24 Titik Pengamanan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Bengkayang Disiapkan Polres, Operasi Liong Kapuas Digelar 17 Hari Penuh

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 13 Februari 2026

24 Titik Pengamanan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Bengkayang Disiapkan Polres, Operasi Liong Kapuas Digelar 17 Hari Penuh

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab.

Bengkayang -- Perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di Kabupaten Bengkayang dipastikan bakal berlangsung lebih tertata dan aman. Polres Bengkayang bersama Polda Kalbar telah menetapkan 24 lokasi prioritas pengamanan demi menjaga suasana tetap kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Aparat ingin memastikan masyarakat bisa merayakan momen penting ini dengan rasa tenang, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan. Menurutnya, rapat koordinasi yang digelar bukan hanya formalitas, melainkan ajang memastikan seluruh personel dan perlengkapan benar-benar siap diterjunkan ke lapangan.

Ia menjelaskan, pemetaan 24 titik prioritas dilakukan agar pengamanan lebih fokus dan efektif. Dengan strategi ini, potensi gangguan bisa diantisipasi sejak awal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat menjalankan ibadah maupun menghadiri perayaan budaya.

38 Vihara dan 4 Pantai Diprediksi Ramai

Data yang dihimpun menunjukkan ada 38 vihara dan klenteng di Bengkayang yang akan menggelar ibadah dan perayaan. Selain itu, empat lokasi wisata pantai di wilayah Sungai Raya Kepulauan diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Imlek dan Cap Go Meh.

Lonjakan ini tentu membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas masyarakat juga membutuhkan pengawasan ekstra agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Untuk mendukung pengamanan, aparat mendirikan dua Pos Pengamanan di depan Koramil Bengkayang dan Terminal Sungai Duri, serta satu Pos Pelayanan di Simpang Samudra Indah. Pos-pos ini akan menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat masyarakat mendapatkan bantuan jika diperlukan.

Operasi Liong Kapuas 2026 Digelar 17 Hari

Sebagai bentuk keseriusan, kepolisian juga menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Kapuas 2026 selama 17 hari, mulai 16 Februari hingga 4 Maret 2026. Sebanyak 40 personel diterjunkan dalam operasi ini, dengan dukungan anggaran operasional yang telah disiapkan.

Operasi ini mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif, serta penegakan hukum yang humanis. Artinya, aparat tidak hanya fokus pada tindakan tegas, tetapi juga mengutamakan dialog dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyampaikan bahwa Imlek dan Cap Go Meh bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang memberi dampak sosial dan ekonomi bagi warga.

Tahun ini ada tantangan tersendiri. Perayaan Cap Go Meh beririsan dengan awal Bulan Suci Ramadan. Situasi ini membutuhkan kesiapan ekstra agar seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan harmonis tanpa mengganggu satu sama lain.

Ia pun mengajak seluruh unsur pengamanan untuk tetap mengedepankan sikap profesional, toleran, dan humanis. Menurutnya, keberagaman di Bengkayang adalah kekuatan yang harus dijaga bersama.

Bagi masyarakat, momentum ini bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah simbol kebersamaan dan toleransi. Dengan sinergi aparat dan dukungan warga, Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Bengkayang diharapkan menjadi contoh perayaan yang aman, tertib, dan penuh harmoni.

Mari kita jaga suasana tetap damai. Karena keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama.

Editor: Heri Yakop | Sumber: ANTARA/Narwati

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.