![]() |
| Fermin Aldeguer Hampir Menang di Sprint MotoGP Mandalika, Kalah Tipis dari Bezzecchi di Tikungan Terakhir. |
Mandalika, NTB — Drama terjadi di Sprint Race MotoGP Mandalika 2025 pada Sabtu (4/10), ketika rookie Fermin Aldeguer nyaris meraih kemenangan perdananya di kelas utama. Pebalap muda Gresini Ducati itu memimpin hampir seluruh jalannya balapan, sebelum akhirnya disalip Marco Bezzecchi di tikungan terakhir dan harus puas finis kedua dengan selisih tipis 0,157 detik.
Aldeguer yang start dari posisi dua langsung tancap gas sejak lampu start padam. Ia memanfaatkan start buruk sang pole sitter sekaligus favorit pra-balapan, Marco Bezzecchi, yang tergelincir ke posisi delapan setelah lap pertama. Dengan performa konsisten dan ritme cepat, pebalap berusia 20 tahun itu sempat unggul hingga 2,3 detik di depan Bezzecchi ketika balapan menyisakan lima lap terakhir. Namun keunggulan itu perlahan tergerus ketika rider Aprilia tersebut tampil semakin agresif menjelang akhir lomba.
“Saya sempat berpikir ini akan jadi kemenangan pertama saya di MotoGP,” ungkap Aldeguer seusai balapan. “Ketika melihat jarak dua detik dan sisa lima lap, saya mulai membayangkan kemenangan. Tapi Bezzecchi datang sangat cepat, dan di tikungan 10 lap terakhir ia berhasil melakukan block pass yang sempurna. Saya sudah mencoba menyerang balik di chicane, tapi dia menutup jalur dengan sangat baik.”
Meski kecewa, Aldeguer mengaku bangga dengan performa timnya. “Begitu melewati garis finis, saya memang sedikit hancur dan sedih, tapi melihat tim saya merayakannya membuat saya sadar kalau kami sudah tampil luar biasa. Memimpin 12 lap bukan hal mudah, apalagi di Mandalika yang panas,” tambahnya.
Hasil ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Aldeguer, yang baru mencatat kualifikasi terbaiknya di posisi dua dan menjadi Ducati terbaik pada Sprint Race tersebut. Ia bahkan finis lebih cepat dari rekan setimnya, Alex Marquez, yang tertinggal 5,832 detik, serta sang juara dunia tujuh kali Marc Marquez yang hanya mampu finis ketujuh setelah menjalani long lap penalty. Sementara itu, nasib buruk dialami Francesco “Pecco” Bagnaia yang menjadi juru kunci setelah kesulitan sepanjang balapan.
Paragraf 5 (Penutup/Dampak):
Kini fokus Aldeguer tertuju pada race utama Minggu (5/10). Ia berharap bisa mengulangi performa impresifnya, bahkan berpeluang memecahkan rekor Marc Marquez sebagai pemenang termuda sepanjang sejarah MotoGP jika berhasil naik podium tertinggi. “Kalau bisa podium lagi, saya sudah senang. Tapi kenapa tidak coba menang? Saya akan uji ban medium di warm-up, mungkin itu bisa bantu lebih stabil di akhir balapan,” tuturnya optimistis.
Bagi penggemar MotoGP, balapan utama di Sirkuit Mandalika diprediksi akan berlangsung ketat, terutama antara Aldeguer, Bezzecchi, dan Marquez bersaudara. Dengan performa rookie Spanyol itu yang kian matang, ia kini bukan lagi sekadar underdog, melainkan ancaman serius di jajaran pebalap papan atas musim ini.
