![]() |
| Kitabisa.org Gandeng Gemawan dan Crustea, MangSilvo Jadi Harapan Baru Ekonomi Pesisir Mempawah. |
Mempawah – Upaya menjaga pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga terus diperkuat. Kitabisa.org kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan mempererat kolaborasi bersama Gemawan dan Crustea melalui program MangSilvo atau Mangrove Silvofishery di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Program ini dilaksanakan di Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, pada Kamis 22 Januari 2026. Fokus utamanya adalah memulihkan ekosistem mangrove sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir lewat sistem budidaya terpadu yang berkelanjutan.
![]() |
| Kitabisa.org Gandeng Gemawan dan Crustea, MangSilvo Jadi Harapan Baru Ekonomi Pesisir Mempawah. |
MangSilvo menggabungkan konservasi mangrove dengan budidaya perikanan seperti ikan nila, udang, dan kepiting dalam satu kawasan tambak. Pendekatan ini memungkinkan alam tetap terjaga, sementara masyarakat tetap bisa produktif secara ekonomi.
Sebagai langkah awal, kolaborasi lintas pihak ini telah menyelesaikan pembangunan tambak dengan sistem tiga sekat dan menebar sekitar 1.500 benih ikan nila salin. Program ini tidak berhenti di situ. Pada Februari mendatang, kegiatan akan dilanjutkan dengan budidaya udang dan kepiting, disertai penanaman mangrove di sepanjang tepian parit tambak.
Lani Ardiansyah menjelaskan bahwa konsep MangSilvo memang dirancang agar kegiatan ekonomi tidak merusak alam. Budidaya tetap berjalan, namun mangrove sebagai pelindung alami pesisir juga terus tumbuh dan berkembang.
Menjaga Lingkungan, Menguatkan Kemandirian Warga
![]() |
| Kitabisa.org Gandeng Gemawan dan Crustea, MangSilvo Jadi Harapan Baru Ekonomi Pesisir Mempawah. |
Bagi Kitabisa.org, MangSilvo bukan sekadar proyek tambak atau penanaman pohon. Program ini menjadi simbol penguatan kedaulatan masyarakat pesisir, khususnya Kelompok Bakau Jaya, yang selama ini konsisten menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.
Ucup, perwakilan Gemawan, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Menurutnya, alam tidak bisa diselamatkan jika masyarakatnya masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup dasar.
Dari sisi ekonomi, tambak silvofishery menjadi solusi nyata bagi nelayan ketika cuaca ekstrem melanda. Saat angin kencang dan gelombang tinggi membuat aktivitas melaut berisiko, warga tetap memiliki sumber penghasilan alternatif yang lebih aman dan stabil.
![]() |
| Kitabisa.org Gandeng Gemawan dan Crustea, MangSilvo Jadi Harapan Baru Ekonomi Pesisir Mempawah. |
Sementara dari sisi lingkungan, kehadiran mangrove di area tambak membantu menahan abrasi, memperkuat struktur pesisir, serta menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut. Model ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara produksi dan konservasi.
Gemawan bersama para mitra berharap MangSilvo dapat menjadi contoh pengelolaan pesisir berkelanjutan yang bisa diterapkan di daerah lain dengan kondisi serupa.
Di kesempatan yang sama, Sofie dari Kitabisa.org menegaskan bahwa keterlibatan Kitabisa dalam program ini bertujuan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh nelayan dan keluarga mereka, bukan hanya berhenti pada pembangunan fisik.
![]() |
| Kitabisa.org Gandeng Gemawan dan Crustea, MangSilvo Jadi Harapan Baru Ekonomi Pesisir Mempawah. |
Sementara itu, Dzaky dari Crustea menambahkan bahwa program MangSilvo juga menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan secara praktis. Tidak hanya mendorong ekonomi warga, tetapi juga membekali masyarakat dengan pendekatan teknis dan ilmiah agar pengelolaan pesisir bisa berjalan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.




