![]() |
| Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau, Marikun, S. Sos tampak hadir pada saat pengukuhan pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sekadau periode 2025-2029 di Rumah Adat Melayu Kabupaten Sekadau. |
SEKADAU - Dalam rangka untuk meningkatkan peran serta masyarakat Kabupaten Sekadau pada pengawasan Pemilu dan Pemilihan serentak tahun 2029 mendatang, Bawaslu gencar melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau, Marikun, S. Sos usai menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sekadau periode 2025-2029 (Sabtu, 25/10/2025) dirumah Adat Melayu Kabupaten Sekadau.
Dikatakan olehnya bahwa mengingat peran serta masyarakat di semua golongan sangat diperlukan agar pemilu dan pemilihan kelak berjalan sesuai dengan aturan yang ada.
"Kami Bawaslu Kabupaten Sekadau mengajak pengurus Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sekadau dan jajarannya agar berperan aktif pada pemilu dan pemilihan dimasa yang akan datang. Mari sama-sama kita sama-sama mencegah terjadinya pelanggaran pemilu seperti politik uang, ketidak netralan ASN, Kades, BPD dan perangkat desa, termasuk menebar berita bohong dan kebencian pada calon legislatif, parpol dan pasangan calon yang ada. Peristiwa tersebut adalah pelanggaran pemilu dan pemilihan dan dapat dilaporkan ke Bawaslu," ujarnya.
Tentu sebelum itu terjadi, ia mewakili lembaga Bawaslu Kabupaten Sekadau mengimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama mencegahnya dengan selalu mengingatkan pemilih dan peserta baik caleg maupun paslon agar tidak melakukan pelanggaran pemilu dan pemilihan.
Karena dikatakan bahwa pemilu dan pemilihan itu adalah mencari keterwakilan suara untuk duduk di kursi parlemen dan di pemerintahan itu murni berdasarkan kesadaran pemilih, bukan mungkin karena adanya tawaran pemberian uang, menjanjikan sesuatu dan tawaran jabatan politis yang tidak sesuai dengan aturan serta regulasi yang ada.
"Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Seumpama kita sehat, lalu ada rasa seperti mau sakit, demam, maka kita mesti berobat agar penyakit dan demam tidak parah yang bisa membahayakan diri kita. Nah begitulah pula pada pemilu dan pemilihan, mari saling mengingatkan untuk taat aturan agar tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain, " ajaknya.
Dikatakan pula peran pemuda di era melineal dan gen Z ini sangat mudah, karena semua sudah serba modern dan online. Tapi ingat, dalam bermedia sosial juga mesti bijak terutama pada ruang diskusi yang bisa menjurus ke arah menghasut, memfitnah dan provokasi.
"Lakukan diskusi yang mendidik dan rasional serta dengan semangat kekeluargaan dan membangun agar Kabupaten Sekadau bisa unggul disegala bidang, aman dan damai, "pungkasnya.
Liputan: Tim
