Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 09 Januari 2026

Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions

Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions
Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions.

JAKARTA - Paris Saint-Germain hampir saja pulang dengan tangan hampa saat menghadapi rival abadinya, Marseille. Namun, drama di menit-menit akhir dan aksi gemilang di adu penalti mengubah segalanya. PSG akhirnya keluar sebagai juara Trophee des Champions setelah bermain imbang 2-2 dan menang telak 4-1 lewat tos-tosan.

Laga yang digelar di Kuwait itu sempat membuat pendukung PSG deg-degan. Marseille bahkan sudah di ambang kemenangan, sebelum Goncalo Ramos dan kiper Lucas Chevalier tampil sebagai penyelamat.

Sejak awal laga, Chevalier sudah menunjukkan kelasnya. Ia sukses menggagalkan sundulan bebas Leonardo Balerdi. Tak lama berselang, tepatnya pada menit ke-13, PSG membuka keunggulan. Berawal dari sapuan buruk pemain Marseille, Vitinha dengan sigap mengirim bola ke Ousmane Dembele yang menuntaskannya dengan sentuhan cantik melewati kiper Geronimo Rulli. PSG unggul 1-0.

Sayangnya, dominasi PSG di babak pertama tak berbuah gol tambahan. Masuk babak kedua, giliran Marseille yang tampil lebih menekan. Chevalier kembali dipaksa bekerja keras, menepis tembakan Igor Paixao sebelum dengan cepat bangkit menutup peluang lanjutan dari Benjamin Pavard di sudut sempit.

PSG sebenarnya nyaris menambah gol saat Desire Doue melepaskan tembakan jarak jauh keras yang membentur tiang. Namun, momentum justru berbalik. Pada menit ke-74, Chevalier terlambat mengantisipasi pergerakan Mason Greenwood di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Greenwood menjalankan tugasnya dengan tenang. Skor imbang 1-1.

Tekanan Marseille terus berlanjut. Tiga menit jelang waktu normal berakhir, umpan silang rendah Hamad Traore malah berujung petaka bagi PSG. Willian Pacho salah mengantisipasi dan bola masuk ke gawang sendiri. Marseille berbalik unggul 2-1 dan tinggal selangkah lagi mengangkat trofi.

Namun, PSG menolak menyerah. Di menit ke-95, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan. Memanfaatkan sundulan Bradley Barcola, Ramos melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Rulli. Gol ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Di babak penentuan, Ramos kembali membuka keunggulan PSG. Setelah itu, panggung sepenuhnya milik Lucas Chevalier. Kiper muda tersebut sukses menepis dua penalti Marseille, masing-masing dari Matt O’Riley dan Hamad Traore. Desire Doue kemudian memastikan kemenangan PSG lewat eksekusi penaltinya.

Meski kiper Marseille, Rulli, sempat hampir menggagalkan tendangan Vitinha dan Nuno Mendes, PSG tetap menang 4-1 di adu penalti. Hasil ini memastikan Trophee des Champions keempat beruntun bagi klub ibu kota Prancis tersebut, sekaligus menjadi trofi ketiga mereka musim ini.

Fakta Menarik dari Laga PSG vs Marseille

Kemenangan ini menegaskan mental baja PSG saat adu penalti. Sepanjang musim 2025-2026, tiga trofi yang mereka raih semuanya ditentukan lewat adu penalti, termasuk Piala Super dan Piala Interkontinental.

Lucas Chevalier juga menebus kesalahannya di waktu normal dengan catatan impresif. Jika dihitung sejak Piala Super, ia sudah mencatatkan tiga penyelamatan penalti musim ini.

Sementara itu, Goncalo Ramos kembali membuktikan diri sebagai spesialis gol krusial. Enam dari 10 gol terakhirnya bersama PSG tercipta di menit ke-90 ke atas. Artinya, sekitar 28 persen golnya untuk PSG lahir di momen-momen genting.

Secara statistik, laga ini berjalan cukup seimbang. Kedua tim sama-sama melepaskan 17 tembakan dan enam di antaranya mengarah ke gawang. Marseille bahkan unggul tipis dalam peluang gol berdasarkan expected goals dengan angka 2,02 berbanding 1,8. Meski begitu, pengalaman dan ketenangan PSG di adu penalti kembali menjadi pembeda.

Bagi PSG, ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah bukti bahwa mereka selalu punya cara untuk bangkit, bahkan ketika gelar juara tampak tinggal hitungan detik untuk lepas.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.