![]() |
| Malam 27 Rajab, Waktu Emas Berdoa: Keutamaan Isra Miraj dan Amalan yang Diyakini Mustajab. |
JAKARTA - Bulan Rajab selalu punya tempat istimewa di hati umat Islam. Pasalnya, Rajab termasuk satu dari empat bulan suci yang dimuliakan dalam ajaran Islam. Di bulan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan dan menjadi momen yang pas untuk memperbaiki diri serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Tak sedikit ulama menyebut Rajab sebagai bulan penuh keberkahan. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah, terutama berdoa. Doa-doa yang dipanjatkan di bulan Rajab diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan, terlebih jika dilakukan pada waktu-waktu utama.
Salah satu pendapat yang sering dikutip datang dari Imam Asy-Syafi’i. Dalam salah satu karyanya, beliau menyebut ada lima malam istimewa di mana doa tidak tertolak. Salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab. Malam-malam lainnya adalah malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha. Pandangan ini menjadi penguat bagi umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan berdoa di bulan Rajab.
Selain malam pertama, perhatian besar juga tertuju pada malam ke-27 Rajab. Malam ini dikenal sebagai waktu terjadinya peristiwa agung Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW. Banyak ulama menjelaskan bahwa malam 27 Rajab memiliki keutamaan luar biasa dan sangat dianjurkan untuk diisi dengan doa, dzikir, dan shalawat.
Menurut keterangan para ulama, terdapat doa khusus yang dianjurkan dibaca pada malam 27 Rajab. Doa ini dibaca mulai setelah azan Maghrib hingga sebelum waktu Subuh, sambil menyebutkan hajat atau permohonan yang diinginkan. Tahun ini, berdasarkan kalender nasional, malam 27 Rajab jatuh pada Kamis, 15 Januari 2026. Sementara menurut keputusan Lajnah Falakiyah PBNU, malam tersebut bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026.
Doa yang dianjurkan itu berisi permohonan kepada Allah SWT dengan perantaraan kemuliaan peristiwa Isra Miraj, agar Allah mengasihi hati yang sedang bersedih dan mengabulkan segala doa yang dipanjatkan.
Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi Asy-Syafi’i dalam kitabnya menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca doa tersebut pada malam ke-27 Rajab, lalu menyampaikan hajatnya dengan penuh harap, maka Allah SWT akan mengabulkan doanya. Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah Al-Halibi Al-Hanafi Al-Qadiri.
Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ibadah pada malam 27 Rajab pahalanya setara dengan beribadah selama seribu tahun. Malam ini disebut sebagai malam yang sangat agung, karena bertepatan dengan Isra dan Miraj. Dalam riwayat tersebut juga dijelaskan, setelah membaca doa yang dianjurkan, umat Islam disarankan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak sepuluh kali, lalu menyampaikan hajatnya kepada Allah SWT.
Dari berbagai keterangan ulama tersebut, bisa disimpulkan bahwa bulan Rajab, khususnya malam 27 Rajab, adalah momentum emas bagi umat Islam. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, memperkuat harapan, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Rajab bukan sekadar bulan dalam kalender Hijriah, tetapi kesempatan berharga untuk mengetuk pintu langit. Dengan doa, shalawat, dan keyakinan penuh akan kasih sayang Allah SWT, umat Islam diajak untuk memanfaatkan bulan mulia ini sebaik mungkin, seraya berharap keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Wallahu a’lam bis shawab.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com
