Berita BorneoTribun: Sekadau hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sekadau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekadau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Satlantas dan Dishub Sekadau Siapkan Car Free Day Rutin di Jalan Panglima Naga

Foto: Rapat Koordinasi Persiapan Car Free Day antara Satlantas Polres Sekadau dan Dishub Sekadau di Ruang Kasat Lantas Polres Sekadau, Rabu (15/4/2026) 

SEKADAU - Satlantas Polres Sekadau bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau menggelar koordinasi persiapan Car Free Day (CFD) yang akan dilaksanakan rutin setiap Minggu di Jalan Panglima Naga, Kecamatan Sekadau Hilir.

Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Kasat Lantas Polres Sekadau, Rabu (15/4/2026), dihadiri jajaran Satlantas dan Dishub Sekadau.

CFD direncanakan mulai 19 April 2026, setiap Minggu pukul 06.00–09.00 WIB. Satu jalur di Jalan Panglima Naga akan ditutup selama kegiatan berlangsung.

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Sudarsono mengatakan, CFD merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman.

Selain itu, CFD juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Sekadau.

“Dari aspek lalu lintas, kami menyiapkan rekayasa dan pengalihan arus agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satlantas akan menyosialisasikan pelaksanaan CFD kepada masyarakat, termasuk perubahan pola arus lalu lintas yang berlaku setiap akhir pekan.

Kabid LLAJ Dishub Sekadau Aristhon Apolo menjelaskan, CFD merupakan tindak lanjut kebijakan transformasi budaya kerja ASN serta penguatan ruang publik yang ramah lingkungan.

Hal itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tanggal 31 Maret 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, CFD juga bagian dari upaya penghematan energi, pengurangan emisi polusi udara, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dishub Sekadau bersama Satlantas Polres Sekadau akan menindaklanjuti hasil rapat dengan koordinasi teknis di lapangan, meliputi pengaturan arus lalu lintas dan penempatan personel.

Langkah ini untuk memastikan pelaksanaan CFD berjalan aman, lancar, serta memberi kenyamanan bagi masyarakat.

Ajang Talenta 2026 di Belitang Hulu Diikuti 34 SD, Gali Potensi Siswa

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, Frans Dawal saat menghadiri pembukaan Ajang Talenta 2026 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Belitang Hulu

SEKADAU - Sebanyak 34 SD se-Kecamatan Belitang Hulu mengikuti Ajang Talenta tingkat kecamatan 2026. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau Frans Dawal di Belitang Hulu, Selasa (14/4/2026).

Ajang Talenta 2026 mencakup Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Pembukaan dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Frans Dawal mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini sebagai wadah menggali potensi dan bakat siswa di bidang olahraga, seni, maupun akademik. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas, unggul, serta sehat jasmani.

“Ajang ini untuk menggali bakat dan potensi anak-anak di bidang olahraga, seni, dan intelektual melalui O2SN, FLS3N, serta lomba mata pelajaran berbasis digital,” ujarnya.

Ketua Panitia Ajang Talenta 2026 Sumaidi menjelaskan, kegiatan diikuti 34 SD se-Kecamatan Belitang Hulu. Tujuannya menjaring siswa berprestasi, berbakat, dan terampil di bidang studi, olahraga, serta keterampilan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari potensi siswa-siswi yang berprestasi, berbakat, dan terampil di bidang tertentu,” kata Sumaidi.

Ia menambahkan, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi pelajar menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi secara sehat.

“Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuannya masing-masing sehingga dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan termotivasi untuk terus berprestasi dan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu awal supaya siswa dapat berkompetisi dengan baik agar kelak mencapai cita-cita yang diinginkan,” ucap Sumaidi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, serta semangat sportivitas yang tinggi.

Selasa, 14 April 2026

Polsek Nanga Taman Sisir Lokasi PETI, Temukan Aktivitas di Dua Desa

Foto: Polsek Nanga Taman Lakukan Pendekatan Persuasif Kepada Pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin di Lima Desa di Nanga Taman

SEKADAU – Polsek Nanga Taman melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 10.00–17.00 WIB di lima desa, yakni Desa Nanga Kiungkang, Sungai Lawak, Koman, Senangak, dan Nanga Mongko. Personel lintas fungsi Polsek Nanga Taman turun bersama unsur pemerintah desa.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya berkelanjutan polisi dalam mencegah dan menangani aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Sekadau.

“Personel turun langsung untuk mengecek sekaligus memberi imbauan kepada masyarakat di lokasi yang terindikasi ada aktivitas tambang tanpa izin,” ujar Triyono.

Di lapangan, petugas menemukan aktivitas maupun persiapan penambangan di beberapa titik, khususnya di Desa Nanga Kiungkang dan Sungai Lawak. Terhadap warga yang terlibat, polisi melakukan pendekatan persuasif disertai imbauan tegas agar menghentikan kegiatan.

Sementara di Desa Koman, Senangak, dan Nanga Mongko, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan. Hal ini dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak dan risiko PETI.

Triyono menjelaskan, Polsek Nanga Taman mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar hukum. Petugas memberi pemahaman terkait dampak negatif PETI terhadap lingkungan serta potensi pelanggaran hukum.

“Kami menegaskan aktivitas tambang tanpa izin dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat luas. Kami mengimbau warga tidak melakukan kegiatan tersebut,” tegasnya.

Setelah diberi imbauan, warga yang berada di lokasi menyatakan bersedia menghentikan aktivitas penambangan.

Polres Sekadau memastikan patroli dan pemantauan di wilayah rawan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kegiatan ini akan rutin kami lakukan sebagai komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Sekadau,” tutup Triyono.

Senin, 13 April 2026

Satlantas Polres Sekadau Tertibkan 12 Motor Knalpot Brong, Respons Keluhan Warga

Foto: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau kembali menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong

SEKADAU - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau kembali menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Penertiban ini merespons keluhan masyarakat terkait kebisingan, terutama pada malam hari.

Kegiatan dilaksanakan Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Dipimpin Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo, penertiban menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Sekadau.

IPDA Aldo mengatakan, dalam kegiatan itu pihaknya menindak 12 kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot brong.

“Kendaraan tersebut terjaring di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Merdeka Timur, dan Merdeka Selatan,” kata IPDA Aldo, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, para pengendara yang sebagian besar remaja kemudian dibawa ke Mapolres Sekadau untuk ditindak dengan tilang sesuai ketentuan. Selain itu, pelanggar diwajibkan mengganti knalpot tidak standar dengan knalpot sesuai spesifikasi pabrikan.

Menurut Aldo, penertiban ini merupakan tindak lanjut keluhan masyarakat yang merasa terganggu suara knalpot brong, terutama saat jam istirahat malam.

“Aksi ini sekaligus upaya edukasi dan pencegahan agar masyarakat lebih peduli terhadap kenyamanan lingkungan dan keselamatan lalu lintas,” jelasnya.

Ia mengajak peran aktif masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengawasi anak-anak agar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.

Polisi juga telah memberi peringatan kepada penjual suku cadang dan bengkel agar tidak menjual atau melayani pemasangan knalpot brong. Meski begitu, pembelian secara online masih mungkin terjadi sehingga pengawasan keluarga tetap penting.

“Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman di Bumi Lawang Kuari Sekadau,” pungkas IPDA Aldo.

Minggu, 12 April 2026

Abrasi Kapuas Gerus Jalan Tamtama Sekadau, Khawatir Terancam Ambruk

Foto: Jalan Tamtama, Kecamatan Sekadau Hilir Yang Mengalami Abrasi

SEKADAU - Ancaman serius mengintai Jalan Tamtama di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Jalan yang berada tepat di jantung Kota Sekadau itu kini terancam ambruk akibat abrasi Sungai Kapuas yang terus menggerus badan jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian jalan mengalami retak dan penurunan. Di beberapa titik, badan jalan tampak menggantung di bibir sungai dan berpotensi longsor sewaktu-waktu, terutama saat debit air meningkat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga. Jalan Tamtama merupakan akses vital yang dilintasi masyarakat setiap hari untuk bekerja, bersekolah, hingga distribusi barang.

Warga menyebut kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca ekstrem dan naiknya permukaan air Sungai Kapuas diduga mempercepat abrasi.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, sebagian jalan hampir jatuh ke sungai. Kami was was setiap kali melintas, apalagi malam hari. Harapannya segera ada perbaikan,” ujar seorang warga kepada media ini, Minggu (12/4).

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Penanganan darurat seperti penguatan tebing dan perbaikan struktur jalan dinilai mendesak agar akses di kawasan strategis itu tidak terputus.

Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan Jalan Tamtama benar-benar ambruk dan mengganggu mobilitas warga di pusat kota.

Untuk sementara, warga hanya bisa melintas dengan ekstra hati-hati sambil menunggu tindakan dari pihak terkait. (Red/Jm)

Di Betang Youth Center, Ketua DAD Sekadau Apresiasi Peran Ayoung Tao Ketungau

Foto: Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam

SEKADAU - Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau gelar paskah bersama yang dirangkai dengan Musyawarah Besar (Mubes) Ke 3 tahun 2026 di Betang Youth Center Sekadau, Sabtu (11/4/2026).

Dalam Mubes Ke 3 Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau tersebut, Paulus Subarno kembali diamanahkan untuk memimpin untuk periode 2026-2031.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes III Ayoung Tao Ketungau yang menjadi forum tertinggi untuk menentukan arah organisasi ke depan. 

"Saya mengapresiasi pelaksanaan Mubes III ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik dan lancar," ucapnya.

Ia berharap ketua terpilih mampu membawa organisasi ke arah yang lebih positif dan menjadi tauladan bagi organisasi, LSM, dan atau perkumpulan lainnya yang ada di kabupaten sekadau.

Jeffray juga menekankan pentingnya sinergi organisasi dengan pemerintah daerah serta menjaga keharmonisan antar sub suku di Sekadau.

"Peran organisasi seperti Ayoung Tao Ketungau sangat strategis dalam menjaga nilai adat, memperkuat identitas budaya, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah," ujarnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Sekadau, Apeng Petrus Kaban Kesbangpol Kabupaten Sekadau menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap keberadaan organisasi ataupun perkumpulan yang ada di kabupaten sekadau.

Apeng berharap dengan hadirnya organisasi, LSM dan atau perkumpulan di kabupaten sekadau setidaknya dapat berkontribusi terhadap anggotanya sesuai hak kebebasan yang telah diatur oleh negara dalam UUD 1945 dan Pancasila sebagai lambang negara Republik Indonesia.

"Selamat kepada Bapak Paulus Subarno yang kembali diamanahkan memimpin Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau, semoga perkumpulan ini menjadi contoh pembinaan kearifan lokal kita," tukasnya.

Kamis, 02 April 2026

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

SEKADAU - Tanah longsor terjadi di Jalan Masjid At-Taqwa, Desa Mungguk, Sekadau Hilir, Sekadau, Kamis (2/4). Pipa induk PDAM pecah dan akses jalan terputus.

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

"Akibat longsor ini, pipa induk PDAM pecah dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan," kata Ketua RT 01 Desa Mungguk, Suryadi Lotok.

Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus
Breaking news: Tanah Longsor di Sekadau, Pipa PDAM Pecah dan Jalan Terputus

Warga diminta waspada dan pihak terkait diharapkan segera tangani kerusakan. Belum ada laporan korban jiwa.

Senin, 23 Maret 2026

Pos Pam Simpang 4 Kayu Lapis Bantu Kembalikan Dompet Hilang

Foto: Pengembalian dompet warga yang yang hilang

SEKADAU - Pos Pengamanan (Pos Pam) Simpang 4 Kayu Lapis di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, menunjukkan perannya tidak hanya dalam pengamanan tetapi juga pelayanan masyarakat selama momen Idul Fitri 1447 Hijriah, Senin (23/3/2026).

Ketika aktivitas dan mobilitas warga meningkat, petugas menerima laporan penemuan dompet di Jalan Sekadau–Sintang, Dusun Entada, Desa Bokak Sebumbun, yang setelah diperiksa diketahui milik Misngo Manik (57), warga Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang.

Setelah berkoordinasi dengan Polsek Belitang melalui Bhabinkamtibmas untuk menghubungi pemilik, hingga akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB dompet tersebut berhasil dikembalikan dalam kondisi lengkap setelah proses verifikasi.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menegaskan bahwa Pos Pam Operasi Ketupat Kapuas 2026 tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga pusat layanan kemanusiaan yang memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk membantu kendala perjalanan dan penemuan barang hilang.

Kapolres juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap barang bawaan dan segera melapor demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran. 

Sabtu, 21 Februari 2026

Gang CKL Sekadau Heboh, Polres Sekadau Cegah Konflik Lewat Mediasi

Polres Sekadau merespons cepat dugaan keributan antarwarga di Gang CKL Desa Sungai Ringin. Konflik akibat kesalahpahaman berhasil dimediasi, situasi kembali aman dan kondusif.
Polres Sekadau merespons cepat dugaan keributan antarwarga di Gang CKL Desa Sungai Ringin. Konflik akibat kesalahpahaman berhasil dimediasi, situasi kembali aman dan kondusif.

SEKADAU -- Personel Pamapta Polres Sekadau bersama piket fungsi mendatangi lokasi dugaan keributan antarwarga di Gang CKL, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Rabu 18 Februari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Laporan masyarakat diterima menjelang malam dan petugas tiba di lokasi kurang dari 20 menit setelah laporan masuk untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Respons cepat aparat kepolisian menjadi kunci dalam mencegah potensi konflik meluas. Saat petugas tiba di lokasi, keributan antara dua warga berinisial P dan A sudah mereda. Namun sejumlah warga masih berada di sekitar tempat kejadian, sehingga aparat langsung melakukan pengecekan, pengamanan, serta klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Dipicu Kesalahpahaman Antarwarga

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun di lapangan, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua warga. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini dan tidak ditemukan barang bukti yang perlu diamankan oleh pihak kepolisian.

Pamapta I SPKT Polres Sekadau, AIPTU Oky, menjelaskan bahwa pihaknya segera bertindak setelah menerima laporan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi bertujuan menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mencegah permasalahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap aman. Klarifikasi dilakukan kepada kedua pihak agar persoalan tidak berlanjut,” ujarnya.

Mediasi Berjalan Damai

Setelah situasi dinyatakan aman, kedua pihak dibawa untuk menjalani proses mediasi oleh piket fungsi Reskrim Polres Sekadau. Hasilnya, P dan A sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kesepakatan damai ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif masih menjadi langkah efektif dalam penyelesaian konflik sosial di tingkat masyarakat.

Situasi di Gang CKL, Desa Sungai Ringin, kini telah kembali kondusif. Aktivitas warga pun berjalan normal seperti biasa.

Polisi Imbau Warga Jaga Kamtibmas

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Ia mengajak warga mengutamakan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan dan menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat juga diimbau agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi persoalan di lingkungan sekitar, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sekadau dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta membangun hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.

FAQ Seputar Keributan di Sekadau

Apa penyebab keributan di Gang CKL Sekadau?
Keributan dipicu oleh kesalahpahaman antara dua warga setempat berinisial P dan A.

Apakah ada korban dalam insiden tersebut?
Tidak ada korban luka maupun kerusakan barang dalam kejadian ini.

Bagaimana tindakan Polres Sekadau?
Polisi merespons cepat laporan warga, melakukan pengamanan, klarifikasi, dan mediasi hingga kedua pihak sepakat berdamai.

Apakah situasi saat ini sudah aman?
Ya, kondisi di lokasi kejadian telah kembali kondusif dan aktivitas warga berjalan normal.

Kamis, 12 Februari 2026

Polres Sekadau Gelar Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu

Polres Sekadau Gelar Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu
Polres Sekadau Gelar Sertijab Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu.

SEKADAU  - Polres Sekadau menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Intelkam, Kapolsek Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hulu di halaman Mapolres Sekadau, Kamis (12/2/2026) pukul 07.30 WIB. Upacara dipimpin langsung Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama.

Sertijab dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor: Kep/32/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 tentang mutasi jabatan di lingkungan Polda Kalbar. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan didampingi rohaniawan, penandatanganan berita acara sertijab, berita acara pengambilan sumpah, serta fakta integritas.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi guna meningkatkan kinerja serta profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan dinamika organisasi untuk menjaga soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Sekadau,” ujar AKP Triyono.

Dalam rotasi tersebut, AKP Burhan Nuddin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sekadau Hilir mendapat penugasan baru sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kayong Utara. Jabatan Kapolsek Sekadau Hilir kini dijabat IPTU Agustam yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sekadau Hulu, sedangkan jabatan Kapolsek Sekadau Hulu kini dijabat IPDA Firmansyah yang sebelumnya menjabat KBO Sat Binmas Polres Sekadau.

Sementara itu, jabatan Kasat Intelkam Polres Sekadau kini dijabat IPTU Arsoni Andana Sitio yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin Subbagdoklit Bag Analisis Ditintelkam Polda Kalbar, menggantikan AKP Didik Darma Putra yang mendapat penugasan baru sebagai Ps Kanit I Subdit I Ditintelkam Polda Kalbar.

Terkait pergantian pejabat tersebut, AKP Triyono mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi penyalahgunaan nama pejabat, baik pejabat lama maupun pejabat yang baru dilantik.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan pejabat Polres Sekadau untuk meminta uang atau kepentingan tertentu. Jika menemukan hal mencurigakan, segera lakukan konfirmasi ke Polres Sekadau atau melalui layanan darurat 110 Polri,” tegasnya.

Rabu, 11 Februari 2026

Truk Angkut Tiang Listrik Terguling di Sekadau

Truk Angkut Tiang Listrik Terguling di Sekadau. (Foto: Humas Polres Sekadau)
Truk Angkut Tiang Listrik Terguling di Sekadau. (Foto: Humas Polres Sekadau)

Sekadau, Kalbar -- Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Poros Desa Tembesuk, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Rabu (11/2/2026) pagi. Sebuah truk pengangkut tiang listrik milik PLN Sekadau terguling saat melintasi jalur menanjak sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut AKP Triyono, Kasi Humas Polres Sekadau, kecelakaan tunggal ini diduga akibat truk kehilangan tenaga saat menanjak. “Truk angkutan tiang listrik dari PLN Sekadau mengalami kekurangan tenaga ketika menanjak sehingga terguling,” jelasnya.

Truk malang itu tengah membawa tiang listrik untuk jaringan dari Sekadau menuju Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap. Beruntung, sopir truk selamat dan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.

Tak menunggu lama, petugas Polsek Nanga Mahap langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi. Evakuasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung kurang lebih satu jam, menggunakan kendaraan berat milik perusahaan serta dibantu warga sekitar.

Meski sempat membuat arus lalu lintas melambat, situasi tetap terkendali berkat pengaturan lalu lintas dari petugas di kedua arah. Triyono menambahkan, “Kami menghimbau pengemudi kendaraan bermuatan berat untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama saat melintasi tanjakan, agar kejadian serupa tidak terulang.”

Jumat, 06 Februari 2026

Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Universitas Terbuka Pontianak Jalin Kerja Sama

Foto: Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Universitas Terbuka Pontianak Jalin Kerja Sama

PONTIANAK - Pemerintah Kabupaten Sekadau resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Pontianak melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan dalam rangkaian Seminar Akademik Universitas Terbuka Pontianak, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan. Bupati Sekadau Aron, S.H. menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sekadau dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik, terutama guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di wilayah Sekadau.

"Kabupaten Sekadau hingga saat ini masih membutuhkan tenaga pengajar, khususnya di jenjang SD dan SMP. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa dan lulusan Universitas Terbuka, terutama dari Program Studi PGSD, dapat berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan di daerah," ujar Aron.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sekadau terbuka dan siap mendukung pelaksanaan kegiatan akademik mahasiswa UT, seperti praktik kerja lapangan, PPL, dan KKN di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, S.Sos., (tautan tidak tersedia), menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, PKS ini sangat penting dalam mendukung kelancaran proses akademik mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Sementara itu, Ketua Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd., mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa aktif UT asal Kabupaten Sekadau saat ini mencapai 1.023 orang, dan sekitar 50 persen di antaranya merupakan mahasiswa PGSD.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Universitas Terbuka Pontianak dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ms)

Selasa, 03 Februari 2026

Polisi Jelaskan Penemuan Bayi Laki-laki di Desa Bokak Sebumbun

Polisi Jelaskan Penemuan Bayi Laki-laki di Desa Bokak Sebumbun
Polisi Jelaskan Penemuan Bayi Laki-laki di Desa Bokak Sebumbun.

SEKADAU – Polres Sekadau menyampaikan penjelasan terkait penemuan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki di sebuah rumah makan yang berlokasi di Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Senin (2/2/2026) malam, setelah pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai adanya bayi yang ditemukan di lokasi tersebut.

“Setelah menerima laporan, petugas piket Pamapta Polres Sekadau bersama piket fungsi dan personel Polsek Sekadau Hilir langsung mendatangi lokasi untuk memastikan informasi yang diterima,” ujar AKP Triyono, Selasa (3/2).

Polisi Jelaskan Penemuan Bayi Laki-laki di Desa Bokak Sebumbun
Polisi Jelaskan Penemuan Bayi Laki-laki di Desa Bokak Sebumbun.

Dari hasil pengecekan di tempat kejadian, petugas mendapati seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan. Berdasarkan keterangan saksi berinisial Y, bayi tersebut diketahui sekitar pukul 20.30 WIB setelah terdengar suara tangisan dari salah satu kamar di bagian belakang rumah makan milik saksi berinisial B.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan awal, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Sekadau guna memperoleh perawatan medis lebih lanjut.

Dalam proses pendalaman informasi, polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa salah satu saksi perempuan berinisial Y telah melahirkan pada hari yang sama dan kemudian menyampaikan bahwa bayi tersebut merupakan anak kandungnya.

AKP Triyono menjelaskan, keterangan dari saksi berinisial Y masih perlu didalami lebih lanjut, termasuk terkait kondisi dan situasi yang bersangkutan pada saat kejadian, sehingga pada awalnya belum menyampaikan secara terbuka mengenai bayi tersebut.

“Kepolisian akan mengambil keterangan secara menyeluruh untuk mendapatkan gambaran yang utuh, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.

AKP Triyono menambahkan, saat ini perhatian utama diarahkan pada kondisi kesehatan ibu dan bayi agar keduanya mendapatkan penanganan medis yang optimal.

“Penanganan dilakukan dengan pendekatan humanis dan mengedepankan aspek kemanusiaan serta perlindungan terhadap bayi tersebut,” jelasnya.

Geger Malam Hari! Bayi Laki-Laki Ditemukan Sendirian di Kamar Warung, Warga Dusun Bokak Heboh

Geger Malam Hari! Bayi Laki-Laki Ditemukan Sendirian di Kamar Warung, Warga Dusun Bokak Heboh
Geger Malam Hari! Bayi Laki-Laki Ditemukan Sendirian di Kamar Warung, Warga Dusun Bokak Heboh.

Sekadau, Kalbar -- Warga Dusun Bokak, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, mendadak dibuat gempar oleh sebuah peristiwa mengharukan sekaligus mengundang tanya. 

Seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan ditemukan terlantar di dalam kamar sebuah warung, Senin malam (02/02/2026).

Penemuan bayi tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, saat seorang pembantu warung bernama Yuni hendak membersihkan kamar. 

Betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang bayi mungil berada di dalam kamar tanpa kehadiran orang tua atau siapa pun di sekitarnya.

Tanpa menunggu lama, Yuni langsung melaporkan kejadian itu kepada pemilik warung. Kabar tersebut pun dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. 

Suasana malam yang semula tenang berubah menjadi penuh rasa penasaran dan keprihatinan.

Pemilik warung, Berty, mengaku sama sekali tidak mengetahui asal-usul bayi tersebut. Ia juga mengaku terkejut saat pertama kali menerima laporan dari karyawannya.

“Saya benar-benar kaget. Saya tidak tahu siapa orang tua bayi itu dan bagaimana bisa ada di kamar warung,” ujar Berty saat ditemui media.

Beruntung, bayi laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi sehat. Demi memastikan keselamatannya, warga bersama pemilik warung segera membawa bayi itu ke klinik terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara itu, pihak kepolisian telah turun tangan menangani kasus ini. Aparat kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua bayi serta mencari tahu motif di balik dugaan penelantaran tersebut.

Peristiwa ini menyisakan keprihatinan mendalam bagi warga. Banyak yang berharap bayi malang itu segera mendapatkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik. 

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap kehidupan seorang anak sejak ia dilahirkan.

Senin, 02 Februari 2026

Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau

Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau
Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau.

SEKADAU -- Kegembiraan terlihat jelas ketika Tim Sekolah Adat Sekadau tiba di salah satu desa di Kabupaten Sekadau pada 14 April lalu. Bukan sekadar menyambut tamu, anak-anak sekolah dasar di sana tampil dengan penuh percaya diri, menari tarian adat Dayak sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan terhadap warisan budaya mereka.

Momen ini begitu istimewa karena seluruh penampil adalah anak-anak SD yang aktif mengikuti kegiatan Sekolah Adat. Meski masih kecil, mereka berani berdiri di depan tamu dan masyarakat, membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya Dayak bisa tumbuh sejak usia dini.

Salah satu penari cilik, Adek Nia, berbagi rasa senangnya. “Saya senang bisa menari adat. Ini budaya kita, orang Dayak, dan saya ingin terus belajar supaya tidak hilang,” ujarnya sambil tersenyum ceria.

Dena, peserta lainnya, menambahkan, “Belajar budaya lokal membuat saya lebih percaya diri. Kami diajar menari dan mendengar cerita adat. Bangga rasanya jadi orang Dayak, pemilik Borneo!”

Keberanian mereka tampil di depan umum tak lepas dari dukungan para pendamping. Ipa, salah satu murid Sekolah Adat, menuturkan, “Kakak-kakak di Sekolah Adat selalu bilang jangan malu dengan budaya sendiri. Makanya kami berani tampil.”

Tak kalah penting, peran Florentina Dessi, penggerak Sekolah Adat, sangat dirasakan anak-anak. Dengan bimbingan sabar dan metode belajar yang menyenangkan, mereka tidak hanya belajar seni tari, tetapi juga memahami nilai jati diri sebagai masyarakat adat Dayak.

Kunjungan Tim Sekolah Adat Sekadau menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Ini adalah ruang belajar bersama sekaligus penguat semangat pelestarian budaya lokal. Penampilan anak-anak yang berani menari adat menjadi simbol bahwa budaya Dayak masih hidup dan terus diwariskan ke generasi penerus.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Adat Sekadau diharapkan terus menjadi tempat tumbuhnya rasa bangga, keberanian, dan cinta budaya bagi anak-anak Dayak—pemilik tanah Borneo yang kaya akan warisan leluhur.

Minggu, 18 Januari 2026

Warga Resah Suara Knalpot Brong, Polisi Sekadau Bergerak Tengah Malam dan Amankan 11 Motor

Warga Resah Suara Knalpot Brong, Polisi Sekadau Bergerak Tengah Malam dan Amankan 11 Motor
Warga Resah Suara Knalpot Brong, Polisi Sekadau Bergerak Tengah Malam dan Amankan 11 Motor.

SEKADAU – Keluhan warga Kota Sekadau soal bisingnya knalpot brong dan maraknya aksi kebut-kebutan akhirnya mendapat respons cepat dari kepolisian. Demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama, Polres Sekadau turun langsung melakukan penertiban pada Minggu dini hari, 18 Januari 2026.

Mulai pukul 00.00 WIB hingga selesai, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Sekadau menggelar patroli malam di sejumlah titik rawan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Turjagwali, IPDA Alexander Aldo, dengan sasaran utama pengendara motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar serta potensi balap liar.

Patroli difokuskan di jalur-jalur utama yang kerap dikeluhkan warga, seperti Jalan Raya Sekadau–Sanggau, Sekadau–Sintang, dan Sekadau–Rawak di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir. Lokasi ini dikenal ramai pada malam hingga dini hari dan sering dimanfaatkan oleh pengendara yang tidak tertib.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggapan atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan suara knalpot bising dan aksi berkendara yang membahayakan.

“Kami tidak hanya fokus menindak, tapi juga ingin mengedukasi. Tujuannya agar pengendara lebih sadar bahwa keselamatan dan kenyamanan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” jelas AKP Triyono dengan nada santai namun tegas.

Warga Resah Suara Knalpot Brong, Polisi Sekadau Bergerak Tengah Malam dan Amankan 11 Motor
Warga Resah Suara Knalpot Brong, Polisi Sekadau Bergerak Tengah Malam dan Amankan 11 Motor.

Hasilnya, petugas mengamankan 11 unit sepeda motor yang terbukti menggunakan knalpot brong selama patroli berlangsung. Seluruh pengendara langsung diarahkan ke Pos Lantas Polres Sekadau untuk diproses sesuai aturan yang berlaku dan dikenakan sanksi tilang.

Tak hanya itu, para pelanggar juga diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot standar pabrikan sebelum motor mereka bisa kembali digunakan di jalan umum.

Menurut AKP Triyono, penggunaan knalpot standar bukan sekadar soal aturan, tetapi juga soal keselamatan dan ketertiban. Suara bising bisa mengganggu konsentrasi pengguna jalan lain dan memicu risiko kecelakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk ikut berperan aktif mengawasi anak-anaknya saat berkendara. Pengawasan dari keluarga dinilai sangat penting agar anak tidak menggunakan kendaraan yang tidak sesuai aturan, apalagi berkendara larut malam.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan untuk mencegah pelanggaran, kecelakaan, dan gangguan ketertiban di jalan,” ujarnya.

Melalui patroli rutin dan penertiban berkelanjutan ini, Polres Sekadau berharap situasi lalu lintas di Kota Sekadau semakin tertib, angka pelanggaran menurun, dan masyarakat bisa merasakan rasa aman serta nyaman saat beraktivitas, kapan pun waktunya.

Sabtu, 17 Januari 2026

Bocah 11 Tahun di Sekadau Hilir Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Sungai Kapuas

Bocah 11 Tahun di Sekadau Hilir Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Sungai Kapuas
Bocah 11 Tahun di Sekadau Hilir Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Sungai Kapuas.

SEKADAU - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Sabtu (17/1/2026).

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi dan bermain di sungai, di sekitar jamban milik salah seorang warga.

“Ketiganya mandi sambil berenang. Namun selang beberapa waktu, korban tidak terlihat muncul ke permukaan,” jelas AKP Triyono.

Melihat korban tidak timbul, dua rekan korban segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi ke atas jamban dan langsung dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Dari hasil keterangan sementara, diduga tangan korban tersangkut pada tali bekas yang berada di bawah jamban, sehingga korban kesulitan melepaskan diri dan akhirnya tenggelam. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Atas kejadian ini, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup AKP Triyono.

Selasa, 13 Januari 2026

Warga Sambut Positif Aksi Polres Sekadau, Masjid Nurul Imam Kini Lebih Aman dari Risiko Laka Lantas

Warga Sambut Positif Aksi Polres Sekadau, Masjid Nurul Imam Kini Lebih Aman dari Risiko Laka Lantas
Warga Sambut Positif Aksi Polres Sekadau, Masjid Nurul Imam Kini Lebih Aman dari Risiko Laka Lantas.

SEKADAU – Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan terus dilakukan Polres Sekadau. Kali ini, perhatian diarahkan ke kawasan Masjid Nurul Imam yang berada di Dusun Gonis Tekam, Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir. Pada Selasa, 13 Januari 2026, Satlantas Polres Sekadau menyerahkan dua unit traffic cone sebagai langkah antisipasi kecelakaan lalu lintas di depan masjid tersebut.

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Sekadau, IPDA Alexander Aldo, bersama Ps Kanit Kamsel AIPDA Yuni Iswandi. Langkah ini diambil setelah adanya masukan dari tokoh masyarakat setempat yang menilai arus kendaraan di depan masjid cukup padat, terutama saat waktu ibadah dan kegiatan keagamaan berlangsung.

Perlu diketahui, ruas jalan di depan Masjid Nurul Imam merupakan jalur lintas kabupaten di wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut membuat kawasan ini tergolong rawan kecelakaan, apalagi saat banyak jamaah keluar masuk area masjid.

Bantuan traffic cone diterima oleh Junardi selaku pengurus Masjid Nurul Imam dan Yanto, Ketua RT 01 Dusun Gonis Tekam. Keduanya mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Polres Sekadau atas kepedulian terhadap keselamatan jamaah dan pengguna jalan.

Warga Sambut Positif Aksi Polres Sekadau, Masjid Nurul Imam Kini Lebih Aman dari Risiko Laka Lantas

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan bahwa traffic cone memiliki peran penting sebagai penanda visual di jalan. Alat ini berfungsi untuk mengatur, mengarahkan, sekaligus membatasi arus kendaraan saat ada aktivitas di sekitar masjid.

“Traffic cone membantu pengendara melihat batas dan arah jalan dengan lebih jelas, baik pada siang hari maupun malam. Dengan begitu, potensi kecelakaan bisa diminimalkan,” jelas AKP Triyono.

Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan data akhir tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sekadau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi alarm bersama agar semua pihak semakin peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.

“Harapannya, dengan penggunaan traffic cone yang tepat, kegiatan ibadah di Masjid Nurul Imam bisa berjalan aman, nyaman, dan lalu lintas tetap lancar,” tutup AKP Triyono.

Langkah sederhana ini pun mendapat respons positif dari masyarakat, yang berharap kolaborasi antara warga dan kepolisian terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Sabtu, 10 Januari 2026

Polisi Bersama Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu

Polisi Bersama Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu

SEKADAU - Pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, jajaran Polsek Sekadau Hulu bersama petugas gabungan melakukan pembersihan rumah warga dan tempat ibadah, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menyasar permukiman warga serta Gereja Utusan Pantekosta Indonesia (GUPDI) Sekadau Hulu yang sebelumnya terdampak banjir. Pembersihan dipimpin Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam dengan melibatkan personel Polsek Sekadau Hulu, Koramil Sekadau Hulu, Brimob, pemerintah Kecamatan Sekadau Hulu, BPBD, serta Damkar Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca banjir sekaligus bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Selain pembersihan, petugas juga melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pemerintah desa, patroli di kawasan terdampak, pengaturan lalu lintas di area genangan, serta pengecekan kesehatan warga bersama petugas puskesmas,” ujar AKP Triyono.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan turut disiapkan melalui posko penanganan banjir, termasuk pemeriksaan langsung ke rumah warga yang mengalami gangguan kesehatan pasca banjir, baik di Sekadau Hulu maupun wilayah terdampak lainnya seperti Kecamatan Nanga Taman.

Sementara itu, di Desa Rawak Hilir yang merupakan pusat Kecamatan Sekadau Hulu, dampak banjir masih dirasakan warga. Aktivitas sehari-hari sempat terganggu, meski seiring surutnya air, sejumlah rumah mulai dibersihkan dan akses jalan yang terdampak kini berangsur normal serta sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman, namun ada juga yang bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang berharga,” jelasnya.
Polisi Bersama Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu

AKP Triyono menyebutkan, debit air Sungai Sekadau di Kecamatan Sekadau Hulu saat ini telah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi kiriman air dari wilayah Kecamatan Nanga Taman apabila curah hujan kembali meningkat.

“Personel Polsek Sekadau Hulu bersama BPBD, TNI, dan unsur terkait masih terus memantau perkembangan situasi. Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” katanya.

Dalam penanganan pasca banjir tersebut, keselamatan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit.

Sementara itu, Pendeta Gereja Utusan Pantekosta (GUPDI) Sekadau Hulu, Yohanes Santosa, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh aparat TNI-Polri serta pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri, Forkopimcam Sekadau Hulu, BPBD, Damkar, dan semua pihak atas bantuan dan kepedulian yang sangat berarti bagi kami yang terdampak banjir,” tuturnya.

Jumat, 09 Januari 2026

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

SEKADAU - BPBD Kabupaten Sekadau melaporkan terjadinya bencana banjir signifikan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. 

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Berikut ringkasan kejadian dan upaya penanganan yang telah dilakukan.

Waktu dan Lokasi Kejadian

  • Hari / Tanggal: Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026

  • Waktu: Dimulai pukul 03.00 WIB hingga saat ini

  • Wilayah terdampak:

    1. Kecamatan Nanga Taman

    2. Kecamatan Nanga Mahap

    3. Kecamatan Sekadau Hulu

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Kronologi Kejadian

Hujan deras yang terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari menyebabkan air Sungai Sekadau meluap

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Kecamatan Sekadau Hulu menjadi wilayah terdampak paling parah karena menerima aliran air dari hulu di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Banyak rumah warga terendam banjir.

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Jumlah Warga Terdampak

Berdasarkan data BPBD per 9 Januari 2026 pukul 12.00 WIB:

Kecamatan Nanga Taman – 1.100 KK / 3.688 Jiwa

  • Desa Nanga Taman: 276 KK / 828 Jiwa

  • Desa Nanga Mongko: 42 KK / 168 Jiwa

  • Desa Senangak: 369 KK / 1.310 Jiwa

  • Desa Nanga Koman: 5 KK / 20 Jiwa

  • Desa Nanga Kiungkang: 270 KK / 810 Jiwa

  • Desa Nanga Mentukak: 138 KK / 552 Jiwa

Kecamatan Nanga Mahap – 50 KK / 400 Jiwa

  • Desa Lembah Beringin: 50 KK / 400 Jiwa

Kecamatan Sekadau Hulu – 1.386 KK / 5.114 Jiwa

  • Desa Rawak Hulu: 721 KK / 2.884 Jiwa

  • Tinting Boyok: 19 KK / 71 Jiwa

  • Rawak Hilir: 630 KK / 2.095 Jiwa

  • Sekonau: 16 KK / 64 Jiwa

Total seluruh wilayah terdampak: 2.536 KK / 9.202 Jiwa

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Saat ini, beberapa desa mengalami penurunan tinggi banjir sekitar 50 cm, sementara beberapa desa lain masih mengalami kenaikan karena kiriman banjir dari hulu. Ketinggian banjir rata-rata berkisar 0,5 – 2 meter, dengan sebagian wilayah mulai surut.

Penyebab Banjir

  • Curah hujan yang sangat lebat dan berlangsung lama

  • Aliran air dari hulu Sungai Sekadau menuju kecamatan hilir

Upaya Penanganan BPBD

  1. Menerima informasi dan melakukan koordinasi dengan OPD/instansi terkait

  2. Menurunkan personil langsung ke lokasi terdampak

  3. Melakukan patroli dan monitoring wilayah terdampak

  4. Evakuasi warga yang terdampak banjir

  5. Mengumpulkan data dan dokumentasi wilayah terdampak

  6. Memberikan himbauan kepada warga untuk tetap waspada

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Dampak Banjir

  • Ribuan rumah warga terendam

  • Aktivitas warga terganggu

  • Akses transportasi ke desa-desa terputus

  • Kerusakan pada jalan, jembatan, dan fasilitas umum

  • Sebagian warga mengungsi, sebagian memilih bertahan di rumah

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Rekomendasi Penanganan

  • Memperkuat koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait

  • Menambah personil tim di lapangan

  • Menyiapkan logistik dan peralatan tambahan

  • Mempercepat proses penetapan status darurat bencana

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Tim yang Ditugaskan di Lapangan

  • BPBD

  • POLRI

  • TNI

  • Basarnas

  • Dinas DPKP

  • Kecamatan & Desa terdampak

Sumber data: Tim TRC BPBD Kab. Sekadau, kecamatan, polsek, dan desa terdampak