Pemkot Singkawang hadirkan delapan ekor kuda asli meriahkan Imlek-CGM

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Minggu, 25 Januari 2026

Pemkot Singkawang hadirkan delapan ekor kuda asli meriahkan Imlek-CGM

Singkawang - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melalui Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) Singkawang 2026 akan menghadirkan delapan ekor kuda asli untuk memeriahkan rangkaian kegiatan budaya yang dipusatkan di Stadion Kridasana Singkawang.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, mengatakan kehadiran kuda asli menjadi salah satu daya tarik utama pada perayaan tahun ini, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

“Tahun ini istimewa karena kami tidak perlu mendatangkan kuda dari luar daerah. Di Singkawang sudah tersedia kuda asli, sehingga kami menghadirkan delapan ekor kuda untuk memeriahkan perayaan di Stadion Kridasana,” kata Bun Cin Thong di Singkawang, Minggu.

Ia menjelaskan, kuda-kuda tersebut dapat dinaiki oleh pengunjung dengan pendampingan joki, mengelilingi area taman yang telah disiapkan panitia sebagai bagian dari konsep atraksi budaya.

Menurut Bun Cin Thong, konsep penataan kawasan perayaan tahun ini tetap mengacu pada tema Shio Buddha, namun dikemas dengan perpaduan dua nuansa, yakni konsep modern dan dinasti masa lampau.

“Konsepnya kami buat seperti dua zaman, sehingga pengunjung dapat merasakan suasana budaya klasik sekaligus sentuhan modern,” ujarnya.

Selain itu, panitia Imlek dan Cap Go Meh juga menjalin kesepakatan dengan panitia Ramadhan Fair untuk berkolaborasi dalam penataan dan hiasan kota di sejumlah ruas jalan utama di Singkawang.

“Hiasan kota kami buat secara kombinasi. Misalnya di Jalan P. Diponegoro, ada warna hijau dan kuning yang melambangkan Ramadhan, serta warna merah untuk Imlek, dilengkapi hiasan lampion dan angpau,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini progres pemasangan hiasan kota telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung dalam satu pekan ke depan.

Untuk kegiatan seni dan budaya, panitia menyiapkan panggung pertunjukan di Stadion Kridasana yang akan diisi oleh penampilan seni dari 17 paguyuban etnis di Kota Singkawang selama 14 hari pelaksanaan.

“Panggung ini kami siapkan sebagai ruang ekspresi bagi seluruh etnis di Singkawang untuk menampilkan seni dan budaya masing-masing,” ujarnya.

Bun Cin Thong menegaskan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang merupakan perayaan bersama seluruh masyarakat, tercermin dari komposisi panitia yang melibatkan berbagai etnis dan latar belakang.

“Panitia Imlek dan Cap Go Meh dibentuk secara inklusif. Tidak hanya etnis Tionghoa, tetapi juga melibatkan etnis lainnya. Ini menegaskan bahwa perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang adalah milik bersama,” katanya.

Oleh : Narwati/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.