Viral Video Anak Juara Sepak Bola Dihujani Ucapan Rasis Bikin Publik Geram

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Senin, 26 Januari 2026

Viral Video Anak Juara Sepak Bola Dihujani Ucapan Rasis Bikin Publik Geram

Video viral tentang seorang anak laki-laki di Iowa yang menghadapi hinaan xenofobia memicu penyelidikan di fasilitas sepak bola [Masih berlangsung]
Video viral tentang seorang anak laki-laki di Iowa yang menghadapi hinaan xenofobia memicu penyelidikan di fasilitas sepak bola [Masih berlangsung]

Sebuah video yang viral di media sosial mengundang keprihatinan publik. Seorang bocah laki-laki asal Iowa, Amerika Serikat, bernama Max Tet, harus menelan kepedihan setelah menjuarai turnamen sepak bola. 

Bukan karena kalah, tapi karena menerima ucapan bernada rasis dan xenofobia dari pemain tim lawan.

Dalam video yang diunggah sang ibu, Max menceritakan pengalaman pahit yang ia alami di lapangan. 

Alih-alih merayakan kemenangan turnamen yang berlangsung selama dua bulan, ia justru dihantam komentar menyakitkan yang mempertanyakan identitas dan keberadaannya di negaranya sendiri.

“Ada yang bilang aku imigran ilegal, padahal aku lahir di Amerika,” ujar Max dalam video tersebut. Ia juga mengaku diejek dengan kalimat bernuansa politik, yang menyebut dirinya akan “dipulangkan” ke negara lain. Padahal, menurut Max, Amerika Serikat adalah satu-satunya tempat yang ia kenal sebagai rumah.

Kisah ini langsung memicu reaksi luas dari warganet. Banyak yang menyayangkan bagaimana ujaran kebencian bisa terjadi bahkan di lingkungan olahraga anak-anak, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar sportivitas dan kebersamaan.

Ibunda Max, Mtee Tet, menegaskan bahwa unggahan video tersebut bukan untuk memancing konflik. 

Ia ingin pengalamannya menjadi pengingat bahwa kata-kata memiliki dampak besar, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap tumbuh dan belajar.

“Tujuan saya membagikan video ini bukan untuk menciptakan kontroversi, tapi untuk mengingatkan kita semua betapa dalamnya pengaruh ucapan dan tindakan kita terhadap orang lain, khususnya anak-anak,” tulis Mtee dalam unggahannya.

Ia juga mengungkapkan rasa sedih karena momen yang seharusnya penuh kebanggaan justru berubah menjadi luka emosional bagi putranya. 

Setelah berjuang selama dua bulan dan keluar sebagai juara, Max malah harus memikul beban psikologis yang tidak semestinya dialami oleh seorang anak.

Pihak fasilitas olahraga tempat kejadian tersebut dilaporkan telah membuka penyelidikan atas insiden ini. 

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari upaya serius untuk memastikan lingkungan olahraga yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.

Kasus Max Tet menjadi pengingat keras bahwa isu rasisme dan xenofobia masih nyata, bahkan di level paling dasar sekalipun. 

Banyak pihak berharap, kejadian ini bisa mendorong orang tua, pelatih, dan pengelola fasilitas olahraga untuk lebih aktif menanamkan nilai saling menghormati sejak dini.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.