![]() |
| Bocor! Ducati Diduga Pinjam Motor VR46 untuk Tes Rahasia Pecco Bagnaia di Misano. |
Mandalika – Dunia MotoGP kembali diguncang isu panas. Ducati dikabarkan melakukan tes rahasia usai MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, dengan meminjam motor tim VR46 milik Franco Morbidelli untuk digunakan oleh Pecco Bagnaia. Dugaan ini mencuat setelah penampilan Bagnaia tiba-tiba melonjak drastis di Grand Prix Jepang, memunculkan spekulasi bahwa sang juara dunia ganda mengendarai motor dengan spesifikasi berbeda dari GP25 yang selama ini ia keluhkan.
Rumor ini awalnya muncul setelah tes pasca-balapan di Misano, di mana banyak pengamat mencurigai Ducati tengah “menguji sesuatu yang tidak biasa.” Bagnaia sendiri mengakui telah mencoba perubahan “tidak konvensional”, meski menolak menjelaskan secara rinci. Namun, keheningan itu pecah di Grand Prix Indonesia, ketika Uccio Salucci, bos tim VR46 sekaligus sahabat Valentino Rossi, secara blak-blakan mengonfirmasi bahwa Ducati memang meminjam motor GP24 dari timnya.
“Ya, benar. Kami diminta Ducati untuk membantu, dan kami memberikan dukungan penuh untuk kepentingan pabrikan,” ujar Salucci melalui siaran resmi Dorna. Franco Morbidelli pun membenarkan hal tersebut, menyebut bahwa hal itu “bukan masalah besar” karena VR46 hanya membantu pabrikan utama untuk riset teknis.
Meski demikian, Ducati mencoba menutup rapat kabar ini. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, memberikan pernyataan yang dianggap banyak pihak sebagai “jawaban diplomatis”. “Kami hanya menguji beberapa komponen lama dan baru di Misano. Tidak ada yang istimewa,” kata Tardozzi saat ditanya wartawan di Mandalika. Namun, pengamatan paddock menunjukkan bahwa motor Bagnaia menggunakan beberapa komponen dari GP24, seperti fork depan, swingarm, hingga perangkat ride-height yang identik dengan motor musim lalu.
Uniknya, kombinasi tersebut justru mengembalikan performa Bagnaia yang sempat hilang sepanjang musim. Di Jepang, ia tampil luar biasa dan memenangkan balapan dengan dominasi mutlak—hasil yang belum pernah ia tunjukkan sepanjang 16 seri sebelumnya.
Kini, misteri “motor campuran” Ducati itu menjadi bahan perbincangan utama di paddock MotoGP. Ducati dinilai berada di posisi sulit karena di satu sisi, eksperimen itu berhasil mengembalikan kepercayaan diri Bagnaia, namun di sisi lain menimbulkan kesan bahwa motor terbaru GP25 gagal memenuhi ekspektasi. Situasi makin pelik karena performa Bagnaia kembali anjlok di Sprint Race Mandalika, tertinggal hampir 30 detik dari Marco Bezzecchi yang menggunakan GP24 murni.
Sementara itu, Marc Marquez, rekan setim Bagnaia, menilai GP25 memang memiliki kelemahan dalam pengereman dan akselerasi. “Kami tidak bisa lagi melakukan pengereman keras seperti biasanya. Motor ini butuh gaya balap yang lebih mengalir, seperti yang dilakukan Fermin Aldeguer di GP24,” ujar Marquez.
Kini, Ducati harus menjawab dua pertanyaan besar: apakah strategi mereka untuk membantu Bagnaia benar-benar tepat, dan apakah GP25 sebenarnya tidak sebaik yang diharapkan? Jawaban resminya mungkin tidak akan datang dalam waktu dekat, tapi jelas satu hal—rahasia di balik kecepatan Bagnaia di Motegi kini bukan lagi sekadar gosip paddock, melainkan skandal kecil yang mengguncang reputasi tim merah asal Bologna itu.
