Pelayanan Pertanahan Harus Ramah dan Jelas, Menteri Nusron Dorong Petugas Loket Lebih Profesional

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 14 Januari 2026

Pelayanan Pertanahan Harus Ramah dan Jelas, Menteri Nusron Dorong Petugas Loket Lebih Profesional

Pelayanan Pertanahan Harus Ramah dan Jelas, Menteri Nusron Dorong Petugas Loket Lebih Profesional
Pelayanan Pertanahan Harus Ramah dan Jelas, Menteri Nusron Dorong Petugas Loket Lebih Profesional.

Jakarta – Pelayanan pertanahan yang cepat, jelas, dan ramah kembali menjadi sorotan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa kualitas layanan di loket pertanahan harus terus ditingkatkan. Kuncinya ada pada dua hal penting, yaitu penguasaan product knowledge dan sikap hospitality dari para petugas.

Menurut Menteri Nusron, petugas loket adalah garda terdepan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman menyeluruh tentang produk layanan pertanahan, sekaligus kemampuan melayani masyarakat dengan sikap yang ramah dan komunikatif. Upaya ini juga harus diiringi dengan keselarasan kerja antara loket pelayanan dan back office di Kantor Pertanahan.

“Perlu dilakukan asesmen ulang untuk petugas loket di kantor-kantor pertanahan besar. Nantinya mereka akan mendapatkan pembinaan khusus, mulai dari pemahaman produk layanan hingga hospitality. Dua hal ini harus berjalan beriringan,” ujar Nusron Wahid saat memberikan pembinaan kepada jajaran Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta di Kantor Pertanahan Kota Administratif Jakarta Timur, Selasa (13/01/2026).

Ia menjelaskan, keseragaman pemahaman layanan sangat penting agar informasi yang diterima masyarakat tidak berubah-ubah. Dengan product knowledge yang kuat dan pelayanan yang ramah, masyarakat tidak lagi bolak-balik karena persyaratan yang berbeda setiap kali datang.

“Kalau hari ini dibilang kurang persyaratan A, besok datang lagi dibilang kurang B, lalu berubah lagi, itu artinya informasinya tidak komprehensif. Di sinilah pentingnya hospitality dan pemahaman layanan yang sama,” jelasnya dengan nada lugas.

Menteri Nusron juga menyoroti masih adanya kendala koordinasi antara petugas loket dan back office di sejumlah daerah. Oleh karena itu, pembinaan terpadu melalui BPSDM akan diberikan, khususnya bagi petugas front office yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR), Virgo Eresta Jaya, menekankan pentingnya peran Kepala Kantor Pertanahan dalam memastikan komunikasi dan koordinasi berjalan baik di internal kantor.

“Kepala Kantor harus memastikan tugas petugas loket, manajer loket, dan back office selaras. Kalau sebuah berkas ditolak karena persyaratan tertentu, pastikan semua petugas memiliki pemahaman yang sama,” tegas Virgo.

Dalam kegiatan pembinaan ini, para Kepala Kantor Pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta turut memaparkan capaian layanan sekaligus tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Asnaedi, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Strategis dan Kerja Sama Antarlembaga Muda Saleh, serta jajaran pejabat pimpinan dan administrator di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Melalui langkah ini, Kementerian ATR/BPN berharap pelayanan pertanahan ke depan semakin profesional, transparan, dan benar-benar memudahkan masyarakat.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.