márquez kritik gaya balap Jorge Martin di MotoGP, sebut shoulder down hanya pamer dan tak menambah kecepatan di lintasan.

JAKARTA - Sirkuit MotoGP kembali memanas setelah pembalap Marc Márquez melontarkan kritik tajam terhadap gaya balap Jorge Martín pada sesi persaingan terbaru, yang berlangsung di tengah meningkatnya tensi antar pembalap di lintasan.

Márquez menyoroti teknik shoulder down yang kerap digunakan Jorge Martin saat menikung, di mana bahu pembalap tampak menyentuh aspal pada tikungan tajam. Menurutnya, gaya tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan motor.

Ia menilai gerakan itu lebih bersifat visual dibanding fungsional di lintasan. Dalam pandangannya, pembalap modern seharusnya fokus pada efisiensi dan traksi, bukan sekadar tampilan ekstrem saat membalap.

Márquez secara tegas menyebut teknik tersebut tidak memberikan keuntungan waktu.

“Cuma pamer, sama sekali tak bikin kencang,” ujar Márquez dalam komentarnya.

Sementara itu, Jorge Martin memberikan pembelaan atas gaya balapnya. Ia menjelaskan bahwa postur tubuh dan kebutuhan teknis membuatnya harus mengambil posisi ekstrem untuk menjaga keseimbangan motor.

Menurut Martin, teknik tersebut berkaitan dengan pengaturan pusat gravitasi dan stabilitas saat motor berada di batas grip maksimal.

Perdebatan ini menambah panas rivalitas di grid MotoGP yang sudah ketat sepanjang musim. Perbedaan pandangan soal teknik balap tersebut diprediksi akan kembali jadi sorotan pada seri berikutnya, seiring kedua pembalap terus bersaing di papan atas.

Minggu, 21 Juni 2026

Aprilia Minta Maaf atas Insiden Bezzecchi di Brno, Banding Penalti Ditolak FIM

Aprilia minta maaf atas insiden Marco Bezzecchi di Brno usai Sprint Race MotoGP. Banding ditolak, pembalap absen di MotoGP Ceko.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola. Aprilia minta maaf atas insiden Marco Bezzecchi di Brno usai Sprint Race MotoGP. Banding ditolak, pembalap absen di MotoGP Ceko.

Brno, Republik Ceko — CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang melibatkan pembalap Marco Bezzecchi usai kecelakaan Sprint Race MotoGP di Brno pada Sabtu, yang berujung pada larangan tampil di MotoGP Ceko, Minggu.

Bezzecchi dijatuhi sanksi larangan balapan setelah dinilai melakukan dorongan dan pemukulan terhadap marshal usai insiden di Sprint Race. Keputusan tersebut membuatnya tidak bisa turun di balapan utama Grand Prix Ceko.

Dalam keterangannya, Rivola menyampaikan permintaan maaf kepada marshal dan menegaskan bahwa Aprilia menerima hukuman tersebut.

“Pertama-tama kami juga ingin meminta maaf kepada marshal. Kami menerima penalti ini. Kami tidak menoleransi perilaku seperti ini,” ujar Rivola dalam wawancara di pit lane saat sesi pemanasan.

Meski begitu, Aprilia sempat mengajukan banding terhadap keputusan tersebut sebelum akhirnya ditolak pada Sabtu malam. Rivola menjelaskan banding diajukan karena pihaknya menilai hukuman yang dijatuhkan tidak sebanding dengan kasus-kasus serupa di masa lalu.

“Alasan kami mengajukan banding di awal adalah karena kami merasa ada ketidakseimbangan antara tindakan dan penalti dibandingkan kasus serupa sebelumnya,” katanya.

FIM Appeal Stewards menegaskan bahwa kekerasan fisik terhadap marshal tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun, karena menyangkut keselamatan petugas lintasan dan integritas olahraga.

Insiden ini juga menjadi sorotan lanjutan setelah Bezzecchi sebelumnya pernah mendapat denda serupa di Valencia 2022, serta rangkaian insiden yang melibatkan pembalap Aprilia lainnya seperti Jorge Martin dan Raul Fernandez di seri sebelumnya.

Rivola menegaskan Aprilia kini fokus melanjutkan musim tanpa memperpanjang proses banding ke Pengadilan Banding Internasional (CAI).

“Kami menerima penalti dan tidak akan melanjutkan banding. Sekarang kami menatap ke Assen,” ujarnya.

Absennya Bezzecchi membuka peluang perubahan peta persaingan klasemen. Jorge Martin berpeluang memangkas jarak dan bahkan merebut kembali posisi puncak, meski harus menjalani penalti long lap ganda.

Sementara itu, beberapa rival juga siap memanfaatkan situasi ini, termasuk Fabio Di Giannantonio, Pedro Acosta, dan Marc Marquez yang masih menjaga peluang dalam perebutan gelar musim ini.

Bezzecchi Minta Maaf dengan Marshal, Dilarang Tampil di GP Ceko Usai Kontroversi di Sprint MotoGP

Marco Bezzecchi minta maaf usai insiden dengan marshal di MotoGP Ceko Brno dan disuspensi, berdampak pada persaingan klasemen.
Marco Bezzecchi minta maaf usai insiden dengan marshal di MotoGP Ceko Brno dan disuspensi, berdampak pada persaingan klasemen.

JAKARTA - Pembalap Aprilia Racing dan pemimpin klasemen MotoGP, Marco Bezzecchi, meminta maaf setelah insiden kontak dengan marshal usai kecelakaan pada sprint race MotoGP Ceko di Brno, Sabtu (21/6/2026), yang membuatnya disuspensi dari balapan utama.

Insiden bermula ketika Bezzecchi terjatuh pada fase akhir sprint race di Sirkuit Brno saat masih berada di posisi lima besar. Kecelakaan itu membuatnya kehilangan poin penting dalam persaingan gelar juara.

Beberapa jam setelah balapan, beredar rekaman yang memperlihatkan Bezzecchi melakukan kontak dengan marshal saat proses evakuasi motornya. Situasi itu dipicu kondisi motor yang masih menyala dan berputar saat diangkat, yang memicu reaksi spontan pembalap asal Italia tersebut.

Aprilia Racing kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun ditolak oleh FIM MotoGP stewards. Tim akhirnya menerima keputusan dan tidak melanjutkan keberatan.

Dalam pernyataan resminya, Bezzecchi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh komunitas MotoGP.

“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh komunitas MotoGP atas perilaku saya terhadap marshal,” tulis Bezzecchi.

“Saya juga minta maaf karena tahu betapa besar usaha dan pengorbanan marshal demi keselamatan kami.”

“Perilaku ini tidak seharusnya terjadi dan tidak ada pembenaran untuk itu. Saya minta maaf kepada semua pihak, Aprilia Racing, dan para penggemar saya.”

Pada Minggu pagi, Bezzecchi juga mendatangi pos marshal lokasi insiden dan menyampaikan permintaan maaf langsung.

Sanksi ini membuat Bezzecchi tidak tampil di balapan utama MotoGP Ceko, yang berpotensi memengaruhi posisi puncaknya di klasemen. Ia kini hanya unggul 15 poin dari rekan setimnya Jorge Martin.

Sementara itu, Jorge Martin masih harus menjalani penalti long lap dari insiden sebelumnya, namun tetap berpeluang memangkas jarak poin. Di sisi lain, Marc Marquez juga masih berpeluang memperkecil selisih dalam perebutan gelar jika kembali naik podium.

Situasi ini membuat tekanan terhadap Aprilia Racing semakin meningkat di tengah rangkaian insiden yang terjadi dalam beberapa seri terakhir.

Dari Posisi 20 ke 5 Besar, Veda Ega Bikin Brno Tercengang!

Veda Ega Pratama finis kelima Moto3 Ceko 2026 di Brno setelah start dari posisi 20, tampil impresif dengan comeback dan pace kuat sepanjang balapan.
Veda Ega Pratama finis kelima Moto3 Ceko 2026 di Brno setelah start dari posisi 20, tampil impresif dengan comeback dan pace kuat sepanjang balapan.

JAKARTA -- Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama tampil mengejutkan pada balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026), setelah berhasil finis di posisi kelima meski memulai balapan dari urutan ke-20. 

Hasil ini menjadi salah satu penampilan paling impresifnya di musim 2026 karena ia mampu menembus rombongan depan hanya dalam hitungan lap awal.

Sejak lampu start padam, Veda langsung menunjukkan agresivitas tinggi dengan merangsek ke posisi yang lebih kompetitif. 

Dalam empat putaran pertama, ia berhasil naik hingga 13 posisi dan masuk ke urutan tujuh besar. 

Momentum tersebut berlanjut ketika ia mencatatkan waktu lap tercepat 2 menit 04 detik, yang sekaligus membawanya bergabung dengan grup terdepan.

Performa Veda semakin mencuri perhatian saat ia sempat menembus posisi tiga pada pertengahan balapan. 

Meski persaingan ketat di grup depan membuat posisinya terus berubah, ia tetap mampu menjaga ritme dan bertahan di kelompok enam besar sepanjang 10 putaran awal.

Memasuki fase akhir balapan, pertarungan di barisan depan semakin intens. Veda terlibat duel langsung dengan beberapa pembalap seperti David Almansa, Alvaro Carpe, dan Brian Uriarte dalam perebutan posisi empat besar. 

Tekanan terus terjadi hingga lap terakhir, namun Veda tetap mampu menjaga konsistensi dan mengamankan posisi kelima hingga finis.

Balapan sendiri dimenangkan oleh Hakim Danish, disusul Brian Uriarte dan Maximo Quiles yang melengkapi podium. 

Meski tidak naik podium, performa Veda menjadi sorotan karena ia menunjukkan kemampuan recovery dan race pace yang kuat dari posisi start yang jauh di belakang.

Hasil ini memperkuat reputasi Veda sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di kelas Moto3. 

Start dari posisi ke-20 dan mampu finis di lima besar menunjukkan kematangan strategi balap serta ketenangan dalam menghadapi tekanan di lintasan cepat seperti Brno. 

Capaian ini juga menjadi sinyal positif bagi kiprahnya di sisa musim 2026, terutama dalam persaingan melawan pembalap-pembalap top Eropa yang lebih berpengalaman.

Start dari Belakang Lagi! Veda dan Hakim Danish Kena Penalti di Brno, Kok Bisa?

Jadwal lengkap MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno dan penalti Veda Ega Pratama serta Hakim Danish di Moto3 yang mengubah posisi start balapan.
Jadwal lengkap MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno dan penalti Veda Ega Pratama serta Hakim Danish di Moto3 yang mengubah posisi start balapan.

Jadwal Lengkap dan Penalti Warnai MotoGP Ceko 2026 di Brno

Rangkaian balapan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026), berlangsung padat dari siang hingga malam, mulai sesi warm up hingga race utama MotoGP pukul 19.00 WIB. Ajang ini juga diwarnai penalti yang menimpa dua pembalap Moto3, Hakim Danish dan Veda Ega Pratama.

Jadwal Lengkap Balapan MotoGP Ceko 2026 (21 Juni 2026)

  • 14.40 – 14.50 WIB: Warm Up MotoGP

  • 15.00 – 15.40 WIB: Rider Parade MotoGP

  • 16.00 WIB: Race Moto3 (16 lap)

  • 17.15 WIB: Race Moto2 (18 lap)

  • 19.00 WIB: Race MotoGP (21 lap)

  • 20.20 – 20.50 WIB: After the Flag MotoGP

  • 20.50 – 21.30 WIB: Sunday Press Conference MotoGP

Di kelas Moto3, dua pembalap muda Asia Tenggara, Hakim Danish dan Veda Ega Pratama, sama-sama terkena penalti grid setelah dinilai melaju terlalu lambat saat sesi kualifikasi.

Hakim yang sebelumnya finis di posisi kedua harus turun ke posisi 14. Sementara Veda yang mengamankan posisi delapan, dipaksa start dari urutan ke-20.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya yang sudah beberapa kali mengalami start dari barisan belakang pada musim 2026.

Dalam laporan Stadium Astro disebutkan: “Hakim Danish Ramli terpaksa menerima kenyataan mulai balapan dari posisi ke-14 menyusul kesalahan memacu sepeda motor terlalu pelan dalam sesi kualifikasi Grand Prix Ceko di Sirkuit Brno.”

Meski penalti mengubah posisi start, Veda Ega Pratama masih bersaing di papan tengah klasemen Moto3 2026 dengan 71 poin di peringkat keenam. Ia hanya terpaut enam poin dari posisi tiga besar.

Sementara Hakim Danish berada di peringkat ke-10 dengan 48 poin dan masih menjaga peluang untuk naik di klasemen.

Balapan utama MotoGP yang digelar pukul 19.00 WIB diprediksi menjadi sorotan utama, setelah Sprint Race sebelumnya dimenangkan Francesco Bagnaia, dengan persaingan ketat sejak lampu start padam.

Kamis, 18 Juni 2026

Marc Marquez Waspadai Tantangan Fisik di MotoGP Ceko, Tak Ingin Terlalu Percaya Diri

Marc Marquez menatap MotoGP Ceko di Brno dengan hati-hati. Pembalap Ducati itu mengakui karakter sirkuit akan lebih berat bagi kondisi bahunya yang baru pulih.
Marc Marquez menatap MotoGP Ceko di Brno dengan hati-hati. Pembalap Ducati itu mengakui karakter sirkuit akan lebih berat bagi kondisi bahunya yang baru pulih.

JAKARTA - Marc Marquez mengaku akan menghadapi tantangan berbeda pada MotoGP Ceko yang berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Brno. Pembalap Ducati itu enggan terlalu percaya diri meski baru meraih kemenangan pertamanya musim ini pada seri Hungaria.

Marquez datang ke Brno dengan modal positif setelah menyapu bersih pole position, kemenangan sprint, dan kemenangan balapan utama di Hungaria. Hasil tersebut diraih hanya beberapa pekan setelah menjalani operasi pada cedera bahu yang telah lama mengganggunya.

Kemenangan di Hungaria membuat juara dunia bertahan itu kembali menghidupkan peluang perebutan gelar. Ia kini memangkas jarak menjadi 72 poin dari Marco Bezzecchi setelah Aprilia mengalami akhir pekan yang buruk.

Meski pernah menang di Brno bersama Ducati pada musim lalu, Marquez menilai karakter sirkuit kali ini akan lebih menguras fisik. Berbeda dengan Balaton Park yang berlawanan arah jarum jam dan lebih ramah bagi pemulihan bahu kanannya, Brno dinilai jauh lebih menantang.

Detail Kejadian

Marquez mengatakan hasil di Hungaria memberinya perasaan yang luar biasa. Namun, ia menyadari kondisi di Brno tidak akan sama.

"Perasaan di Hungaria luar biasa. Kami mendapatkan hasil sempurna dengan pole position, kemenangan sprint, dan balapan hari Minggu," kata Marquez menjelang MotoGP Ceko.

Menurutnya, tata letak Sirkuit Balaton sangat membantu karena tidak terlalu menuntut fisik. Sebaliknya, Brno merupakan lintasan yang ia sukai tetapi juga sangat berat.

"Di Brno situasinya akan berbeda. Ini sirkuit yang indah dan saya sangat menyukainya. Saya pernah menang bersama Ducati di sini, tetapi trek ini juga sangat berat dan menuntut," ujarnya.

Marquez menegaskan dirinya akan menjalani akhir pekan secara bertahap untuk mencapai performa terbaik setiap harinya.

Di sisi lain garasi Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat tiga podium beruntun.

Bagnaia menilai perkembangan Desmosedici GP26 mulai menunjukkan hasil positif. Ia optimistis dapat memaksimalkan performanya di Brno dan Assen, dua sirkuit yang termasuk favoritnya.

"Kami tiba di Brno dalam momen yang positif. Tiga podium beruntun memberi dorongan besar," kata Bagnaia.

"Saya sangat menyukai lintasan ini. Brno dan Assen termasuk dua trek favorit saya. Saya yakin bisa memanfaatkan perkembangan yang telah dicapai bersama Desmosedici GP dan menjaga konsistensi," tambahnya.

MotoGP Ceko akan menjadi ujian penting bagi kondisi fisik Marquez setelah operasi bahu yang dijalaninya. Sementara itu, Bagnaia berharap tren positif tiga podium beruntun dapat berlanjut di Brno sebelum kejuaraan berlanjut ke Assen, yang juga menjadi salah satu sirkuit favoritnya.

Bastianini Percaya Diri Bisa Kembali Menang Meski Terpuruk Bersama KTM

Enea Bastianini mengungkap masa sulit bersama KTM dan mengaku bekerja dengan psikolog untuk bangkit. Pebalap Italia itu tetap yakin bisa kembali meraih kemenangan di MotoGP.
Enea Bastianini mengungkap masa sulit bersama KTM dan mengaku bekerja dengan psikolog untuk bangkit. Pebalap Italia itu tetap yakin bisa kembali meraih kemenangan di MotoGP.

JAKARTA - Enea Bastianini mengungkap kesulitan yang dialaminya sejak bergabung dengan Tech3 KTM di MotoGP dan menegaskan keyakinannya untuk kembali meraih kemenangan. Pebalap Italia itu menyampaikan pengakuan tersebut dalam video terbaru MotoGP yang dirilis pada 2026.

Bastianini bergabung dengan Tech3 KTM setelah menjalani periode yang naik turun bersama tim pabrikan Ducati pada 2023 dan 2024. Namun, adaptasinya dengan motor RC16 tidak berjalan sesuai harapan.

Setelah meraih kemenangan dalam tiga musim beruntun bersama Ducati, Bastianini hanya mampu mencatat satu podium grand prix sepanjang musim 2025. Pada musim 2026, pencapaian terbaiknya sejauh ini adalah podium sprint dan finis keenam di balapan utama.

Pebalap berusia 28 tahun itu mengaku sempat kehilangan semangat saat hasil yang diperolehnya jauh dari ekspektasi. Kondisi tersebut membuatnya memutuskan untuk bekerja sama dengan psikolog demi memulihkan kondisi mental.

"Dalam karier saya ada momen yang sulit dan ada momen yang lebih mudah. Ketika bergabung dengan KTM tahun lalu, saya pikir itu adalah masa yang sulit karena saya tidak mendapatkan hasil yang saya harapkan," kata Bastianini.

"Pada saat seperti itu, Anda harus menjaga kondisi psikologis karena sangat mudah merasa terpuruk dan kehilangan arah."

Bastianini mengakui semangatnya sempat menurun ketika datang ke seri grand prix. Ia kemudian mulai bekerja dengan sejumlah orang untuk membantunya kembali menemukan motivasi.

"Saya sempat menurun dan tidak memiliki semangat yang sama ketika datang ke grand prix. Saya mulai bekerja dengan orang-orang untuk kembali membangun mental. Di situlah saya menemukan diri saya lagi, tetapi kami masih jauh dari target yang ingin saya capai," ujarnya.

Bastianini mengoleksi tujuh kemenangan grand prix bersama Ducati pada periode 2022 hingga 2024. Meski kini menghadapi persaingan yang lebih ketat, ia tetap percaya mampu kembali bersaing di barisan depan.

"Pebalap terbaik di dunia ada di sini, jadi semuanya lebih sulit. Tetapi saya tahu saya pernah mengalahkan mereka, dan jika saya pernah melakukannya sekali, saya tahu saya bisa melakukannya lagi. Mimpi saya tetap sama, membuktikan bahwa saya yang tercepat," tutur Bastianini.

Bastianini diperkirakan akan meninggalkan KTM pada akhir musim ini dan menjadi salah satu nama penting dalam bursa pebalap MotoGP 2027. Sempat dikaitkan dengan kepulangan ke Gresini, ia kini disebut lebih berpeluang bergabung dengan Trackhouse Aprilia.

Sementara itu, opsi pebalap Tech3 untuk musim 2027 masih terbuka. Bos tim Guenther Steiner sebelumnya menyatakan ketertarikannya merekrut rookie Moto2, yang bisa saja mengarah kepada Senna Agius.

Perkembangan karier Bastianini pada musim depan akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipantau, terutama jika kepindahannya ke Trackhouse Aprilia benar-benar terwujud.

Selasa, 16 Juni 2026

Marc Marquez Belum Pulih 100 Persen, Ducati Ungkap Penyebab Sulitnya Awal MotoGP 2026

Davide Tardozzi mengakui awal musim MotoGP 2026 menjadi mimpi buruk bagi Ducati setelah Aprilia mendominasi balapan pembuka dan Marc Marquez belum pulih sepenuhnya.
Davide Tardozzi mengakui awal musim MotoGP 2026 menjadi mimpi buruk bagi Ducati setelah Aprilia mendominasi balapan pembuka dan Marc Marquez belum pulih sepenuhnya.

Davide Tardozzi Sebut Awal Musim MotoGP 2026 Jadi Mimpi Buruk bagi Ducati

JAKARTA - Davide Tardozzi mengakui Ducati mengalami awal musim yang jauh dari harapan pada MotoGP 2026. Manajer tim Ducati itu menyebut beberapa seri pembuka musim sebagai "mimpi buruk" setelah timnya gagal mempertahankan performa impresif yang ditunjukkan saat tes pramusim di Sepang.

Setelah tes di Malaysia, Ducati sebenarnya datang dengan optimisme tinggi. Lima motor Desmosedici mampu menembus enam besar, termasuk juara bertahan Marc Marquez yang kembali mengaspal usai cedera bahu yang dialaminya di Mandalika musim lalu.

Namun situasi berubah drastis menjelang dimulainya musim. Menurut Tardozzi, Aprilia membuat kemajuan besar antara tes Sepang dan tes terakhir di Buriram, Thailand.

Perkembangan tersebut langsung terlihat di lintasan. Aprilia memenangi tiga grand prix pembuka melalui Marco Bezzecchi dan juga meraih kemenangan Sprint lewat Jorge Martin. Sementara Ducati hanya mampu mengoleksi satu kemenangan Sprint hingga seri-seri Eropa dimulai.

"Sejujurnya, ya," kata Tardozzi saat ditanya apakah dirinya terkejut dengan kekuatan Aprilia pada awal musim.

"Setelah Sepang, saya benar-benar yakin kami akan menjalani musim yang bagus. Bukan mimpi buruk seperti yang terjadi dalam beberapa balapan pertama."

Ia memberikan apresiasi kepada Aprilia atas peningkatan performa yang signifikan, namun menegaskan Ducati tidak tinggal diam. Bersama General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, tim terus bekerja untuk memangkas ketertinggalan.

Menurut Tardozzi, Ducati mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Alex Marquez mempersembahkan kemenangan grand prix pertama musim ini di Jerez, sebelum Fabio Di Giannantonio menambah kemenangan kedua di Catalunya.

Di Catalunya, Francesco Bagnaia akhirnya membawa tim pabrikan Ducati meraih podium hari Minggu pertamanya musim ini. Namun pada saat yang sama, Marc Marquez harus absen karena menjalani operasi akibat masalah saraf radial terjepit di lengan kanannya.

Marquez kembali tampil di Mugello dan finis ketujuh sebelum menunjukkan performa dominan di Balaton Park dengan meraih pole position serta memenangkan Sprint dan balapan utama.

Meski demikian, Tardozzi menegaskan pembalap Spanyol itu masih belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

"Saya masih berpikir situasinya sangat sulit baginya. Pole position, menang Sprint, dan menang balapan tidak berarti dia sudah 100 persen. Dia belum 100 persen," ujar Tardozzi.

Ia memperkirakan proses pemulihan Marquez masih membutuhkan waktu setidaknya satu hingga dua bulan lagi.

Balapan di Balaton Park juga menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara. Marquez berhasil memangkas selisih 30 poin dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi setelah insiden di tikungan pertama yang melibatkan Jorge Martin.

Kecelakaan tersebut membuat Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan beberapa pembalap lain gagal melanjutkan balapan. Meski demikian, Marquez masih tertinggal 72 poin dari Bezzecchi di klasemen sementara.

Tardozzi menilai akhir pekan itu sangat berarti bagi Ducati karena berhasil memangkas jarak poin. Namun ia menegaskan rival-rival mereka tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar.

"Hari ini mereka benar-benar tidak beruntung. Saya turut prihatin untuk Marco, Diggia, dan para pembalap lainnya karena seharusnya mereka bisa bertarung memperebutkan podium."

Menurutnya, situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika balap. Setelah Ducati mengalami berbagai kesulitan pada awal musim, kini keberuntungan mulai berpihak kepada mereka. Dengan masih banyak balapan tersisa sepanjang musim, Tardozzi meyakini persaingan juara MotoGP 2026 masih sangat terbuka.

Senin, 18 Mei 2026

“Kami Bukan Mesin,” Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Setelah Dua Red Flag

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Usai Dua Red Flag

JAKARTA - Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keputusan MotoGP melanjutkan balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah dua kali red flag di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu sore waktu setempat. Acosta menilai restart ketiga tidak diperlukan setelah dua insiden besar yang melibatkan beberapa rider.

Balapan MotoGP Catalunya sempat dihentikan pertama kali pada lap ke-12 dari total 24 putaran. Motor KTM milik Acosta mengalami masalah kelistrikan saat keluar dari Tikungan 9 menuju trek lurus belakang, yang membuat pembalap Alex Marquez menabraknya dari belakang.

Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta tidak mengalami cedera serius.

Tak lama setelah restart pertama dimulai, red flag kedua kembali dikibarkan usai insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Balapan akhirnya dilanjutkan dalam format 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang, sementara Acosta justru gagal finis setelah terjatuh pada lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.

Acosta Soroti Faktor Keselamatan

Usai balapan, Acosta memilih tidak banyak membahas insidennya dengan Ogura. Ia justru menyoroti keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua kecelakaan besar.

“Saya tidak ingin terlalu membahas balapan karena yang paling penting hari ini adalah Alex dan Johann. Setelah semua yang terjadi, syukurnya mereka baik-baik saja,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia menjelaskan motornya tiba-tiba kehilangan tenaga saat memimpin balapan.

“Di trek lurus saya dari posisi full gas tiba-tiba tidak punya throttle sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk hari ini,” ujarnya.

Menurut Acosta, restart ketiga seharusnya tidak dilakukan karena situasi di lintasan sudah terlalu berisiko.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag. Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata rider muda Spanyol tersebut.

Jorge Martin Sependapat

Komentar serupa juga datang dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai aspek kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan setelah sejumlah kecelakaan besar terjadi.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

Meski demikian, Martin mengaku tetap mampu menjaga fokus saat balapan kembali dimulai dan merasa memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kemenangan. 

MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini karena dua kali red flag dan sejumlah kecelakaan serius dalam satu hari.

Perdebatan mengenai keselamatan pembalap diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah kritik terbuka dari Acosta dan Martin terhadap keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan.

Setelah Dua Kecelakaan Besar, Acosta Heran MotoGP Tetap Dilanjutkan

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

MotoGP Catalunya 2026 bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas antara tontonan dan keselamatan pembalap.

Balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat, berlangsung penuh kekacauan setelah dua kali red flag dikibarkan akibat kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah rider papan atas.

Di tengah situasi itu, suara paling keras datang dari pembalap KTM, Pedro Acosta. Rider muda Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan hingga restart ketiga.

Bukan tanpa alasan.

Insiden pertama terjadi ketika Acosta yang sedang memimpin balapan mengalami masalah kelistrikan pada motornya di trek lurus belakang. Motor KTM miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga saat keluar dari Tikungan 9.

Situasi itu membuat Alex Marquez tak sempat menghindar dan menabrak Acosta dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut berujung serius. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera berarti.

Namun drama belum berhenti.

Saat balapan kembali dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Red flag kedua pun kembali dikibarkan.

Dalam kondisi lintasan yang baru saja dipenuhi insiden besar dan ambulans yang keluar masuk area trek, MotoGP akhirnya tetap memutuskan balapan dilanjutkan dalam format 12 lap.

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Keputusan inilah yang kemudian memicu kritik Acosta.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan jalannya pertunjukan.

“Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” ujarnya.

Pernyataan Acosta langsung menarik perhatian karena jarang ada pembalap yang secara terbuka mengkritik keputusan race direction sesaat setelah balapan berlangsung.

Komentar senada juga disampaikan pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai sisi kemanusiaan juga perlu dipikirkan ketika kecelakaan besar terus terjadi dalam satu balapan.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

MotoGP selama ini dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berisiko di dunia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan pembalap terus menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal maupun cedera serius terjadi di berbagai kelas balap.

Karena itu, kritik dari Acosta dan Martin diperkirakan bakal memunculkan diskusi baru mengenai prosedur restart dan batas aman sebuah balapan untuk dilanjutkan.

Di sisi lain, MotoGP Catalunya 2026 akan dikenang bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi karena momen ketika para pembalap mulai berbicara lebih keras soal keselamatan mereka sendiri di lintasan.

Jorge Martin Kecewa Berat usai Crash di Catalunya, Sempat Dorong Paolo Bonora Akhirnya Minta Maaf ke Aprilia

Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.
Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.

JAKARTA - Jorge Martin meminta maaf kepada manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, setelah menunjukkan reaksi emosional usai balapan MotoGP Catalunya, Minggu waktu setempat, di Sirkuit Catalunya.

Pebalap Aprilia itu marah setelah terjatuh dari posisi kedua pada lap pembuka restart terakhir akibat kontak dengan sesama rider Aprilia, Raul Fernandez. Fernandez tetap melanjutkan balapan, sementara Martin harus kembali dari posisi belakang dan finis jauh dari persaingan depan.

Insiden tersebut sempat ditinjau FIM MotoGP Stewards. Namun, pengawas balapan memutuskan tidak ada tindakan lanjutan terhadap Fernandez.

Setelah balapan berakhir, Martin terlihat memarkir motor RS-GP miliknya di luar garasi tim pabrikan Aprilia. Ia kemudian memberikan tepuk tangan bernada sarkastis sebelum masuk ke pit box.

Di dalam garasi, Paolo Bonora dan CEO Aprilia Racing Massimo Rivola berusaha menenangkan juara dunia bertahan tersebut yang masih terbawa emosi akibat insiden di lintasan.

“Cerita saya hari ini sebenarnya nomor dua, pikiran saya bersama Alex dan Johann,” kata Martin kepada MotoGP.com.

Martin mengaku kecewa karena merasa memiliki peluang besar untuk memperebutkan kemenangan di Catalunya sebelum insiden terjadi.

“Saya yakin punya potensi untuk menang. Tapi beginilah balapan. Saya tetap mengambil sisi positifnya karena saya merasa cepat,” ujarnya.

Pebalap asal Spanyol itu juga mengakui tindakannya di garasi tidak seharusnya terjadi. Ia mengatakan emosinya kembali memuncak sesaat setelah masuk ke area tim.

“Saya sangat kecewa dengan cara saya masuk ke garasi. Saya mencoba tenang selama balapan, tetapi ketika masuk, tensinya naik lagi,” kata Martin.

“Saya sudah meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya sempat mendorongnya. Itu benar-benar tidak perlu,” lanjutnya.

Martin juga mengungkapkan dirinya sempat mencari Bonora ke kantor untuk meminta maaf secara langsung, namun belum bertemu saat itu.

Sementara itu, Massimo Rivola sebelumnya juga terlihat berbicara serius dengan bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, terkait insiden yang melibatkan Raul Fernandez.

Kecelakaan tersebut menjadi kerugian besar bagi Martin dalam persaingan klasemen. Sebelum balapan, ia berpeluang memangkas defisit dua poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memimpin klasemen sementara.

Namun hasil balapan justru membuat Martin kehilangan kesempatan itu setelah Bezzecchi finis kelima. Posisi Bezzecchi bahkan masih berpotensi naik tergantung hasil investigasi tekanan ban terhadap Joan Mir dan Pecco Bagnaia.

Martin sendiri menolak memberikan komentar saat ditanya apakah Raul Fernandez layak mendapat penalti atas insiden tersebut.

Kondisi Alex Marquez Usai Kecelakaan Besar Akhirnya Diungkap Gresini

Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.
Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.

JAKARTA - Alex Marquez mengalami cedera serius setelah terlibat kecelakaan besar pada MotoGP Catalunya, Minggu, saat balapan berlangsung di Sirkuit Catalunya. 

Pebalap Gresini Ducati itu mengalami beberapa patah tulang usai menabrak motor Pedro Acosta yang mengalami masalah teknis di tengah lomba.

Insiden terjadi pada lap ke-12 dari total 24 lap. Saat memimpin balapan, Pedro Acosta melambat akibat gangguan teknis di trek lurus belakang. 

Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang motor KTM milik Acosta.

Benturan keras membuat Alex Marquez kehilangan kendali sebelum terjatuh dengan kecepatan tinggi. 

Pebalap asal Spanyol itu langsung mendapat penanganan di sisi lintasan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tim Gresini Ducati kemudian mengonfirmasi kondisi terbaru Alex Marquez melalui pernyataan resmi. 

Mereka menyebut sang pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7.

“Pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan akan menjalani operasi malam ini. Retakan ringan pada vertebra C7 akan dievaluasi dalam beberapa hari ke depan,” tulis Gresini.

Beberapa jam setelah pernyataan tim keluar, Alex Marquez juga memberikan kabar langsung melalui media sosialnya. Ia memastikan kondisinya terkendali dan siap menjalani operasi.

“Semuanya terkendali!! Saya akan menjalani operasi malam ini, dan saya tidak bisa berada di tangan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan semua pesan dukungannya,” tulis Alex Marquez.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan serpihan motor Marquez mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Fabio di Giannantonio, Johann Zarco, dan Raul Fernandez.

Johann Zarco kemudian mengalami kecelakaan lain saat restart balapan dan kini mendapat perawatan akibat cedera pada kaki kiri. 

Sementara Fabio di Giannantonio tetap mampu melanjutkan balapan hingga memenangkan restart kedua meski sedang mengalami cedera tangan.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terbesar dalam MotoGP Catalunya musim ini dan kembali menyoroti tingginya risiko balapan di kelas utama MotoGP.

Kecelakaan Alex Marquez Jadi Pengingat Keras Risiko MotoGP Modern

Foto inisden Alex Marquez.
Foto inisden Alex Marquez.

Kecelakaan besar yang dialami Alex Marquez di MotoGP Catalunya kembali menunjukkan betapa tipis batas antara persaingan dan bahaya di kelas utama balap motor dunia. Dalam hitungan detik, balapan yang berjalan kompetitif berubah menjadi insiden serius yang membuat pebalap Gresini Ducati itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden bermula saat Pedro Acosta yang sedang memimpin balapan tiba-tiba mengalami masalah teknis di trek lurus belakang. Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

Benturan itu membuat motor Ducati milik Alex terpental dan pecah berkeping-keping di lintasan. Sang pebalap kemudian terjatuh dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis di pinggir sirkuit.

Gresini Ducati memastikan Alex Marquez mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi sesegera mungkin.

Meski kondisinya cukup serius, Alex Marquez tetap memberikan kabar yang menenangkan kepada penggemar. Lewat media sosial, pebalap asal Spanyol itu memastikan situasi masih terkendali dan dirinya berada dalam penanganan terbaik.

Respons cepat tim medis MotoGP kembali menjadi sorotan positif dalam insiden ini. Dalam kecelakaan dengan kecepatan tinggi seperti yang terjadi di Catalunya, penanganan beberapa menit pertama sangat menentukan kondisi pebalap.

Kecelakaan Alex juga memicu efek berantai di lintasan. Serpihan motor mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Johann Zarco dan Fabio di Giannantonio. Zarco bahkan kembali mengalami kecelakaan saat restart dan harus menjalani perawatan akibat cedera kaki kiri.

Di sisi lain, Fabio di Giannantonio justru berhasil memenangkan restart kedua meski balapan dalam kondisi cedera tangan. Hasil itu memperlihatkan bagaimana para pebalap MotoGP sering bertarung di tengah kondisi fisik yang tidak ideal.

MotoGP dalam beberapa musim terakhir memang semakin kompetitif. Jarak antarmotor sangat rapat, sementara kecepatan terus meningkat. Situasi itu membuat risiko kecelakaan besar selalu mengintai, terutama ketika terjadi gangguan teknis mendadak seperti yang dialami Acosta.

Insiden di Catalunya sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik atmosfer megah MotoGP, para pebalap tetap menghadapi risiko serius setiap kali lampu start dipadamkan.

Johann Zarco Ungkap Kondisinya Setelah Crash Menegangkan di MotoGP Catalunya

Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

JAKARTA - MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini setelah rangkaian kecelakaan besar terjadi di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat. 

Di tengah drama red flag dan insiden beruntun, nama Johann Zarco menjadi salah satu sorotan utama usai mengalami crash keras pada start ulang balapan.

Pebalap LCR Honda itu terlibat tabrakan dengan Luca Marini dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1. Benturan terjadi hanya beberapa saat setelah balapan kembali dimulai menyusul kecelakaan sebelumnya yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez.

Zarco langsung terjatuh dan terseret bersama motor Ducati milik Bagnaia. Situasi sempat membuat banyak pihak khawatir karena insiden terjadi di area padat pembalap dengan kecepatan tinggi.

Beruntung, kondisi Zarco tidak separah yang dikhawatirkan awalnya.

Dalam pernyataan yang ia unggah dari rumah sakit, Zarco mengaku lebih merasakan ketakutan dibanding cedera serius. Meski harus memakai penyangga leher dan menjalani observasi medis, pebalap asal Prancis itu masih bisa memberikan kabar secara langsung kepada penggemarnya.

“Lebih banyak rasa takut daripada cedera serius,” kata Zarco.

Pernyataan tersebut sedikit melegakan setelah balapan di Catalunya dipenuhi momen menegangkan. Tim LCR Honda kemudian memastikan Zarco mengalami cedera ligamen di bagian lutut serta retakan kecil pada fibula di area pergelangan kaki kiri.

Cedera itu tetap membuat Zarco harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Prancis untuk menentukan proses pemulihan berikutnya.

Namun drama Catalunya tidak berhenti di sana.

Sebelum insiden Zarco terjadi, balapan lebih dulu dihentikan akibat kecelakaan besar antara Pedro Acosta dan Alex Marquez di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10. Motor KTM milik Acosta dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya memicu tabrakan keras.

Alex Marquez menjadi korban paling serius dalam rangkaian kecelakaan tersebut. Pebalap Gresini Racing itu dilaporkan mengalami beberapa patah tulang dan dijadwalkan menjalani operasi pada Minggu malam.

Rentetan insiden di Catalunya kini kembali memunculkan pertanyaan lama soal keamanan Tikungan 1 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. 

Area tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan dalam kalender MotoGP, terutama saat start dan restart ketika seluruh pembalap masih berdekatan.

Beberapa pihak mulai mendesak MotoGP melakukan evaluasi terhadap pendekatan tikungan tersebut agar risiko kecelakaan besar bisa diminimalkan pada balapan mendatang.

Di tengah persaingan ketat perebutan poin musim ini, balapan Catalunya justru menjadi pengingat bahwa keselamatan pebalap tetap menjadi isu paling penting di MotoGP modern.

Minggu, 17 Mei 2026

Dari P20 ke P8, Veda Ega Tunjukkan Mental Baja di Moto3 Catalunya

Veda Ega Pratama finis P8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari P20. Balapan sengit hingga lap terakhir dengan duel ketat di grup depan.
Veda Ega Pratama finis P8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari P20. Balapan sengit hingga lap terakhir dengan duel ketat di grup depan. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Balapan Moto3 Catalunya 2026 menghadirkan drama penuh tensi yang tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga ketahanan mental hingga lap terakhir. 

Dalam balapan yang digelar di Sirkuit Catalunya, Minggu (17/5), pembalap Indonesia Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian lewat performa agresif dan kemampuan bertahan di grup tengah yang sangat rapat.

Start dari posisi ke-20 bukan situasi ideal, namun Veda langsung menunjukkan respons cepat sejak lampu start padam. 

Dalam beberapa lap awal, ia mampu merangsek ke posisi ke-11, menandakan ritme balap yang cukup kompetitif di tengah padatnya persaingan.

Di sisi lain, Hakim Danish juga tampil menonjol dengan start yang agresif. 

Pembalap Malaysia itu bahkan sempat menembus lima besar pada fase awal lomba, sebelum dinamika balapan membuat posisi terus berubah dengan cepat di setiap lap.

Pertarungan di barisan depan berlangsung sangat ketat antara nama-nama seperti David Muñoz, David Almansa, Adrián Fernández, hingga Maximo Quiles dan Brian Uriarte. 

Saling salip terjadi hampir di setiap sektor, membuat ritme balapan sulit diprediksi sejak pertengahan lomba.

Di tengah persaingan tersebut, Veda sempat mengalami penurunan posisi hingga ke urutan ke-11. 

Ia kesulitan memangkas jarak dengan kelompok di depannya yang mulai memecah dari rombongan utama, membuat gap waktu semakin terasa di fase tengah balapan.

Namun cerita berubah di lap-lap akhir. Saat banyak pembalap mulai kehilangan konsistensi akibat tekanan grup depan, Veda justru mampu memanfaatkan celah yang muncul. 

Ia perlahan kembali naik dan mengamankan posisi kedelapan tepat menjelang finis.

Hasil akhir menempatkan Maximo Quiles sebagai pemenang balapan, diikuti Alvaro Carpe dan David Muñoz di podium. 

Hakim Danish finis ketujuh, sementara Veda Ega Pratama mengunci posisi kedelapan, sebuah hasil yang mencerminkan ketatnya persaingan di kelas Moto3 musim ini.

Bagi Veda, finis di delapan besar ini menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di level yang sangat kompetitif meski memulai dari posisi belakang. 

Sementara bagi penggemar, balapan ini kembali menegaskan satu hal: Moto3 selalu menghadirkan kejutan sampai garis finis.

Valentino Rossi Minta Ducati Beri Dukungan Penuh untuk Pecco Bagnaia

Valentino Rossi meminta Ducati memberikan dukungan penuh kepada Pecco Bagnaia setelah rider Italia itu kembali kesulitan tampil kompetitif di MotoGP Catalunya.
Valentino Rossi meminta Ducati memberikan dukungan penuh kepada Pecco Bagnaia setelah rider Italia itu kembali kesulitan tampil kompetitif di MotoGP Catalunya.

JAKARTA - Valentino Rossi meminta Ducati memberikan dukungan maksimal kepada Pecco Bagnaia setelah rider pabrikan Italia itu kembali mengalami kesulitan performa pada MotoGP Catalunya, Sabtu waktu setempat, di Sirkuit Barcelona.

Rossi menyampaikan pernyataan tersebut saat hadir sebagai tamu di studio Sky Italia. Mantan juara dunia sembilan kali itu menilai Bagnaia sudah memberikan seluruh kemampuannya di tengah performa yang belum stabil sejak musim lalu.

Bagnaia memang menunjukkan beberapa peningkatan musim ini. Ia sempat meraih pole position di Le Mans dan finis runner-up dalam tiga Sprint Race.

Namun, hingga seri Catalunya, pembalap VR46 Academy itu belum sekali pun naik podium grand prix musim ini. Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Bagnaia kemungkinan akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia pada 2027.

Rossi menilai hubungan Bagnaia dan Ducati saat ini sedang berada dalam fase sulit, terutama setelah hasil kurang memuaskan sejak musim lalu.

“Musim masih panjang, dan kemungkinan dia tidak akan balapan lagi untuk Ducati tahun depan,” kata Rossi kepada Sky Italia.

“Saya ingin Ducati memberikan usaha yang sama seperti yang dilakukan Pecco untuk kembali ke depan.”

Rossi juga membandingkan situasi tersebut seperti hubungan pernikahan yang sedang menghadapi masalah. Menurutnya, Bagnaia tetap berusaha keras dan Ducati juga perlu melakukan hal yang sama agar kembali kompetitif.

Mendengar komentar Rossi, Bagnaia mengaku musim ini dirinya memang berusaha lebih keras dibanding tahun lalu.

“Saya mencoba memberikan segalanya dalam setiap hal yang saya lakukan,” ujar Bagnaia setelah Sprint Catalunya.

Ia menilai motor GP26 Ducati masih belum memiliki setup dasar yang benar-benar konsisten di semua lintasan. Bagnaia juga membandingkan performanya dengan Fabio Di Giannantonio yang dinilai mampu menemukan paket motor lebih kompetitif.

Menurut Bagnaia, masalah utama Ducati saat ini adalah sulit mendapatkan performa optimal sejak awal balapan.

Meski begitu, ia menyebut timnya mulai menemukan kemajuan kecil di Catalunya, terutama dalam hal karakter motor saat memasuki tikungan.

Pada Sprint Race Catalunya, Bagnaia berhasil finis keenam setelah memulai balapan dari posisi ke-13. Ia mengaku masih kehilangan traksi pada lap-lap awal, terutama di Sirkuit Barcelona yang terkenal licin.

Saat ini Bagnaia berada di posisi kesembilan klasemen sementara MotoGP dan terpaut 10 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang absen di Catalunya.

Tekanan terhadap Ducati diperkirakan akan terus meningkat jika performa Bagnaia belum juga kembali stabil dalam beberapa seri berikutnya.

Ulasan Pakar MotoGP: Ducati dan Bagnaia Dinilai Sedang Mengalami Krisis Arah Pengembangan

Ulasan Pakar MotoGP: Ducati dan Bagnaia Dinilai Sedang Mengalami Krisis Arah Pengembangan
Ulasan Pakar MotoGP: Ducati dan Bagnaia Dinilai Sedang Mengalami Krisis Arah Pengembangan.

Komentar Valentino Rossi terhadap situasi Pecco Bagnaia dinilai bukan sekadar bentuk dukungan personal, tetapi juga sinyal bahwa ada persoalan lebih besar di internal Ducati musim ini.

Sejumlah pengamat MotoGP melihat performa Bagnaia yang menurun sejak musim lalu bukan murni akibat gaya balap pembalap Italia tersebut, melainkan karena karakter motor Ducati GP26 yang belum sepenuhnya cocok dengan kebutuhan teknisnya.

Dalam beberapa seri terakhir, Bagnaia memang masih mampu menunjukkan kecepatan satu lap, termasuk saat meraih pole position di Le Mans. Namun saat balapan utama, terutama dalam kondisi grip rendah dan tangki penuh, performanya kerap menurun.

Menurut analisis pakar MotoGP, masalah utama Bagnaia terlihat pada fase awal balapan. Ducati dinilai belum menemukan setup dasar yang stabil untuk menjaga traksi ban belakang secara konsisten, terutama di sirkuit dengan permukaan licin seperti Barcelona.

Situasi itu membuat Bagnaia kesulitan mempertahankan ritme sejak lap pertama. Padahal selama periode juara dunianya, kekuatan terbesar Bagnaia justru berada pada kemampuan menjaga keausan ban dan membangun tempo balapan secara bertahap.

Komentar Rossi yang meminta Ducati “memberikan usaha yang sama” juga dianggap memiliki makna teknis dan psikologis. Banyak analis menilai hubungan pembalap dan pabrikan saat ini mulai kehilangan sinkronisasi setelah hasil buruk sepanjang musim lalu.

Di sisi lain, keberhasilan pembalap lain seperti Fabio Di Giannantonio menemukan setup kompetitif membuat tekanan terhadap garasi Bagnaia semakin besar. Hal itu memperlihatkan bahwa potensi motor Ducati sebenarnya masih ada, tetapi belum berhasil dimaksimalkan oleh tim pabrikan.

Pakar MotoGP juga menilai situasi ini bisa menjadi titik penting bagi masa depan Bagnaia. Jika Ducati gagal mengembalikan performanya dalam waktu dekat, spekulasi kepindahan ke Aprilia pada 2027 kemungkinan akan semakin menguat.

Meski demikian, peluang Bagnaia untuk bangkit masih terbuka. Musim MotoGP masih panjang dan Ducati tetap memiliki salah satu motor tercepat di grid saat ini.

Kunci utamanya adalah seberapa cepat Ducati mampu menemukan paket teknis yang kembali cocok dengan karakter balap Bagnaia, terutama dalam pengelolaan traksi dan stabilitas motor di fase awal balapan.

Empat Kali Crash di Barcelona, Jorge Martin Sebut Masih Cari Limit Aprilia

Jorge Martin mengaku terlalu optimistis setelah crash di sprint MotoGP Catalunya 2026. Rider Aprilia itu masih berusaha memahami karakter motor RS-GP.
Jorge Martin mengaku terlalu optimistis setelah crash di sprint MotoGP Catalunya 2026. Rider Aprilia itu masih berusaha memahami karakter motor RS-GP.

JAKARTA - Pembalap Jorge Martin kembali mengalami kecelakaan saat sprint race MotoGP Catalunya di Barcelona, Sabtu, setelah terjatuh ketika berada di posisi keenam. 

Rider Aprilia itu mengaku terlalu optimistis dan masih berusaha memahami karakter motor RS-GP miliknya.

Juara dunia 2024 tersebut menjalani akhir pekan yang berat di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Dalam dua hari pertama seri Catalunya, Martin tercatat empat kali mengalami crash.

Meski sempat terjatuh pada sesi Q1, Martin tetap mampu lolos ke Q2 dan mengamankan posisi start kedelapan untuk sprint race. 

Namun balapan singkat itu kembali berakhir lebih cepat setelah ia kehilangan kendali di Tikungan 10.

Martin menjelaskan angin dari belakang membuat titik pengeremannya sedikit lebih panjang dari biasanya. Kondisi itu membuat bagian depan motornya kehilangan grip hingga akhirnya terjatuh.

“Saya bersyukur kondisi saya baik-baik saja,” kata Martin.

Ia mengaku hanya mengalami cedera ringan di beberapa bagian tubuh dan tidak ada masalah serius setelah insiden tersebut.

Martin juga memuji kerja keras kru Aprilia yang terus memperbaiki motornya di tengah rangkaian kecelakaan sepanjang akhir pekan.

“Saya ingin berterima kasih kepada tim karena mereka bekerja luar biasa. Setelah empat kali crash, mereka bahkan tidak sempat makan siang,” ujarnya.

Menurut Martin, proses adaptasi dengan motor Aprilia masih berlangsung. Ia merasa mulai menemukan batas kemampuan motor, terutama di lintasan Barcelona yang memiliki grip rendah.

“Ini bagian dari proses. Saya masih perlu memahami Aprilia,” kata Martin.

Meski gagal finis, Martin tidak kehilangan banyak poin dalam klasemen karena rekan setimnya, Marco Bezzecchi, juga kesulitan dan hanya finis di posisi kesembilan pada sprint race tersebut.

MotoGP Catalunya menjadi salah satu seri yang menantang bagi para pembalap akibat kondisi grip lintasan yang rendah. 

Situasi itu membuat beberapa rider kesulitan menjaga kestabilan motor, terutama saat pengereman agresif.

Pedro Acosta Akui Kurang Satu Lap Usai Finis Kedua di Sprint Catalunya

Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.
Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.

JAKARTA - Pedro Acosta gagal mempertahankan posisi terdepan dan harus puas finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya, Sabtu, setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez di Sirkuit Catalunya.

Pebalap KTM itu sempat mengawali balapan dengan baik usai mengonversi pole position menjadi pimpinan lomba. Namun, Acosta kehilangan posisi setelah disalip Alex Marquez dari Gresini Ducati dan Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia di pertengahan balapan.

Memasuki lap-lap akhir, Acosta kembali menemukan ritmenya ketika grip ban para rival mulai menurun. Ia berhasil merebut kembali posisi dari Fernandez sebelum memburu Marquez hingga garis finis.

Duel keduanya berlangsung sangat ketat dan menjadi salah satu finis terdekat dalam sejarah Sprint MotoGP. Acosta hanya terpaut 0,041 detik saat bendera finis dikibarkan.

“Sejujurnya saya hanya kurang satu lap lagi,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia mengaku sempat melihat peluang menyalip di Tikungan 10, area yang sebelumnya berhasil digunakannya untuk melewati Raul Fernandez. Namun jarak dengan Marquez dinilai masih terlalu jauh.

“Bagaimanapun, kami melakukan pekerjaan dengan baik. Kami menjalani balapan yang bagus dan meraih banyak poin dibanding musim lalu. Untuk itu kami harus senang,” ujarnya.

Acosta juga menilai performa KTM cukup kompetitif meski biasanya mengalami kesulitan saat menggunakan ban lunak di Sprint Race.

“Biasanya kami sedikit lebih menderita di Sprint dibanding balapan panjang. Tapi saya senang karena kami bisa mengelola ban soft dengan cukup baik, dan itu menjadi informasi penting untuk besok,” kata dia.

Menurut Acosta, performa motornya cukup cocok dengan kondisi lintasan Catalunya meski performanya sedikit menurun dibanding sesi pagi hari.

Ia juga mengakui Ducati dan Aprilia masih memiliki keunggulan dalam pengelolaan ban lunak, tetapi tetap optimistis menghadapi balapan utama.

“Hari esok adalah peluang bagus untuk kami,” ucap Acosta.

Hasil Sprint ini membuat Acosta kembali naik ke posisi ketiga klasemen MotoGP setelah unggul atas Fabio di Giannantonio. Pebalap VR46 Ducati tersebut juga tampil kuat di akhir balapan dan finis ketiga, hanya terpaut 0,457 detik dari kemenangan.

Jorge Martin Crash, Alex Marquez Menangi Sprint Thriller MotoGP Catalunya

Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.
Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.

JAKARTA - Pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez, memenangkan sprint race MotoGP Catalunya di Barcelona, Sabtu sore, usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih sangat tipis 0,041 detik. 

Balapan 12 lap itu berlangsung ketat hingga tikungan terakhir, sementara Aprilia mengalami hasil buruk setelah dua pembalap utamanya gagal bersinar.

Acosta yang memulai balapan dari pole position langsung memimpin sejak start. Pembalap KTM tersebut sempat menjaga posisi terdepan dalam beberapa lap awal sebelum disalip Marquez di Tikungan 1 pada awal lap keempat.

Setelah mengambil alih pimpinan lomba, Marquez sempat membuka jarak lebih dari enam persepuluh detik. 

Namun, Acosta mampu memangkas selisih pada lap-lap akhir dan terus memberi tekanan hingga garis finis.

Acosta beberapa kali mencoba mencari celah untuk menyalip, terutama di Tikungan 5 dan Tikungan 10. 

Namun, Marquez mampu mempertahankan racing line dan menutup peluang lawannya hingga finis.

Kemenangan itu menjadi kemenangan sprint pertama musim ini bagi Alex Marquez sekaligus salah satu finis sprint terketat dalam sejarah MotoGP.

Posisi ketiga diraih Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati setelah duel sengit melawan pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, di lap-lap terakhir.

Aprilia menjalani balapan yang sulit setelah Jorge Martin terjatuh saat berada di posisi keenam. 

Hasil Fernandez di posisi keempat menjadi pencapaian terbaik pabrikan Italia tersebut pada sprint race kali ini.

Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, juga mengalami balapan berat. Pembalap Aprilia itu hanya finis kesembilan setelah menyalip Enea Bastianini di lap terakhir untuk merebut satu poin tambahan.

Sementara itu, insiden terjadi di awal lomba ketika Fabio Di Giannantonio bersenggolan dengan Brad Binder. Binder kemudian terjatuh dan menabrak Joan Mir yang tidak dapat menghindar. 

Steward memutuskan tidak ada tindakan lanjutan atas insiden tersebut.

Pembalap Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, tampil cukup impresif dengan naik dari posisi start ke-13 untuk finis keenam. 

Sedangkan Maverick Vinales gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah teknis pada KTM Tech3 miliknya di lap ketujuh.

Hasil sprint ini membuat persaingan MotoGP Catalunya semakin terbuka menuju balapan utama, terutama setelah beberapa kandidat papan atas mengalami kendala sepanjang sprint race.

Jumat, 15 Mei 2026

Joan Mir Dipastikan Tinggalkan Honda pada 2027, Berpotensi Reuni dengan Frankie Carchedi di Gresini Ducati

Joan Mir dipastikan meninggalkan Honda pada MotoGP 2027 dan kini dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Gresini Ducati untuk musim depan.
Joan Mir dipastikan meninggalkan Honda pada MotoGP 2027 dan kini dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Gresini Ducati untuk musim depan.

JAKARTA - Mantan juara dunia MotoGP, Joan Mir, dipastikan tidak akan lagi membela tim pabrikan Honda pada musim 2027. Kepastian itu disampaikan manajernya, Paco Sanchez, pada Jumat, di tengah rumor kepindahan Mir ke Gresini Ducati.

Keputusan tersebut muncul setelah Honda disebut belum memberikan kejelasan terkait masa depan Mir bersama tim pabrikan HRC. Situasi itu membuat pembalap asal Spanyol tersebut mulai mencari proyek baru sejak seri Jerez.

Awalnya, Mir sempat dikaitkan dengan Trackhouse Aprilia untuk bereuni dengan eks bos Suzuki-nya, Davide Brivio. Namun, laporan terbaru menyebut Mir justru semakin dekat menuju Gresini Ducati.

Jika transfer itu terwujud, Mir berpeluang kembali bekerja sama dengan Frankie Carchedi, crew chief yang membantunya meraih gelar MotoGP 2020 bersama Suzuki.

Perubahan komposisi pembalap juga diperkirakan terjadi di Gresini. Fermin Aldeguer disebut bakal pindah ke VR46 untuk menyambut era baru MotoGP 850cc, sementara Alex Marquez dikabarkan menuju KTM pabrikan.

Moto2 rider Dani Holgado juga masuk radar untuk mengisi salah satu kursi di Gresini musim depan.

Paco Sanchez menegaskan keputusan Mir meninggalkan Honda sudah dibuat sejak seri Jerez.

“Karena belum ada perkembangan dari HRC terkait masa depannya, Joan memutuskan di Jerez untuk meninggalkan Honda di akhir musim dan meminta saya mencarikan proyek yang bagus,” kata Sanchez kepada Crash.net.

Ia menambahkan negosiasi dengan tim baru berjalan positif, meski belum ada kesepakatan final.

“Satu hal yang pasti, Joan tidak akan menjadi pembalap Honda pada 2027,” ujarnya.

Mir bergabung dengan Honda setelah Suzuki keluar dari MotoGP pada akhir 2022. Dalam dua musim awal yang sulit, pembalap berusia 28 tahun itu akhirnya mampu meraih podium pertamanya bersama Honda di Motegi dan Sepang musim lalu.

Pada musim 2026, Mir masih kerap mengalami insiden balapan, tetapi tetap menunjukkan kecepatan kompetitif. Ia sempat start dari posisi kelima di COTA dan finis keenam pada Sprint Race Le Mans sebelum terjatuh di balapan utama saat berada di posisi yang sama.

Sementara itu, Honda juga dirumorkan menyiapkan susunan pembalap baru untuk musim depan dengan membidik Fabio Quartararo dan David Alonso.

Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026 dan Cara Nonton Live Streaming

Jadwal lengkap MotoGP Catalunya 2026 WIB di Barcelona, persaingan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, harga langganan MotoGP Video Pass dalam rupiah, serta info live streaming.
Jadwal lengkap MotoGP Catalunya 2026 WIB di Barcelona, persaingan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, harga langganan MotoGP Video Pass dalam rupiah, serta info live streaming.

JAKARTA - MotoGP Catalunya 2026 akan berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 15-17 Mei 2026. Seri keenam MotoGP musim ini menjadi sorotan karena persaingan ketat dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, serta absennya Marc Marquez akibat cedera.

Marco Bezzecchi datang ke MotoGP Catalunya dengan status pemuncak klasemen sementara. Namun, pembalap Aprilia itu hanya unggul satu poin dari rekan setimnya, Jorge Martin.

Persaingan internal Aprilia mulai mencuri perhatian setelah Martin sukses meraih kemenangan grand prix pertamanya musim ini pada seri Prancis akhir pekan lalu. Performa motor Aprilia yang konsisten sepanjang awal musim membuat duel kedua pembalap diprediksi menjadi perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Sementara itu, Ducati berharap Alex Marquez mampu kembali tampil kompetitif di Barcelona. Harapan tersebut muncul setelah pembalap asal Spanyol itu pernah tampil impresif di sirkuit yang sama musim lalu, mirip dengan performanya di Jerez beberapa pekan sebelumnya.

Namun Ducati harus menghadapi MotoGP Catalunya tanpa Marc Marquez. Juara dunia delapan kali tersebut menjalani operasi ganda pada kaki kanan dan bahu kanan usai mengalami kecelakaan berat saat sprint race di Le Mans.

MotoGP Catalunya menjadi seri kedua dari total empat balapan MotoGP yang digelar di Spanyol sepanjang musim 2026.

Rangkaian balapan dimulai pada Jumat, 15 Mei, melalui sesi latihan bebas pertama dan practice. Sabtu akan diisi FP2, sesi kualifikasi, dan sprint race sepanjang 12 lap. Sedangkan balapan utama berlangsung Minggu malam WIB dengan total 24 lap.

Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026 WIB

Jumat, 15 Mei 2026

  • FP1 — 15.45 WIB hingga 16.30 WIB

  • Practice — 19.00 WIB hingga 20.00 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026

  • FP2 — 15.10 WIB hingga 15.40 WIB

  • Q1 — 15.50 WIB hingga 16.05 WIB

  • Q2 — 16.15 WIB hingga 16.30 WIB

  • Sprint Race (12 lap) — 20.00 WIB

Minggu, 17 Mei 2026

  • Warm-up — 14.40 WIB hingga 14.50 WIB

  • Race Utama (24 lap) — 19.00 WIB

Cara Menonton MotoGP Catalunya 2026

Seluruh sesi MotoGP Catalunya 2026 disiarkan langsung melalui layanan resmi MotoGP Video Pass.

Harga langganan penuh satu musim mencapai 148,99 euro atau sekitar Rp2,7 juta termasuk Timing Pass dan data live timing. Sementara paket tanpa data live dibanderol 139,99 euro atau sekitar Rp2,5 juta.

MotoGP juga menyediakan paket bulanan seharga 29,99 euro atau sekitar Rp545 ribu.

Selain itu, penggemar MotoGP di Inggris dapat menyaksikan seluruh sesi melalui TNT Sports. Paket langganan TNT Sports melalui HBO Max dimulai dari 27,99 poundsterling atau sekitar Rp615 ribu per bulan, tergantung jenis paket yang dipilih.

TNT Sports juga menayangkan seluruh sesi Moto2 dan Moto3 secara langsung selama akhir pekan balapan.

MotoGP Catalunya 2026 diprediksi menjadi seri penting dalam perebutan gelar juara dunia musim ini, terutama setelah dominasi Aprilia mulai terlihat dalam beberapa balapan terakhir.

Absennya Marc Marquez juga membuka peluang lebih besar bagi para rival untuk mengamankan poin maksimal di Barcelona.

Hasil balapan di Catalunya diperkirakan akan memengaruhi peta persaingan klasemen MotoGP 2026. Jika Aprilia kembali tampil dominan, duel Marco Bezzecchi dan Jorge Martin berpotensi semakin memanas dalam perebutan posisi puncak klasemen menuju pertengahan musim.

Adakah Pembalap MotoGP Berkulit Hitam? Ini Fakta dan Sejarahnya

Pembalap kulit hitam di MotoGP masih sangat jarang sepanjang sejarah Grand Prix. Dominasi Eropa dan mahalnya dunia balap menjadi faktor utama. (Foto ilustrasi)
Pembalap kulit hitam di MotoGP masih sangat jarang sepanjang sejarah Grand Prix. Dominasi Eropa dan mahalnya dunia balap menjadi faktor utama. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - MotoGP dikenal sebagai ajang balap motor paling bergengsi di dunia yang diikuti pembalap dari berbagai negara. 

Namun hingga kini, pembalap berkulit hitam di kelas utama MotoGP masih sangat sedikit dan belum banyak yang berhasil menjadi bintang besar di Grand Prix motor dunia.

Dominasi pembalap Eropa, terutama dari Spanyol dan Italia, masih sangat kuat dalam sejarah MotoGP. 

Faktor budaya balap, akses pembinaan usia dini, hingga dukungan sponsor disebut menjadi alasan utama mengapa keberagaman ras di dunia balap motor belum sebesar cabang olahraga lain.

Dunia motorsport juga dikenal sebagai olahraga dengan biaya tinggi. Untuk mencapai level MotoGP, pembalap biasanya memulai karier sejak kecil melalui kompetisi lokal hingga internasional dengan dukungan finansial besar.

Kondisi tersebut membuat negara-negara dengan infrastruktur balap maju lebih mudah mencetak pembalap elite. 

Spanyol dan Italia misalnya, memiliki akademi balap, sirkuit junior, serta jalur kompetisi yang jelas menuju Moto3, Moto2, hingga MotoGP.

Dalam sejarah Grand Prix motor, pembalap berkulit hitam memang sangat jarang muncul secara konsisten di kelas utama. Situasi ini berbeda dengan Formula 1 yang memiliki figur besar seperti Lewis Hamilton.

Nama aktor Idris Elba juga kerap dikaitkan dengan dunia motorsport karena beberapa kali tampil dalam dokumenter otomotif. Namun, Idris Elba bukan pembalap MotoGP.

Pembahasan soal keberagaman di MotoGP juga sering muncul karena olahraga ini masih didominasi pembalap dari kawasan Eropa. 

Meski begitu, MotoGP saat ini sudah diikuti rider dari berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Australia, Malaysia, Indonesia, Brasil, hingga Afrika Selatan.

Afrika Selatan sendiri memiliki sejarah motorsport yang cukup kuat. Namun sebagian besar pembalap Grand Prix dari negara tersebut berasal dari komunitas kulit putih. 

Faktor ekonomi dan akses olahraga disebut menjadi tantangan utama bagi pembalap kulit hitam untuk menembus level tertinggi balap motor dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu inklusivitas mulai lebih banyak dibicarakan di dunia motorsport. Kesuksesan Lewis Hamilton di Formula 1 dinilai memberi pengaruh besar terhadap dorongan keberagaman di olahraga balap secara global.

Perkembangan media sosial dan akademi balap internasional juga mulai membuka peluang bagi talenta muda dari negara berkembang. 

Seiring MotoGP semakin mendunia, peluang munculnya pembalap kulit hitam di kelas utama dinilai semakin terbuka.

Meski jumlahnya masih minim, dunia balap motor perlahan bergerak menuju kompetisi yang lebih inklusif. 

Dukungan infrastruktur, akses pembinaan, dan sponsor menjadi faktor penting untuk melahirkan pembalap dari latar belakang yang lebih beragam di masa depan.