Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap, Janji Kelola Negara hingga Transisi Berjalan

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Minggu, 04 Januari 2026

Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap, Janji Kelola Negara hingga Transisi Berjalan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan kontroversial setelah operasi militer AS di Venezuela berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya. Trump menyebut Amerika Serikat kini akan “menjalankan” Venezuela sampai proses transisi pemerintahan yang dianggap layak benar-benar terjadi.

Berbicara kepada wartawan di Mar-a-Lago, Trump mengatakan pasukan AS sudah berada di Venezuela dan tidak akan pergi dalam waktu dekat. Menurutnya, keberadaan AS diperlukan untuk memastikan pergantian kekuasaan berjalan sesuai rencana.

“Kami sudah di sana sekarang dan akan bertahan sampai ada transisi yang tepat. Pada dasarnya, kami akan menjalankan negara itu sampai proses transisi benar-benar terjadi,” ujar Trump dengan nada tegas.

Pernyataan tersebut menutup rangkaian peristiwa dramatis yang terjadi dalam hitungan jam. Sebelumnya, laporan ledakan terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela. Skala operasi baru terlihat jelas setelah Trump mengonfirmasi bahwa Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap.

Trump kemudian mengungkapkan kepada media bahwa Maduro dan istrinya akan dibawa ke New York menggunakan kapal untuk menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.

Tak hanya soal politik, Trump juga menyinggung sektor energi Venezuela. Ia menyatakan perusahaan minyak raksasa asal AS akan masuk ke negara tersebut untuk mengelola cadangan minyak yang besar namun infrastrukturnya rusak parah.

“Perusahaan minyak besar Amerika akan masuk, mengucurkan dana miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang hancur, dan mulai menghasilkan uang untuk negara itu,” kata Trump. Ia juga menegaskan militer AS siap melancarkan serangan lanjutan jika diperlukan demi mengamankan rencana tersebut.

Terkait operasi militer, Trump mengakui ada personel AS yang mengalami luka. Namun ia menekankan tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika.

“Operasinya sangat kompleks. Luar biasa rasanya hanya ada beberapa luka dan tidak ada kematian di pihak kami,” ujarnya.

Trump bahkan menggambarkan bagaimana ia memantau jalannya operasi tersebut. Ia mengaku menyaksikannya seperti sedang menonton sebuah acara televisi.

Dalam pembelaannya, Trump menilai langkah ini sebagai keberhasilan besar, termasuk dalam upaya menghentikan masuknya narkoba ke Amerika Serikat. Ia menyebut kritik soal konstitusionalitas sebagai hal lama yang selalu muncul.

Saat ditanya mengenai kekhawatiran China terhadap kendali minyak Venezuela, Trump menegaskan hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping berjalan baik. Ia memastikan tidak akan ada masalah serius terkait pasokan minyak.

“Mereka tetap akan mendapatkan minyak. Tapi setelah apa yang kami lakukan semalam, kami tidak bisa membiarkan pihak lain mengambil alih sehingga kami harus mengulanginya lagi,” jelasnya.

Meski demikian, Trump belum memaparkan langkah rinci soal perubahan rezim ke depan. Ia hanya menyebut Venezuela masih memiliki wakil presiden dan melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang tetap setia pada Maduro.

“Jika mereka tetap loyal, masa depan mereka sangat buruk. Tapi jika berbalik arah, selalu ada kesempatan. Kebanyakan sudah beralih. Loyalitasnya sangat kecil,” tutup Trump.

Situasi ini pun memicu perhatian dunia internasional. Banyak pihak kini menanti bagaimana langkah lanjutan AS dan bagaimana masa depan Venezuela setelah pernyataan mengejutkan dari Trump tersebut.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.