Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 28 Januari 2026

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas

Foto: Pelatihan advokasi Memperkuat JaPeDas Kabupaten Sambas untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani bersama Gemawan Kalbar 

SAMBAS - Perkumpulan Gemawan menyelenggarakan pelatihan advokasi bertema "Advokasi Kolaboratif: Memperkuat JaPeDas Kabupaten Sambas untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani" yang berlangsung di Hotel Pantura Sambas, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 20 desa di Kabupaten Sambas.

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan advokasi kolaboratif guna mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini difasilitasi oleh tim Perkumpulan Gemawan dengan fokus pada penguatan strategi advokasi berbasis kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Peserta yang tergabung dalam Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) Kabupaten Sambas mendapatkan materi mengenai teknik negosiasi kebijakan, pemetaan isu pertanian, serta pembangunan aliansi strategis untuk memperjuangkan hak-hak petani dari tingkat desa hingga kabupaten.

Ketua JaPeDas Kabupaten Sambas, Tajudin, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah berbagi informasi, khususnya terkait isu-isu pertanian. 

"Ke depan, kami berharap JaPeDas dapat lebih proaktif dalam mengadvokasi kepentingan petani, terutama di wilayah-wilayah sentra pertanian unggulan," ujarnya.

Deddy Wahab, Program Officer Perkumpulan Gemawan, menegaskan bahwa advokasi kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat posisi petani. 

"Melalui pendekatan advokasi kolaboratif, JaPeDas Sambas diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan," ungkapnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Hendro, peserta dari Desa Seranggam, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru dalam menyuarakan aspirasi petani secara efektif. 

"Kami belajar bagaimana menyampaikan persoalan petani dengan tepat. Ini sangat membantu desa kami dalam menghadapi tantangan seperti akses pupuk dan pasar yang lebih adil," katanya.

Dalam pelatihan ini juga digelar sesi simulasi dan bermain peran, di mana peserta melakukan praktik advokasi sebagai persiapan sebelum melakukan audiensi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. Simulasi tersebut difokuskan pada isu-isu krusial yang kerap dihadapi petani, seperti sulitnya akses pupuk subsidi di lapangan.

Pelatihan advokasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Perkumpulan Gemawan dalam upaya pemberdayaan Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) di Kabupaten Sambas khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Diharapkan, para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk melakukan advokasi di wilayah masing-masing serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sambas. (Izhar)

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.