Gagal Maksimalkan Peluang, Guardiola Curhat Usai Man City Ditahan Imbang Sunderland

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 02 Januari 2026

Gagal Maksimalkan Peluang, Guardiola Curhat Usai Man City Ditahan Imbang Sunderland

Gagal Maksimalkan Peluang, Guardiola Curhat Usai Man City Ditahan Imbang Sunderland
Gagal Maksimalkan Peluang, Guardiola Curhat Usai Man City Ditahan Imbang Sunderland.

JAKARTA - Manchester City harus puas membawa pulang satu poin saat bertandang ke markas Sunderland. 

Meski tampil dominan dan membombardir pertahanan lawan, pasukan Pep Guardiola justru gagal mencetak satu gol pun di laga tersebut. Hasil ini pun memicu kekecewaan sang pelatih.

Bermain di Stadium of Light, Manchester City sejatinya tampil sangat agresif. Mereka menguasai hampir dua pertiga jalannya pertandingan dan melepaskan total 14 tembakan ke arah gawang. 

Secara statistik, City juga mencatat expected goals (xG) sebesar 2,25, angka yang menunjukkan betapa besarnya peluang emas yang mereka ciptakan.

Namun, sepak bola bukan soal statistik semata. Ketajaman di depan gawang jadi pembeda, dan di laga ini City benar-benar kehilangan sentuhan akhir.

Guardiola Soroti Penyelesaian Akhir yang Buruk

Pep Guardiola tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai pertandingan. Ia menilai masalah utama timnya adalah kegagalan memanfaatkan peluang dari jarak dekat.

“Kami tidak bisa mencetak gol dari dalam kotak enam yard. Banyak peluang yang kami dapatkan di area itu, peluang yang seharusnya bisa jadi gol, tapi gagal kami selesaikan,” ujar Guardiola dengan nada kecewa.

Menurutnya, para pemain sebenarnya sudah bekerja keras, terutama di babak kedua. Namun, apa yang dibicarakan dan direncanakan sebelum pertandingan tidak sepenuhnya terlihat di paruh pertama laga.

“Babak kedua jauh lebih baik. Para pemain sudah memberikan segalanya. Wajar jika mereka sedikit tertunduk kecewa, tapi kami harus tetap menegakkan kepala. Dalam tiga hari ke depan, kami sudah ditunggu laga berat melawan Chelsea,” tambahnya.

Peluang Banyak, Gol Nihil

City sebenarnya sempat menjebol gawang Sunderland di awal laga lewat Bernardo Silva. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena posisi offside. Setelah itu, peluang demi peluang terus mengalir.

Savinho dan Josko Gvardiol sempat mendapatkan kesempatan emas, namun semuanya berhasil digagalkan oleh penampilan solid kiper Sunderland, Robin Roefs. Di menit-menit krusial, upaya Jeremy Doku dan Gvardiol juga kandas akibat blok heroik lini belakang tuan rumah.

Menariknya, laga ini menjadi catatan tersendiri bagi City. Ini adalah pertama kalinya sejak Maret 2022 mereka gagal mencetak gol di pertandingan Premier League meski memiliki xG setinggi ini. Selain itu, rentetan delapan kemenangan beruntun City di semua kompetisi juga harus terhenti.

Rekor Kandang Sunderland Masih Terjaga

Bagi Sunderland, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan kecil. Mereka sukses mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang sendiri musim ini. 

Dengan disiplin bertahan dan semangat juang tinggi, Sunderland mampu meredam salah satu tim paling produktif di Inggris.

Meski terus ditekan, Sunderland tampil sabar dan tidak panik. Setiap serangan City dihadapi dengan organisasi pertahanan yang rapi dan pengorbanan tinggi dari para pemainnya.

Bernardo Silva Akui City Lebih Baik di Babak Kedua

Kapten Manchester City, Bernardo Silva, juga mengakui performa timnya tidak konsisten sepanjang pertandingan. Ia menilai ada perbedaan yang cukup jelas antara babak pertama dan kedua.

“Ini pertandingan dengan dua wajah berbeda. Di babak pertama, kami tidak bermain cukup baik. Kami kurang mengontrol serangan balik dan terlalu terburu-buru saat menyerang,” jelas Silva.

Menurutnya, City terlalu cepat ingin menembus pertahanan lawan tanpa cukup menggerakkan bola untuk membuka ruang. Namun situasi berubah setelah turun minum.

“Di babak kedua, kami menciptakan jauh lebih banyak peluang. Tapi hari ini memang bukan hari kami. Kami gagal memaksimalkan semua kesempatan itu. Jujur saja, kami tidak puas karena kami datang ke sini untuk meraih hasil yang lebih baik,” tambahnya.

Satu Poin yang Terasa Kehilangan Dua

Hasil imbang ini membuat Manchester City gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Arsenal. Alih-alih mendekat, City justru harus rela melihat peluang emas itu terlewat begitu saja.

Meski begitu, Guardiola menegaskan timnya harus segera bangkit. Jadwal padat dan laga besar sudah menanti, dan tidak ada waktu lama untuk larut dalam kekecewaan.

Sepak bola memang kejam. Saat dominasi dan peluang tak diiringi gol, hasil akhir bisa terasa pahit. Bagi Manchester City, laga ini jadi pengingat bahwa efektivitas di depan gawang tetap menjadi kunci, seberapa pun hebatnya penguasaan bola dan statistik yang dimiliki.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.