![]() |
| Google Drive Kini Punya AI Pelindung dari Serangan Ransomware, Begini Cara Kerjanya. |
JAKARTA - Google resmi menambahkan sistem perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI) ke aplikasi desktop Google Drive untuk melawan ancaman ransomware. Fitur ini diumumkan awal Oktober 2025 dan kini sudah tersedia dalam tahap uji coba terbuka (open beta) di Windows dan macOS. Teknologi baru ini diklaim mampu mendeteksi tanda-tanda serangan ransomware secara real-time dan menghentikan proses sinkronisasi file sebelum data pengguna rusak atau terenkripsi.
Menurut penjelasan Google, model AI ini telah dilatih menggunakan “jutaan sampel nyata” dari berbagai jenis serangan ransomware yang pernah terdeteksi di dunia maya. Sistem akan memantau perubahan mencurigakan pada file di perangkat pengguna seperti aktivitas enkripsi massal atau modifikasi data dalam jumlah besar. Jika terdeteksi aktivitas aneh, sinkronisasi otomatis antara komputer dan Google Drive akan langsung dihentikan untuk mencegah penyebaran file terinfeksi ke cloud.
Tak hanya itu, pengguna juga akan mendapat notifikasi langsung melalui aplikasi dan email. Mereka bisa mengembalikan dokumen ke versi sebelumnya sebelum terenkripsi, layaknya sistem restore point otomatis. Google menyebutkan, mekanisme ini menjadi pelindung tambahan bagi individu maupun perusahaan yang sering menyimpan data penting di Drive.
“Ancaman ransomware terus berkembang dengan sangat cepat. Dengan bantuan AI dan integrasi data dari VirusTotal, kami berusaha selangkah lebih maju dari penyerang,” ujar juru bicara Google Cloud dalam keterangan resminya. Perusahaan menegaskan bahwa model deteksi ini akan diperbarui secara berkala agar mampu mengenali varian ransomware terbaru yang muncul di internet.
Berdasarkan laporan US Cyber Intelligence Agency, sepanjang tahun 2024 tercatat lebih dari 5.200 insiden ransomware di seluruh dunia, meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya. Serangan ini tak hanya menargetkan perusahaan besar, tetapi juga pengguna individu, lembaga pendidikan, dan organisasi layanan publik.
Dengan hadirnya fitur AI anti-ransomware di Google Drive, pengguna kini memiliki lapisan keamanan tambahan terhadap serangan siber yang makin marak. Meski masih dalam tahap beta, Google menargetkan peluncuran versi final untuk semua pengguna Drive sebelum akhir 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan data cloud, di tengah meningkatnya kasus pencurian dan kerusakan data akibat malware.
Jika sistem ini terbukti efektif, bukan tak mungkin Google akan menerapkan teknologi serupa ke produk lain seperti Gmail, Google Photos, atau Workspace. Langkah ini bisa menjadi standar baru keamanan berbasis AI di dunia layanan cloud global.
