Puncak Hujan Meteor Perseid 2025 Terjadi 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Sabtu, 09 Agustus 2025

Puncak Hujan Meteor Perseid 2025 Terjadi 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Hujan meteor Perseid melintas di langit malam dengan latar pegunungan dan langit berbintang
Hujan meteor Perseid melintas di langit malam dengan latar pegunungan dan langit berbintang.

Jakarta – Pecinta langit malam, catat tanggalnya! Puncak hujan meteor Perseid 2025 akan terjadi pada malam 12 Agustus hingga menjelang fajar 13 Agustus. 

Fenomena ini bisa disaksikan dari seluruh Indonesia, namun tahun ini sedikit menantang karena cahaya Bulan yang terang usai purnama berpotensi menghalangi pandangan terhadap meteor yang lebih redup. 

Meski begitu, momen ini tetap menjadi salah satu ‘pertunjukan’ langit paling ditunggu tiap tahunnya.

Berdasarkan keterangan dari para astronom, hujan meteor Perseid biasanya menampilkan hingga 100 meteor per jam di puncaknya. 

Namun pada tahun ini, fase Bulan yang mencapai iluminasi 84% diperkirakan akan membuat hanya meteor-meteor terang saja yang terlihat jelas. 

“Waktu terbaik untuk mengamati adalah di jam-jam menjelang subuh, ketika Bulan mulai condong ke barat dan langit timur lebih gelap,” kata salah satu astronom amatir dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Rudi Pratama.

Perseid sendiri berasal dari sisa debu dan partikel es yang ditinggalkan oleh komet 109P/Swift-Tuttle. 

Ketika partikel ini memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per detik, gesekan dengan udara membuatnya terbakar dan menciptakan kilatan cahaya di langit malam. 

Tahun ini, hujan meteor Perseid aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus, namun aktivitas tertinggi tetap terjadi di malam puncak. 

Lokasi terbaik untuk menyaksikannya adalah area terbuka jauh dari polusi cahaya, seperti pantai, pegunungan, atau pedesaan.

Meski kondisi Bulan kurang bersahabat, para pengamat langit tetap optimistis banyak momen indah yang bisa diabadikan. 

Fenomena seperti ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memberi kesempatan masyarakat untuk lebih mengenal astronomi. 

Jika cuaca cerah, puncak hujan meteor Perseid bisa menjadi pengalaman langit yang tak terlupakan menjelang akhir liburan musim panas.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.